Bab 11

Langit London menyambut kedatangannya dengan warna abu-abu yang khas saat pesawat yang ditumpangi Cameron akhirnya mendarat dengan mulus. Udara dingin langsung menyergap begitu ia keluar dari bandara, membawa aroma hujan yang samar dan suasana kota yang terasa berbeda dari hiruk-pikuk tempat yang biasa ia tinggali.

Perjalanan menuju rumah keluarganya berlangsung dalam diam. Mobil hitam yang menjemputnya melaju menyusuri jalanan kota, melewati bangunan-bangunan klasik yang berdiri kokoh, seolah menyimpan sejarah panjang yang tak tergoyahkan. Namun bagi Cameron, semua itu bukanlah sesuatu yang menarik.

Yang ada di pikirannya hanya satu, alasan kepulangannya. Permintaan mendadak dari ibunya bukanlah sesuatu yang biasa. Terlebih dengan nada yang tidak memberi ruang untuk penolakan.

“Aku tidak suka kota ini,” gumam Cameron diiringi helaan napas panjang. 

Mobil hitam itu akhirnya memasuki gerbang besar kediaman keluarga Rutherford di London. Bangunan megah itu berdiri anggun, dengan arsitektur klasik yang mencerminkan kekuasaan dan warisan panjang keluarga tersebut.

Begitu mobil berhenti, pintu langsung dibukakan oleh pelayan. Cameron turun tanpa banyak kata, langkahnya mantap namun pikirannya tetap penuh tanda tanya. Pintu utama kediamannya terbuka bahkan sebelum ia sempat mengetuk.

“Cameo! Akhirnya, kau pulang juga.”

Suara itu terdengar hangat, jauh berbeda dari suasana dingin yang ia bawa.

Wanita paruh baya itu berjalan cepat menghampirinya, wajahnya dipenuhi senyum bahagia. Ia langsung memeluk Cameron dengan erat, seolah sudah lama tidak bertemu.

“Ibu senang kau akhirnya pulang,” ucapnya lembut.

Cameron sedikit menghela napas, tetapi tetap membalas senyum dan pelukan itu dengan sopan. “Ibu.”

Ia melepaskan pelukan itu perlahan, menatap wajah ibunya yang tampak begitu senang.

“Ayo, masuk. Ibu sudah menyiapkan makan siang untukmu,” lanjut Bianca dengan antusias. “Semua makanan favoritmu.”

Cameron mengernyit tipis. Kecurigaan itu mulai muncul.

Ia tahu ini bukan sekadar sambutan biasa, pasti ada sesuatu yang akan terjadi. 

Cameron mengikuti ibunya masuk ke dalam rumah, melewati ruang-ruang yang sudah sangat ia kenal. Meja makan telah tertata dengan berbagai hidangan dan semuanya memang makanan favoritnya.

Namun alih-alih merasa nyaman, Cameron justru semakin yakin. Ada sesuatu yang sedang direncanakan.

“Ibu,” panggilnya akhirnya, menghentikan langkah Bianca.

Wanita itu menoleh. “Ya, Nak?”

“Apa yang sebenarnya ingin Ibu bicarakan?” tanyanya langsung, tanpa basa-basi. “Ini tidak seperti biasanya.”

Bianca tersenyum, tetapi tidak langsung menjawab. Ia justru merapikan sedikit kerah kemeja Cameron, gestur kecil yang terasa penuh perhatian.

“Nanti kau juga akan mengetahuinya,” katanya pelan, lalu tersenyum tipis. “Ayahmu sendiri yang akan menjelaskannya kepadamu.”

Jawaban itu tidak membuat Cameron puas. Sebaliknya, justru semaki…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

cay ngerasa klo dia akan dijauhkan dri cameron. kn cameron hrs menutupi keberadaan cay. cay pindah ke rumah yg dijanjikan utk giana. dan...besar disana bersama giana. jd anak giana scra hati. smp...cameron mampu memilih.

2026-04-09

2

@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳

@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳

Cameron pasti langsung pulang 🤭

2026-04-08

1

mawar hitam

mawar hitam

Semua hal dalam hidupmu

2026-04-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!