POV Arthur
Arthur terbaring di tempat tidurnya dengan lemah, disampingnya ada Ratu Moona yang duduk di kursi sambil menatap wajahnya dengan sedih.
"Kenapa kamu tidak memberitahu Bunda tentang luka itu, Arthur?" tanya Ratu Moona dengan tatapan wajah yang sangat sedih.
"Arthur ga mau liat Bunda sedih," Arthur menjawab sambil menatap wajah Ratu Moona.
"Ya ampun, jika kamu memberitahu Bunda sejak awal, maka luka itu tidak akan melebar"
Arthur tetap diam, tidak memiliki respon apapun.
"Apakah kamu sempat melihat orang yang menembakkan panah pada kamu saat itu?" Ratu Moona bertanya lagi, tampak khawatir.
"Engga bund, anak panah datang dengan tiba-tiba dan tertancap di tangan Arthur." Arthur mengatakan dengan jelas sambil menatap matanya.
"Mulai sekarang harus ada prajurit di dekatmu, baik di sisi kanan, kiri, depan, dan belakang," pernyataan yang disampaikan oleh Ratu Moona dengan kekhawatiran.
"Arthur rasa Clovis sudah cukup, Bunda tidak perlu khawatir," Arthur menolak.
"Tapi, Arthur, anak panah itu baru menembak tangan kamu. Kalau anak panah berikutnya melukai kepala atau dada kamu?" Bunda Ratu memperingatkan agar Arthur sadar.
"Bunda... Arthur bisa jaga diri" Arthur menolak lagi.
"Jika begitu, lebih baik kamu diam di sini dan tidak boleh melangkah keluar dari istana" Bunda Ratu memberikan ultimatum.
"Ah iyaiya, terserah Bunda aja" Arthur menjawab dengan nada yang sedikit pasrah.
Ratu Moona tersenyum lebar dan melayangkan sebuah anggukan kepada Ratu Moona seakan memberi tanda bahwa semuanya dalam kendali dan bisa dikelola sesuai dengan rencana.
"Bunda udah makan?" tanya Arthur sambil menoleh ke Ratu Moona.
"Belum sayang, Bunda pengen nemenin Arthur dulu" jelas Ratu Moona sambil menatap Arthur.
"Arthur takut Bunda sakit, Bunda makan dulu ya..." Arthur melanjutkan kata-katanya sambil memalingkan wajahnya dari Bunda Ratu.
"Baiklah, Bunda akan makan terlebih dahulu, dan jika terjadi apa-apa, panggil lah pelayan atau tabib, ya?" tutur Ratu Moona sambil bangkit dari tempat du…
Kutukan Yang Dipatahkan Oleh Takdir
Arthur ada dua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments
zien
aku hadir disini ❤❤ semangat terus ❤❤
2021-04-09
0
Bang Regar
semangat berkarya kak
2021-03-03
0
ilusi tak bertepi
LIKE thor🎉😍
ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
2021-02-28
0