Setelah kepemakaman tadi, Andreas langsung pulang ke rumah.
"Eh, Tuan Andreas sudah pulang? Apakah ibu boleh bicara sebentar?" Seperti biasa, bu Stella selalu menyambut tuan nya ketika pulang.
"Ada apa?"
"Besok ibu ingin bertemu dengan anak ibu, apakah boleh?"
"Ya boleh."
"Kalau ibu ajak anak ibu tinggal di sini, apakah boleh?"
"Terserah ibu saja."
"Ya sudah terima kasih tuan. Untuk makan malam nya, nanti seperti biasa akan diantarkan ke kamar, tuan jangan lupa makan ya."
Andreas hanya mengangguk, dan berlalu pergi ke kamar.
Lelah rasa nya dengan kehidupan nya, tapi tak mungkin Andreas harus berusaha mengakhiri hidup nya yang selalu tak berhasil.
"Meyra sayang, apa kamu yang sengaja membiarkan aku hidup. Tapi aku tak ingin hidup yang seperti ini." Andreas mengacak rambut nya frustasi.
Dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan kepala nya.
"Semoga saja Savanna mau mengikuti permintaan ku, maaf ya Sava, ibu tau ini mungkin akan sedikit menyakiti perasaan mu, tapi ibu juga tak tega melihat tuan Andreas seperti itu semasa hidup nya. Semoga kamu bisa menolong ibu ya nak." Bu Stella bergumam sendiri sambil membereskan ruangan yang akan menjadi kamar Savanna nanti dirumah ini.
Pagi tiba, Bu Stella sudah sangat rapih dengan penampilan nya.
"Selamat pagi bu, sudah rapi begini, mau kemana?" Yuni, salah satu pembantu di rumah Andreas menyapa.
"Eh Yun, ini, saya mau ketemu anak saya. Saya ada janji sama anak saya, maka nya saya udah rapi."
"Oh, pantas saja bu. Ya sudah kalau gitu saya bersih bersih lagi ya."
"Iya silahkan."
Bu Stella akhirnya pergi ke kamar Andreas untuk pamit.
Tok.. Tok.. "Tuan, apakah tuan sudah bangun?"
Hening, tak ada jawaban.
Tok..tok.. Bu Stella mengetuk pintu nya lagi.
Akhir nya pintu terbuka.
"Ya ampun, maaf tuan, kirain ibu, tuan sudah bangun. Ibu ganggu tidurnya ya?"
Andreas menggelengkan kepala nya.
"Tuan, ibu mau pamit, ibu mau ketemu anak ibu, tuan jangan....... "
Heug.
Bu Stella kaget, tiba tiba Andreas memeluk nya.
"Bu, jangan tinggalin aku, kalau gak ada ibu, aku harus bagaimana."
"Ya ampun tuan, ibu gak akan ninggalin tuan kok, ibu kan sudah bilang, ibu hanya ingin bertemu anak ibu."
"Aku udah nurut untuk makan, tapi kenapa ibu tetap mau pergi." Andreas semakin erat memeluk bu Stella, seolah akan ditinggalkan selama nya.
"Tuan, ibu janji gak akan ninggalin tuan sampai kapanpun. Tuan pasti mabuk berat lagi." Bu Stella melepas pelukan nya, lalu menggandeng Andreas untuk berbaring lagi ke kasur.
"Tuan, ibu sangat menyayangi kamu, kamu sudah seperti anak ibu. Ibu gak akan tega ninggalin tuan. Ibu akan berusaha yang terbaik supaya tuan bisa kembali seperti dulu."
Andreas tak menjawab, dia malah tertidur kembali.
"Mumpung tuan tidur lagi, sekarang aku harus berangkat, mungkin Savanna sudah menunggu dari tadi."
Sebelum pergi, Bu Stella menitipkan dulu Andreas kepada pak Feri.
"Pak Feri maaf saya mau minta tolong. Karena saya sudah ada janji bersama anak saya, jadi pak Feri tolong jaga tuan Andreas ya. Kebetulan dia sedang mabuk berat, jadi harus ada yang mengawasi dia."
"Oh ya ya bu, saya siap menjaga tuan."
"Terima kasih ya pak, kalau saya belum janjian, mungkin saya gak akan pergi. Tapi karena sudah terlanjur, saya gak bisa ingkar sama anak saya. Maaf ya pak."
"Gak papa lah bu, sudah jadi tugas saya juga menjaga tuan Andreas. Ibu berangkat saja, biar saya yang urus."
"Oke, sekali lagi trimakasih ya pak."
Akhir nya bu Stella pergi dan langsung berangkat menemui Savanna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments