Malam itu, langit kembali menangis. Hujan turun begitu deras, seolah alam pun ikut berduka atas keputusan yang diambil Park Hye-ri.
Di dalam kamarnya, Hye-ri mengemas sedikit barang miliknya ke dalam satu koper kecil. Tangannya bergerak lambat, berat, seolah setiap pakaian yang ia lipat terbuat dari timah panas. Matanya bengkak dan kering, air matanya rasanya sudah habis tumpah selama berhari-hari ini, namun rasa sakit di dadanya masih berdenyut perih, nyeri, dan menyesakkan.
Ia berhenti sejenak saat tangannya menyentuh sebuah benda kecil di laci meja rias. Sebuah foto polaroid. Foto yang diambil diam-diam di pasar hari itu. Di situ terlihat Heesung yang sedang berjongkok mengumpulkan belanjaan, dan Hye-ri yang tertawa di sebelahnya. Foto buram, tidak jelas, tapi di dalam sana tersimpan kebahagiaan yang paling nyata yang pernah mereka miliki.
Hye-ri mengambil foto itu, menatapnya lama sekali, lalu mencium permukaannya perlahan dengan bibir yang gemetar.
"Maaf, Heesung. Aku tidak kuat lagi. Aku tidak sanggup menjadi alasan kenapa kau terus menderita dalam kebohongan ini. Aku tidak sanggup menjadi beban yang menghalangi karirmu. Dan aku... aku tidak sanggup lagi melihatmu bersamanya."
Ia melipat foto itu kecil-kecil, lalu menyelipkannya di saku bagian dalam tasnya. Setelah itu, ia mengeluarkan secarik kertas surat. Surat perpisahan. Surat yang ditulisnya dengan tinta air mata dan rasa sakit yang mendalam.
Isinya singkat, namun setiap kata di dalamnya terasa seperti belati yang menancap dalam:
"Heesung,
Aku pergi. Jangan mencariku. Jangan khawatirkan aku.
Mungkin benar apa kata semua orang. Kita memang berasal dari dunia yang berbeda. Aku hanya gadis biasa, kau adalah bintang yang bersinar terang. Aku tidak pantas berdiri di sampingmu, apalagi menjadi milikmu.
Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk momen singkat di mana kau membuatku merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia. Terima kasih karena pernah mencintaiku, walau hanya sesaat.
Sekarang, kembalilah…
PERNIKAHAN KONTRAK IDOLA
Kepergian yang Membunuh dan Ledakan Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments