Bab 2. Jadi Dia Pelakornya

“Siapa pria itu?” batin Yvone. “Dia sangat tampan” 

Sesaat Yvone segera tersadar, ia mengalihkan pandangannya dari pria tampan itu ke arah cermin, hendak menanyakan sesuatu. Akan tetapi, bayangan itu telah menghilang. 

Yvone merasa bingung. 

Lalu sebuah ingatan kembali berlomba-lomba memenuhi isi kepala. Pernikahan, bulan madu, kebersamaan, dan pertikaian. Wajah pria itu berulang kali berkelebat, dan wajah-wajah lain yang sangat asing. 

Seorang wanita paruh baya, wanita muda cantik, serta wanita cantik lainnya, tetapi usianya lebih dewasa. Semua interaksi wanita bernama Rose dengan orang-orang itu terus berputar di kepala Yvone. 

“Apa dia suamiku?” batin Yvone setelah tersadar dari ingatan tersebut. 

Ia menggeleng cepat. “Tidak, dia bukan suamiku, melainkan suami wanita gendut ini.” 

Dirinya bahkan belum menikah, bagaimana bisa ia menyebutnya suami. Tetapi saat ini dirinya berada di dalam tubuh wanita gendut ini. Wanita bersuami, dan wajah pria ini sama dengan pengantin pria yang ada dalam bayangan tadi.

Itu artinya pria ini memang benar suaminya. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa pria setampan ini mau menikah dengan wanita gendut seperti Rose? 

“Rose, apa kau baik-baik saja?” 

Pria itu mendekat, mengulurkan tangan hendak menyentuh Rose. 

Yvone refleks menarik pergelangan tangan pria itu, lalu memelintirnya ke belakang. 

“Arrghhh!” erang pria itu. 

Tak lama kemudian, beberapa wanita memasuki kamar. Seorang wanita paruh baya dengan rambut disanggul berteriak, “Aaa…Arsen…hei apa yang kau lakukan terhadap suamimu?” 

Menyadari sesuatu. Yvone segera melepaskannya. Ia tertegun beberapa saat, spontanitas yang ia lakukan adalah kebiasaan dari dirinya jika merasa terancam. Dan itu membuat terkejut semua orang. 

Jika tidak salah, Yvone mendengar wanita setengah baya itu menyebut pria ini sebagai suaminya? Tidak salah lagi. Yvone menatap pria yang kini memegangi lengannya. Ia yakin, pria itu cukup kesakitan saat ini, karena ia menggunakan tenaga penuh. 

“Jadi namanya adalah Arsen?” ucap Yvone dalam hati. 

“Kak Rose kenapa kau hidup lagi? Emm…maksudku bukannya kau sudah mati?” Seorang gadis cantik yang berdiri di dekat wanita paruh baya bersuara. 

Yvone menatapnya. Dalam ingatan pemilik tubuh, dia adalah adik perempuan suaminya. Namanya Alexa. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis itu, membuat Yvone keheranan.

Lalu wanita paruh baya itu adalah Brighita, ibu mertuanya. Dilihat dari tatapannya saja sudah sangat tidak suka. Yvone memberikan tatapan tajam, sebelah sudut bibirnya ditarik ke samping. 

Sedikit banyak ia mulai mengerti dengan situasinya. Sepertinya Rose memang tidak disukai oleh keluarga suaminya. 

“Kenapa? Apa kalian tidak suka aku hidup lagi?” Yvone pun segera menutup mulutnya dengan jari. Suara wanita ini memang sangat lembut. Padahal ia sudah berbicara sesinis mungkin. 

“Bukan begitu, kami hanya khawatir saja,” jawab Alexa. Jelas saja itu bohong. 

Yvone menatap semua orang yang ada di dalam ruangan. Semuanya terlihat penuh dengan kepalsuan, sementara beberapa pelayan tampak ketakutan.

“Rose, apa kau baik-baik saja?” Meski merasa heran dengan sikap istrinya, Arsen tetap menahan diri. Saat mendengar istrinya kembali terbangun dari kematian, ia sangat terkejut. 

Ia segera berlari menuju ke kamar untuk memastikannya sendiri, dan benar saja, Rose telah terbangun. Rupanya wanita itu telah mati suri. 

“Kau lihat tubuhku masih utuh ‘kan?” Yvone berusaha sesinis mungkin. 

Dan itu membuat Brighita dan Alexa merasa kesal. 

“Karena kau sudah siuman, sebaiknya kau segera meminum obat,” ucap Brighita. Ia lantas memberi perintah kepada pelayan. “Ambilkan obat untuk Nyonya Muda.” 

“Baik, Nyonya.” 

Yvone menatap Brighita. “Obat?” 

Lalu sebuah ingatan kembali muncul. Semasa hidup, Rose mengkonsumsi obat-obatan. Dan obat itu adalah rekomendasi yang diberikan oleh Brighita. Wanita itu berkata bahwa obat itu adalah vitamin untuk kesuburan. 

Akan tetapi, setelah memakan obat itu, bukannya mendapat keturunan, nafsu makannya justru semakin bertambah. 

Tak lama kemudian, seorang pelayan muncul dengan nampan kecil berisi obat dan segelas air putih. Pelayan itu mendekat, dan dengan takut-takut memberikannya pada Yvone yang berada dalam tubuh Rose. 

“Silakan diminum, Nyonya,” kata pelayan dengan suara bergetar. 

Yvone menatap obat itu. Keningnya mengkerut. Ia lantas meraih obat dalam bentuk pil dan kapsul, mengamatinya dengan seksama, mengendusnya, dan meneliti bentuknya. 

Obat dalam bentuk kapsul dibuka, lalu mengeluarkan isinya. Aromanya sangat khas. Meski Yvone adalah seorang ahli obat-obatan, ia tidak akan meminum obat sembarangan. Detik selanjutnya ia melempar obat itu ke atas nampan. 

“Aku tidak mau!” tolaknya yang membuat semua orang membulatkan mata. 

“Apa? Bukannya kau ingin segera pulih?” protes Brighita.

Yvone melipat kedua tangan di dada. Bibirnya mendecak samar. Jika Rose akan diam saja saat ditindas, tapi tidak dengan dirinya. Kemudian dengan santai ia berkata, “Pulih? Memangnya aku sakit apa?” 

Tatapan Brighita semakin membesar, begitu juga dengan Alexa, keduanya lantas saling berpandangan. “Apa kau lupa? kau itu obesitas, obat itu untuk menekan nafsu makanmu.” 

“Aku tidak yakin itu obat diet.” Tatapan Rose semakin tajam. “Mertua jahat sepertimu tidak mungkin seperhatian ini padaku ‘kan?” 

“Apa? Kau memanggilku apa?” Brighita berkacak pinggang. 

Yvone tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata buruk. “Ini belum seberapa,” batinnya. 

Arsen yang melihat sikap istrinya merasa aneh. Biasanya Rose akan bersikap lembut, sopan, dan santun. Bahkan wanita itu terbilang terlalu patuh. Ia kembali menatap istrinya, mengamati wajah wanita itu. 

Tidak ada yang berubah, hanya sedikit lebih garang. Apa ini efek dari mati suri yang dialaminya? 

“Untuk memastikan kondisimu, aku akan memanggil Dokter,” kata Arsen yang membuat atensi Yvone teralih pada pria itu. 

Ia memperhatikan Arsen, gerakannya sangat elegan saat meraih ponsel. Pria itu bahkan tidak marah setelah ia memelintir tangannya tadi. Akan tetapi, sikapnya terkesan dingin. 

Arsen menutup panggilan setelah Dokter menyanggupi permintaannya. 

Tak lama kemudian, seorang wanita cantik memasuki kamar. Semua mata tertuju padanya. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan setelan jas formal dan rok span di atas lutut. Tubuhnya tinggi, pinggangnya ramping, kakinya jenjang. 

Langkahnya sangat elegan, setiap gerakannya begitu berwibawa dan terstruktur. Wanita itu berhenti tepat di dekat suaminya, lalu membisikkan sesuatu di telinga pria itu. 

Melihat itu, Yvone membulatkan matanya. Ia menajamkan pendengarannya, akan tetapi tetap saja ia tidak dapat mendengar. 

“Sialan, apa yang dia katakan?” 

Detik selanjutnya Arsen mengangguk. “Baiklah, setelah ini kita pergi.” 

“Apa? di saat seperti dia malah ingin pergi? Dengan wanita itu?” 

Arsen menatap Rose. “Setelah ini Dokter akan datang untuk memeriksa kondisimu, pelayan akan menemanimu.” 

“Lalu kau mau ke mana?” tanya Yvone sambil melipat kedua tangan di depan dada. 

“Aku ada urusan dengan Renata,” jawabnya lantas berbalik. Langkahnya perlahan menjauh. 

Wanita bernama Renata mengulas senyum tipis, sebelum akhirnya turut berbalik dan menyusul Arsen. 

Yvone teringat sesuatu. Wajah itu ada dalam ingatan asli pemilik tubuh ini, detik itu juga ia menyadari sesuatu, kemudian tersenyum. 

“Jadi dia pelakornya?” 

Terpopuler

Comments

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

pelakor emang pada ga tau diri. jadi jangan lupa balas dendam yg. yg kejam yaa kasih suntikan obat racikan andalanmu yaa😁😁
ayo.. ayo.. jangan ragu ragu😁

2026-05-10

0

Ryana Sarti Shalle

Ryana Sarti Shalle

kasih si Renata ajh tuh obatnya suruh dia minum 😄

2026-06-23

0

Lilis Ilham

Lilis Ilham

semangat author
sehat dan sukses selalu

2026-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat Hidup
2 Bab 2. Jadi Dia Pelakornya
3 Bab 3. Pelayan Setia
4 Bab 4. Pisah Kamar
5 Bab 5. Akhirnya Melawan
6 Bab 6. Model Terkenal
7 Bab 7. Mengadu
8 Bab 8. Nenek Lampir
9 Bab 9. Salah Tingkah
10 Bab 10. Kecemburuan Arsen
11 Bab 11. Pelukan Arsen
12 Bab 12. Berduaan Dengan Renata
13 Bab 13. Operasi Plastik
14 Bab 14. Preman
15 Bab 15. Mata-mata
16 Bab 16. Rekaman
17 Bab 17. Dijual
18 Bab 18. Lantai Dansa
19 Bab 19. Liar
20 Bab 20. Kacau
21 Bab 21. Terluka
22 Bab 22. Dihukum
23 Bab 23. Pergi
24 Bab 24. Perubahan
25 Bab 25. Cerai
26 Bab 26. Dipecat
27 Bab 27. Kandungan Obat
28 Bab 28. Ketahuan
29 Bab 29. Keputusan Arsen
30 Bab 30. Jebakan
31 Bab 31. Meninggalkan Arsen
32 Bab 32. Dikendalikan
33 Bab 33. Mencari Sui
34 Bab 34. Dijual
35 Bab 35. Rahasia
36 Bab 36. Lingerie
37 Bab 37. Gigiku Lepas!
38 Bab 38. Karma
39 Bab 39. Memberitahu Arsen
40 Bab 40. Kecupan
41 Bab 41. Anjing Peliharaan
42 Bab 42. Tes DNA
43 Bab 43. Mencari Bukti
44 Bab 44. Rencana
45 Bab 45. Foto
46 Bab 46. Kembali Ke Tubuh Asli
47 Bab 47. Kemarahan Matheo
48 Bab 48. Ancaman Arsen
49 Bab 49. Menemui Rose
50 Bab 50. Kemarahan Sang Mertua
51 Bab 51. Kerjasama
52 Bab 52. Wanita Dalam Foto
53 Bab 53. Kamera Pengintai
54 Bab 54. Jatuh Cinta
55 Bab 55. Paviliun
56 Bab 56. Cium Aku
57 Bab 57. Tertangkap
58 Bab 58. Arwah
59 Bab 59. Wanita Iblis
60 Bab 60. Tewas
61 Bab 61. Wanita Serakah
62 Bab 62. Tidur Di Ranjangku!
63 Bab 63. Kenyataan
64 Bab 64. Bulan Madu
65 Bab 65. Seumur Hidup
66 Bab 66. Balas Dendam
67 Bab 67. Kalah
