"Tuan Wai, apakah kita akan tetap melewati jalur ini?" perdana menteri Dong Zhang membuka jendela keretanya untuk melihat keadaan perjalanan.
"Pendekar bertopeng sudah lebih dulu berangkat tuan perdana menteri. Pendekar bertopeng memastikan kondisi jalanan aman untuk kita lewati"
"Baiklah, aku percaya pada Tuan bertopeng"
"Karena pendekar bertopeng memang bisa diandalkan" sahut More.
"Dia memang sangat hebat. Bahkan Wang Wei pun jauh bukan tandingannya" perdana menteri Dong Zhang tersenyum puas.
"Jadi ayah juga tidak salah pilih menjadikan pendekar bertopeng itu menjadi pemimpin Wunan" sahut putri Zhang Haire.
"Ayah memang sudah bisa menebak dari pertama kali melihat pendekar bertopeng itu"
Putri Zhang Haire tidak kuasa menahan kekagumannya. Pipinya pun merah merona bak tomat buah yang sedang matang-matangnya.
"Dia juga sepertinya bukan berasal dari keluarga biasa"
"Apa pendekar bertopeng juga dari kalangan bangsawan?" More menebak-nebak sendiri.
"Itu bisa saja" sahut perdana menteri Dong Zhang.
"Lalu untuk apa dia menjadi pendekar?" putri Zhang Haire memasang ekspresi wajah penuh penasaran.
"Memilih jalan hidup itu adalah keputusan setiap orang Haire. Dulu ayah juga pernah ingin bebas. Menjadi pendekar yang melanglang buana" senyum tipis terkembang di bibir perdana menteri Dong Zhang.
"Apakah kehidupan seorang pendekar benar-benar sebebas itu ayah?"
Pertanyaan dari putri Zhang Haire membuat perdana menteri Dong Zhang terdiam sejenak. Keningnya mengerut lalu bedehem dan diakhiri dengan helaan nafas yang cukup berat.
"Sejujurnya ayah juga tidak pernah tau akan hal itu. Karena ada juga pendekar yang masih saja memikirkan jabatan dan juga kekuasaan"
Entah kenapa putri Zhang Haire langsung menerka pendekar Wang Wei. Karena setau putri Zhang Haire pendekar Wang Wei dari dia usia remaja sudah berada di lingkungan istana.
"Berhenti..!!" suara Wai Hang terdengar keras memberi perintah rombongan perdana menteri untuk berhenti.
"Ada apa, kenapa kita berhenti" perdana menteri…
Pangeran Bertopeng
Malam Yang Tidak Pernah Diduga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments