Guncangan hebat di dalam jet Virelion membuat segalanya terasa seperti mimpi buruk yang menjadi nyata. Suara gesekan logam yang terbakar dan alarm kematian yang melolong tanpa henti memenuhi kabin mewah yang kini berantakan. Di tengah gravitasi yang seolah hilang karena jet menukik tajam, Kaelthas tidak sedikit pun melepaskan dekapannya pada Ceisya. Ia memutar tubuhnya, menjadikan punggung tegapnya sebagai tameng saat jet itu dihantam turbulensi ekstrem akibat gelombang elektromagnetik.
"Kael! Mesin kanannya meledak!" teriak Ceisya. Suaranya nyaris tenggelam oleh deru angin yang mulai masuk melalui celah retakan jendela.
Kaelthas tidak menjawab dengan kata-kata. Wajahnya yang tampan kini tampak sangat pucat namun matanya berkilat penuh tekad. Ia merangkak di lantai kabin yang miring, menyeret tubuh Ceisya bersamanya menuju kompartemen parasut darurat di bagian belakang jet. Setiap inci pergerakan mereka terasa sangat berat, seolah udara di dalam jet sedang ditarik keluar oleh cahaya biru misterius di bawah sana.
"Guntur! Buka pintu darurat sekarang! Kita tidak punya waktu lagi!" perintah Kaelthas melalui intercom yang sudah berderak rusak.
Guntur, dengan wajah bersimbah darah akibat terbentur panel kendali, berhasil menekan tombol manual. Brak! Pintu belakang jet terbuka paksa. Angin Atlantik yang membekukan masuk seperti raksasa yang mengamuk, menyedot segala benda ringan di dalam kabin keluar menuju kegelapan.
Kaelthas mencengkeram sabuk parasut di punggung Ceisya, memastikan kuncinya benar-benar terkunci mati pada tubuhnya sendiri. Ia menarik Ceisya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Di tengah badai yang menderu, Kaelthas menangkup wajah istrinya, menatap mata jernih Ceisya dengan tatapan yang sangat dalam—sebuah tatapan perpisahan sekaligus janji abadi.
"Dengar, Ceisyra! Begitu kita lompat, jangan pernah lepaskan pelukanku! Jika kau takut, pejamkan matamu dan ingatlah bahwa aku adalah pemilik takdirmu malam ini!" ucap Kaelthas dengan suara…
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia
Sajadah di Jantung Badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments