Chapter — 5.

Pagi berikutnya, suasana akademi penerbangan terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Nama Leya sudah menjadi bahan pembicaraan di beberapa tempat di maskapai. Bahkan di ruang briefing, pembahasan Leya tetap ramai diperbincangkan.

“Dia benar-benar mengatasi dua kegagalan sistem sekaligus.“ Ucap seseorang.

“Aku dengar instruktur sengaja membuat simulasinya lebih sulit,“ timpal yang lain.

“Enam tahun vakum tapi masih bisa seperti itu? Mustahil!“

Sebagian trainee pilot mulai kagum, sebagian lagi masih tidak suka.

Sementara itu, Leya baru saja kembali dari Pengadilan Agama setelah mengurus berkas perceraian bersama pengacaranya. Mulai sekarang, ia memutuskan untuk fokus pada maskapai dan masa depannya. Urusan perceraian dengan Arkana, akan sepenuhnya ditangani oleh pengacaranya.

Hari itu, Leya berjalan menyusuri koridor panjang dengan langkah tenang. Ia mengenakan kemeja putih sederhana untuk latihan, dengan lencana trainee terpasang rapi di dadanya. Sejak pagi ini, ia juga mulai menjalani diet ketat agar tubuhnya kembali ideal sesuai standar untuk seorang pilot. Riasan tipis menghiasi wajahnya, membuat penampilannya terlihat segar dan profesional. Leya paham betul, di dunia penerbangan bukan hanya kemampuan yang diperhitungkan, tetapi juga penampilan yang rapi dan meyakinkan.

Beberapa orang yang tadi bergosip langsung terdiam ketika ia lewat, Leya tak peduli. Ia hanya menuju ruang briefing pagi. Begitu pintu dibuka, hampir semua kursi sudah terisi. Beberapa trainee menoleh, beberapa lagi berbisik. Namun Leya hanya berjalan lurus dan duduk di kursi yang masih kosong di baris tengah.

Tak berapa lama, instruktur masuk. “Selamat pagi.“

“Pagi, Pak!“ jawab para trainee pilot serempak.

Instruktur meletakkan tablet di meja depan. “Hari ini, kita mulai latihan tahap kedua.“

“Latihan apa, Pak?“ beberapa trainee terlihat antusias.

Instruktur menatap mereka satu persatu. “Latihan koordinasi kokpit.“

Beberapa orang langsung mengangguk paham, itu berarti mereka akan diuji dalam sebuah tim. Pilot dan co-pilot harus bekerjasama.

“Kalian akan dibagi menjadi beberapa pasangan.“ Instruktur melanjutkan.

Beberapa trainee langsung saling melirik, sebagian berharap mendapatkan pasangan yang hebat, tapi ada sebagian dari mereka justru terlihat gugup.

Instruktur mulai menyebutkan nama satu persatu.

“Randy dengan Olivia.“

“Sandra dengan Dimas.“

“Siap!“

Beberapa pasangan lagi sudah terbentuk, lalu instruktur itu melihat tablet lagi. “Berikutnya, Kataleya...“

Beberapa trainee menoleh ke arah Leya, instruktur lalu melanjutkan.

“Kau akan satu tim dengan... Kaisar.“

Ruangan seketika sunyi, beberapa terlihat kaget.

“Serius?“

“Dia dipasangkan dengan Kaisar?“

Leya sendiri tak menunjukkan reaksi berlebihan, ia hanya menoleh perlahan ke belakang. Di barisan kursi paling belakang, Kaisar duduk santai dengan satu tangan bertumpu di sandaran kursi. Usia Kaisar lima tahun lebih muda dari Leya, yaitu dua puluh sembilan tahun. Sementara Leya kini telah menginjak usia tiga puluh empat tahun.

Tatapan mereka berdua bertemu, Kaisar tersenyum tipis seraya mengangkat sebelah alisnya.

Aku putra pemilik maskapai ini, meskipun identitasku dirahasiakan... bukan berarti aku tak bisa ikut campur. Termasuk aku bisa mamastikan, wanita baru itu berada dalam satu tim denganku. Ucap Kaisar dalam hatinya.

“Kalian berdua akan menjadi tim pertama yang masuk simulator.“ Instruktur itu berkata tegas.

Beberapa trainee berbisik lagi.

“Langsung mereka?“

“Ini bakal seru!“

“Oke, kita mulai.“ Lanjut Instruktur.

Lalu Leya berdiri dari kursinya, diikuti oleh Kaisar. Keduanya berjalan menuju depan ruangan tanpa berkata-kata, begitu keluar dari ruangan, Kaisar berjalan di samping Leya.

Pria itu melirik Leya. “Kebetulan sekali ya, kita satu tim.“

Leya tidak menoleh sama sekali, tapi dia menjawab pria itu dengan nada tajam. “Kalau kau berani mengganggu pekerjaanku, aku akan langsung mengambil alih kokpit.“

Kaisar malah tertawa kecil, ia lalu menatap ke depan. “Tenang saja, aku juga tidak suka bekerja dengan orang yang lambat.“

Leya berhenti berjalan, ia menoleh dan menatap Kaisar. “Bagus, semoga kita bisa bekerjasama. Dan kita sepakat akan satu hal...“

“Apa itu?" kaisar mengangkat sebelah alisnya.

“Jangan saling menghalangi.“ ucap Leya dengan tajam.

Beberapa detik mereka hanya saling menatap dalam diam, lalu Kaisar tersenyum kembali. “Kesepakatan yang bagus.“

Mereka kembali berjalan menuju gedung simulator, tanpa keduanya sadari dari balkon dua seseorang sedang memperhatikan mereka. Seorang pria paruh baya dengan jas rapi, Direktur Akademi.

Ia berdiri di samping instruktur senior. “Kau sudah memasangkan mereka?“

“Ya, seperti instruksi dari Anda.“ Instruktur itu mengangguk.

Di dalam gedung simulator, Leya dan Kaisar sudah berdiri di depan kokpit latihan.

Kaisar membuka pintu simulator. “Ladies first.“

“Aku akan menjadi kapten.“ Ucap Leya dengan tegas.

Kaisar sekali lagi mengangkat alisnya, “Wow, langsung percaya diri?“

“Kalau kau merasa lebih baik dariku, buktikan.“ Leya menatap pria itu dengan penuh tantangan.

Kaisar justru tersenyum lebar, ia menunjuk kursi kapten. “Tidak perlu, kursi kapten itu milikmu.“

Leya sedikit menyipitkan mata, tapi ia tetap masuk ke dalam kokpit dan duduk di kursi pilot. Sementara Kaisar, duduk di co-pilot.

Instruktur menyalakan sistem simulator, dia bicara melalui interkom. “Baik, hari ini kita tidak akan main-main.“

Lampu indikator mulai menyala satu persatu.

“Simulasi darurat di ketinggian 30.000 kaki.“ Instruktur melanjutkan. “Dan kalian... kehilangan dua sistem navigasi.“

Saat mendengarnya, Kaisar bersandar sedikit di kursinya. Namun matanya tetap fokus pada panel.

“Hm, menarik.“

Leya sudah memegang kontrol. “Fokus!“

Instruktur menekan tombol terakhir, alarm mulai berbunyi. Layar kokpit berubah menjadi langit malam dengan badai besar, petir menyambar di kejauhan.

“Selamat datang di ujian sebenarnya.“ Ucap Instruktur itu.

Pesawat simulasi mulai berguncang keras, Leya dan Kaisar harus mampu mengendalikan satu pesawat bersama-sama.

Apakah mereka mampu bekerjasama dan berhasil?

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

akhirnya tau jg umur leya.. masih bisa jadi pilot ya umur segitu..ehmmm dpt daun muda buks

2026-07-04

1

pipi gemoy

pipi gemoy

leya buang sampah tua dapat berondong tajir😂🌹

2026-08-01

2

Danny Muliawati

Danny Muliawati

keren Thor sy suka banget dg alur cerita nya

2026-07-24

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter — 1.
2 Chapter — 2.
3 Chapter — 3.
4 Chapter — 4.
5 Chapter — 5.
6 Chapter — 6.
7 Chapter — 7.
8 Chapter — 8.
9 Chapter — 9.
10 Chapter — 10.
11 Chapter — 11.
12 Chapter — 12.
13 Chapter — 13.
14 Chapter — 14.
15 Chapter — 15.
16 Chapter — 16.
17 Chapter — 17.
18 Chapter — 18.
19 Chapter — 19.
20 Chapter — 20.
21 Chapter — 21.
22 Chapter — 22.
23 Chapter — 23.
24 Chapter — 24.
25 Chapter — 25.
26 Chapter — 26.
27 Chapter — 27.
28 Chapter — 28.
29 Chapter — 29.
30 Chapter — 30.
31 Chapter — 31.
32 Chapter — 32.
33 Chapter — 33.
34 Chapter — 34.
35 Chapter — 35.
36 Chapter — 36.
37 Chapter — 37.
38 Chapter — 38.
39 Chapter — 39.
40 Chapter — 40.
41 Chapter — 41.
42 Chapter — 42.
43 Chapter — 43.
44 Chapter — 44.
45 Chapter — 45.
46 Chapter — 46.
47 Chapter — 47.
48 Chapter — 48.
49 Chapter — 49.
50 Chapter — 50.
51 Chapter — 51.
52 Chapter — 52.
53 Chapter — 53.
54 Chapter — 54.
55 Chapter — 55.
56 Chapter — 56.
57 Chapter — 57.
58 Chapter — 58.
59 Chapter — 59.
60 Chapter — 60.
61 Chapter — 61.
62 Chapter — 62.
63 Chapter — 63.
64 Chapter — 64.
65 Chapter — 65.
66 Chapter — 66.
67 Chapter — 67.
68 Chapter — 68.
69 Chapter — 69.
70 Chapter — 70.
71 Chapter — 71.
72 Chapter — 72.
73 Chapter — 73.
74 Chapter — 74.
75 Chapter — 75.
76 Chapter — 76.
77 Chapter — 77.
78 Chapter — 78.
79 Ekstra Part — 1.
80 Ekstra Part — 2.
81 Ekstra Part — 3.
82 Ekstra Part — 4.
83 Ekstra Part — 5.
84 Ekstra Part — 6.
85 Ekstra Part — 7.
86 Ekstra Part — 8.
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Chapter — 1.
2
Chapter — 2.
3
Chapter — 3.
4
Chapter — 4.
5
Chapter — 5.
6
Chapter — 6.
7
Chapter — 7.
8
Chapter — 8.
9
Chapter — 9.
10
Chapter — 10.
11
Chapter — 11.
12
Chapter — 12.
13
Chapter — 13.
14
Chapter — 14.
15
Chapter — 15.
16
Chapter — 16.
17
Chapter — 17.
18
Chapter — 18.
19
Chapter — 19.
20
Chapter — 20.
21
Chapter — 21.
22
Chapter — 22.
23
Chapter — 23.
24
Chapter — 24.
25
Chapter — 25.
26
Chapter — 26.
27
Chapter — 27.
28
Chapter — 28.
29
Chapter — 29.
30
Chapter — 30.
31
Chapter — 31.
32
Chapter — 32.
33
Chapter — 33.
34
Chapter — 34.
35
Chapter — 35.
36
Chapter — 36.
37
Chapter — 37.
38
Chapter — 38.
39
Chapter — 39.
40
Chapter — 40.
41
Chapter — 41.
42
Chapter — 42.
43
Chapter — 43.
44
Chapter — 44.
45
Chapter — 45.
46
Chapter — 46.
47
Chapter — 47.
48
Chapter — 48.
49
Chapter — 49.
50
Chapter — 50.
51
Chapter — 51.
52
Chapter — 52.
53
Chapter — 53.
54
Chapter — 54.
55
Chapter — 55.
56
Chapter — 56.
57
Chapter — 57.
58
Chapter — 58.
59
Chapter — 59.
60
Chapter — 60.
61
Chapter — 61.
62
Chapter — 62.
63
Chapter — 63.
64
Chapter — 64.
65
Chapter — 65.
66
Chapter — 66.
67
Chapter — 67.
68
Chapter — 68.
69
Chapter — 69.
70
Chapter — 70.
71
Chapter — 71.
72
Chapter — 72.
73
Chapter — 73.
74
Chapter — 74.
75
Chapter — 75.
76
Chapter — 76.
77
Chapter — 77.
78
Chapter — 78.
79
Ekstra Part — 1.
80
Ekstra Part — 2.
81
Ekstra Part — 3.
82
Ekstra Part — 4.
83
Ekstra Part — 5.
84
Ekstra Part — 6.
85
Ekstra Part — 7.
86
Ekstra Part — 8.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!