Bab 7: Balas Dendam
"Kamu tidak serius," seru Kania sambil tersenyum. "Aku bahkan tidak tahu siapa kamu."
"Kamu tidak ingin membalas dendam?" Kellen menunjukkan hasil penyelidikannya. "Atau kamu mau menunggu sampai suatu hari mereka benar-benar menundukkanmu?"
"Kamu menyelidikiku?" Kania langsung tegang.
"Bukan kamu. Aku menyelidiki keponakanku, Erick, tapi kamu ada di jalurnya." Kellen mengabaikan tatapan terkejut gadis itu. "Aku ingin memberinya pelajaran."
Ia menatap Kania selama beberapa detik. Gadis itu begitu cantik, dan Kellen tidak ingin kehilangan arah pembicaraan.
"Keponakanmu?" Kania menatapnya dengan terkejut. "Kupikir paman yang selalu dia bicarakan itu pria tua."
Kellen tertawa keras.
"Erick tidak mengenalku," jelasnya. "Dia hanya mengincar warisanku." Ia tersenyum. "Dia pikir uang jatuh dari langit, tapi dia akan mendapat kejutan."
"Dia itu..."
"Aku tahu apa yang dia lakukan kepadamu dan apa yang ingin dia paksakan padamu."
"Dan menurutmu itu apa?"
"Akan kujelaskan setelah kamu mandi dan turun ke ruang makan. Kita punya banyak hal untuk dibicarakan, dan kurasa kamu juga ingin bicara dengan teman-temanmu."
Kania tampak cemas. Hal itu membuat Kellen tersenyum kecil.
"Minum obat ini."
Ia menyerahkan dua pil dan segelas air ke tangan Kania.
"Maaf karena sudah menyakitimu. Aku bersumpah aku sudah mencoba untuk tidak..."
Rona merah di pipi Kania kembali menguat.
"Aku... maaf. Aku mengingat apa yang kulakukan."
Kellen tersenyum kepadanya.
"Aku menunggumu untuk sarapan," bisiknya dekat telinga Kania, lalu keluar tanpa menunggu jawaban.
Tiga puluh menit kemudian, Kania masuk ke ruang makan.
"Ini. Hubungi teman-temanmu. Kamu tidak membawa ponsel, jadi kurasa kamu meninggalkannya."
Untungnya Kania hafal nomor telepon sahabat-sahabatnya. Ia menelepon Mei lebih dulu karena Mei lebih tenang.
Namun yang menjawab bukan Mei, melainkan Laura. Begitu Kania mengatakan siapa dirinya, jeritan Laura nyaris membuat ponsel itu terlepas dari tangannya.
"Syukurlah kamu memberi…
Dalam Pelukan Paman Mantanku
Episode 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments