"Om Rafa baca koran?"
Rafandra mendongak. "Kadang."
"Gue nggak pernah lihat."
"Karena biasanya kamu turun setelah aku pergi."
Zahra mengambil kopinya dari termos. Duduk di sebelah Rafandra, bukan di seberang. Kebiasaan yang sudah berubah tanpa ada yang memutuskan untuk mengubahnya.
Rafandra tidak berkomentar. Melanjutkan korannya.
Zahra minum kopinya.
"Om Rafa hari ini ke kantor?" tanya Zahra.
"Siang. Ada yang perlu aku selesaikan di sini dulu."
"Di sini artinya di studio?"
"Di sini artinya di sini." Rafandra menutup korannya. Menatap Zahra dengan cara yang sudah tidak punya pagar di depannya. "Sama kamu."
Zahra menatap kopinya.
Menahan sesuatu yang ingin naik ke sudut bibirnya, berhasil setengahnya.
"Om Rafa makin berani ya ngomongnya."
"Aku selalu seperti ini."
"Nggak." Zahra mendongak. "Om Rafa dulu nggak pernah ngomong langsung kayak gini."
Rafandra diam sebentar. "Mungkin dulu ada lebih banyak yang perlu dijaga."
"Dan sekarang?"
"Sekarang tidak."
.
.
.
Rafandra yang di pagi harinya bilang ada yang perlu diselesaikan, ternyata yang diselesaikan adalah tumpukan buku di ruang baca yang sudah lama mau dirapikan tapi tidak pernah ada waktunya. Zahra yang ikut tanpa ditanya, duduk di kursi telur kesayangannya sambil memilah buku mana yang perlu disusun ulang dan mana yang sudah selesai dibaca.
Mereka ngobrol tentang buku-bukunya, tentang mana yang Rafandra rekomendasikan dan mana yang Zahra tidak setuju dengan rekomendasinya, tentang satu novel tipis yang Zahra temukan di rak paling bawah yang ternyata sudah Rafandra baca tiga kali.
"Tiga kali?" Zahra membalik bukunya. "Buku apa ini sampai dibaca tiga kali?"
"Baca sendiri."
"Spoiler dulu."
"Tidak."
"Om Rafa."
"Baca."
Zahra melempar bantal kecil ke arahnya yang Rafandra tangkap dengan sangat mudah tanpa ekspresi berubah, yang membuat Zahra lebih frustrasi dari yang seharusnya.
"Itu tidak adil," kata Zahra.
"Banyak hal yang tidak adil."
"OM RAFA—"
Rafandra menatapnya, di ruang baca yang lampunya hangat dan bukunya bers…
OM CEO Itu Suamiku
Chemistry
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments