Dalam kegelapan yang sunyi, kesadaran Xiao Chen perlahan terseret kembali ke dimensi yang dikenalnya, Dunia Pedang.
Langit di sana tampak abu-abu, luas tanpa batas, dengan ribuan bayangan pedang yang tertancap di tanah. Kakek Roh Pedang berdiri membelakanginya, jubah hitamnya berkibar meski tak ada angin.
"Hari ini kau kalah. Dan itu adalah hal terbaik yang bisa terjadi padamu," ucap sang kakek tanpa menoleh.
Xiao Chen terdiam. Ia menunduk dalam, mengepalkan tangan kirinya yang gemetar. Rasa marah, malu, dan frustrasi bergumul di dadanya. "Aku lemah... aku bahkan tidak bisa menyentuhnya."
"Jangan biarkan emosi dangkal itu memakanmu, Nak," suara Roh Pedang melembut. "Apa kau memahami hakikat dari kemenangan dan kekalahan?"
Xiao Chen menggeleng pelan. "Maaf, Kakek Roh... aku tidak tahu. Aku hanya tahu rasa sakitnya."
"Dengarkan baik-baik. Kemenangan sering kali menjadi racun yang manis, ia membuat orang lupa diri, tinggi hati, dan berhenti berjalan karena merasa telah sampai. Sedangkan kekalahan... kekalahan adalah jamu yang pahit. Ia membuat orang marah dan kecewa, tetapi bagi mereka yang mau berpikir, kekalahan adalah guru yang paling jujur."
Roh Pedang berbalik, menatap Xiao Chen dengan sepasang mata yang tampak mengandung ribuan tahun sejarah. Ia tersenyum tipis sebuah senyum yang murni, tanpa ejekan.
"Kemenangan adalah hadiah bagi mereka yang mampu bertahan, belajar, dan bangkit kembali dari debu. Hari ini, kau tidak lari. Kau bertahan sampai kesadaranmu habis. Dan karena itu... kau telah belajar sesuatu yang tidak akan pernah dipahami oleh si sombong Zhao Kun itu. Kau luar biasa hari ini, Xiao Chen."
Mata Xiao Chen membelalak. Ini adalah pertama kalinya sang Roh memanggil namanya dengan nada bangga. Kehangatan aneh menjalar di dadanya, mengalahkan rasa dingin di jiwanya.
Saat Xiao Chen hendak membalas, dunianya berputar. Ia membuka mata dan disambut oleh langit-langit kayu yang kasar. Aroma pahit obat herbal yang menyengat langsung menyerang indra penci…
Jalan Pedang Xiao Chen
Bab 10: Pelajaran dari kekalahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments
Maul
patriark ini jahat atau baik ya/Blush/
2026-05-16
0
Maul
bener banget kakek roh/Bye-Bye/
2026-05-16
0
yos helmi
👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏😄😄😄😍
2026-05-29
0