Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Bab 1: Anak yang Disingkirkan dan Kitab Warisan

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, terdapat salah satu klan terkuat yang bernama Klan Long. Klan ini telah berdiri selama ribuan tahun, melahirkan banyak ahli kultivasi yang hebat, ahli alkemis yang dihormati, serta pengrajin senjata dan pembentuk formasi yang memiliki keahlian tiada tara. Di dalam klan ini, bakat adalah segalanya. Siapa saja yang memiliki bakat tinggi akan diperlakukan seperti permata berharga, diberi sumber daya terbaik, dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Sebaliknya, mereka yang dianggap tidak berbakat akan dipinggirkan, diabaikan, dan bahkan dianggap sebagai aib bagi seluruh klan.

Long Yue adalah salah satu dari mereka yang bernasib malang itu. Ia berusia lima belas tahun dan dia adalah keturunan dari keluarga cabang di kota jing yang memang kodisi keluarga nya tidak semaju keluarga yang ada di dalam klan inti.! dia di kirim masuk ke klan inti untuk mengikuti pelatihan namun dalm beberapa tahun ini dia tidak mendapat kemampuan di bidang apa pun, dia memiliki wajah yang tampan namun terlihat agak kurus karena kurangnya asupan sumber daya kultivasi semua anggota klan tidak ada yang peduli padanya.! Tubuhnya yang jangkung namun lemah, serta aura yang samar dan tidak berdaya, membuat siapa saja yang melihatnya langsung tahu bahwa ia hanyalah seorang pemuda yang tidak memiliki harapan di dunia kultivasi ini. Sejak kecil, Long Yue telah berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti pelajaran dasar di klan. Ia bangun paling pagi, tidur paling larut, dan berlatih lebih keras dibandingkan anak-anak lainnya. Namun, hasilnya selalu sama—ia tidak memiliki kemajuan berarti dalam satu pun keahlian yang diajarkan di klan.

Di Klan Long, ada tiga jalur utama kekuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi: jalur ahli kultivasi yang mengembangkan kekuatan diri sendiri, jalur alkemis yang mampu menyuling ramuan ajaib, dan jalur pembentukan formasi yang menciptakan susunan sihir yang mematikan. Setiap anak dalam klan akan diuji bakatnya pada usia sepuluh tahun, dan hasil ujian itu akan menentukan seluruh nasib hidup mereka. Saat itu, ketika Long Yue mengikuti ujian, hasilnya mengecewakan semua orang. Kristal ujian yang digunakan untuk mengukur potensi hanya bersinar redup sekali, jauh di bawah standar minimum. Ia dinyatakan tidak memiliki bakat sama sekali, baik untuk kultivasi, alkemis, maupun formasi.

Sejak hari itu, hidup Long Yue berubah drastis. Teman-teman sepermainannya yang dulu akrab mulai menjauh, lalu mengejek dan menertawakannya. Para tetua klan memandangnya dengan tatapan jijik dan kecewa, menganggapnya sebagai beban yang tidak berguna. Bahkan kerabat dekatnya sendiri, termasuk ayah dan ibunya ikut menjadi cemong seluruh keluarga karena mereka di anggap sudah melahirkan keturunan yang tidak berguna, dan mereka semua menjauh keluarga Long yue karena takut terkena dampak buruk akibat memiliki anak yang dianggap gagal seperti dia. Di mata seluruh anggota Klan Long, Long Yue hanyalah anak yang sia-sia, seseorang yang tidak akan pernah mencapai apa pun dalam hidupnya.

Hari demi hari berlalu dalam kesepian dan penghinaan. Long Yue sering duduk sendirian di pinggir hutan di dekat wilayah klan, menatap gerbang besar Klan Long dengan pandangan yang bercampur rasa sakit dan tekad yang membara. Ia tahu dirinya tidak bodoh, dan ia tahu ia memiliki keinginan yang besar untuk menjadi kuat. Namun, kenyataan selalu lebih keras. Setiap kali ia mencoba berlatih teknik dasar, energi di dalam tubuhnya tidak mau bergerak sesuai petunjuk. Setiap kali ia mencoba mencampur bahan ramuan, hasilnya selalu gagal atau menjadi cairan yang tidak berguna. Begitu pula saat ia mencoba menggambar pola formasi, semuanya berakhir dengan kegagalan.

Ayah ibu Kenapa aku berbeda dari yang lain?" gumam Long Yue pelan, sambil mengepal tangannya erat hingga buku jarinya memutih. "Apakah benar aku tidak punya bakat apa pun? Apakah nasibku memang ditakdirkan untuk menjadi orang rendahan seumur hidup?"

Pertanyaan itu terus menghantuinya setiap hari, sampai akhirnya, ketika ia berusia lima belas tahun, sebuah peristiwa terjadi yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu adalah pertemuan tahunan seluruh anggota klan dan keluarga cabang dari kota jing pun di undang untuk melakukan uji bakat di mana bakat dan pencapaian setiap anak seluruh keluarga klan Long akan diumumkan dan dihargai. Di depan ratusan orang, kepala klan mengumumkan kembali hasil penilaian Long Yue, dan dengan suara keras berkata bahwa Long Yue tidak memiliki nilai apa pun bagi klan. Ia bahkan menyarankan agar Long Yue diusir saja, karena hanya akan menghabiskan sumber daya klan tanpa memberikan apa-apa sebagai balasan.

Tepuk tangan dan suara setuju terdengar dari mana-mana. Beberapa orang bahkan berteriak agar Long Yue pergi dan tidak pernah kembali. Di tengah suasana itu, Long Yue berdiri tegak, matanya berkaca-kaca namun tidak ada satu pun air mata yang jatuh. Ia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, menatap semua orang yang telah menghinanya selama ini dengan tatapan tajam dan penuh tekad.

"Aku tidak akan menunggu sampai kalian mengusirku," ucap Long Yue dengan suara lantang yang terdengar jelas ke seluruh penjuru aula besar itu. "Hari ini, aku Long Yue, secara sukarela meninggalkan Klan Long. Suatu hari nanti, aku akan kembali, dan saat itu, aku akan membuktikan bahwa kalian semua salah menilaiku. Aku akan menjadi orang yang paling hebat, bahkan lebih hebat dari siapa pun yang pernah ada dalam sejarah klan ini!"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Long Yue menemui kedu orang tuanya dan meminta ijin untu pergi berpetualang untuk mendapatkan kesempatan dengan sangat sedih kedu orang tua memberikan ijin kepada Long yue dan mereka pun akan kembali ke kota jing dan kembali ke keluarga cabang disana setelah mendapat ijin Long yue berbalik dan berjalan keluar dari aula, meninggalkan suara tawa dan cemoohan yang mengikutinya. Ia tidak membawa banyak barang, hanya seikat pakaian ganti, sedikit makanan dan air, serta sebuah pedang tua yang pernah diberikan kakeknya sewaktu masih kecil. Dengan langkah tegap, ia berjalan melewati gerbang besar Klan Long, meninggalkan satu-satunya tempat yang ia kenal selama hidupnya, dan melangkah menuju dunia luar yang luas dan penuh bahaya.

Perjalanan pertama Long Yue membawanya masuk ke dalam Hutan Kabut Hitam, sebuah kawasan hutan belantara yang luas dan berbahaya yang terletak di perbatasan wilayah kekuasaan Klan Long. Hutan ini terkenal dihuni oleh banyak binatang buas yang kuat, serta memiliki medan yang sulit dan sering berubah arah, sehingga banyak pengelana yang masuk ke dalamnya namun tidak pernah keluar lagi. Namun, Long Yue tidak punya pilihan lain. Ia tidak memiliki uang, tidak memiliki koneksi, dan tidak memiliki kekuatan, jadi satu-satunya cara baginya untuk bertahan hidup dan mencari peluang adalah dengan menjelajahi tempat-tempat yang dihindari orang lain.

Selama berhari-hari, Long Yue berjalan terus ke dalam hutan. Ia bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar yang aman, minum air dari sungai yang jernih, dan tidur di atas pohon atau di dalam gua kecil agar aman dari serangan binatang buas. Sepanjang jalan, ia terus berpikir tentang masa depannya, tentang cara agar ia bisa menjadi kuat dan membuktikan diri kepada semua orang yang telah meremehkannya. Ia tahu perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi tekadnya sudah bulat. Ia tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya.

Pada hari ketujuh perjalanannya, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Langit yang tadinya cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap pekat, guntur bergemuruh keras, dan hujan lebat turun dengan derasnya. Angin kencang berhembus, mengguncang pepohonan besar di sekelilingnya. Long Yue bergegas mencari tempat berteduh, dan tidak lama kemudian ia melihat sebuah gua tersembunyi di balik semak belukar yang lebat. Ia segera berlari masuk ke dalam gua itu untuk menghindari badai.

Gua itu cukup dalam dan kering, dengan udara yang sejuk namun tidak dingin berlebihan. Di dalamnya cukup gelap, tetapi cahaya kilat dari luar sesekali menerangi bagian dalam gua, cukup untuk melihat sekeliling. Saat mata Long Yue mulai terbiasa dengan kegelapan, ia melihat sesuatu yang aneh di sudut paling dalam gua itu. Ada sebuah meja batu yang tampak sangat tua, dan di atas meja itu tergeletak sebuah bungkus kain berwarna kuning kecokelatan yang sudah kusam dan lapuk dimakan waktu.

Rasa penasaran menguasai hati Long Yue. Ia berjalan perlahan mendekati meja batu itu, matanya tidak lepas dari bungkusan kain itu. Sesampainya di dekat sana, ia melihat bahwa bungkusan itu terbuat dari bahan yang sangat kuat, meski sudah tua namun tidak rusak sama sekali. Dengan tangan yang sedikit gemetar karena rasa penasaran dan ketegangan, Long Yue membuka ikatan kain itu perlahan-lahan. Saat lapisan kain terakhir terbuka, pandangan Long Yue terpaku kaku, napasnya tertahan di tenggorokan.

Di hadapannya tergeletak sebuah buku tebal yang sampulnya terbuat dari bahan yang tidak dikenalnya—berwarna hitam pekat dengan garis-garis emas yang membentuk pola rumit dan indah. Di bagian depan sampul, tertulis empat kata besar dengan tulisan yang berkilau lembut seolah memiliki nyawa sendiri: Kitab Tiga Keahlian Kultivasi.

Jantung Long Yue berdebar kencang. Ia segera mengambil buku itu dan membukanya perlahan. Di halaman pertama, ada tulisan pendahuluan yang tertulis dengan tinta emas yang tidak pudar meski berusia ribuan tahun:

"Bagi mereka yang membaca kitab ini, ketahuilah bahwa ini adalah warisan dari Kaisar Tiga Keahlian, sosok yang pernah menguasai seluruh benua ini ribuan tahun yang lalu. Aku telah menguasai tiga jalur kekuatan terbesar: jalur kultipasi,Jalur Alkemis yang mampu menyuling segala benda menjadi ramuan kehidupan dan kematian, serta Jalur Formasi yang mampu mengubah hukum alam dan mengendalikan medan perang sepenuhnya. Banyak orang memiliki bakat tinggi dalam satu atau dua jalur, tetapi hampir tidak ada yang bisa menguasai ketiganya sekaligus. Kitab ini ditulis khusus untuk mereka yang dianggap tidak memiliki bakat apa pun, karena hanya jiwa yang murni dan tidak terikat pada satu jalan saja yang mampu menampung dan memahami seluruh isi kitab ini. Jika kamu mendapatkannya, berarti ini adalah takdirmu. Kuasailah ketiga keahlian ini, jadilah penguasa baru, dan buktikan bahwa bakat alami bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kekuatan seseorang."

Setelah membaca tulisan itu, tubuh Long Yue gemetar hebat. Air mata yang selama ini ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipinya. Ia merasa seolah-olah tulisan itu ditulis khusus untuk dirinya sendiri. Selama ini ia dianggap tidak berbakat dalam apa pun, dan ternyata justru itulah syarat utama untuk menguasai kitab yang luar biasa ini. Ia mengusap air matanya, lalu membuka halaman berikutnya dengan semangat yang membara.

Isi kitab itu dibagi menjadi tiga bagian besar, masing-masing menjelaskan secara rinci tentang satu keahlian.Bagian pertama jalur kultipasi mejelaskan cara untuk menyrap kekuatan alam untuk menempa tubuh dan kekuatan Bagian kedua adalah tentang Jalur Alkemis, mulai dari pengenalan ribuan jenis tanaman dan bahan ramuan, teknik pencampuran, hingga cara menyuling ramuan tingkat tertinggi yang konon bisa menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal. Bagian ketiga adalah Jalur Formasi, yang menjelaskan tentang hukum energi, susunan simbol, cara memanfaatkan lingkungan sekitar, hingga pembentukan formasi pertahanan yang tak tertembus dan serangan yang mampu memusnahkan ribuan musuh sekaligus.

Setiap bagian dijelaskan dengan sangat rinci, lengkap dengan gambar, diagram, dan penjelasan mendalam yang tidak pernah didengar atau dilihat Long Yue sebelumnya. Berbeda dengan teknik-teknik di klan yang hanya diajarkan secara terbatas dan hanya untuk mereka yang dianggap berbakat, isi kitab ini terbuka lebar, menjelaskan segala hal dari dasar hingga tingkat tertinggi, seolah-olah penulisnya ingin memastikan bahwa siapa saja yang membacanya benar-benar mengerti dan bisa menguasainya.

Long Yue duduk bersila di atas lantai gua, melupakan hujan badai yang masih bergemuruh di luar, melupakan rasa lelah dan laparnya. Ia terus membaca halaman demi halaman, menyerap setiap kata dan pengetahuan yang ada di dalam kitab itu. Semakin ia membaca, semakin ia sadar bahwa selama ini cara ia berlatih di klan sama sekali salah. Teknik-teknik dasar yang diajarkan di klan memang baik, tetapi mereka hanya cocok untuk orang-orang yang memiliki bakat spesifik. Sementara untuk dirinya yang memiliki kondisi energi yang unik dan tidak terikat pada satu jenis kekuatan, cara berlatih yang biasa justru menghambat potensinya sendiri.

Dari kitab ini, Long Yue mengetahui bahwa tubuhnya sebenarnya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ia memang tidak memiliki bakat tinggi dalam satu hal, tetapi tubuhnya sangat netral dan seimbang, mampu menerima dan menyesuaikan diri dengan segala jenis energi, baik itu energi api untuk alkemis, maupun energi elemen beragam untuk formasi. Inilah alasan mengapa ia selalu gagal saat mencoba teknik khusus, karena teknik itu memaksa tubuhnya yang seimbang untuk menonjolkan satu sisi saja, sehingga mengganggu keseimbangan alami yang ada di dalam dirinya.

"Semuanya masuk akal sekarang," bisik Long Yue dengan mata yang bersinar terang. "Aku bukan orang yang tidak berguna. Aku memiliki bakat yang berbeda, bakat yang justru paling cocok untuk menguasai ketiga keahlian ini sekaligus. Terima kasih, Kaisar Tiga Keahlian. Aku tidak akan menyia-nyiakan warisan yang kau tinggalkan ini."

Hari itu juga, di dalam gua tua di tengah Hutan Kabut Hitam, Long Yue memulai langkah pertamanya menuju jalan kekuatan yang belum pernah dilalui siapa pun sebelumnya. Ia mulai mempraktikkan teknik dasar penyerapan energi alam yang tertulis di halaman awal kitab itu. Berbeda dengan teknik di klan yang meminta penyempitan dan pemusatan energi, teknik ini mengajarkan untuk membuka seluruh pori-pori tubuh, membiarkan energi alam masuk dengan bebas, lalu menyebarkannya secara merata ke seluruh bagian tubuh, menyeimbangkan dan memperkuat setiap inci daging dan tulang.

Awalnya terasa aneh dan sulit, tetapi hanya dalam waktu beberapa jam, Long Yue mulai merasakan perbedaannya. Energi alam yang dulu sulit sekali masuk ke dalam tubuhnya kini mengalir deras, lembut namun stabil, memenuhi setiap saluran energi yang selama ini kering dan kosong. Rasa lelah dan sakit yang sering ia rasakan hilang perlahan, digantikan oleh rasa segar dan kekuatan yang perlahan bertambah.

Ia terus berlatih tanpa henti, melupakan waktu dan keadaan luar. Badai di luar akhirnya mereda, matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah-celah dinding gua, menyinari sosok pemuda yang sedang duduk bersila dengan tenang, dikelilingi kabut energi tipis yang berwarna-warni.

Setelah hampir satu hari penuh berlatih, Long Yue akhirnya membuka matanya. Ada kilatan cahaya tajam yang melintas sekilas di matanya sebelum kembali menjadi tenang. Ia berdiri dan merasakan tubuhnya sendiri. Kekuatan fisiknya sudah berlipat ganda dibandingkan sebelumnya, dan ia bisa merasakan aliran energi yang halus namun kuat berputar di dalam tubuhnya. Ia belum menjadi ahli yang hebat, tetapi ia sudah melewati langkah pertama yang paling penting.

Long Yue menutup kitab itu dengan hati-hati, lalu menyimpannya di dalam kantong di pinggangnya, di tempat yang paling aman dan dekat dengan tubuhnya. Ia tahu, kitab ini adalah harta paling berharga yang ia miliki, kunci untuk mengubah nasibnya dan membuktikan dirinya kepada dunia.

Dengan semangat yang baru dan tekad yang semakin kuat, Long Yue berjalan keluar dari gua itu. Di hadapannya masih ada perjalanan panjang yang penuh bahaya dan tantangan. Ia harus menguasai ketiga keahlian ini sampai ke tingkat tertinggi, menghadapi musuh-musuh yang kuat, mengungkap rahasia dunia, dan akhirnya kembali ke Klan Long sebagai sosok yang dikagumi dan ditakuti semua orang.

"Aku Long Yue," ucapnya pelan sambil menatap jauh ke arah luar hutan. "Mulai hari ini, aku akan menempuh jalan Kaisar Tiga Keahlian. Dan suatu hari nanti, seluruh dunia akan mengenal namaku dengan hormat."

Langkah kakinya kini jauh lebih tegap dan penuh percaya diri dibandingkan saat ia masuk ke hutan ini. Perjalanan panjangnya menuju puncak kekuatan baru saja dimulai, dan banyak hal hebat serta tantangan berat yang masih menantinya di bab-bab selanjutnya. Dari seorang anak yang diasingkan dan dianggap tidak berguna, Long Yue perlahan mulai bangkit, membawa warisan kuno yang akan mengubah takdirnya dan juga takdir seluruh benua ini.

Terpopuler

Comments

Aloy Winaryo

Aloy Winaryo

mantap

2026-07-13

0

zed

zed

ihh sukaa

2026-07-09

0

zed

zed

😍😍

2026-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Anak yang Disingkirkan dan Kitab Warisan
2 Bab 2: Melawan Binatang Buas Tingkat Tiga
3 Bab 3: Melawan Binatang Buas Tingkat Tiga(lanjutan)
4 Bab 4: Meningkatkan Kekuatan ke Tingkat 2 — Pembentukan Energi Dasar
5 BAB 5 :Pembentukan Energi Tingkat 2 — Berhasil dicapai!
6 Bab 6: Rumput Roh Tujuh Warna
7 Bab 7:Ular Sisik Zamrud — Binatang Buas Tingkat Empat.
8 Bab 8:Buaya Air Bertanduk — Binatang Buas Tingkat Empat Puncak
9 Bab 9:Ramuan Pemurnian Energi — Berhasil disuling sempurna!
10 Bab 10: Menemukan Api Ungu Surgawi Tingkat Satu
11 Bab 11:Naga Tanah Api Ungu — Binatang Buas Tingkat Lima.
12 Bab 12:Api Ungu Surgawi Tingkat Satu
13 Bab 13: Memurnikan Api Surgawi dan Naik Tiga Tingkat Sekaligus
14 Bab 14: Pergi ke Kota Jing dan Bertemu dengan Jing Xu
15 Bab 15: Pergi ke Kota Jing dan Bertemu dengan Jing Xu(lanjutan)
16 Bab 16: Pergi ke Reruntuhan Kuno
17 Bab 17: Pergi ke Reruntuhan Kuno(lanjutan)
18 Bab 18: Memasuki Reruntuhan Kuno dan Bertemu Binatang Tingkat Tinggi
19 Bab 19:Formasi Gangguan Kuno!
20 Bab 20: Inti bumi emas
21 Bab 21: Memperkuat Kekuatan Bersama
22 Bab 22: Pembentukan Energi Tingkat 5 — Berhasil Dicapai!
23 Bab 23:Pembentukan Energi Tingkat 7 — Tercapai dengan Dasar Sempurna!
24 Bab 24: Kekacauan di Kota Jing
25 Bab 25: Kekacauan di Kota Jing(lanjutan)
26 Bab 26: Kemenangan yang Tidak Terduga
27 Bab 27:Teknik Pedang Langit Berapi
28 Bab 28: Mendapatkan Peta Lokasi Reruntuhan Kaisar
29 Bab 29:Pulanh ke rumah
30 Bab 30: Lika-liku Perjalanan Menuju Reruntuhan Kaisar
31 Bab 31: Memurnikan Pil Peningkat Level 5
32 Bab 32: bab lanjutan
33 Bab 33: Rintangan Awal — Gerbang Pemahaman
34 Bab 34: Gerbang Kedua — Ujian Mengasah Kekuatan Tempur
35 Bab 35:lanjutan
36 Bab 36: Gerbang Ketiga — Pengakuan Kaisar
37 Bab 37: Memahami Warisan Kaisar
38 Bab 38:Penguasaan Sempurna dan Kekuatan Baru
39 Bab 39:Kekuatan Baru dan Kesatuan
40 Bab 40: Cincin Ruangan
41 Bab 41: Kembali dengan Wajah Baru
42 Bab 42: Kembali Berpetualang
43 Bab 43:Menghadapi Tantangan Baru
44 Bab 44: Memasuki Gerbang Kuno dan Ancaman Jenius Kerajaan Matahari
45 Bab 45: Hutan Kuno dan Misteri yang Sulit Dipecahkan
46 Bab 46: Kekalahan Penjaga Energi Bagi Kita
47 Bab 47: Gurun Pasir Kuno dan Teka-Teki Pemahaman Unsur
48 Bab 48: Penderitaan Xie Feng Menghadapi Rintangan
49 Bab 49: Berkumpul Kembali di Dunia Bawah Tanah
50 Bab 50: Ujian Menara Sembilan Tingkat
51 Bab 51: lanjutan Tingkat Keenam: Ujian Pertarungan Lintas Tingkat
52 Bab 52: (Lanjutan)
53 Bab 53: Kembali ke Kota Jing dan Meningkatkan Kekuatan
54 Bab 54: Keadaan di Klan Long
55 Bab 55: Keberangkatan Long Yue dan Jing Xu ke Utara
56 Bab 56: Pertemuan dan Pertempuran Pertama Melawan Klan Iblis
57 Bab 57: Hutan Tulang dan Panglima Iblis Tingkat 2 Energi Inti
58 Bab 58: (Lanjutan)
59 Bab 59: Menemukan Gua Peninggalan Kaisar Naga (Warisan Ke-2)
60 Bab 60: Buku Gulung: "Kitab Penguasaan Mutlak Sembilan Unsur"
61 Bab 61: Menuju Istana Kegelapan dan Pertempuran Terakhir
62 Bab 62: Kaburnya Tuan Agung
63 Bab 63: Isyarat Suara Roh Pedang Naga Api
64 Bab 64: Kota Langit yang Hilang — Warisan Kaisar Alkemis dan Kaisar Formasi
65 Bab 65: Lanjutan
66 Bab 66: Peta Kaisar Terakhir — Reruntuhan Kaisar Tiga Keahlian
67 Bab 67:lanjutan
68 Bab 68: Meningkatkan Kekuatan Sebelum Berangkat
69 Bab 69: lanjutan
70 Bab 70: Kedatangan Tuan Agung di Gunung Langit
71 Bab 71: Kedatangan Penerus Sejati dan Gerbang Terbuka
72 Bab 72: Jebakan Maut dan Penghakiman Terakhir
73 Bab 73: Warisan Terakhir — Penyatuan Sempurna
74 Bab 74: Kembali Pulang ke Rumah
75 Bab 75: Lanjutan
76 Bab 76: Kegemparan di Klan Inti Klan Long
77 Bab 77: Lanjutan
78 Bab 78: Perundingan dengan Ayah Jing Xu
79 Bab 79: Kepulangan ke Pusat Kota Long dan Perubahan Besar
80 Bab 80:rencana kepergian ke dunia langit
81 Bab 81: Gerbang Nirwana Menuju Dunia Langit
82 Bab 82: Murid Luar Sekte Naga Awan
83 Bab 83: Tugas Pertama — Hutan Binatang Roh
84 Bab 84: Guncangan di Aula Tugas
85 Bab 85: Penembusan Tingkat dan Mata yang Mengawasi
86 Bab 86: Memasuki Tempat Khusus Alkemis
87 Bab 87: Kejutan di Aula Ramuan Agung
88 Bab 88: lanjutan
89 Bab 89: Giliran Jing Xu yang Terhipnotis
90 Bab 90: lanjutan
91 Bab 91: Keajaiban Penyempurnaan Formasi
92 Bab 92: Bukti Kehebatan di Depan Mata
93 Bab 93: Panggilan Istana Utama
94 Bab 94: Meminta Izin untuk Berpetualang
95 Bab 95: Melangkah ke Dunia Luar
96 Bab 96: Kerjasama yang Semakin Berpadu
97 Bab 97: Rawa Kematian dan Binatang Tingkat 7
98 Bab 98: Pertarungan Hidup-Mati Melawan Penguasa Rawa
99 Bab 99
100 Bab 100: Bertemu dengan Kenalan dari Sekte Ponik Emas Bernama Nanggong Yu
101 Bab 101: Bersatu Melawan Bahaya Lebih Besar
102 Bab 102: Gabungan Kekuatan Tiga Jenius
103 Bab 103: Memberikan Teknik Seribu Pedang Kepada Nanggong Yu
104 Bab 104: Kekagetan Nanggong Yu
105 Bab 105: Keluar dari Hutan Purba
106 Bab 106:Formasi Penahan Tanpa Celah.
107 Bab 107: Bersatu Empat Sosok Jenius Menuju Alam Independen
108 Bab 108: Gerbang Menuju Alam Independen
109 Bab 109: Misteri Padang Rumput Emas
110 Bab 110: Misteri Padang Rumput Emas (Lanjutan)
111 Bab 111: Hutan Ajaib dan Bahaya Tak Terlihat
112 Bab 112: Dewa Hutan Sang Penguasa Alam
113 Bab 113: Jalan Setapak Batu dan Perpisahan Tak Terduga
114 Bab 114: Kegelapan dan Penglihatan Batin
115 Bab 115: Bertemu Binatang Suci
116 Bab 116: Pertemuan di Puncak Persatuan
117 Bab 117: Jejak Menuju Pusat Alam Independen
118 Bab 118: Misteri Lembah Bayangan
119 Bab 119: Long Yue Penuh Kejutan
120 Bab 120: Penghuni Lembah Bayangan
121 Bab 121: Pertemuan di Jalan Menuju Pusat
122 Bab 122: Pertarungan Tiga Pihak
123 Bab 123: Ujian di Pintu Masuk Terakhir
124 Bab 124: Awal dari Perjalanan Baru
125 Bab 125: Berpisah dan Pulang ke Sekte Masing-masing
126 Bab 126: Pertemuan Antar Sekte
127 Bab 127: Meningkatkan Kekuatan — Menembus Ranah Kaisar Legendaris
128 Bab 128: Menggemparkan Seluruh Sekte Naga Awan
129 Bab 129: Transformasi Baihu
130 Bab 130: Iblis Kuno Mulai Beraksi
131 Bab 131: Pertempuran di Gerbang Lembah Kehancuran
132 Bab 132: Melawan Jenderal Iblis Harimau
133 Bab 133: Kekalahan Jenderal Iblis Harimau dan Rahasia Raja Iblis
134 Bab 134: Pertarungan Penentu Melawan Raja Iblis Abadi
135 Bab 135: Klan Bayangan Langit yang Misterius
136 Bab 136: Jebakan dari Klan Bayangan Langit
137 Bab 137: Gabungan Formasi Long Yue dan Jing Xu
138 Bab 138: Melawan Pasukan Klan Bayangan Langit
139 Bab 139: Kebenaran dari Komandan Han dan Jejak Menuju Markas
140 Bab 140: Perjalanan Menuju Lembah Awan Terlarang
141 Bab 141: Di Dalam Lembah Awan Terlarang
142 Bab 142: Pertarungan Puncak Melawan Gao Yuan
143 Bab 143: Bayangan yang Bangkit dari Sisa Kehancuran
144 Bab 144: Kekuatan dari Luar Hukum Alam
145 Bab 145: Jejak Keterikatan di Balik Kekosongan
146 Bab 146: Warisan dari Zaman Kuno
147 Bab 147: Jejak yang Tertinggal dan Kabar yang Menyebar
148 Bab 148: Tanda yang Menyala di Tempat Tersembunyi
149 Bab 149: Memecah Jaringan Ribuan Tahun
150 Bab 150: Menjaga Pintu dan Mengawasi Kegelapan
151 Bab 151: Bayangan yang Bergerak di Bawah Tanah
152 Bab 152: Jejak Zaman Awal dan Rahasia Penciptaan
153 Bab 153: Melangkah ke Ruang Perbatasan
154 Bab 154: Pertarungan Dua Pandangan
155 Bab 155: Jejak yang Terukir Abadi
156 bab 156:Pertemuan di Puncak Awan
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Bab 1: Anak yang Disingkirkan dan Kitab Warisan
2
Bab 2: Melawan Binatang Buas Tingkat Tiga
3
Bab 3: Melawan Binatang Buas Tingkat Tiga(lanjutan)
4
Bab 4: Meningkatkan Kekuatan ke Tingkat 2 — Pembentukan Energi Dasar
5
BAB 5 :Pembentukan Energi Tingkat 2 — Berhasil dicapai!
6
Bab 6: Rumput Roh Tujuh Warna
7
Bab 7:Ular Sisik Zamrud — Binatang Buas Tingkat Empat.
8
Bab 8:Buaya Air Bertanduk — Binatang Buas Tingkat Empat Puncak
9
Bab 9:Ramuan Pemurnian Energi — Berhasil disuling sempurna!
10
Bab 10: Menemukan Api Ungu Surgawi Tingkat Satu
11
Bab 11:Naga Tanah Api Ungu — Binatang Buas Tingkat Lima.
12
Bab 12:Api Ungu Surgawi Tingkat Satu
13
Bab 13: Memurnikan Api Surgawi dan Naik Tiga Tingkat Sekaligus
14
Bab 14: Pergi ke Kota Jing dan Bertemu dengan Jing Xu
15
Bab 15: Pergi ke Kota Jing dan Bertemu dengan Jing Xu(lanjutan)
16
Bab 16: Pergi ke Reruntuhan Kuno
17
Bab 17: Pergi ke Reruntuhan Kuno(lanjutan)
18
Bab 18: Memasuki Reruntuhan Kuno dan Bertemu Binatang Tingkat Tinggi
19
Bab 19:Formasi Gangguan Kuno!
20
Bab 20: Inti bumi emas
21
Bab 21: Memperkuat Kekuatan Bersama
22
Bab 22: Pembentukan Energi Tingkat 5 — Berhasil Dicapai!
23
Bab 23:Pembentukan Energi Tingkat 7 — Tercapai dengan Dasar Sempurna!
24
Bab 24: Kekacauan di Kota Jing
25
Bab 25: Kekacauan di Kota Jing(lanjutan)
26
Bab 26: Kemenangan yang Tidak Terduga
27
Bab 27:Teknik Pedang Langit Berapi
28
Bab 28: Mendapatkan Peta Lokasi Reruntuhan Kaisar
29
Bab 29:Pulanh ke rumah
30
Bab 30: Lika-liku Perjalanan Menuju Reruntuhan Kaisar
31
Bab 31: Memurnikan Pil Peningkat Level 5
32
Bab 32: bab lanjutan
33
Bab 33: Rintangan Awal — Gerbang Pemahaman
34
Bab 34: Gerbang Kedua — Ujian Mengasah Kekuatan Tempur
35
Bab 35:lanjutan
36
Bab 36: Gerbang Ketiga — Pengakuan Kaisar
37
Bab 37: Memahami Warisan Kaisar
38
Bab 38:Penguasaan Sempurna dan Kekuatan Baru
39
Bab 39:Kekuatan Baru dan Kesatuan
40
Bab 40: Cincin Ruangan
41
Bab 41: Kembali dengan Wajah Baru
42
Bab 42: Kembali Berpetualang
43
Bab 43:Menghadapi Tantangan Baru
44
Bab 44: Memasuki Gerbang Kuno dan Ancaman Jenius Kerajaan Matahari
45
Bab 45: Hutan Kuno dan Misteri yang Sulit Dipecahkan
46
Bab 46: Kekalahan Penjaga Energi Bagi Kita
47
Bab 47: Gurun Pasir Kuno dan Teka-Teki Pemahaman Unsur
48
Bab 48: Penderitaan Xie Feng Menghadapi Rintangan
49
Bab 49: Berkumpul Kembali di Dunia Bawah Tanah
50
Bab 50: Ujian Menara Sembilan Tingkat
51
Bab 51: lanjutan Tingkat Keenam: Ujian Pertarungan Lintas Tingkat
52
Bab 52: (Lanjutan)
53
Bab 53: Kembali ke Kota Jing dan Meningkatkan Kekuatan
54
Bab 54: Keadaan di Klan Long
55
Bab 55: Keberangkatan Long Yue dan Jing Xu ke Utara
56
Bab 56: Pertemuan dan Pertempuran Pertama Melawan Klan Iblis
57
Bab 57: Hutan Tulang dan Panglima Iblis Tingkat 2 Energi Inti
58
Bab 58: (Lanjutan)
59
Bab 59: Menemukan Gua Peninggalan Kaisar Naga (Warisan Ke-2)
60
Bab 60: Buku Gulung: "Kitab Penguasaan Mutlak Sembilan Unsur"
61
Bab 61: Menuju Istana Kegelapan dan Pertempuran Terakhir
62
Bab 62: Kaburnya Tuan Agung
63
Bab 63: Isyarat Suara Roh Pedang Naga Api
64
Bab 64: Kota Langit yang Hilang — Warisan Kaisar Alkemis dan Kaisar Formasi
65
Bab 65: Lanjutan
66
Bab 66: Peta Kaisar Terakhir — Reruntuhan Kaisar Tiga Keahlian
67
Bab 67:lanjutan
68
Bab 68: Meningkatkan Kekuatan Sebelum Berangkat
69
Bab 69: lanjutan
70
Bab 70: Kedatangan Tuan Agung di Gunung Langit
71
Bab 71: Kedatangan Penerus Sejati dan Gerbang Terbuka
72
Bab 72: Jebakan Maut dan Penghakiman Terakhir
73
Bab 73: Warisan Terakhir — Penyatuan Sempurna
74
Bab 74: Kembali Pulang ke Rumah
75
Bab 75: Lanjutan
76
Bab 76: Kegemparan di Klan Inti Klan Long
77
Bab 77: Lanjutan
78
Bab 78: Perundingan dengan Ayah Jing Xu
79
Bab 79: Kepulangan ke Pusat Kota Long dan Perubahan Besar
80
Bab 80:rencana kepergian ke dunia langit
81
Bab 81: Gerbang Nirwana Menuju Dunia Langit
82
Bab 82: Murid Luar Sekte Naga Awan
83
Bab 83: Tugas Pertama — Hutan Binatang Roh
84
Bab 84: Guncangan di Aula Tugas
85
Bab 85: Penembusan Tingkat dan Mata yang Mengawasi
86
Bab 86: Memasuki Tempat Khusus Alkemis
87
Bab 87: Kejutan di Aula Ramuan Agung
88
Bab 88: lanjutan
89
Bab 89: Giliran Jing Xu yang Terhipnotis
90
Bab 90: lanjutan
91
Bab 91: Keajaiban Penyempurnaan Formasi
92
Bab 92: Bukti Kehebatan di Depan Mata
93
Bab 93: Panggilan Istana Utama
94
Bab 94: Meminta Izin untuk Berpetualang
95
Bab 95: Melangkah ke Dunia Luar
96
Bab 96: Kerjasama yang Semakin Berpadu
97
Bab 97: Rawa Kematian dan Binatang Tingkat 7
98
Bab 98: Pertarungan Hidup-Mati Melawan Penguasa Rawa
99
Bab 99
100
Bab 100: Bertemu dengan Kenalan dari Sekte Ponik Emas Bernama Nanggong Yu
101
Bab 101: Bersatu Melawan Bahaya Lebih Besar
102
Bab 102: Gabungan Kekuatan Tiga Jenius
103
Bab 103: Memberikan Teknik Seribu Pedang Kepada Nanggong Yu
104
Bab 104: Kekagetan Nanggong Yu
105
Bab 105: Keluar dari Hutan Purba
106
Bab 106:Formasi Penahan Tanpa Celah.
107
Bab 107: Bersatu Empat Sosok Jenius Menuju Alam Independen
108
Bab 108: Gerbang Menuju Alam Independen
109
Bab 109: Misteri Padang Rumput Emas
110
Bab 110: Misteri Padang Rumput Emas (Lanjutan)
111
Bab 111: Hutan Ajaib dan Bahaya Tak Terlihat
112
Bab 112: Dewa Hutan Sang Penguasa Alam
113
Bab 113: Jalan Setapak Batu dan Perpisahan Tak Terduga
114
Bab 114: Kegelapan dan Penglihatan Batin
115
Bab 115: Bertemu Binatang Suci
116
Bab 116: Pertemuan di Puncak Persatuan
117
Bab 117: Jejak Menuju Pusat Alam Independen
118
Bab 118: Misteri Lembah Bayangan
119
Bab 119: Long Yue Penuh Kejutan
120
Bab 120: Penghuni Lembah Bayangan
121
Bab 121: Pertemuan di Jalan Menuju Pusat
122
Bab 122: Pertarungan Tiga Pihak
123
Bab 123: Ujian di Pintu Masuk Terakhir
124
Bab 124: Awal dari Perjalanan Baru
125
Bab 125: Berpisah dan Pulang ke Sekte Masing-masing
126
Bab 126: Pertemuan Antar Sekte
127
Bab 127: Meningkatkan Kekuatan — Menembus Ranah Kaisar Legendaris
128
Bab 128: Menggemparkan Seluruh Sekte Naga Awan
129
Bab 129: Transformasi Baihu
130
Bab 130: Iblis Kuno Mulai Beraksi
131
Bab 131: Pertempuran di Gerbang Lembah Kehancuran
132
Bab 132: Melawan Jenderal Iblis Harimau
133
Bab 133: Kekalahan Jenderal Iblis Harimau dan Rahasia Raja Iblis
134
Bab 134: Pertarungan Penentu Melawan Raja Iblis Abadi
135
Bab 135: Klan Bayangan Langit yang Misterius
136
Bab 136: Jebakan dari Klan Bayangan Langit
137
Bab 137: Gabungan Formasi Long Yue dan Jing Xu
138
Bab 138: Melawan Pasukan Klan Bayangan Langit
139
Bab 139: Kebenaran dari Komandan Han dan Jejak Menuju Markas
140
Bab 140: Perjalanan Menuju Lembah Awan Terlarang
141
Bab 141: Di Dalam Lembah Awan Terlarang
142
Bab 142: Pertarungan Puncak Melawan Gao Yuan
143
Bab 143: Bayangan yang Bangkit dari Sisa Kehancuran
144
Bab 144: Kekuatan dari Luar Hukum Alam
145
Bab 145: Jejak Keterikatan di Balik Kekosongan
146
Bab 146: Warisan dari Zaman Kuno
147
Bab 147: Jejak yang Tertinggal dan Kabar yang Menyebar
148
Bab 148: Tanda yang Menyala di Tempat Tersembunyi
149
Bab 149: Memecah Jaringan Ribuan Tahun
150
Bab 150: Menjaga Pintu dan Mengawasi Kegelapan
151
Bab 151: Bayangan yang Bergerak di Bawah Tanah
152
Bab 152: Jejak Zaman Awal dan Rahasia Penciptaan
153
Bab 153: Melangkah ke Ruang Perbatasan
154
Bab 154: Pertarungan Dua Pandangan
155
Bab 155: Jejak yang Terukir Abadi
156
bab 156:Pertemuan di Puncak Awan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!