Seminggu telah berlalu sejak insiden aroma sereh tradisional yang sukses menggemparkan seluruh jajaran staf di Gedung Mahardika Group.
Kehidupan domestik Gibran Mahardika berjalan dengan ritme yang relatif aman, atau setidaknya begitulah yang ia pikirkan.
Di dunia luar, penahanan Widya Pratama berjalan tanpa hambatan birokrasi, dan saham Pratama Group semakin tenggelam di dasar bursa efek. Semuanya tampak berada di bawah kendali mutlak tangan dingin sang CEO.
Namun, kendali mutlak itu selalu memiliki pengecualian tunggal di dalam dinding griya tawang miliknya.
Malam itu, jam dinding digital di kamar utama telah menunjukkan pukul sebelas lewat empat puluh lima menit.
Suasana di luar jendela kaca sangat sunyi, hanya menyisakan gemerlap lampu-lampu jalanan Jakarta yang tampak seperti aliran emas di bawah kegelapan malam.
Gibran baru saja memejamkan matanya sekitar tiga puluh menit yang lalu, setelah seharian penuh terjaga untuk meninjau laporan keuangan anak perusahaan mereka yang berada di Singapura. Tubuhnya terasa sangat lelah, dan otaknya menuntut istirahat total.
Sret. Sret.
Gibran merasakan sebuah gerakan halus di sampingnya.
Selimut sutra kelabu mereka tersingkap perlahan. Detik berikutnya, sebuah tangan lembut mulai mengguncang-guncang bahu bidangnya dengan ritme yang konstan, tidak terlalu kuat namun cukup konisten untuk menarik kesadaran Gibran kembali dari alam mimpi.
"Mas ... Mas Gibran, bangun dulu ... Tolong bangun sebentar, Mas," sebuah suara bisikan yang sangat lembut, membawa nada manja yang langsung mengaktifkan mode siaga di dalam kepala Gibran.
Gibran mengerjapkan matanya perlahan, menghalau rasa kantuk yang luar biasa berat yang masih menggelayuti kelopak matanya.
Ia berbalik badan, mendapati Nayla sedang terduduk di tempat tidur dengan bersandar pada kepala ranjang. Cahaya remang-remang dari lampu tidur bernuansa kuning hangat di sudut ruangan memperlihatkan wajah istrinya yang tampak sangat segar, matanya bulat sempurna tanpa ada tanda-tanda kan…
Salah Alamat Berujung Di Pelaminan
Ngidam Anak singa di Tengah Malam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments
Rio Mario
ya ampun nay ngidamnya ngerjain suami banget 🤣🤣 btw kok ortunya Gibran dr awal kehamilan Nayla gak pernah nongol ya ... pas awal kehamilan aja yg nyuruh mkn Makanan yg dia kirim🙏
2026-06-25
1