Episode 03 Kekuatan baru

Ini bukan sekedar bela diri biasa, ini adalah cara menyalurkan energi spiritual menjadi serangan mematikan. Kitab seni bela diri arus langit.

Li Zie menatap kagum pada kitab kuno di hadapannya tersebut ini adalah jalan untuk menuju kebangkitan dirinya, Li Zie harus kuat untuk bisa melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Bahkan mungkin bisa membalas dendam dengan apa yang telah menimpa pemilik tubuh ini.

Li Zie menutup kitab kuno tersebut. Lalu beralih ke kitab satunya lagi, yang sampulnya bergambar mata manusia yang dikelilingi urat-urat emas, saat Li Zie menyentuhnya, buku itu langsung terbuka dengan sendirinya

Li Zie tertegun 'Kitab Mata Dewa' itu terbuka sendiri dan tiba-tiba sebuah cahaya masuk ke pupil matanya, hingga Li Zie mengerang kesakitan lalu jatuh tersungkur.

Perlahan Li Zie kembali membuka matanya, tapi kali ini tatapan matanya sangat berbeda, ia tidak tahu tapi saat ia melihat kakinya, tiba-tiba saja pandangannya menjadi transparan bisa melihat urat di dalam tubuhnya, meski masih terbalut dengan hanfu yang penuh tambalan.

Li Zie tersentak, saat dia bisa melihat aliran darah pada tubuhnya bahkan organ lainnya pun bisa ia lihat. Jika ia memfokuskan pandangannya, bahkan hanfu yang menutupi pun tidak mampu menutupinya, kulit pun seolah tidak ada, ia benar-benar bisa melihat jelas organ dalamnya Jika ia memfokuskan pikirannya.

Li Zie kembali menatap tubuhnya memfokuskan kembali pikirannya, Li Zie dapat melihat aliran darah, detak jantungnya, persis seperti melihat hasil Ct-scan dan MRI secara Real Time dengan mata telanjang.

Tiba-tiba saja Li Zie merasa sangat kelaparan, benar-benar kelaparan, Ia pun dengan tidak sabar segera berlari dengan kaki yang masih bergetar, Li Zie berlari ke dekat pohon apel spiritual, lalu mengambil dan memakannya dengan rakus ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Namun tiba-tiba saja perutnya terasa sangat lapar, seperti bisa saja menghabiskan satu kambing guling.

Li Zie menghabiskan enam buah apel spiritual tersebut lalu kembali meraup air spiritual dengan rakus, barulah perlahan rasa lapar yang sangat kuat itu menghilang, bahkan kini ia semakin merasa bugar.

"Luar biasa... " gumam Li Zie. Tapi Ia sangat penasaran Kenapa tiba-tiba ia terasa sangat lapar, laparnya sangat luar biasa menyiksa.

Li Zie langsung menggelengkan kepala tidak ingin pusing dengan hal itu, mungkin itu hanya karena ia sudah lama tidak makan pikir Li Zie.

Namun ada Binar semangat di matanya, untuk kembali hidup dan merencanakan kebebasannya. Ia teringat dengan pelayan kecilnya, sedangkan ia sudah terlalu lama berada di sana, mungkin ada dua jam.

Li Zie memfokuskan pikiran pemandangan indah itu langsung lenyap, berganti dengan pemandangan tirai yang sudah tidak layak lagi dan atap paviliun yang hampir roboh, ia kini sudah berada di kamarnya yang kumuh itu.

Kini nafasnya tidak lagi berat, dan tatapannya sangat jelas,

Li Zie mendengar isak tangis yang sangat menyayat hati.

"Nona... Nona muda.... Hiks... jangan tinggalkan Ji Yu... "

"Hey, kenapa kau menangis?" ujar Li Zie dengan suara yang halus, ada ketegasan dari suaranya.

Pelayan kecil itu yang bernama Ji Yu, ia sedang berlutut di tanah sambil memegangi mangkuk yang pinggirannya retak. Hanfunya penuh dengan tambalan.

"Eh! Nona! " pelayan itu tersentak, tadi ia melihat nona mudanya tidak ada. Tapi kenapa sekarang ada?

Li Zie langsung berpura-pura lemah. Ia kembali berbaring dengan mata terpejam, nafasnya dibuat kembali tersengal seolah ia akan mati.

"Nona, tadi Ji Yu pikir Nona sudah di buang oleh selir, " ujar Ji Yu terisak, ia perlahan berdiri, dan kembali berkata, "Nona Ji Yu sudah bawakan bubur, ayo Nona makan dulu. "

Li Zie membuka mata melirik sekilas pada mangkuk jelek itu tanpa minat, dia melirik hanya ada air tajin tidak ada bubur atau satupun nasi di mangkuk itu, itu benar-benar hanya air tajin yang bahkan sangat encer.

"Nona, Ji Yu hanya mendapatkan ini saja," ujarnya, wajah Ji Yu memerah seperti bekas tamparan, Li Zie pun terdiam mengingat-ingat kejadian sebelumnya, Yang ternyata memang sudah sering terjadi.

Li Zie ingat jika pemilik tubuh ini benar-benar sangat disiksa, bahkan kematiannya sangat Ditunggu oleh keluarganya, dan pelayan di sampingnya rela dipukul hanya demi mendapatkan air tajin untuknya.

Li Zie tidak ingin berpura-pura di hadapan pelayan kecil itu, ia akan duduk tapi sebuah langkah terdengar begitu berisik, seorang pelayan wanita datang dengan wajah arogan.

Dia adalah Cui Ma pelayan selir Chu, berusia sekitar empat puluh lima tahun wajahnya sangat arogan seperti seorang nyonya besar, ia menatap jijik pada ranjang kayu yang sudah reot.

"Panjang juga umur mu, padahal sudah tidak di beri makan tapi kamu tidak mati-mati, " ujar Cui Ma melirik ranjang.

Terpopuler

Comments

Caca

Caca

Wah kayanya bkl seru nih

2026-05-17

1

Siti Solikah

Siti Solikah

semakin menarik

2026-08-17

0

Mera

Mera

💪💪💪💪

2026-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 02 Ruang Dimensi
3 Episode 03 Kekuatan baru
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77 Paviliun Giok Air
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Pengumuman
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Episode 120
122 Episode 121
123 Episode 122
124 Episode 123
125 Episode 123
126 Episode 125
127 Episode 127
128 Episode 127
129 Episode 128
130 Episode 129
131 Episode 130
132 Episode 131
133 Episode 132
134 Episode 134
135 Episode 134
136 Episode 145
137 Episode 136
138 Episode 137
139 Episode 138
140 Episode 139
141 Episode 140
142 Episode 41
143 Episode 142
144 Episode 143
145 Episode 144
146 Episode 145
147 Episode 146
148 Episode 147
149 Episode 148
150 Episode 149
151 Episode 150
152 Tamat
153 Karya Baru
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 02 Ruang Dimensi
3
Episode 03 Kekuatan baru
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77 Paviliun Giok Air
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Pengumuman
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Episode 120
122
Episode 121
123
Episode 122
124
Episode 123
125
Episode 123
126
Episode 125
127
Episode 127
128
Episode 127
129
Episode 128
130
Episode 129
131
Episode 130
132
Episode 131
133
Episode 132
134
Episode 134
135
Episode 134
136
Episode 145
137
Episode 136
138
Episode 137
139
Episode 138
140
Episode 139
141
Episode 140
142
Episode 41
143
Episode 142
144
Episode 143
145
Episode 144
146
Episode 145
147
Episode 146
148
Episode 147
149
Episode 148
150
Episode 149
151
Episode 150
152
Tamat
153
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!