Bab 4: Langkah Pertama Seorang Naga

Fajar baru saja menyingsing saat Ling Tian menyelinap kembali ke kompleks Klan Ling. Ia sengaja melewati jalan-jalan sepi di belakang, menghindari patroli dan para pelayan yang sudah mulai beraktivitas. Halaman kediamannya adalah yang paling terpencil dan kumuh di antara semua garis keturunan utama, sebuah bukti nyata statusnya saat ini.

Saat ia mendekati halaman kecilnya, dua sosok pemuda kekar menghadang jalannya. Mereka adalah Ling Chong dan Ling Hu, dua anjing pesuruh setia Ling Feng.

"Oh, lihat siapa ini. Si sampah akhirnya berani pulang," cibir Ling Chong sambil melipat tangan di dada. "Kami pikir kau sudah mati kedinginan di hutan."

Ling Hu tertawa mengejek. "Kau melewatkan pembagian sumber daya bulanan kemarin, Ling Tian. Tapi jangan khawatir, kami 'membantu' mengambilkannya untukmu."

Ling Hu mengacungkan sebuah kantong kain kecil yang tampak hampir kosong. "Satu botol Pil Pemurni Qi tingkat rendah. Betapa menyedihkan. Cukup untuk membuatmu tetap hidup, kurasa."

Di masa lalu, Ling Tian hanya bisa menunduk dan menahan amarahnya. Tapi sekarang, matanya menatap lurus ke arah mereka, tenang seperti danau yang dalam.

"Berikan padaku," kata Ling Tian dengan suara datar.

Ling Chong mengangkat alis, terkejut dengan nada bicara Ling Tian yang tidak seperti biasanya. "Apa katamu? Kau berani memerintah kami?"

Ia melangkah maju dan mendorong bahu Ling Tian dengan kasar, sebuah tindakan yang biasa ia lakukan. Ia berharap melihat Ling Tian terhuyung atau jatuh. Namun, yang terjadi di luar dugaannya. Ling Tian tetap berdiri kokoh seperti batu karang, tidak bergerak sedikit pun. Justru Ling Chong yang merasakan telapak tangannya sedikit nyeri, seolah mendorong lempengan baja.

"Bagaimana mungkin..." gumam Ling Chong, tidak percaya.

Ling Tian tersenyum tipis. Ini adalah hasil dari 'Pembersihan Sumsum' oleh Sutra Hati Kaisar Naga. Kekuatan fisiknya saja sudah jauh melampaui orang biasa.

"Aku bilang, berikan padaku," ulang Ling Tian, nadanya menjadi lebih dingin.

Merasa dipermalukan, Ling Hu menjadi marah. "Kau cari mati, sampah!"

Ia melayangkan tinju yang dilapisi dengan Qi tingkat kedua ke arah wajah Ling Tian. Pukulan ini, jika mendarat, akan dengan mudah mematahkan beberapa gigi.

Mata Ling Tian menyipit. Di matanya, gerakan Ling Hu terasa sangat lambat. Mengingat nasihat sang Naga untuk tidak menunjukkan kekuatannya, ia tidak membalas dengan pukulan. Sebaliknya, ia mengambil langkah kecil ke samping. Pada saat yang sama, kakinya sedikit terjulur keluar.

Ling Hu, yang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang, kehilangan targetnya dan tersandung oleh kaki Ling Tian.

BRAK!

Dengan teriakan kaget, ia jatuh tersungkur dengan wajah mencium tanah.

"Apa yang kau lakukan?!" bentak Ling Chong, terkejut melihat temannya jatuh dengan cara yang begitu memalukan.

Ling Tian mengangkat bahu dengan acuh tak acuh. "Dia terlalu ceroboh. Apa hubungannya denganku?"

Saat Ling Chong lengah, Ling Tian bergerak secepat kilat. Ia merebut kantong sumber daya dari tangan Ling Hu yang masih tersungkur, lalu dengan tenang berjalan melewati mereka menuju halaman rumahnya.

"Kau...!" Ling Chong ingin mengejar, tetapi saat ia melihat tatapan dingin Ling Tian yang menoleh ke belakang, entah kenapa hawa dingin merambat di tulang punggungnya. Tatapan itu tidak lagi seperti tatapan seekor domba yang pasrah, melainkan tatapan seekor predator yang sedang mengamati mangsanya.

Ia menelan ludah dan memutuskan untuk tidak mencari masalah lebih jauh. "A-ayo kita pergi! Laporkan pada Kakak Ling Feng!" katanya sambil membantu Ling Hu berdiri.

Keduanya bergegas pergi dengan perasaan bingung dan sedikit takut.

Di dalam kamarnya yang sederhana, Ling Tian membuka kantong itu. Hanya ada tiga butir pil berkualitas rendah di dalamnya. Ia mendengus. Sumber daya yang sedikit ini tidak ada artinya baginya sekarang.

"Pil-pil ini tidak akan cukup. Untuk mencapai kemajuan pesat, aku butuh sumber daya yang lebih banyak. Aku harus pergi ke Hutan Kabut Hitam untuk berburu binatang iblis dan menukar inti kristal mereka dengan uang," gumamnya, merencanakan langkah selanjutnya.

Tapi sebelum itu, ia harus memanfaatkan keuntungan terbesarnya.

Setelah memastikan tidak ada yang mengganggunya, ia duduk bersila di tempat tidurnya. Dengan hati-hati, ia memegang Mutiara Naga Kosmik di dadanya dan memfokuskan pikirannya.

Dalam sekejap, kesadarannya kembali memasuki ruang kosmik yang megah.

"Sepuluh hari lagi..." bisiknya dengan semangat yang membara.

Ling Feng, Klan Murong... tunggu saja. Tiga bulan dari sekarang, di panggung Kompetisi Klan, seluruh Klan Ling akan menyaksikan bagaimana seekor cacing yang mereka injak-injak berubah menjadi naga yang membumbung ke langit

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

/Casual/

2026-04-14

1

Mamat Stone

Mamat Stone

/CoolGuy/

2026-04-14

0

Tamima II

Tamima II

💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍

2026-04-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sampah Klan Ling
2 Bab 2: Mutiara Naga Kosmik
3 Bab 3: Terlahir Kembali
4 Bab 4: Langkah Pertama Seorang Naga
5 Bab 5: Langkah Naga Bayangan
6 Bab 6: Peringatan Seekor Naga
7 Bab 7: Perburuan Dimulai
8 Bab 8: Pertarungan Brutal
9 Bab 9: Paviliun Harta Karun
10 Bab 10: Peringatan di Gang Gelap
11 Bab 11: Guncangan dan Keraguan
12 Bab 12: Dasar-dasar Alkimia Naga
13 Bab 13: Panen dan Terobosan
14 Bab 14: Rumah Lelang Lautan Hitam
15 Bab 15: Perang Penawaran
16 Bab 16: Tawaran dari Lautan Hitam
17 Bab 17: Terobosan Tingkat Keenam
18 Bab 18: Resep Baru dan Kekacauan di Klan Ling
19 Bab 19: Pil Terobosan Naga dan Tingkat Ketujuh
20 Bab 20: Pertemuan Tak Terduga dan Aura Es
21 Bab 21: Pendaftaran yang Mengejutkan
22 Bab 22: Panggilan dari Patriark
23 Bab 23: Peringatan di Balai Sumber Daya
24 Bab 24: Peringatan Berdarah dan Perpustakaan Klan
25 Bab 25: Badai di Dewan Tetua
26 Bab 26: Guncangan Jiwa Naga
27 Bab 27: Hari Kompetisi
28 Bab 28: Pertemuan dengan Masa Lalu
29 Bab 29: Final yang Tak Terhindarkan
30 Bab 30: Membayar Hutang dengan Darah
31 Bab 31: Sang Juara dan Pialanya
32 Bab 32: Langkah Pertama ke Alam Pembangunan Fondasi
33 Bab 33: Sebuah Perjanjian, Sebuah Sumpah
34 Bab 34: Penempaan Pedang Paling Tajam
35 Bab 35: Badai Baru di Kota Awan Bambu
36 Bab 36: Dominasi dan Tantangan Baru
37 Bab 37: Harta Karun di Menara Perpustakaan
38 Bab 38: Penempaan Niat Pedang
39 Bab 39: Arena Tuan Kota
40 Bab 40: Satu Tusukan
41 Bab 41: Gelombang yang Mengubah Arah
42 Bab 42: Pertunjukan Para Jenius Lain
43 Bab 43: Taktik Pengecut dan Jawaban yang Dominan
44 Bab 44: Membayar Hutang dengan Bunga
45 Bab 45: Keseimbangan yang Hancur dan Jalan Baru
46 Bab 46: Utusan Sekte Pedang dan Batu Niat Pedang
47 Bab 47: Tantangan dari Sekte Dalam
48 Bab 48: Meninggalkan Kota Awan Bambu
49 Bab 49: Perjalanan dan Gerbang Gunung
50 Bab 50: Grand Elder dan Puncak Penempaan Naga
51 Bab 51: Kediaman Baru di Puncak Penempaan Naga
52 Bab 52: Terobosan dan Dunia Luar
53 Bab 53: Pertemuan dan Pedang yang Patah
54 Bab 54: Paviliun Teknik dan Pilihan Ketiga
55 Bab 55: Menempa Tubuh dengan Petir
56 Bab 56: Kekuatan Baru dan Kompetisi Peringkat
57 Bab 57: Arena Pedang dan Tatapan yang Meremehkan
58 Bab 58: Satu Jentikan, Satu Kemenangan
59 Bab 59: Tantangan dan Pedang Tangan
60 Bab 60: Peri Es di Atas Panggung
61 Bab 61: Pertarungan di Puncak
62 Bab 62: Pemenang Mengambil Segalanya
63 Bab 63: Niat Pedang Berwujud dan Gerbang Kuno
64 Bab 64: Dunia Pedang yang Hancur
65 Bab 65: Baptisan di Kolam Pedang
66 Bab 66: Penaklukan Fragmen
67 Bab 67: Jalan Keluar dan Pertanyaan Para Elder
68 Bab 68: Gelombang di Sekte dan Hadiah Baru
69 Bab 69: Puncak Pedang Terkubur
70 Bab 70: Pembentukan Tim dan Provokasi
71 Bab 71: Tim Terpilih dan Perjalanan Dimulai
72 Bab 72: Kota Awan Biru dan Bayangan Para Rival
73 Bab 73: Latihan Terakhir dan Mata yang Mengawasi
74 Bab 74: Ronde Pertama – Pedang vs Angin
75 Bab 75: Semifinal – Ilusi di Balik Kabut
76 Bab 76: Final – Guntur vs Guntur
77 Bab 77: Pintu Alam Mistik
78 Gema Para Pendiri
79 Retakan di Dasar Menara
80 Kembali dan Mata yang Mengamati
81 Kristal Bintang dan Penyergapan
82 Bentrok di Lingkaran Tengah
83 Ruang Kultivasi Inti
84 Keseimbangan di Dalam Badai
85 Kembali dan Peringatan
86 Gema Kemenangan dan Percakapan di Puncak
87 Paviliun Teknik Rahasia dan Dua Jalan Baru
88 Serangan di Bawah Bulan Purnama
89 Kelahiran Kembali di Puncak Awan dan Dua Jalan yang Terpisah
90 Konsolidasi Kekuatan dan Kunjungan Sahabat
91 Awan Badai di Atas Arena
92 Tebasan Guntur Pertama
93 Pertunjukan di Panggung Utama
94 Pergeseran Paradigma
95 Jubah Penyamar dan Jalan Sunyi Sang Juara
96 Tarian Angin dan Guntur yang Tersembunyi
97 Ilusi Pedang Kabut dan Hati yang Tenang
98 Pertarungan di Bawah Langit Beku
99 Pertemuan Guntur dan Gunung
100 Hadiah Sang Juara dan Gerbang Menuju Jalan Baru
101 Gema di dalam Gua Leluhur
102 Bisikan dari Bayangan dan Badai yang Berkumpul
103 Satu Pedang, Dua Jalan
104 Undangan ke Kota Awan Besi
105 Tiga Pedang yang Berangkat
106 Penyergapan di Hutan Kabut Hitam
107 Jejak Pengkhianat
108 Umpan yang Memakan Pemburu
109 Kota Awan Besi
110 Racun dalam Senyuman
111 Perjamuan Tiga Sekte
112 Undian Takdir
113 Pedang Melawan Racun
114 Ketika Otot Mengingat, Tapi Pikiran Lupa
115 Jalan Pedang yang Paling Pedih
116 Gema Kemenangan dan Bisikan di Kegelapan
117 Keluar dari Kota, Masuk ke Dalam Diri
118 Jalan Pulang yang Terlalu Sunyi
119 Pintu Gerbang dan Tatapan Sang Pemimpin
120 Langkah Pertama Menuju Langit
121 Laut yang Menunggu
122 Gunung yang Membakar
123 Bangkitnya Pedang Asal
124 Bayangan di Gerbang
125 Pertarungan di Ambang Kehancuran
126 Jalan Pedang yang Baru
127 Gema di Dalam Kehampaan
128 Benang Pertama
129 Langkah Pertama di Atas Salju
130 Gema yang Memantul
131 Jejak dan Gema
132 Peta di Dalam Pikiran
133 Menyalakan Api dengan Dinamit
134 Napas Sang Raksasa Beku
135 Bisikan di Dalam Badai
136 Hati Sang Titan yang Tertidur
137 Denyut Terakhir Sang Titan
138 Jejak Kaki di Padang Es Keheningan
139 Gema di Dalam Kehampaan
140 Kisah Sang Penjaga Lentera
141 Gerbang yang Sunyi
142 Gema, Kehampaan, dan Kemarahan
143 Fajar di Utara Beku
144 Bunga Pertama di Atas Es
145 Jalan Pulang dan Bisikan di Dalam
146 Retakan di Antara Sahabat
147 Gema dari Sky Fortune City
148 Badai yang Kembali
149 Gema dalam Keheningan
150 Beban Sang Penyelamat
151 Ikatan yang Tak Terputus
152 Persiapan dan Jalan Terpilih
153 Awal dari Perburuan
154 Bab 161: Guntur dan Keheningan
155 Menunggu Ular dan Memahami Jurang
156 Kemarahan Sang Raja Ular
157 Gema dan Awal yang Baru
158 Bisikan di Kedai Teh
159 Kota yang Lupa Cara untuk Hidup
160 Analisis Seorang Transmigrator
161 Hati yang Membeku
162 Kota yang Bangun Kembali
163 Mata di Langit
164 Belajar Menjadi Hantu
165 Pajak Kentang
166 Masalah Skalabilitas
Episodes

Updated 166 Episodes

1
Bab 1: Sampah Klan Ling
2
Bab 2: Mutiara Naga Kosmik
3
Bab 3: Terlahir Kembali
4
Bab 4: Langkah Pertama Seorang Naga
5
Bab 5: Langkah Naga Bayangan
6
Bab 6: Peringatan Seekor Naga
7
Bab 7: Perburuan Dimulai
8
Bab 8: Pertarungan Brutal
9
Bab 9: Paviliun Harta Karun
10
Bab 10: Peringatan di Gang Gelap
11
Bab 11: Guncangan dan Keraguan
12
Bab 12: Dasar-dasar Alkimia Naga
13
Bab 13: Panen dan Terobosan
14
Bab 14: Rumah Lelang Lautan Hitam
15
Bab 15: Perang Penawaran
16
Bab 16: Tawaran dari Lautan Hitam
17
Bab 17: Terobosan Tingkat Keenam
18
Bab 18: Resep Baru dan Kekacauan di Klan Ling
19
Bab 19: Pil Terobosan Naga dan Tingkat Ketujuh
20
Bab 20: Pertemuan Tak Terduga dan Aura Es
21
Bab 21: Pendaftaran yang Mengejutkan
22
Bab 22: Panggilan dari Patriark
23
Bab 23: Peringatan di Balai Sumber Daya
24
Bab 24: Peringatan Berdarah dan Perpustakaan Klan
25
Bab 25: Badai di Dewan Tetua
26
Bab 26: Guncangan Jiwa Naga
27
Bab 27: Hari Kompetisi
28
Bab 28: Pertemuan dengan Masa Lalu
29
Bab 29: Final yang Tak Terhindarkan
30
Bab 30: Membayar Hutang dengan Darah
31
Bab 31: Sang Juara dan Pialanya
32
Bab 32: Langkah Pertama ke Alam Pembangunan Fondasi
33
Bab 33: Sebuah Perjanjian, Sebuah Sumpah
34
Bab 34: Penempaan Pedang Paling Tajam
35
Bab 35: Badai Baru di Kota Awan Bambu
36
Bab 36: Dominasi dan Tantangan Baru
37
Bab 37: Harta Karun di Menara Perpustakaan
38
Bab 38: Penempaan Niat Pedang
39
Bab 39: Arena Tuan Kota
40
Bab 40: Satu Tusukan
41
Bab 41: Gelombang yang Mengubah Arah
42
Bab 42: Pertunjukan Para Jenius Lain
43
Bab 43: Taktik Pengecut dan Jawaban yang Dominan
44
Bab 44: Membayar Hutang dengan Bunga
45
Bab 45: Keseimbangan yang Hancur dan Jalan Baru
46
Bab 46: Utusan Sekte Pedang dan Batu Niat Pedang
47
Bab 47: Tantangan dari Sekte Dalam
48
Bab 48: Meninggalkan Kota Awan Bambu
49
Bab 49: Perjalanan dan Gerbang Gunung
50
Bab 50: Grand Elder dan Puncak Penempaan Naga
51
Bab 51: Kediaman Baru di Puncak Penempaan Naga
52
Bab 52: Terobosan dan Dunia Luar
53
Bab 53: Pertemuan dan Pedang yang Patah
54
Bab 54: Paviliun Teknik dan Pilihan Ketiga
55
Bab 55: Menempa Tubuh dengan Petir
56
Bab 56: Kekuatan Baru dan Kompetisi Peringkat
57
Bab 57: Arena Pedang dan Tatapan yang Meremehkan
58
Bab 58: Satu Jentikan, Satu Kemenangan
59
Bab 59: Tantangan dan Pedang Tangan
60
Bab 60: Peri Es di Atas Panggung
61
Bab 61: Pertarungan di Puncak
62
Bab 62: Pemenang Mengambil Segalanya
63
Bab 63: Niat Pedang Berwujud dan Gerbang Kuno
64
Bab 64: Dunia Pedang yang Hancur
65
Bab 65: Baptisan di Kolam Pedang
66
Bab 66: Penaklukan Fragmen
67
Bab 67: Jalan Keluar dan Pertanyaan Para Elder
68
Bab 68: Gelombang di Sekte dan Hadiah Baru
69
Bab 69: Puncak Pedang Terkubur
70
Bab 70: Pembentukan Tim dan Provokasi
71
Bab 71: Tim Terpilih dan Perjalanan Dimulai
72
Bab 72: Kota Awan Biru dan Bayangan Para Rival
73
Bab 73: Latihan Terakhir dan Mata yang Mengawasi
74
Bab 74: Ronde Pertama – Pedang vs Angin
75
Bab 75: Semifinal – Ilusi di Balik Kabut
76
Bab 76: Final – Guntur vs Guntur
77
Bab 77: Pintu Alam Mistik
78
Gema Para Pendiri
79
Retakan di Dasar Menara
80
Kembali dan Mata yang Mengamati
81
Kristal Bintang dan Penyergapan
82
Bentrok di Lingkaran Tengah
83
Ruang Kultivasi Inti
84
Keseimbangan di Dalam Badai
85
Kembali dan Peringatan
86
Gema Kemenangan dan Percakapan di Puncak
87
Paviliun Teknik Rahasia dan Dua Jalan Baru
88
Serangan di Bawah Bulan Purnama
89
Kelahiran Kembali di Puncak Awan dan Dua Jalan yang Terpisah
90
Konsolidasi Kekuatan dan Kunjungan Sahabat
91
Awan Badai di Atas Arena
92
Tebasan Guntur Pertama
93
Pertunjukan di Panggung Utama
94
Pergeseran Paradigma
95
Jubah Penyamar dan Jalan Sunyi Sang Juara
96
Tarian Angin dan Guntur yang Tersembunyi
97
Ilusi Pedang Kabut dan Hati yang Tenang
98
Pertarungan di Bawah Langit Beku
99
Pertemuan Guntur dan Gunung
100
Hadiah Sang Juara dan Gerbang Menuju Jalan Baru
101
Gema di dalam Gua Leluhur
102
Bisikan dari Bayangan dan Badai yang Berkumpul
103
Satu Pedang, Dua Jalan
104
Undangan ke Kota Awan Besi
105
Tiga Pedang yang Berangkat
106
Penyergapan di Hutan Kabut Hitam
107
Jejak Pengkhianat
108
Umpan yang Memakan Pemburu
109
Kota Awan Besi
110
Racun dalam Senyuman
111
Perjamuan Tiga Sekte
112
Undian Takdir
113
Pedang Melawan Racun
114
Ketika Otot Mengingat, Tapi Pikiran Lupa
115
Jalan Pedang yang Paling Pedih
116
Gema Kemenangan dan Bisikan di Kegelapan
117
Keluar dari Kota, Masuk ke Dalam Diri
118
Jalan Pulang yang Terlalu Sunyi
119
Pintu Gerbang dan Tatapan Sang Pemimpin
120
Langkah Pertama Menuju Langit
121
Laut yang Menunggu
122
Gunung yang Membakar
123
Bangkitnya Pedang Asal
124
Bayangan di Gerbang
125
Pertarungan di Ambang Kehancuran
126
Jalan Pedang yang Baru
127
Gema di Dalam Kehampaan
128
Benang Pertama
129
Langkah Pertama di Atas Salju
130
Gema yang Memantul
131
Jejak dan Gema
132
Peta di Dalam Pikiran
133
Menyalakan Api dengan Dinamit
134
Napas Sang Raksasa Beku
135
Bisikan di Dalam Badai
136
Hati Sang Titan yang Tertidur
137
Denyut Terakhir Sang Titan
138
Jejak Kaki di Padang Es Keheningan
139
Gema di Dalam Kehampaan
140
Kisah Sang Penjaga Lentera
141
Gerbang yang Sunyi
142
Gema, Kehampaan, dan Kemarahan
143
Fajar di Utara Beku
144
Bunga Pertama di Atas Es
145
Jalan Pulang dan Bisikan di Dalam
146
Retakan di Antara Sahabat
147
Gema dari Sky Fortune City
148
Badai yang Kembali
149
Gema dalam Keheningan
150
Beban Sang Penyelamat
151
Ikatan yang Tak Terputus
152
Persiapan dan Jalan Terpilih
153
Awal dari Perburuan
154
Bab 161: Guntur dan Keheningan
155
Menunggu Ular dan Memahami Jurang
156
Kemarahan Sang Raja Ular
157
Gema dan Awal yang Baru
158
Bisikan di Kedai Teh
159
Kota yang Lupa Cara untuk Hidup
160
Analisis Seorang Transmigrator
161
Hati yang Membeku
162
Kota yang Bangun Kembali
163
Mata di Langit
164
Belajar Menjadi Hantu
165
Pajak Kentang
166
Masalah Skalabilitas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!