Kebangkitan Roh Bela Diri

Pagi hari di Desa Maple terasa sangat tenang.

Kabut tipis masih menyelimuti jalanan kecil desa. Udara pagi yang dingin bercampur aroma kayu dan tanah basah setelah hujan semalam.

Li Yu’er duduk di depan rumah kayu sederhana sambil memandangi langit.

Tatapannya jauh berbeda dibanding anak-anak seusianya.

Tenang.

Terlalu tenang.

Sudah semalaman ia mencoba menerima kenyataan bahwa dirinya benar-benar berpindah ke dunia Douluo Dalu.

Dan semakin ia memikirkan semuanya…

semakin jelas satu hal dalam pikirannya.

Kekuatan.

Di dunia Douluo, hanya orang kuat yang bisa hidup bebas.

Orang lemah hanya akan diinjak.

Li Yu’er menunduk menatap telapak tangannya sendiri.

Tubuh kecil.

Usia enam tahun.

Namun di balik tubuh itu terdapat jiwa pria dewasa dari dunia modern.

“Yu’er!”

Suara lembut seorang wanita membuat lamunannya buyar.

Ibunya berjalan keluar rumah sambil membawa semangkuk sup hangat.

Wajah wanita itu terlihat cantik dan lembut, meskipun pakaian yang dikenakannya sederhana.

Namanya Lin Yue.

Ibu dari tubuh ini.

“Kenapa melamun dari tadi?” tanyanya sambil tersenyum.

Li Yu’er sedikit terdiam sebelum akhirnya menerima mangkuk sup itu.

“Tidak apa-apa, Ibu.”

Lin Yue mengusap kepala Li Yu’er perlahan.

“Hari ini hari penting untukmu. Jangan gugup.”

Li Yu’er mengangguk pelan.

Hari kebangkitan roh bela diri.

Hari yang menentukan masa depan setiap anak di Benua Douluo.

Jika seseorang memiliki roh bela diri bagus dan soul power bawaan tinggi, maka jalan hidupnya akan berubah total.

Namun jika hasilnya buruk…

mereka hanya akan hidup sebagai rakyat biasa sepanjang hidup.

Li Yu’er menarik napas perlahan.

Jujur saja…

ia juga penasaran.

Roh bela diri apa yang akan ia miliki?

Sebagai orang yang mengetahui alur dunia Douluo, Li Yu’er tentu berharap memiliki roh bela diri kuat.

Namun ia juga tahu kenyataan tidak selalu seindah harapan.

Banyak orang lahir dengan roh bela diri sampah.

Cangkul.

Sapu.

Sendok.

Bahkan rumput liar biasa.

Karena itu, tidak ada seorang pun yang bisa memastikan nasib mereka sebelum proses awakening dilakukan.

“Yu’er! Cepat!”

“Tuan Spirit Master sudah datang!”

Suara beberapa anak terdengar dari kejauhan.

Li Yu’er segera berdiri.

Lin Yue membantu merapikan pakaiannya sambil tersenyum lembut.

“Ayo.”

Li Yu’er mengangguk.

Tak lama kemudian, mereka berjalan menuju aula kecil di tengah desa.

Hari ini seluruh anak usia enam tahun di Desa Maple berkumpul di sana.

Suasana aula cukup ramai.

Anak-anak terlihat gugup sekaligus bersemangat.

Beberapa orang tua juga ikut datang untuk melihat hasil awakening anak mereka.

Di bagian depan aula berdiri seorang pria berjubah putih dengan lambang khusus di dada kirinya.

Spirit Hall.

Tatapan Li Yu’er sedikit berubah.

Simbol itu sangat familiar baginya.

Pria tersebut tampak berusia sekitar tiga puluhan dengan wajah dingin dan aura tenang.

Di sampingnya terdapat bola kristal biru dan enam batu hitam kecil.

“Semua anak berdiri berbaris.”

Suara pria itu terdengar tenang namun tegas.

Aula langsung menjadi sunyi.

Li Yu’er ikut berdiri di antara anak-anak lain.

Pria berjubah putih itu melirik mereka sekilas sebelum berbicara.

“Aku Spirit Grandmaster dari Spirit Hall cabang Kota Luo’an. Kalian bisa memanggilku Master De.”

“Selanjutnya aku akan membantu kalian membangkitkan roh bela diri.”

Anak-anak langsung terlihat gugup.

Beberapa bahkan menelan ludah.

Master De tidak membuang waktu.

Ia segera meletakkan enam batu hitam membentuk lingkaran di lantai.

“Anak pertama. Masuk.”

Seorang anak laki-laki berjalan masuk dengan wajah tegang.

Cahaya samar mulai keluar dari enam batu hitam.

Tak lama kemudian sebuah cangkul tua muncul di tangan anak itu.

“Roh bela diri cangkul. Tidak ada soul power.”

Master De berkata datar.

Anak itu langsung menunduk kecewa.

Proses awakening terus berlanjut.

Sabit.

Tongkat kayu.

Pisau dapur.

Rumput biru.

Hampir semuanya roh bela diri biasa.

Tidak ada yang spesial.

Li Yu’er diam memperhatikan semuanya.

Ia tahu beginilah kenyataan dunia Douluo.

Mayoritas orang hanyalah rakyat biasa.

Spirit master sejati sangat langka.

“Selanjutnya, Li Yu’er.”

Suara Master De membuat aula menjadi tenang.

Li Yu’er perlahan berjalan maju.

Entah kenapa, sejak tadi Master De beberapa kali memperhatikannya.

Mungkin karena aura Li Yu’er terlalu tenang dibanding anak-anak lain.

Li Yu’er berdiri di tengah lingkaran batu hitam.

“Tenangkan pikiranmu,” ucap Master De.

Li Yu’er mengangguk pelan.

Detik berikutnya—

enam batu hitam mulai bersinar terang.

Gelombang energi hangat menyelimuti tubuh Li Yu’er.

Matanya sedikit membesar.

Ia bisa merasakan sesuatu di dalam tubuhnya bergerak.

Seolah ada kekuatan yang selama ini tertidur mulai bangkit.

WHUSHH—

Cahaya biru keperakan tiba-tiba muncul di tangan kanannya.

Seketika suasana aula berubah sunyi.

Sebuah busur panjang indah perlahan terbentuk.

Busur itu berwarna perak gelap dengan ukiran cahaya menyerupai bulan sabit.

Aura dingin namun elegan menyelimuti seluruh ruangan.

Bahkan udara di sekitar terasa sedikit berubah.

Mata Master De langsung membesar.

“Ini…”

Li Yu’er sendiri sedikit terkejut.

Karena busur itu sangat familiar.

Moonlit Arrow.

Roh bela diri yang mirip kemampuan Miya dari Mobile Legends: Bang Bang.

Namun sebelum siapa pun sempat berbicara—

DEG!

Jantung Li Yu’er tiba-tiba berdegup keras.

Sebuah cahaya emas samar muncul sesaat di tubuh kirinya.

Sangat singkat.

Namun Li Yu’er langsung merasakan hawa suci yang luar biasa kuat.

Matanya mengecil.

Roh kedua!

Valkyrie Freya hampir muncul!

Untungnya ia bereaksi cepat.

Li Yu’er segera menekan energi itu kembali ke dalam tubuhnya.

Cahaya emas tadi menghilang seolah tidak pernah ada.

Tidak ada seorang pun yang menyadarinya.

Kecuali…

tatapan Master De sempat berubah sedikit aneh.

Namun pria itu segera mengalihkan perhatiannya pada busur di tangan Li Yu’er.

“Roh bela diri tipe busur…”

“Dan kualitasnya sangat tinggi…”

Master De terlihat serius sekarang.

Ia segera mengambil bola kristal biru.

“Sentuh ini.”

Li Yu’er menarik napas pelan lalu meletakkan tangannya di atas kristal.

Detik berikutnya—

BOOM!

Cahaya biru terang langsung memenuhi seluruh aula.

Kristal di tangan Master De bersinar sangat terang hingga hampir menyilaukan mata semua orang.

Ekspresi pria itu berubah drastis.

“Ini…!”

“Innate full soul power?!”

Terpopuler

Comments

Fajar Fathur rizky

Fajar Fathur rizky

cepat update bab 46 thor

2026-05-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan yang Membosankan
2 Kebangkitan Roh Bela Diri
3 Genius dari Desa Maple
4 Undangan dari Spirit Hall
5 Perjalanan Menuju Kota Luo’an
6 Kota Luo’an dan Ujian Pertama
7 Aura yang Tidak Seharusnya Ada
8 Spar Pertama
9 Moon Spirit Forest
10 Soul Ring Pertama
11 Perhatian dari Worship Hall
12 Tetua Kelima Worship Hall
13 Murid Tetua Kelima
14 Pemeriksaan dari High Priest Hall
15 Roh Bela Diri Kembar
16 Bukan Update
17 Perjalanan Menuju Pusat Spirit Hall
18 Penyergapan di Malam Hari
19 Divine Purification
20 Kota Suci Spirit Hall
21 Holy Angel Hall
22 Tatapan Sang Limit Douluo
23 Holy Spirit Training Ground
24 Panggilan dari Kedalaman
25 Warisan Valkyrie
26 Pewaris Sang Valkyrie
27 Kebangkitan Aura Divine
28 Kecurigaan Sang High Priest
29 Holy Angel Hall
30 Resonansi Malaikat
31 Divine Resonance
32 Area Tersegel
33 Awal Persiapan
34 Spirit Ring Kedua
35 Moonlight Deer
36 Elder dari Blue Lightning Tyrant Dragon Clan
37 Kontrak Moon Spirit
38 Moon Spirit Arrow
39 Gadis dari Aula Paus
40 Genius Spirit Hall
41 Grand Elder
42 Aula Suci
43 Benih Takdir
44 Kompetisi Generasi Emas
45 Pertarungan Pertama
46 Penerus Angel Clan
47 Seraphim vs Moonlit Arrow
48 Cahaya Bulan yang Mengguncang Spirit Hall
49 Nama yang Mulai Menggema
50 Tatapan Seorang Paus
51 Semifinal dan Undangan dari Angel Hall
52 Grand Elder
53 Final Kompetisi
54 Juara Generasi Muda
55 Benih yang Mulai Tumbuh
56 Ekspedisi Frostmoon
57 Ular Naga Es Tanduk Ganda
58 Cahaya di Dasar Danau
59 Pertarungan di Gua Bulan Es
60 Menembus Batas
61 Spirit Beast Ketiga
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Kehidupan yang Membosankan
2
Kebangkitan Roh Bela Diri
3
Genius dari Desa Maple
4
Undangan dari Spirit Hall
5
Perjalanan Menuju Kota Luo’an
6
Kota Luo’an dan Ujian Pertama
7
Aura yang Tidak Seharusnya Ada
8
Spar Pertama
9
Moon Spirit Forest
10
Soul Ring Pertama
11
Perhatian dari Worship Hall
12
Tetua Kelima Worship Hall
13
Murid Tetua Kelima
14
Pemeriksaan dari High Priest Hall
15
Roh Bela Diri Kembar
16
Bukan Update
17
Perjalanan Menuju Pusat Spirit Hall
18
Penyergapan di Malam Hari
19
Divine Purification
20
Kota Suci Spirit Hall
21
Holy Angel Hall
22
Tatapan Sang Limit Douluo
23
Holy Spirit Training Ground
24
Panggilan dari Kedalaman
25
Warisan Valkyrie
26
Pewaris Sang Valkyrie
27
Kebangkitan Aura Divine
28
Kecurigaan Sang High Priest
29
Holy Angel Hall
30
Resonansi Malaikat
31
Divine Resonance
32
Area Tersegel
33
Awal Persiapan
34
Spirit Ring Kedua
35
Moonlight Deer
36
Elder dari Blue Lightning Tyrant Dragon Clan
37
Kontrak Moon Spirit
38
Moon Spirit Arrow
39
Gadis dari Aula Paus
40
Genius Spirit Hall
41
Grand Elder
42
Aula Suci
43
Benih Takdir
44
Kompetisi Generasi Emas
45
Pertarungan Pertama
46
Penerus Angel Clan
47
Seraphim vs Moonlit Arrow
48
Cahaya Bulan yang Mengguncang Spirit Hall
49
Nama yang Mulai Menggema
50
Tatapan Seorang Paus
51
Semifinal dan Undangan dari Angel Hall
52
Grand Elder
53
Final Kompetisi
54
Juara Generasi Muda
55
Benih yang Mulai Tumbuh
56
Ekspedisi Frostmoon
57
Ular Naga Es Tanduk Ganda
58
Cahaya di Dasar Danau
59
Pertarungan di Gua Bulan Es
60
Menembus Batas
61
Spirit Beast Ketiga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!