Istana Raja Hang Dzo
Hiasan ornamen penyambutan pesta besar-besaran sudah menghiasi istana negara Raja Hang Dzo. Termasuk di aula istana Raja Hang Dzo.
"Menteri Tan, saya ingin menemukan pangeran Syah Hang secepat mungkin. Bagaimanapun dialah putra mahkota yang berhak atas tahtaku ini" Raja Hang Dzo memandangi selembar surat peninggalan Permaisuri Hyung Pathan.
"Hamba mengerti paduka. Tapi itu hal yang sulit. Apalagi Ratu Tsu En pasti tidak akan terima"
"Aku sudah terlalu bodoh menuruti segala permintaan Tsu En. Hingga putraku sendiri harus terbuang dari istana ini" perlahan air matanya kembali membasahi pelupuk matanya.
"Paduka jangan terus larut dalam rasa bersalah. Karena akan membahayakan kesehatan paduka" menteri Tan berusaha menenangkan Raja Hang Dzo.
"Aku benar-benar menyesal menteri. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tangis itu pun pecah tak bisa dibendung lagi.
"Paduka harus tetap tenang. Hamba sudah mengutus beberapa prajurit pilihan untuk mencari keberadaan pangeran Syah Hang"
"Benarkah?" dengan raut wajahnya yang lebih tua dari umurnya.
"Iya paduka, pangeran Syah Hang akan segera ditemukan. Jadi paduka raja jangan terus bersedih" menteri Tan meyakinkan kembali Raja Hang Dzo.
"Kedua putraku dari Selir Tsu En, sangat berambisi untuk berkuasa ditahta ini" ujarnya dengan nada kesedihan.
"Paduka percayalah pangeran Syah Hang akan segera ditemukan. Dan dialah yang berhak atas tahta itu"
"Menteri Yank Haq tiba..!!"
Menteri Tan dan Raja Hang Dzo pun langsung bersikap biasa seolah tidak ada pembahasan tentang tahta kerjaan.
"Hormat pada yang mulia, salam untuk menteri Tan" Menteri Yank membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
"Selamat untuk yang mulia, sebentar lagi kerjaan kita akan memiliki penerus yang sangat kuat, pandai dan juga cerdas. Semoga kerjaan kita semakin maju dibawah kepemimpinannya" menteri Yank Haq sengaja menyanjung pangeran Hang Tsu di depan Raja Hang Dzo.
"Menteri Yank, sepertinya aku akan menunggu waktu yang benar-benar tepat untuk p…
Pangeran Bertopeng
Penobatan Yang Ditunda part 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments