Nayra mulai sadar, ia mengigau. Ardana yang sejak tadi duduk di samping ranjang, sontak menoleh dan bermaksud mengangkat tubuh Nayra seperti yang dititahkan Bu Karina tadi.
"Mas Arda...sampai kapan Mas Arda bisa mencintai Nay? Nay, merasa hampa. Nay sudah bertahan selama tiga tahun dan berbakti, Mas." Igauan itu menyentak ulu hati Ardana, terlebih saat mengigau air mata Nayra jatuh deras membasahi pipi.
Ardana meraih tisu dan menyeka air mata itu. Matanya tidak lepas menatap wajah Nayra yang sangat sedih. Wajah yang selama ini hanya dia tatap ketika ia menyalurkan hasratnya.
"Hhhhhh." Ardana menarik napas dalam, ia tidak bisa mengatakan kalau ia tidak mencintai atau mencintai. Ia seakan ada dalam persimpangan hati yang galau. Tidak bisa memutuskan hatinya akan menetap di mana.
"Aku tidak tahu apakah aku ini mencintaimu. Tapi, aku tidak bisa katakan kalau aku tidak mencintaimu," gumamnya.
"Mas...Nay tahu Mas Arda masih mencinta mantan Mas itu...."
Ternyata Nayra masih melanjutkan igauannya. Membuat Ardana risau kalau sang mama keburu masuk ke kamar dalam keadaan Nayra masih mengigau. Ardana was-was kalau Nayra sampai menyebut nama Tiana.
"Nay, bangun, ya. Aku bantu kamu untuk bangun. Tadi Mama buatkan kamu minuman teh jahe, sekarang sudah hangat. Kamu harus meminumnya," bujuk Ardana sembari mendekat dan meraih pinggang Nayra untuk membantunya bangkit.
Krietttt.
Suara pintu kamar terdengar diiringi langkah kaki. Bu Karina masuk sambil membawa nasi tim yang wangi di atas nampan.
Ardana sangat terkejut, jantungnya seketika berdegup sangat kencang. Ia takut Nayra masih ngigau disaat sang mama sudah di dalam kamar.
"Arda, istrimu sudah sadar, kan? Coba bantu bangunkan dan atur posisi duduknya supaya enak. Jangan lupa punggungnya ganjal dengan bantal," titah Bu Karina seraya meletakkan nampan itu di atas meja kecil di samping ranjang.
"Iya, Ma. Ini sedang Arda bantu untuk duduk," sahut Arda. Hatinya berdoa se…
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!
Bab 17 Igauan Nayra, Ancaman Bu Karina
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Arin
Memang perlu di getok kepala anakmu itu Bu.... Arda sedang bermain api di belakang Nayra. Beralasan menolong mantan yang telah dia sakiti. Terus mengabaikan istrinya sendiri....
2026-04-07
1
Prafti Handayani
Thor buat Nay tdk mau bicara dgn Arda lagi thor.mulai saat ini.buat Nay abai dgn Arda apapun yg dilakukan Arda.Biar nyahok tuh si Arda.
2026-04-11
1
Aditya hp/ bunda Lia
sayangnya coba pas ngigaunya bilang kalo si Arda ngurus si Tania biar di geplak tuh palanya si Arda pake palu
2026-04-07
2