Misteri Hati Dibalik Pernikahan

Misteri Hati Dibalik Pernikahan

BAB 1

Namaku Luna Danni, tahun ini genap tiga puluh tahun usiaku.

Di antara teman-teman sebaya, aku selalu menjadi sosok yang membuat orang lain iri. Aku bukan hanya tinggal di sebuah vila mewah di kawasan elit Kota, tetapi juga memiliki seorang suami muda, tampan, dan perhatian. Ia mencintaiku dengan sepenuh hati, seolah kami masih dalam masa-masa awal pacaran. Di mata semua orang, ia adalah suami teladan setia, pengabdiannya tak pernah diragukan.

Suamiku bernama Dean Junxian, dulunya seorang penata gaya ternama. Sedangkan aku, sebelum menikah, mengelola sebuah perusahaan peralatan medis dengan penghasilan tahunan yang sangat menggiurkan.

Setelah menikah, kami dianugerahi tiga anak yang menggemaskan dan cantik. Karena kewalahan mengurus bisnis sekaligus merawat anak-anak, Dean memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Ia menawarkan diri membantu mengelola perusahaanku, dan di bawah tangannya, bisnis itu berkembang pesat.

Akhirnya, aku memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya menikmati hidup, mendampingi suami, dan mendidik anak-anak. Dari luar, aku tampak seperti pemenang sejati dalam kehidupan.

Namun belakangan, aku merasa ada sesuatu yang salah dengan tubuhku. Rambutku mulai rontok tanpa henti, aku sering merasa mengantuk, tubuhku semakin kurus, daya ingat menurun, mentalku rapuh, dan pikiranku sering linglung.

Dean menilai aku menderita gangguan kecemasan yang cukup parah. Ia telah membawa berbagai dokter ternama dan membawakan obat-obatan herbal, lalu meminta pengasuh rumah, Kak Zhiyi, untuk rutin menyiapkan dan memberikannya tepat waktu.

Namun, yang tidak pernah aku sangka, obat-obatan itulah yang menjadi awal dari bencana yang nyaris merenggut nyawaku.

Hari itu, saat terlelap, aku terbangun karena sakit kepala yang menusuk. Tanpa sengaja, aku menyenggol mangkuk berisi obat yang baru saja diantarkan Kak Zhiyi. Di tengah kantuk yang masih mencekam, seekor kucing rakus di rumah langsung mendekat, menjilati tumpahan obat hingga bersih.

Ketika aku sepenuhnya tersadar, kucing itu sudah melompat ke ambang jendela, menjilati cakarnya dengan santai seolah baru saja menikmati hidangan lezat.

Saat Kak Zhiyi datang untuk mengambil mangkuk kosong, aku sengaja tidak mengungkit kejadian itu. Aku tidak ingin merepotkannya untuk menyiapkan obat lagi.

Sejujurnya, aku sudah sangat muak minum obat-obatan itu. Selain rasanya yang pahit, obat-obatan itu sama sekali tidak menunjukkan hasil. Jika bukan karena menghargai usaha dan perhatian suamiku, pasti sejak lama aku sudah membuang semuanya.

Sejak aku jatuh sakit, seluruh urusan rumah tangga sepenuhnya bertumpu pada pundak Bibi Zunai, pengasuh kami. Setiap hari ia bekerja tanpa henti, cekatan, dan tak pernah sekalipun mengeluh. Melihatnya demikian, hatiku terkadang terasa berat terlalu bersalah karena membuatnya menanggung beban begitu besar.

Setelah mengobrol singkat denganku, ia membawa mangkuk kosong itu dan segera kembali ke pekerjaannya dengan langkah cepat namun tertata.

Aku menoleh dan menatap bantalku. Di sana, kembali terlihat helai-helai rambut hitam yang rontok berserakan. Pemandangan itu menyayat hati. Sambil menghela napas, aku mengumpulkan rambut-rambut itu, menggulungnya menjadi satu, lalu menyelipkannya ke saku baju rumah yang kukenakan.

Tiba-tiba, terdengar bunyi “gedebuk” keras dari arah belakang. Jantungku melonjak, aku tersentak!

Sambil menekan dada untuk menenangkan diri, aku perlahan membalikkan badan ke sisi tempat tidur yang lain. Boneka Reba, yang sebelumnya duduk santai di ambang jendela sambil menatap luar, kini tergeletak di lantai, telentang dan tak bergerak. Sunyi menyelimuti ruangan.

Perasaan aneh langsung merayap di tubuhku, memberi firasat buruk yang membuat bulu kudukku meremang.

“Cona!” panggilku, namun ia tidak bergerak.

Rasa dingin menjalar dari punggung ke ujung rambut. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kata orang, kucing memiliki sembilan nyawa dan keseimbangan luar biasa. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh dari ambang jendela, apalagi sampai tergeletak tak berdaya seperti ini?

Apakah… dia… mati?

Jantungku seakan berhenti sesaat. Dengan gemetar, aku mencondongkan tubuh untuk memeriksa. Ternyata napasnya terdengar berat, stabil namun sangat dalam ia tidak mati. Cona hanya tertidur pulas, tapi posisinya… aneh dan rentan.

Sebuah pikiran mengerikan melintas di benakku, membuat seluruh tubuhku tegang. Tanpa ragu, aku melompat turun dari tempat tidur dan langsung meraih Cona. Tubuhnya lemas, lunglai, tertidur begitu pulas hingga tampak kehilangan kesadaran dan insting bertahannya seolah lenyap.

Aku tak kuasa menahan pikiran yang terus berulang di kepalaku—apakah posisi tidurku setiap malam juga terlihat mengerikan seperti Cona saat terjatuh itu?

Mungkinkah…?

Begitu bayangan itu melintas di kepala, tubuhku seketika menggigil hebat, seperti terperosok ke dalam lubang es yang tak berujung. Nafasku tersengal, jantungku berdegup tak karuan, dan aku tidak berani membayangkan lebih jauh lagi. Setiap bayangan di sekitarku terasa mengintai, menimbulkan rasa takut yang kian mencekam.

Belum sempat aku merenung lebih lama, terdengar suara langkah kaki yang sangat kukenal dari balik pintu—ritme yang familiar dan berat. Itu pasti Dean Junxian yang baru saja pulang.

Secara insting, aku segera memeluk Cona dengan erat, melompat ke tempat tidur, dan menutupi tubuhnya yang lemas dengan selimut. Aku berusaha menahan napas, menenangkan diriku, dan berpura-pura tertidur, seakan tidak ada yang terjadi.

Di saat itu, terdengar bunyi klik dari gagang pintu yang diputar. Jantungku langsung berdegup lebih kencang, seolah genderang perang dipalu di dadaku. Aku bisa merasakan sepasang mata menatap tajam ke arah punggungku tatapan itu begitu menusuk, menyakitkan seperti sayatan pisau. Di balik selimut, tanganku gemetar hebat, nyaris tak terkendali.

Namun, langkah kaki itu tidak masuk ke dalam kamar. Sosoknya justru mundur, melangkah perlahan keluar. Sesaat sebelum pintu tertutup rapat, aku mendengar Dean Junxian bertanya dengan nada lirih, “Sudah minum obatnya? …”

Sisa kalimatnya teredam oleh pintu yang menutup, meninggalkan aku dalam kebingungan. Apa yang baru saja dia maksud? Apa maksud perkataannya itu?

Detik berikutnya, aku mendadak membuka mata. Rasa takut yang belum pernah kurasakan sebelumnya menyerbu, memenuhi seluruh tubuh dan jiwaku. Aku bahkan linglung sejenak, tidak tahu di mana aku berada—apakah ini nyata, atau aku tengah terjebak dalam mimpi buruk yang sangat hidup?

Pemandangan di depanku kembali menghadirkan bayangan semangkuk obat itu. Hatinya terasa dingin, nyeri, dan aneh seakan ada sesuatu yang bersembunyi di balik kesunyian malam. Aku sudah memelihara Cona selama bertahun-tahun, dan ia tidak pernah sekalipun menunjukkan perilaku seperti ini. Satu-satunya hal yang berbeda… adalah obat itu. Obat yang seharusnya untukku, kini diminum oleh Cona.

Pikiran itu membuat bulu kudukku meremang, dan rasa ngeri menjalar ke seluruh tubuh. Seolah-olah ada sesuatu yang mengintai di sudut kamar, mengawasi setiap gerakanku.

Mungkinkah… benar-benar ada seseorang yang ingin mencelakaiku?

Tanya itu berulang di kepalaku, menimbulkan firasat buruk yang lebih pekat daripada sebelumnya. Suasana yang sebelumnya hanya sunyi, kini terasa penuh ancaman, dan aku merasa… seolah malam itu menyembunyikan rahasia yang jauh lebih gelap daripada yang bisa kubayangkan.

Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2 Dugaan Yang Sulit Diterima
3 BAB 3 Siapa Dalang Dibalik Semua Ini
4 BAB 4 Lawan Yang Seimbang
5 BAB 5 Rasa Sakit Yang Mencekam
6 BAB 6 Bunglon Di Sekitarku
7 BAB 7 Kemesraan Tanpa Batas
8 BAB 8 Krisis Yang Mengintai
9 BAB 9 Kesempatan Yang Tak Terduga
10 BAB 10 Kunci Didalam Kompartemen Rahasia
11 BAB 11 Benar-benar Sebuah Keberuntungan
12 BAB 1 2 Tukang Yang Memperbaiki Listrik
13 BAB 13 Wadah Ajaib Untuk Menyimpan Ramuan
14 BAB 14 Menunggu Dengan Sabar
15 BAB 15 Benar-benar Mustahil
16 BAB 16 Dimana Letak Kesalahannya
17 BAB 17 Adu Akting
18 BAB 18 Kemurkaan Sang Bajingan
19 BAB 19 Benar-benar Tak Terduga
20 BAB 20 Keberadaan Dean Junxian
21 BAB 21 Segalanya Telah Siap
22 BAB 22 Dilema Yang Sulit
23 BAB 23 Skenario Yang Sempurna
24 BAB 24 Pemeriksaan Menyeluruh
25 BAB 25 Pertemuan Tak Terduga Yang Mencekam
26 BAB 26 Paling Buruk Kita Hancur Bersama
27 BAB 27 Menguping Telepon
28 BAB 27 Anak Yang Tiba-tiba Demam
29 BAB 29 Kegagalan Berbagai Organ Tubuh
30 BAB 30 Melibatkan Pasar Gelap
31 BAB 31 Penampakan Pintu Rahasia Yang Mengejutkan
32 BAB 32 Benar-benar Menghancurkan Logika
33 BAB 33 Makna Tersembunyi
34 BAB 34 Mempermalukan Diri Sendiri
35 BAB 35 Memberinya Pelajaran
36 BAB 36 Keluar Menghirup Udara Segar
37 BAB 37 Rencana Licik Di Balik Layar
38 BAB 38 Hidup Di Ujung Tanduk
39 BAB 39 Kamu Sedang Bicara Dengan Siapa
40 BAB 40 Camilan Tengah Malam
41 BAB 41 Telepon Misterius
42 BAB 42 Sang Iblis Biru
43 BAB 43 Dokumen Yang Dicari
44 BAB 44 Mengatur Strategi Dari Balik Layar
45 BAB 45 Saldo Rekening Kosong
46 BAB 46 Memindahkan Aset
47 BAB 47 Tamu Tak Diundang
48 BAB 28 Pertunjukan Bagus Kan Segera Dimulai
49 BAB 29 Drama Antara Saudara Yang Menarik
50 BAB 50 Inilah Inti Masalahnya
51 BAB 51 Inspeksi Mendadak
52 BAB 52 Mengapa Nomornya Tidak Aktif
53 BAB 53 Mencari Mantan Anak Buah
54 BAB 54 Ternyata Dia
55 BAB 55 Pengkhianatan Terang terangan
56 BAB 56 Sosok Baru Dibalik Pintu
57 BAB 56 Bagaikan Kayu Kering Bertemu Api Bergejolak
58 BAB 58 Gangguan Nyamuk Semalam
59 BAB 59 Serangan Dari Dalam Dan Luar
60 BAB 60 Tembok Pun Punya Telinga
61 BAB 61 Ada Udang Di Balik Batu
62 BAB 62 Sosok Berjasa Terbesar
63 BAB 63 Menghancurkan Tim Keluarga Dean
64 BAB 64 Mau Keluar Tanpa Sepeser Pun
65 BAB 65 Harus Menariknya Ikut Serta
66 BAB 66 Air Susu Dibalas Air Tuba
67 BAB 67 Fasilitas Sang Pelakor
68 BAB 68 Kerja Keras Tak Sebanding Dengan Cari Muka
69 BAB 69 Seseorang Telah Membocorkan Imformasi
70 BAB 70 Pertemuan Yang Tak Disangka
71 BAB 71 Anak Pelakor Yang Ingin Pamer
72 BAB 72 Godaan Yang Menusuk Hati
73 BAB 73 Tak Memberinya Kesempatan
74 BAB 74 Kalah Orang Jangan Kalah Mental
75 BAB 75 Isi Baru Di rekaman CCTV
76 BAB 76 Keributan Besar
77 BAB 78 Pak Dean Yang Sedang Kelimpungan
78 BAB 79 Suara Dibalik Layar
79 BAB 79 Suara Dibalik Layar
80 BAB 80 Pencuri Didalam Rumah Yang Membuntuti
81 BAB 81 Zhiyi Pingkan Melapor
82 BAB 82 Dia Sedang Mengujiku
83 BAB 83 Sosok Dibalik Jebakan
84 BAB 84 Teladan Sang Pelakor
85 BAB 86 Akting Yang Sempurna
86 BAB 87 Benar - benar Mempermalukan Diri
87 BAB 88 Benih Kebencian
88 BAB 89 Berubah Sikap Dalam Sekejap
89 BAB 90 Pamer Yang Konyol
90 BAB 91 Melabrak Ke Rumah
91 BAB 92 Pertikaian Hebat Ibu Mertua dan Menantu gadungan
92 BAB 93 Kekacauan Di Garis Belakang Jangan Ada Yang Menganggur
93 BAB 94 Keluar Rumah Tanpa Harta Sepeser Pun
94 BAB 95 Dukumen Yang Tak Pernah Kutandatangani
95 BAB 96 Pasti Ada Sosok Hebat Dibalik Layar
96 BAB 97 Rekan kerja yang misterius
97 BAB 98 Anak Selingkuhan
98 BAB 99 Anak Kedua Belajar Bicara
99 BAB 100 Saat-Saat darurat
100 BAB 101 Kebohongan demi Kebohongan yang mulus
101 BAB 102 Masing-masing punya niat tersembunyi
102 BAB 103 Semakin Dipikir semakin ada yang ganjil
103 BAB 104 Aku tidak salah dengarkan?
104 BAB 105 Belalang Sembah Mengincar Jangkrik tanpa sadar burung pipit mengintai
105 BAB 106 Perangkap Yang Sudah Disiapkan
106 BAB 107 Sambil Menyelam Minum Air
107 BAB 108
108 BAB 109
109 BAB 110 Tamparan keras yang Menampar wajah
110 BAB 111 Berpura-pura Gila untuk Terus menekan
111 BAB 112 Dipermainkan Oleh Pengasuh
112 BAB 113 Angkat Kaki Dari Rumahku
113 BAB 114 Tumbuhnya Rasa Curiga
114 BAB 115 Botol Parfum Yang Sama Persis
115 BAB 116 Syarat Darimu
116 BAB 117 Mendapat Mata-Mata Cuma-cuma
117 BAB 118 kegaduhan Yang Tiada Henti
118 BAB 119 Ibu Suri Keluarga Deng
119 BAB 120 Penyusup Ditengah Malam
120 BAB 121 Datang Di waktu Yang Tepat
121 BAB 122 Kabar Yang Menggembirakan
122 BAB 123 kegembiraan orang kaya baru
123 BAB 124 Siapa Yang Lebih Tangguh
124 BAB 125 Pertemuan Yang Tak disengaja
125 BAB 126 Penghargaan Kontribusi Khusus
126 BAB 127 Calon Istri Yang Galak
127 BAB 128 Ingin Tidur Bersamaku Seumur hidup
128 BAB 129 Pembelaan Yang Sia-sia
129 BAB 130 Orang Ini Benar-Benar Zudik Guva
130 BAB 131 Terisolasi Tanpa Bantuan
131 BAB 132 Kenyataan Pahit Yang Enggan di ingat
132 BAB 133 Rumah Jagal di Myanmar Utara
133 BAB 134 Dukungan di Sarang Iblis Myanmar Utara
134 BAB 135 Beraneka ragam
135 BAB 136 Masa Lalu Yang Suram untuk diingat
136 BAB 137 Memanfaatkan Celah
137 BAB 138 Jelas Sekali Ini Foto Hasil Intipan
138 BAB 139 Orang Licik Akan Kalah oleh yang Lebih kejam
139 BAB 140 Berhasil Masuk Perangkat
140 BAB 141 Terjebak di Dalam Labirin
141 BAB 142 Percuma Saja Membohongiku
142 BAB 143 Anak Siapa Sebenarnya Ini
143 BAB 144 Janji Temu Dengan Sang Mitra
144 BAB 147 Kabar Yang Mengejutkan
145 BAB 148 Pengejaran Tanpa Henti
146 BAB 149 Menginterogasi Sahabat Dengan Geram
147 BAB 150 Kesempatan Telah Tiba
148 BAB 151 Si Pria Sialan Kumat lagi
149 BAB 152 Kekacauan di Rumah Deng
150 BAB 153 Sang Istri Galak Berarksi
151 BAB 154 Menyindir Orang Lain Lewat Perantara
152 BAB 155 Ada Yang Sengaja Menggiring Opini
153 BAB 156 Rencana Tidak Berjalan Mulus
154 BAB 157 Berlutut Memohon Titik Balik
155 BAB 158 Humas Krisis
156 BAB 159 Mengamuk Dan Memaki Dua Bersaudara
157 BAB 160 Kembali ke Kampung
158 BAB 161 Ada Proyek Bagus
159 BAB 162 Wajah Sang Anak
160 BAB 163 Hanya Kakak Yang Bisa Melakukan Ini
161 BAB 164 Tidak Ada Pilihan lain
162 BAB 165 Kejutan Yang Sudah Diduga
163 BAB 166 Siberensek Ini
164 BAB 167 Akar Malapetaka Keluarga Xu
165 BAB 168 Membalas Siasat Dengan Siasat
166 BAB 169 Keberadaan Sang Anak
167 BAB 170 Kamu Pikir Kamu Benar-Benar Menang
168 BAB 171 Kamu Sendiri Yang Bilang Tidak Boleh Lepas
169 BAB 172 Secarik Kertas
170 BAB 173 Menyaksikan Dengan Mata Kepala Sendiri
171 BAB 174 Kata - Kata Kasar Tapi Nyata
172 BAB 175 Proses Melarikan diri
173 BAB 176 Anak Itu Tiba-Tiba Hilang
174 BAB 177 Menjadi Tersangka
175 BAB 178 Selalu Satu Hati
176 BAB 179 Lagi-Lagi ini rencananya
177 BAB 180 Kelopak Mata Monolid si Kecil yang lucu
178 BAB 81 Benar-benar Luar Biasa
179 BAB 182 Tersiksa Karena Tidak Bisa Menikmati
180 BAB 183 Pelajaran Dari Kakek
181 BAB 184 Ngerinya Kalau Kurang Pendidikan
182 BAB 185 Dasar Berengsek Kurang Ajar
183 BAB 186 Jangan Terlalu Gampang Kasihan
184 BAB 187 Tekad Bulat Tanpa Beban
185 BAB 188 Temen Perjalanan Yang Tak Terduga tapi ternyata bukan kebetulan
186 BAB 189 Interogasi Polisi
187 BAB 190 Siapa Sebenarnya Yang Sedang Cari Masalah
188 BAB 191 Berbagai Tingkah Memalukan
189 BAB 192 Berjuang Sendirian
190 BAB 193 Datang Di waktu Yang tepat
191 BAB 194 Seseorang Muncul Lagi
192 BAB 195 Menjual Kesedihan Didepan Pintu
193 BAB 196 Lebih Baik Periksa Dulu Keasliannya
194 BAB 197 Menjadi Bahan Lelucon
195 BAB 198 Batas Waktu Terakhir
196 BAB 199 Situasi Sudah Berbeda
197 BAB 200 Bagaimana Kamu Bisa Tahu
198 BAB 201 Mengambil Inisiatif
199 BAB 202 Ayah Yang Mencari Mati
200 BAB 203 Salah Perhitungan Lagi
201 BAB 204 Weronika Dalam Bahaya
202 BAB 205 Kejutan Yang Sudah Diduga
203 BAB 206 Orang Yang Mencurigakan
204 BAB 207 Mengantar Ke Dokter di Tengah Malam
205 BAB 208 Jangan Sok Baik
206 BAB 210 Siapa Sebenarnya Yang Menuangkan Obat Itu
207 BAB 211 Bagaimana Kalau Selidiki Dia Juga
208 BAB 212 Buta Karena Cinta
209 BAB 213 Gampang Macet Di Tangan Sendiri
210 BAB 214 Zeva Mingkan Yang Mencurigakan
211 BAB 115 Ancaman Yang Tak Kasat Mata
212 BAB 116 Berpapasan Dengan Kakak Ipar Keluarga Deng
213 BAB 117 Undangan Yang Hangat
214 BAB 118 Ketegangan Dikamar Rawat
215 BAB 119 Tidak Takut Pada Apa Pun
216 BAB 220 Pria Licik
217 BAB 221 Kelakuan Hebatmu
218 BAB 222 Kedua Bersaudara Dalam Keadaan Bahaya
219 BAB 223 Baguslah kalau Dipukul, Memang Perlu Diberi Pelajaran
220 BAB 224 Menyeret Seseorang Ke Liang Lahat Sebelum Mati
221 BAB 225 Lelaki Yang Bingqing
222 BAB 226 Biasa Yang Tidak Biasa
223 BAB 227 Seperti Mendapat Suntikan Andrenalin
224 BAB 228 Menyembunyikan Kecanggungan
225 BAB 229 Awasi Saja Dia Dan Semua Beres
226 BAB 230 Khusus Menjinakkan Mereka yang Membangkang
227 BAB 231 Hebat Sangat Khayalanmu Ayah
228 BAB 232 Berlagak Bodoh Dengan Angkuh
229 BAB 233 Menonton Dari Pinggir Lapangan
230 BAB 234 Kata-Kata Yang Berani
231 BAB 235 Mungkin Dia Betina
232 BAB 236 Menepuk Jidat Sendiri
233 BAB 237 Menyerang Dari Dua Sisi
234 BAB 238 Syarat Perceraian
235 BAB 239 Tidak Berani Menatap Lagi
236 BAB 240 Pelakor Murahan
237 BAB 241 Membakar Gunung
238 BAB 242 Begitu Sombong Hingga Lupa Diri
239 BAB Punya Malu Sedikit Bisa Kan
240 BAB 244 Firasat Buruk Itu Datang Kembali
241 BAB 245 Ucapan Yang Kurang Enak Didengar
242 BAB 246 Benar-benar Dia Pembunuhnya
243 BAB 247 Teka teki Yang Tak Terpecahkan
244 BAB 248 Siapa Sebenarnya Yang Ada didalam
245 BAB 249 Di ujung Tanduk
246 BAB 250 Ciuman Mendadak
247 BAB 251 Melarikan diri dengan cepat
248 BAB 252 Asal Betina
249 BAB 253 Pisau Dibalik Senyuman
250 BAB 254 Ucapan Yang Sangat Terang terangan
251 BAB 255 Kamu Terlalu Banyak Bicara
252 BAB 256 Orang Pintar Tahu Kapan Berakhir
253 BAB 257 Pemikiran Yang Liar
254 BAB 258 Benar benar Dibuat Terperanjat
255 BAB 259 Aku Diculik
256 BAB 260 Penyesalan Terlambat
257 BAB 261 Bertemu Kembali dengan si Bocah si tengah hujan
258 BAB 262 Dia Harus Mati Bersamaku
259 BAB 263 Diam Kau!
260 BAB 264 Datang Kesini Untuk Mengalami Ujian Hidup
261 BAB 265 Pucuk Dicinta Ulam Tiba
Episodes

Updated 261 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2 Dugaan Yang Sulit Diterima
3
BAB 3 Siapa Dalang Dibalik Semua Ini
4
BAB 4 Lawan Yang Seimbang
5
BAB 5 Rasa Sakit Yang Mencekam
6
BAB 6 Bunglon Di Sekitarku
7
BAB 7 Kemesraan Tanpa Batas
8
BAB 8 Krisis Yang Mengintai
9
BAB 9 Kesempatan Yang Tak Terduga
10
BAB 10 Kunci Didalam Kompartemen Rahasia
11
BAB 11 Benar-benar Sebuah Keberuntungan
12
BAB 1 2 Tukang Yang Memperbaiki Listrik
13
BAB 13 Wadah Ajaib Untuk Menyimpan Ramuan
14
BAB 14 Menunggu Dengan Sabar
15
BAB 15 Benar-benar Mustahil
16
BAB 16 Dimana Letak Kesalahannya
17
BAB 17 Adu Akting
18
BAB 18 Kemurkaan Sang Bajingan
19
BAB 19 Benar-benar Tak Terduga
20
BAB 20 Keberadaan Dean Junxian
21
BAB 21 Segalanya Telah Siap
22
BAB 22 Dilema Yang Sulit
23
BAB 23 Skenario Yang Sempurna
24
BAB 24 Pemeriksaan Menyeluruh
25
BAB 25 Pertemuan Tak Terduga Yang Mencekam
26
BAB 26 Paling Buruk Kita Hancur Bersama
27
BAB 27 Menguping Telepon
28
BAB 27 Anak Yang Tiba-tiba Demam
29
BAB 29 Kegagalan Berbagai Organ Tubuh
30
BAB 30 Melibatkan Pasar Gelap
31
BAB 31 Penampakan Pintu Rahasia Yang Mengejutkan
32
BAB 32 Benar-benar Menghancurkan Logika
33
BAB 33 Makna Tersembunyi
34
BAB 34 Mempermalukan Diri Sendiri
35
BAB 35 Memberinya Pelajaran
36
BAB 36 Keluar Menghirup Udara Segar
37
BAB 37 Rencana Licik Di Balik Layar
38
BAB 38 Hidup Di Ujung Tanduk
39
BAB 39 Kamu Sedang Bicara Dengan Siapa
40
BAB 40 Camilan Tengah Malam
41
BAB 41 Telepon Misterius
42
BAB 42 Sang Iblis Biru
43
BAB 43 Dokumen Yang Dicari
44
BAB 44 Mengatur Strategi Dari Balik Layar
45
BAB 45 Saldo Rekening Kosong
46
BAB 46 Memindahkan Aset
47
BAB 47 Tamu Tak Diundang
48
BAB 28 Pertunjukan Bagus Kan Segera Dimulai
49
BAB 29 Drama Antara Saudara Yang Menarik
50
BAB 50 Inilah Inti Masalahnya
51
BAB 51 Inspeksi Mendadak
52
BAB 52 Mengapa Nomornya Tidak Aktif
53
BAB 53 Mencari Mantan Anak Buah
54
BAB 54 Ternyata Dia
55
BAB 55 Pengkhianatan Terang terangan
56
BAB 56 Sosok Baru Dibalik Pintu
57
BAB 56 Bagaikan Kayu Kering Bertemu Api Bergejolak
58
BAB 58 Gangguan Nyamuk Semalam
59
BAB 59 Serangan Dari Dalam Dan Luar
60
BAB 60 Tembok Pun Punya Telinga
61
BAB 61 Ada Udang Di Balik Batu
62
BAB 62 Sosok Berjasa Terbesar
63
BAB 63 Menghancurkan Tim Keluarga Dean
64
BAB 64 Mau Keluar Tanpa Sepeser Pun
65
BAB 65 Harus Menariknya Ikut Serta
66
BAB 66 Air Susu Dibalas Air Tuba
67
BAB 67 Fasilitas Sang Pelakor
68
BAB 68 Kerja Keras Tak Sebanding Dengan Cari Muka
69
BAB 69 Seseorang Telah Membocorkan Imformasi
70
BAB 70 Pertemuan Yang Tak Disangka
71
BAB 71 Anak Pelakor Yang Ingin Pamer
72
BAB 72 Godaan Yang Menusuk Hati
73
BAB 73 Tak Memberinya Kesempatan
74
BAB 74 Kalah Orang Jangan Kalah Mental
75
BAB 75 Isi Baru Di rekaman CCTV
76
BAB 76 Keributan Besar
77
BAB 78 Pak Dean Yang Sedang Kelimpungan
78
BAB 79 Suara Dibalik Layar
79
BAB 79 Suara Dibalik Layar
80
BAB 80 Pencuri Didalam Rumah Yang Membuntuti
81
BAB 81 Zhiyi Pingkan Melapor
82
BAB 82 Dia Sedang Mengujiku
83
BAB 83 Sosok Dibalik Jebakan
84
BAB 84 Teladan Sang Pelakor
85
BAB 86 Akting Yang Sempurna
86
BAB 87 Benar - benar Mempermalukan Diri
87
BAB 88 Benih Kebencian
88
BAB 89 Berubah Sikap Dalam Sekejap
89
BAB 90 Pamer Yang Konyol
90
BAB 91 Melabrak Ke Rumah
91
BAB 92 Pertikaian Hebat Ibu Mertua dan Menantu gadungan
92
BAB 93 Kekacauan Di Garis Belakang Jangan Ada Yang Menganggur
93
BAB 94 Keluar Rumah Tanpa Harta Sepeser Pun
94
BAB 95 Dukumen Yang Tak Pernah Kutandatangani
95
BAB 96 Pasti Ada Sosok Hebat Dibalik Layar
96
BAB 97 Rekan kerja yang misterius
97
BAB 98 Anak Selingkuhan
98
BAB 99 Anak Kedua Belajar Bicara
99
BAB 100 Saat-Saat darurat
100
BAB 101 Kebohongan demi Kebohongan yang mulus
101
BAB 102 Masing-masing punya niat tersembunyi
102
BAB 103 Semakin Dipikir semakin ada yang ganjil
103
BAB 104 Aku tidak salah dengarkan?
104
BAB 105 Belalang Sembah Mengincar Jangkrik tanpa sadar burung pipit mengintai
105
BAB 106 Perangkap Yang Sudah Disiapkan
106
BAB 107 Sambil Menyelam Minum Air
107
BAB 108
108
BAB 109
109
BAB 110 Tamparan keras yang Menampar wajah
110
BAB 111 Berpura-pura Gila untuk Terus menekan
111
BAB 112 Dipermainkan Oleh Pengasuh
112
BAB 113 Angkat Kaki Dari Rumahku
113
BAB 114 Tumbuhnya Rasa Curiga
114
BAB 115 Botol Parfum Yang Sama Persis
115
BAB 116 Syarat Darimu
116
BAB 117 Mendapat Mata-Mata Cuma-cuma
117
BAB 118 kegaduhan Yang Tiada Henti
118
BAB 119 Ibu Suri Keluarga Deng
119
BAB 120 Penyusup Ditengah Malam
120
BAB 121 Datang Di waktu Yang Tepat
121
BAB 122 Kabar Yang Menggembirakan
122
BAB 123 kegembiraan orang kaya baru
123
BAB 124 Siapa Yang Lebih Tangguh
124
BAB 125 Pertemuan Yang Tak disengaja
125
BAB 126 Penghargaan Kontribusi Khusus
126
BAB 127 Calon Istri Yang Galak
127
BAB 128 Ingin Tidur Bersamaku Seumur hidup
128
BAB 129 Pembelaan Yang Sia-sia
129
BAB 130 Orang Ini Benar-Benar Zudik Guva
130
BAB 131 Terisolasi Tanpa Bantuan
131
BAB 132 Kenyataan Pahit Yang Enggan di ingat
132
BAB 133 Rumah Jagal di Myanmar Utara
133
BAB 134 Dukungan di Sarang Iblis Myanmar Utara
134
BAB 135 Beraneka ragam
135
BAB 136 Masa Lalu Yang Suram untuk diingat
136
BAB 137 Memanfaatkan Celah
137
BAB 138 Jelas Sekali Ini Foto Hasil Intipan
138
BAB 139 Orang Licik Akan Kalah oleh yang Lebih kejam
139
BAB 140 Berhasil Masuk Perangkat
140
BAB 141 Terjebak di Dalam Labirin
141
BAB 142 Percuma Saja Membohongiku
142
BAB 143 Anak Siapa Sebenarnya Ini
143
BAB 144 Janji Temu Dengan Sang Mitra
144
BAB 147 Kabar Yang Mengejutkan
145
BAB 148 Pengejaran Tanpa Henti
146
BAB 149 Menginterogasi Sahabat Dengan Geram
147
BAB 150 Kesempatan Telah Tiba
148
BAB 151 Si Pria Sialan Kumat lagi
149
BAB 152 Kekacauan di Rumah Deng
150
BAB 153 Sang Istri Galak Berarksi
151
BAB 154 Menyindir Orang Lain Lewat Perantara
152
BAB 155 Ada Yang Sengaja Menggiring Opini
153
BAB 156 Rencana Tidak Berjalan Mulus
154
BAB 157 Berlutut Memohon Titik Balik
155
BAB 158 Humas Krisis
156
BAB 159 Mengamuk Dan Memaki Dua Bersaudara
157
BAB 160 Kembali ke Kampung
158
BAB 161 Ada Proyek Bagus
159
BAB 162 Wajah Sang Anak
160
BAB 163 Hanya Kakak Yang Bisa Melakukan Ini
161
BAB 164 Tidak Ada Pilihan lain
162
BAB 165 Kejutan Yang Sudah Diduga
163
BAB 166 Siberensek Ini
164
BAB 167 Akar Malapetaka Keluarga Xu
165
BAB 168 Membalas Siasat Dengan Siasat
166
BAB 169 Keberadaan Sang Anak
167
BAB 170 Kamu Pikir Kamu Benar-Benar Menang
168
BAB 171 Kamu Sendiri Yang Bilang Tidak Boleh Lepas
169
BAB 172 Secarik Kertas
170
BAB 173 Menyaksikan Dengan Mata Kepala Sendiri
171
BAB 174 Kata - Kata Kasar Tapi Nyata
172
BAB 175 Proses Melarikan diri
173
BAB 176 Anak Itu Tiba-Tiba Hilang
174
BAB 177 Menjadi Tersangka
175
BAB 178 Selalu Satu Hati
176
BAB 179 Lagi-Lagi ini rencananya
177
BAB 180 Kelopak Mata Monolid si Kecil yang lucu
178
BAB 81 Benar-benar Luar Biasa
179
BAB 182 Tersiksa Karena Tidak Bisa Menikmati
180
BAB 183 Pelajaran Dari Kakek
181
BAB 184 Ngerinya Kalau Kurang Pendidikan
182
BAB 185 Dasar Berengsek Kurang Ajar
183
BAB 186 Jangan Terlalu Gampang Kasihan
184
BAB 187 Tekad Bulat Tanpa Beban
185
BAB 188 Temen Perjalanan Yang Tak Terduga tapi ternyata bukan kebetulan
186
BAB 189 Interogasi Polisi
187
BAB 190 Siapa Sebenarnya Yang Sedang Cari Masalah
188
BAB 191 Berbagai Tingkah Memalukan
189
BAB 192 Berjuang Sendirian
190
BAB 193 Datang Di waktu Yang tepat
191
BAB 194 Seseorang Muncul Lagi
192
BAB 195 Menjual Kesedihan Didepan Pintu
193
BAB 196 Lebih Baik Periksa Dulu Keasliannya
194
BAB 197 Menjadi Bahan Lelucon
195
BAB 198 Batas Waktu Terakhir
196
BAB 199 Situasi Sudah Berbeda
197
BAB 200 Bagaimana Kamu Bisa Tahu
198
BAB 201 Mengambil Inisiatif
199
BAB 202 Ayah Yang Mencari Mati
200
BAB 203 Salah Perhitungan Lagi
201
BAB 204 Weronika Dalam Bahaya
202
BAB 205 Kejutan Yang Sudah Diduga
203
BAB 206 Orang Yang Mencurigakan
204
BAB 207 Mengantar Ke Dokter di Tengah Malam
205
BAB 208 Jangan Sok Baik
206
BAB 210 Siapa Sebenarnya Yang Menuangkan Obat Itu
207
BAB 211 Bagaimana Kalau Selidiki Dia Juga
208
BAB 212 Buta Karena Cinta
209
BAB 213 Gampang Macet Di Tangan Sendiri
210
BAB 214 Zeva Mingkan Yang Mencurigakan
211
BAB 115 Ancaman Yang Tak Kasat Mata
212
BAB 116 Berpapasan Dengan Kakak Ipar Keluarga Deng
213
BAB 117 Undangan Yang Hangat
214
BAB 118 Ketegangan Dikamar Rawat
215
BAB 119 Tidak Takut Pada Apa Pun
216
BAB 220 Pria Licik
217
BAB 221 Kelakuan Hebatmu
218
BAB 222 Kedua Bersaudara Dalam Keadaan Bahaya
219
BAB 223 Baguslah kalau Dipukul, Memang Perlu Diberi Pelajaran
220
BAB 224 Menyeret Seseorang Ke Liang Lahat Sebelum Mati
221
BAB 225 Lelaki Yang Bingqing
222
BAB 226 Biasa Yang Tidak Biasa
223
BAB 227 Seperti Mendapat Suntikan Andrenalin
224
BAB 228 Menyembunyikan Kecanggungan
225
BAB 229 Awasi Saja Dia Dan Semua Beres
226
BAB 230 Khusus Menjinakkan Mereka yang Membangkang
227
BAB 231 Hebat Sangat Khayalanmu Ayah
228
BAB 232 Berlagak Bodoh Dengan Angkuh
229
BAB 233 Menonton Dari Pinggir Lapangan
230
BAB 234 Kata-Kata Yang Berani
231
BAB 235 Mungkin Dia Betina
232
BAB 236 Menepuk Jidat Sendiri
233
BAB 237 Menyerang Dari Dua Sisi
234
BAB 238 Syarat Perceraian
235
BAB 239 Tidak Berani Menatap Lagi
236
BAB 240 Pelakor Murahan
237
BAB 241 Membakar Gunung
238
BAB 242 Begitu Sombong Hingga Lupa Diri
239
BAB Punya Malu Sedikit Bisa Kan
240
BAB 244 Firasat Buruk Itu Datang Kembali
241
BAB 245 Ucapan Yang Kurang Enak Didengar
242
BAB 246 Benar-benar Dia Pembunuhnya
243
BAB 247 Teka teki Yang Tak Terpecahkan
244
BAB 248 Siapa Sebenarnya Yang Ada didalam
245
BAB 249 Di ujung Tanduk
246
BAB 250 Ciuman Mendadak
247
BAB 251 Melarikan diri dengan cepat
248
BAB 252 Asal Betina
249
BAB 253 Pisau Dibalik Senyuman
250
BAB 254 Ucapan Yang Sangat Terang terangan
251
BAB 255 Kamu Terlalu Banyak Bicara
252
BAB 256 Orang Pintar Tahu Kapan Berakhir
253
BAB 257 Pemikiran Yang Liar
254
BAB 258 Benar benar Dibuat Terperanjat
255
BAB 259 Aku Diculik
256
BAB 260 Penyesalan Terlambat
257
BAB 261 Bertemu Kembali dengan si Bocah si tengah hujan
258
BAB 262 Dia Harus Mati Bersamaku
259
BAB 263 Diam Kau!
260
BAB 264 Datang Kesini Untuk Mengalami Ujian Hidup
261
BAB 265 Pucuk Dicinta Ulam Tiba

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!