Nadia meneteskan air mata perlahan.
Air mata itu jatuh tanpa suara di pipinya yang tenang. Dengan pelan, ia menyekanya menggunakan ujung jari.
Karena rasa resah yang tidak juga hilang, akhirnya Nadia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Mbak Tari.
“Mbak Tari, kalau bisa buatkan sarapan untuk Nanda.”
Pesan itu langsung terkirim.
Centang dua berwarna abu-abu muncul di layar, tanda pesan sudah sampai meski belum dibaca.
Nadia menatap layar beberapa saat sebelum akhirnya mematikan ponselnya.
Ia masuk ke dalam kamar, menutup jendela balkon, lalu berbaring di atas kasur.
Matanya mencoba terpejam.
Namun, yang terus muncul justru wajah Nanda.
Wajah kecil dengan mata bulat yang selalu mengikutinya ke mana-mana.
“Bunda, lihat gambar Nanda.”
“Bunda, hari ini Nanda pintar.”
“Bunda, peluk.”
Semua suara itu memenuhi kepala Nadia.
Ia membuka mata lagi.
Dadanya terasa sesak.
Nadia bangkit perlahan. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu.
Sudah lama ia tidak melakukan ini dengan tenang.
Selama menikah dengan Raka, hidupnya selalu sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Bangun pagi untuk memasak, menyiapkan pakaian, mengurus Nanda, melayani keluarga suaminya, hingga malam hari memastikan semua orang tidur nyaman.
Dirinya sendiri sering terlupakan.
Kini, di rumah yang sunyi itu, Nadia kembali duduk di atas sajadah.
Tangannya membuka Al-Qur’an perlahan.
Lalu, suara lembut mulai melantunkan ayat demi ayat suci.
Rumah kecil itu menjadi begitu tenang.
Semakin lama membaca, hatinya perlahan terasa ringan.
Resah yang tadi memenuhi dada mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Setelah hampir satu jam membaca Al-Qur’an, rasa kantuk akhirnya datang.
Nadia menutup mushafnya pelan lalu kembali ke atas kasur.
Kali ini matanya benar-benar bisa terpejam.
Pagi datang perlahan.
Mbak Tari baru bangun ketika melihat ada pesan masuk di ponselnya.
Matanya langsung membesar saat membaca nama pengirim.
Nadia.
Perempuan itu segera membaca isi pesannya.
“Mbak Tari, kalau bisa buatkan sar…
Saat Aku Memilih Pergi
sap 30
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments
Rahmawati Amma
goblok aja tuh nadia ngapai mikirin anak org sana cari kebahagiaanmu sendiri😤
2026-07-31
0