68 Bab 68. Rumah Sakit Jiwa
69 Bab 69. Hadiah Untuk Renata
70 Bab 70. Ketua Mafia
71 Bab 71. Mengerikan
72 Bab 72. Penyakit Kulit
73 Bab 73. Selamat Tinggal
74 Bab 74. Persiapan
75 Bab 75. Pesta
76 Bab 76. Tamu Penting
77 Bab 77. Aku Bukan Rose
78 Bab 78. Tidak Akan Kembali
79 Bab 79. Misi Terakhir
80 Bab 80. Hadiah
81 Bab 81. Malaikat Pencabut Nyawa
82 Bab 82. Poor Lucia
83 Bab 83. Satu Lawan Satu
84 Bab 84. Pertarungan
85 Bab 85. Bantuan
86 Bab 86. Berakhir
87 Bab 87. Neraka
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1. Mayat Hidup
2
Bab 2. Jadi Dia Pelakornya
3
Bab 3. Pelayan Setia
4
Bab 4. Pisah Kamar
5
Bab 5. Akhirnya Melawan
6
Bab 6. Model Terkenal
7
Bab 7. Mengadu
8
Bab 8. Nenek Lampir
9
Bab 9. Salah Tingkah
10
Bab 10. Kecemburuan Arsen
11
Bab 11. Pelukan Arsen
12
Bab 12. Berduaan Dengan Renata
13
Bab 13. Operasi Plastik
14
Bab 14. Preman
15
Bab 15. Mata-mata
16
Bab 16. Rekaman
17
Bab 17. Dijual
18
Bab 18. Lantai Dansa
19
Bab 19. Liar
20
Bab 20. Kacau
21
Bab 21. Terluka
22
Bab 22. Dihukum
23
Bab 23. Pergi
24
Bab 24. Perubahan
25
Bab 25. Cerai
26
Bab 26. Dipecat
27
Bab 27. Kandungan Obat
28
Bab 28. Ketahuan
29
Bab 29. Keputusan Arsen
30
Bab 30. Jebakan
31
Bab 31. Meninggalkan Arsen
32
Bab 32. Dikendalikan
33
Bab 33. Mencari Sui
34
Bab 34. Dijual
35
Bab 35. Rahasia
36
Bab 36. Lingerie
37
Bab 37. Gigiku Lepas!
38
Bab 38. Karma
39
Bab 39. Memberitahu Arsen
40
Bab 40. Kecupan
41
Bab 41. Anjing Peliharaan
42
Bab 42. Tes DNA
43
Bab 43. Mencari Bukti
44
Bab 44. Rencana
45
Bab 45. Foto
46
Bab 46. Kembali Ke Tubuh Asli
47
Bab 47. Kemarahan Matheo
48
Bab 48. Ancaman Arsen
49
Bab 49. Menemui Rose
50
Bab 50. Kemarahan Sang Mertua
51
Bab 51. Kerjasama
52
Bab 52. Wanita Dalam Foto
53
Bab 53. Kamera Pengintai
54
Bab 54. Jatuh Cinta
55
Bab 55. Paviliun
56
Bab 56. Cium Aku
57
Bab 57. Tertangkap
58
Bab 58. Arwah
59
Bab 59. Wanita Iblis
60
Bab 60. Tewas
61
Bab 61. Wanita Serakah
62
Bab 62. Tidur Di Ranjangku!
63
Bab 63. Kenyataan
64
Bab 64. Bulan Madu
65
Bab 65. Seumur Hidup
66
Bab 66. Balas Dendam
67
Bab 67. Kalah
68
Bab 68. Rumah Sakit Jiwa
69
Bab 69. Hadiah Untuk Renata
70
Bab 70. Ketua Mafia
71
Bab 71. Mengerikan
72
Bab 72. Penyakit Kulit
73
Bab 73. Selamat Tinggal
74
Bab 74. Persiapan
75
Bab 75. Pesta
76
Bab 76. Tamu Penting
77
Bab 77. Aku Bukan Rose
78
Bab 78. Tidak Akan Kembali
79
Bab 79. Misi Terakhir
80
Bab 80. Hadiah
81
Bab 81. Malaikat Pencabut Nyawa
82
Bab 82. Poor Lucia
83
Bab 83. Satu Lawan Satu
84
Bab 84. Pertarungan
85
Bab 85. Bantuan
86
Bab 86. Berakhir
87
Bab 87. Neraka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!