Sinar pagi menembus paksa celah gorden yang usang. Menusuk kelopak mata tanpa permisi.
Sri membuka kelopak matanya susah payah. Pening luar biasa langsung menghantam bagian belakang tengkoraknya. Menghantam keras bagai godam dipalukan berulang kali ke dinding rapuh.
Ia mengerang pelan. Berusaha mengumpulkan kesadarannya yang tercerai-berai entah ke mana.
Lalu, memori semalam menabraknya. Menabraknya tanpa ampun dari segala arah.
Kaset rusak di kepalanya memutar ulang semuanya secara brutal. Perkataannya semalam. Rengekan kekanakannya. Pelukannya yang terlalu lama. Tawarannya yang luar biasa memalukan di depan Fais.
Tubuh Sri mematung. Beku seketika.
Ia buru-buru menarik selimut hingga menutupi separuh wajahnya. Panas. Kulit wajahnya mendadak terasa mendidih, membakar habis sisa harga dirinya. Malu yang tidak kepalang meremukkan isi dadanya hingga ia sulit menarik napas.
Gagang pintu ditekan ke bawah. Berderit nyaring memecah sepi di kamar kecil itu.
Fais melangkah masuk. Posturnya tegak. Wajahnya terlampau tenang untuk ukuran pria yang baru saja menolak wanita malam sebelumnya.
Sri ingin lenyap saat itu juga. Menyelip ke pori-pori kasur lalu membusuk selamanya di sana.
Namun Fais sama sekali tidak menghindar. Ia berjalan pasti mengitari ujung ranjang. Menarik sebuah kursi kayu patah di sudut, lalu duduk tepat di sisi ranjang Sri.
Keheningan seketika jatuh menimpa mereka. Berat. Sangat berat.
Gambarkan keheningan ini. Ini bukan sekadar udara kosong tanpa getaran frekuensi suara. Ini adalah tekanan atmosfer buatan yang memaksa cadangan oksigen keluar paksa dari paru-paru Sri. Ruangan seolah menyusut merapat ke arahnya.
Fais mendominasi situasi ini secara absolut. Kedewasaannya menguar tebal, menyudutkan kegugupan Sri ke ujung jurang.
"Kau tidak perlu menghindari pandanganku, Sri." Suara pria itu membelah ketegangan. Tenang. Rata tanpa riak.
Sri menelan ludah paksa. Tenggorokannya kering kerontang. "Fais... soal semalam. Tolong anggap itu omong kosong alkohol."
"Tidak.…
Sistem: Peluang 100%
BAB 40: Pengakuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments