Pagi di kamar VVIP rumah sakit itu terasa begitu sunyi, seolah suara bising Jakarta telah diredam sepenuhnya oleh dinding kedap suara. Runa perlahan membuka matanya, hal pertama yang ia rasakan adalah aroma sandalwood yang familiar dan sentuhan tangan yang begitu posesif di jemarinya.
Azel duduk di sana, masih dengan kemeja hitam yang sama—yang kini tampak kusut—dengan mata yang memerah karena tidak tidur sedetik pun. Begitu melihat kelopak mata Runa bergerak, ia langsung menegakkan punggungnya.
"Jangan bergerak," suara Azel terdengar rendah, tenang, namun penuh otoritas yang tak terbantahkan. "Tetap di posisimu, Runa."
Runa mencoba menggerakkan tangannya untuk mengusap perutnya, namun Azel segera menahannya dengan lembut. "Zel... bayi kita..."
"Dia masih ada. Tapi dia sedang tidak tenang karena ibunya tidak bisa menjaga emosinya," sahut Azel datar. Ia meraih gelas air putih dengan sedotan dan mengarahkannya ke bibir Runa. "Minum. Sedikit saja."
Runa menurut, namun setelah beberapa tegukan, ia menatap Azel dengan mata yang mulai berkaca-kaca lagi. "Zel, aku mau bicara soal pengacara. Soal rumah Ibu dan hasil tes DNA itu, aku harus memastikan wanita itu—"
"Tidak."
Kata itu keluar dari mulut Azel seperti palu hakim yang diketukkan. Dingin dan final.
"Zel, tapi ini penting! Aku tidak mau dia lari—"
"Aku bilang tidak, Runa Elainzica," Azel meletakkan gelas itu dengan denting yang cukup keras di atas meja nakas. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap Runa dengan tatapan yang sangat gelap. "Mulai detik ini, kamu tidak punya hak untuk memikirkan apa pun selain napasmu dan kesehatan janin itu. Urusan wanita itu, urusan rumah, urusan hukum... semuanya sudah aku hapus dari daftar tugasmu."
"Tapi itu urusan keluargaku!" seru Runa, suaranya sedikit meninggi.
Azel berdiri, auranya seketika memenuhi ruangan, membuat Runa tersentak. "Keluargamu adalah aku! Dan anak yang ada di dalam perutmu! Yang lainnya hanyalah sampah yang hampir membunuhmu tadi malam! Kamu lihat noda di…
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin
Bab 70
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments