CEO Galak Takluk Pada Pewaris Kecilnya

CEO Galak Takluk Pada Pewaris Kecilnya

1. Tidak Butuh Istri

Seorang pria berambut hitam legam yang menawan berdiri di kegelapan. Bersembunyi di belakang tirai merah marun yang berat. Di depannya, di balik pintu kaca yang terbuka sedikit, istrinya, Bianca sedang bersandar di dada seorang pria yang sangat dikenali, Kalvin Sanjaya merupakan saingan bisnisnya sendiri.

"Kapan kau akan mengakhiri sandiwara memuakkan ini, Bianca?" tanya pria itu sambil membelai rambut Bianca dengan posesif.

Bianca tertawa, nada suaranya terdengar seperti pecahan kaca. 

"Sabar, Sayang. Prosedur bayi tabung itu akan dilakukan minggu depan. Begitu janin itu ada di rahimku, posisiku takkan tergoyahkan di keluarga Winston. Aku akan memiliki akses penuh ke seluruh asetnya."

"Kau benar-benar wanita yang cerdik. Bagaimana bisa kau tidur di samping pria yang sama sekali tak kau cintai?"

"Cinta?" Bianca mendengus sinis. 

"Adrian itu pria gendut yang membosankan. Dia pikir dengan uang dan sikap manisnya, aku akan luluh? Dia tak tahu kalau setiap kali dia mau menyentuhku, aku mau muntah. Aku hanya menginginkan benihnya saja untuk mengamankan kekayaannya, setelah itu... dia boleh pergi ke neraka bersama kesepiannya."

Adrian memejamkan mata. Setiap kata istrinya terasa seperti sembilu yang menyayat jantungnya.

Ia tak butuh mendengar lebih banyak. Harapannya selama tiga tahun ini untuk memiliki keluarga kecil yang hangat kini hancur menjadi abu di sana. Tanpa berkata-kata, ia melangkah pergi dari pesta malam itu.

Ingin rasanya ia menghajar pria itu, namun Adrian lebih memilih menjaga harga dirinya dari pasangan sampah itu. Ia telah menyiapkan balas dendam bagi istrinya.

"MUSNAHKAN BENIH ITU!" Satu kalimat dingin itu meluncur dari mulut Adrian tanpa harus berpikir dua kali.

.

.

Di sisi lain kota, di dalam laboratorium yang steril, Elena Charlotte menatap tabung berisi sampel yang baru saja diperintahkan untuk dimusnahkan. Pikiran Elena kalut. Kakeknya baru saja memberi ultimatum.

'Menikahlah dengan pria pilihan keluarga dalam satu bulan, atau kehilangan seluruh hak waris dan diusir dari silsilah keluarga.'

"Menikah?" gumam Elena pedih. "Hanya untuk menjadi budak pria lain? Aku tidak sudi, Kek!"

Bagi Elena, semua laki-laki adalah penipu. Ia tidak ingin pernikahan, tapi ia butuh anak sebagai syarat mutlak untuk mengklaim hak warisnya sesuai surat wasiat orang tuanya. Saat itulah matanya tertuju pada nama ADRIAN di label tabung.

"Kau tidak menginginkan anak ini, dan aku tidak menginginkan ayah untuk anakku," bisik Elena. 

"Kita bisa saling menguntungkan."

Dengan tangan gemetar, ia menyembunyikan tabung itu. Ia memilih untuk hamil melalui prosedur rahasia.

Seminggu kemudian, ia berdiri di hadapan Kakeknya dengan kepala tegak sebelum menyerahkan hasil tes kehamilan. Namun, reaksi yang diterimanya bukanlah sambutan hangat.

"Siapa suamimu?" suara sang Kakek menggelegar di ruang kerja yang pengap.

"Aku melakukannya tanpa pernikahan. Ini anakku. Aku sudah penuhi syarat untuk memiliki keturunan," jawab Elena lantang.

Sang Kakek membaca nama yang tertera di berkas medis yang dicuri Elena. Data yang seharusnya tidak bocor. Wajah pria tua itu berubah merah padam. Ia melemparkan kertas itu ke wajah Elena.

"Adrian?! Kau mengandung benih dari keluarga musuh bebuyutanku?! Kau pikir aku akan memberikan harta keluarga ini kepada anak yang memiliki darah mereka?"

"Kek, ini bukan soal Adrian, ini soal hakku—"

"KELUAAAAR!" teriak sang Kakek murka.

"Hartaku lebih baik dikirim ke pada panti asuhan daripada melihat musuhku tertawa karena keturunan mereka menguasai rumah ini. Kau juga diusir, Elena! Bawa janin haram itu pergi dari sini!"

“BAIK, TAPI KAKEK JANGAN SAMPAI MENYESAL!”

Elena melangkah keluar dari ruangan megah itu tanpa membawa apa-apa selain nyawa kecil yang kini mulai tumbuh di rahimnya. Ia telah kehilangan segalanya, namun ia memiliki satu hal yang tak disangka-sangka, satu-satunya sisa kehidupan dari pria yang hatinya baru saja mati. Namun ia tak pergi begitu saja, Elena berjanji akan kembali mengambil warisan orang tuanya.

***

Lampu kristal di ruang makan kediaman utama keluarga Adrian berkilauan indah, memantulkan kemewahan yang biasanya terasa hangat, namun siang itu terasa mencekam.

Bianca duduk dengan anggun mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang membuatnya tampak seperti calon ibu yang sempurna. Bianca tersenyum lembut saat Ibu Adrian, Mama Astrid menggenggam tangannya.

"Ini akan menjadi hari bersejarah bagi keluarga kita," ujar Mama Astrid dengan mata berbinar. 

"Pewaris baru akan segera hadir. Ayahmu sudah menyiapkan perayaan besar."

Ayah Adrian mengangguk setuju, sementara adik Adrian sibuk membicarakan dekorasi kamar bayi. Tak lama kemudian, langkah kaki yang berat terdengar. Adrian muncul dengan setelan jas hitam dan wajahnya sedatar papan tulis, tanpa emosi.

"Sayang, kau sudah datang? Ayo duduk sini, sup-nya masih hangat," sapa Bianca dengan nada manja yang biasanya membuat Adrian luluh.

Adrian tidak menjawab. Ia berdiri di ujung meja dan menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang bisa membekukan darah. Tanpa sepatah kata pun, ia mengeluarkan amplop cokelat dan melemparkannya ke tengah meja, tepat di depan Bianca.

SLAP!

Bunyi kertas itu menghantam meja kayu mahoni membuat semua orang tersentak dan berdiri dari kursi mereka. Papa Rendra pun segera mengambil kertas itu. Matanya membelalak sempurna.

"Surat cerai?! Adrian, apa maksudnya ini?! Kita baru saja membicarakan cucu, bukan perpisahan!"

Bianca gemetar dengan wajah yang pucat pasi. "Mas, kejutan macam apa ini? Kau menceraikanku di hari kita seharusnya melakukan prosedur bayi tabung? Kenapa?!"

Adrian menatap Bianca dengan sorot mata yang penuh dengan penghinaan mendalam. "Aku tidak lagi butuh istri pendusta. Dan aku tidak akan pernah membiarkan benihku tumbuh di dalam rahim wanita yang setiap detiknya merencanakan kehancuranku."

"Kau gila!" Bianca berteriak histeris, air mata buayanya tumpah. Ia meraih surat itu dan merobek-robeknya menjadi kepingan kecil yang berhamburan di lantai. 

"Aku tidak akan menandatanganinya! Aku istrimu, Adrian! Kau tidak bisa menceraikanku begitu saja! Tiga tahun sudah kita bersama, mengapa kau tega padaku, Adrian!"

Adrian menyeringai tipis, sebuah seringai yang sangat asing dan mengerikan. Kekuasaan yang selama ini ia tekan demi menjaga perasaan sang istri, kini meledak keluar.

"Kau pikir robekan kertas bisa terus mengikatku? Bianca, dengarkan baik-baik. Aku menjatuhkan talak tiga padamu saat ini juga. Kau dan aku... selesai secara hukum, agama, dan dunia!"

Seluruh ruangan mendadak sunyi senyap. Hukum talak tiga yang keluar dari mulut Adrian adalah keputusan mutlak yang tak bisa diganggu gugat. Sang CEO itu berbalik, memberi isyarat kepada dua pria berbadan besar yang sejak tadi menunggu di pintu.

"Seret dia keluar. Pastikan dia tidak membawa satu helai benang pun yang dibeli dengan uangku."

Bianca mematung, tubuhnya lemas hingga ia jatuh terduduk di lantai, sementara orang tua Adrian hanya bisa terdiam melihat putra mereka berubah menjadi pria yang begitu dingin dan tak tersentuh. 

Dan pada saat itu juga pria yang selama ini dikenal lembut telah menghilang. Yang tersisa hanyalah sosok tanpa ampun sebagai pemimpin berdarah dingin.

“Lakukan pembersihan,” perintahnya singkat pada anak buahnya.

“Singkirkan semua pengkhianat yang berhubungan dengan Sanjaya.”

Malam itu, bukan hanya sebuah pernikahan yang berakhir. Sebuah perang baru saja dimulai.

Kecintaannya berubah menjadi kebencian pada keluarga Bianca termasuk orang-orang terdekat mantan istrinya itu.

Terpopuler

Comments

Rani R.i

Rani R.i

salam knl thour,, Aku baru mampir baca cerita mu thour 🥰🥰🥰

2026-07-12

1

Uthie

Uthie

sy baru menyimak karya Mom Ila lainnya 🤗

2026-06-29

1

partini

partini

ada cadel nya love it🥰

2026-05-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tidak Butuh Istri
2 2. Hanya Simpanan
3 3. Harus Diet!
4 4. Mual
5 5. Pria Idaman
6 6. Bayi Kembar?
7 7. OEEEKKK!
8 8. Bikin Darah Tinggi
9 Om Bulat Ini Ciapa?
10 BOOSSSSS!
11 Narsis Tingkat Dewa
12 Licik Sekali!
13 Matana Cilauuuu!
14 Kenapa Harus Aku?
15 Jangan Takut
16 Dimana Suamimu?
17 Terbongkar
18 Belum Pernah Menikah
19 Tiba-tiba Berubah
20 Penerus Keluarga
21 Mereka Anakku
22 Reuni Para Mantan
23 Hanya Luka Kecil
24 Separuh Nafasku
25 Bayi Raksasa
26 Hampir Gila
27 Peringatan
28 Dokter Untuk Mama + Visual
29 Winston Junior
30 Cemburu
31 BUNDAAAA!
32 Ulat Bulu
33 Panas
34 CUKAAAA!
35 TOLONGGG!
36 Cuma Sebentar Kok
37 CALANGHAEYOOON!
38 AAAABAANGGG!
39 Canduku
40 Bayi Besar
41 DIAAAAM!
42 Jangan Menangis
43 Terbayang-Bayang
44 ELENA! BANGUN!
45 FLASHBACK
46 BERTAHANLAH!
47 Jangan Tinggalin Arshy
48 Anda Siapa?
49 Salah Paham!
50 Hamil?
51 Sedih
52 Tidak Mau!
53 Mencurigakan
54 Mau Punya Dede?
55 Tidak Salah Lagi
56 Salah Sasaran
57 DEMI BAYIMU
58 Sudah Ditangkap
59 Tidak Percaya
60 MAMAAA! TOLONGGG!
61 Bukan Tipeku
62 Mau Diapakan?
63 Aduhhh!
64 Salah Tingkah
65 Hebat Sekali
66 Menantang Balik
67 Air Mata Buaya
68 Hampir Keceplosan
69 Cinta Pertamaku
70 Ndak Boleh Ayah
71 Baby Mambo!
72 Jangan Aneh-Aneh
73 Yang Sebenarnya
74 Cinta Yang Mulai Tumbuh
75 Hamil Anakku?
76 SANTORO
77 AYAH BULAAAAT!
78 ARSEEEEEN!!!
79 Jangan Tinggalkan Abang
80 -Tamat-
81 1. Boncap
82 2. Boncap
83 3. Boncap
84 4. Boncap
85 5. Boncap Akhir
86 Info Novel baru
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Tidak Butuh Istri
2
2. Hanya Simpanan
3
3. Harus Diet!
4
4. Mual
5
5. Pria Idaman
6
6. Bayi Kembar?
7
7. OEEEKKK!
8
8. Bikin Darah Tinggi
9
Om Bulat Ini Ciapa?
10
BOOSSSSS!
11
Narsis Tingkat Dewa
12
Licik Sekali!
13
Matana Cilauuuu!
14
Kenapa Harus Aku?
15
Jangan Takut
16
Dimana Suamimu?
17
Terbongkar
18
Belum Pernah Menikah
19
Tiba-tiba Berubah
20
Penerus Keluarga
21
Mereka Anakku
22
Reuni Para Mantan
23
Hanya Luka Kecil
24
Separuh Nafasku
25
Bayi Raksasa
26
Hampir Gila
27
Peringatan
28
Dokter Untuk Mama + Visual
29
Winston Junior
30
Cemburu
31
BUNDAAAA!
32
Ulat Bulu
33
Panas
34
CUKAAAA!
35
TOLONGGG!
36
Cuma Sebentar Kok
37
CALANGHAEYOOON!
38
AAAABAANGGG!
39
Canduku
40
Bayi Besar
41
DIAAAAM!
42
Jangan Menangis
43
Terbayang-Bayang
44
ELENA! BANGUN!
45
FLASHBACK
46
BERTAHANLAH!
47
Jangan Tinggalin Arshy
48
Anda Siapa?
49
Salah Paham!
50
Hamil?
51
Sedih
52
Tidak Mau!
53
Mencurigakan
54
Mau Punya Dede?
55
Tidak Salah Lagi
56
Salah Sasaran
57
DEMI BAYIMU
58
Sudah Ditangkap
59
Tidak Percaya
60
MAMAAA! TOLONGGG!
61
Bukan Tipeku
62
Mau Diapakan?
63
Aduhhh!
64
Salah Tingkah
65
Hebat Sekali
66
Menantang Balik
67
Air Mata Buaya
68
Hampir Keceplosan
69
Cinta Pertamaku
70
Ndak Boleh Ayah
71
Baby Mambo!
72
Jangan Aneh-Aneh
73
Yang Sebenarnya
74
Cinta Yang Mulai Tumbuh
75
Hamil Anakku?
76
SANTORO
77
AYAH BULAAAAT!
78
ARSEEEEEN!!!
79
Jangan Tinggalkan Abang
80
-Tamat-
81
1. Boncap
82
2. Boncap
83
3. Boncap
84
4. Boncap
85
5. Boncap Akhir
86
Info Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!