Tatapan Berbahaya

Fabian masih menatap heran pada Alisha yang tiba-tiba berubah drastis. Wanita yang dulu dikenal penakut dan selalu menunduk, sekarang berdiri tegak dengan sorot mata tajam.

"Alisha, kau yakin baik-baik saja?" tanya Fabian sekali lagi.

Clarissa menoleh pada Fabian dan tersenyum manis. "Aku baik-baik saja, kok. Hanya saja... aku merasa lebih percaya diri sekarang."

Giovan menyipitkan matanya. "Percaya diri? Barusan kau habis memukuli dua pria dewasa!"

"Itu namanya bela diri, Giovan. Mungkin kamu perlu belajar juga," balas Clarissa santai.

Fabian nyaris tersenyum mendengar jawaban Alisha. Namun, ia segera menahan dirinya. "Aku akan pergi dulu. Ayah menyuruhku memeriksa keamanan sekitar."

"Hati-hati, Fabian!" seru Clarissa dengan nada ceria.

Giovan menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya. "Sejak kau bisa memanggil nama sepupuku semudah itu?"

"Dia bilang namanya Fabian, makanya aku panggil Fabian. Ada salah?" Clarissa mengangkat satu alisnya.

"Kau tidak sopan."

"Aku tidak sopan karena memanggil nama? Lalu bagaimana denganmu yang memanggilku 'Alisha'? Bukankah itu juga nama? Kenapa aku tidak boleh memanggil nama orang lain?"

Giovan terdiam. Logika Alisha memang aneh tapi sulit dibantah.

"Sudahlah, aku turun dulu. Kakekmu pasti khawatir," ucap Clarissa sambil berjalan melewati Giovan.

Belum sampai dua langkah, Giovan menarik tangannya. "Pakai sepatu dulu."

Clarissa menunduk. Baru ia sadari bahwa kakinya masih telanjang. "Oh."

Ia kembali ke kamar untuk mengambil sepatu. Giovan mengikutinya dari belakang.

---

Di ruang keluarga, Edward sedang duduk bersama Bramantya, Carissa, dan beberapa anggota keluarga lainnya. Wajah Edward masih pucat, namun beliau berusaha tegar.

"Kakek, maaf aku terlambat turun," ucap Clarissa sambil duduk di samping Edward.

Edward menatap menantu kesayangannya itu. "Kamu tidak apa-apa, Alisha? Tadi kakek dengar kamu berteriak."

"Iya, Kakek. Ada dua pria menyusup ke kamarku. Tapi untungnya Giovan cepat datang," jawab Clarissa sambil melirik ke arah Giovan yang berdiri di belakang sofa.

"Bukan aku yang memukuli mereka," ucap Giovan datar.

Semua mata tertuju pada Giovan.

"Maksudmu?" tanya Bramantya.

"Alisha yang memukuli dua penyusup itu sendirian. Aku hanya memukul satu orang yang mencoba menusuknya dari belakang," jelas Giovan.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Carissa tertawa kecil. "Jangan bercanda, Gov. Alisha yang mana? Alisha yang setiap hari dicuekin sama kamu?"

"Aku tidak bercanda, Mom," jawab Giovan tegas.

Edward menatap Alisha dengan saksama. "Benar itu, Alisha?"

Clarissa mengangguk pelan. "Aku tidak tahu, Kakek. Tiba-tiba saja tubuhku bergerak sendiri. Mungkin karena takut, ya, refleks saja."

"Refleks? Itu bukan refleks, itu gaya bertarung terlatih," potong Giovan.

"Apa kamu lupa? Aku sudah beberapa bulan tinggal di sini. Mungkin tanpa sadar aku belajar dari pengawal-pengawal di sini," jawab Clarissa dengan tenang.

Alasan itu terdengar masuk akal, tapi Giovan tetap tidak puas. Ada sesuatu yang berbeda dari sorot mata istrinya. Bukan hanya berani, tapi juga... berbahaya.

Edward menghela napas. "Sudahlah, yang penting Alisha selamat. Mulai sekarang, dua orang pengawal khusus akan menjagamu setiap saat."

"Tidak perlu, Kakek. Aku bisa menjaga diriku sendiri," tolak Clarissa.

"Alisha, jangan menolak. Ini demi keselamatanmu," sela Bramantya.

Clarissa menahan diri untuk tidak membantah lagi. Ia ingat, ia bukan lagi Clarissa yang bebas berbuat seenaknya. Ia sekarang adalah Alisha, istri cupu dari keluarga Vizcaya.

"Baiklah, Kakek. Tapi aku punya satu permintaan."

"Apa?"

"Aku ingin kamarku diganti. Aku tidak tahan dengan warna-warna mencolok di kamar itu. Kepalaku pusing melihatnya."

Emeline dan Carissa saling bertukar pandang. Alisha yang dulu menyukai warna-warna cerah, sekarang mengeluh?

"Terserah kamu, Alisha. Kamu bisa pilih desain kamar sesukamu," jawab Edward dengan lembut.

"Terima kasih, Kakek."

---

Dua jam kemudian...

Setelah semua anggota keluarga kembali ke aktivitas masing-masing, Clarissa duduk sendirian di taman belakang rumah Vizcaya. Matanya menatap kolam ikan koi di depannya.

"Ini aneh," batinnya. "Aku mati, tapi aku hidup kembali di tubuh gadis lain. Rafael sekarang bernama Giovan. Kalina... entah di mana dia sekarang."

Ia memegang dadanya yang masih terasa perih meski luka tembak sudah dirawat.

"Siapa yang menembak Alisha? Orang bertopeng itu... dan kenapa dia bilang 'Aku tidak akan membiarkanmu menjadi pewaris utama'?"

"Kelihatannya kamu sedang berpikir keras."

Clarissa terkejut dan langsung menoleh. Fabian berdiri di sampingnya dengan dua gelas jus di tangannya.

"Maaf, aku tidak sengaja mengagetkanmu," ucap Fabian sambil memberikan satu gelas jus pada Clarissa.

"Terima kasih," jawab Clarissa singkat.

Fabian duduk di kursi taman di sampingnya. "Kamu benar-benar berbeda, Lis."

"Aku hanya... sadar bahwa hidup terlalu singkat untuk menjadi penakut," jawab Clarissa sambil menyesap jusnya.

"Kata-kata yang bagus. Tapi aku curiga ada yang lebih dari sekadar 'kesadaran'."

Clarissa menoleh. Tatapan Fabian tajam, tapi tidak terkesan mengancam. Lebih ke rasa penasaran.

"Kau tidak percaya kalau aku amnesia?"

"Bukan itu. Aku percaya kamu amnesia. Yang aku tidak percaya adalah perubahan karaktermu yang drastis dalam waktu singkat. Amnesia tidak mengubah kepribadian seseorang secara total. Amnesia hanya menghapus ingatan, bukan mengubah siapa dirimu sebenarnya."

Clarissa terdiam. Fabian lebih pintar dari yang ia kira.

"Mungkin aku memang bukan Alisha yang dulu," jawab Clarissa perlahan.

Fabian menatapnya tajam. "Lalu siapa kamu?"

Clarissa tersenyum tipis. "Aku seseorang yang ingin hidup tenang. Tapi sepertinya di keluarga ini, hidup tenang itu mustahil."

Fabian tidak memaksa. Ia hanya mengangguk. "Kamu benar. Di keluarga Vizcaya, kedamaian adalah kemewahan yang tidak bisa kita beli."

Mereka berdua terdiam menikmati sore. Angin berhembus lembut, membawa wangi bunga dari taman.

---

Di dalam rumah, Giovan mengawasi dari balik jendela. Ia melihat Fabian dan Alisha duduk berdua di taman.

Ada perasaan aneh yang menggelitik dadanya. Bukan cemburu. Tidak mungkin cemburu pada Alisha. Tapi...

"Kenapa dia lebih banyak bicara dengan Fabian daripada denganku?"

Ia segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak peduli. Lagipula, Elena-lah yang kucintai."

Tapi mengapa matanya terus tertuju pada Alisha yang sekarang tersenyum? Senyuman yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

---

Malam harinya...

Selesai makan malam, Clarissa naik ke kamarnya. Kamar yang baru saja ditata ulang sesuai permintaannya. Dinding abu-abu gelap, sprei hitam, dan lampu tidur berwarna silver.

Baru saja ia hendak menutup pintu, Giovan masuk tanpa mengetuk.

"Kurang ajar! Kenapa tidak ketuk?" sentak Clarissa.

"Aku tidak perlu mengetuk kamar istriku sendiri," jawab Giovan dingin.

"Tapi aku butuh privasi!"

"Apa yang mau diprivasikan? Tubuhmu sudah menjadi hakku sejak kau menjadi istriku."

Clarissa tertawa kecil. "Hakmu? Coba lihat undang-undang, Giovan. Tubuh seorang istri bukanlah hak milik suami."

"Kita berada di keluarga Vizcaya. Aturan keluarga di atas segalanya."

"Aturan yang konyol."

Giovan melangkah maju. Jarak mereka kini hanya satu meter. "Kamu berani sekali sekarang, Alisha."

"Bukan berani. Aku hanya tidak mau dijajah lagi."

"Kenapa perubahan ini terjadi begitu cepat?" tanya Giovan dengan nada rendah.

Clarissa tidak mundur. Ia bahkan menatap langsung mata Giovan. "Karena aku hampir mati, Giovan. Dan dalam sekarat itu, aku sadar bahwa aku tidak ingin mati sebagai orang yang lemah dan penakut."

Giovan terdiam. Tatapan mereka bertemu. Untuk pertama kalinya, Giovan melihat sesuatu di mata istrinya. Bukan rasa takut. Bukan rasa hormat buta. Tapi... api. Api perlawanan.

"Kamu tidak akan selamanya menjadi seperti ini," ucap Giovan akhirnya.

"Itu urusan aku nanti. Sekarang, keluar dari kamarku. Aku ingin tidur."

Giovan menghela napas kasar. Tanpa berkata apa-apa, ia berbalik dan keluar. Namun, sebelum pintu benar-benar tertutup, ia berucap,

"Jaga dirimu baik-baik. Aku belum selesai denganmu."

Pintu tertutup dengan suara yang cukup keras.

Clarissa tersenyum miring.

"Kau benar, Giovan. Kita belum selesai. Bahkan, ini baru permulaan."

---

Bersambung

Terpopuler

Comments

SANG

SANG

Semangat terus ya dek👍💪

2026-05-27

2

Writer_lynn

Writer_lynn

kalian berdua sama, sama-sama tidak sopan.

2026-06-17

1

Mingyu gf😘

Mingyu gf😘

curiga kalina itu selingkuhan giovan

2026-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Hidup Kembali
3 Berubah
4 Tatapan Berbahaya
5 Pilih Kasih
6 Memainkan Peran
7 Membuat Kerusuhan
8 Kerusuhan Part 2
9 Racun
10 Alisha Mode Istri Galak
11 Terpesona
12 First Kiss
13 Membuat Sedikit Keributan
14 Suami Kesayangan?
15 Couple Istri dah dengan Selingkuhan
16 Di Luar Ekspektasi
17 Tragedi
18 Ada yang Berdiri Tegak Tapi Bukan Keadilan:(
19 Tanpa Judul
20 Habisin Uang Suami
21 Siap Pake Buang
22 Apa di Jebak?
23 Asalkan Alisha Senang
24 Bekingan Alisha
25 Godaan Alisha
26 Gagal lagi
27 Selingkuh??
28 ++
29 lanjut
30 Serangan
31 Apa dia bukan Alisha??
32 Tertarik dengan Bini Orang:(
33 Jangan Harap!!
34 Anak siapa??
35 Terlalu Mengejutkan
36 Tetap di Nikahi
37 Minggat
38 Lanjut
39 Pembalasan part 1
40 Part 2
41 Perasaan Geovan..?
42 Cemburu?
43 Positif
44 Kekonyolan Geovan
45 Bayi Besar
46 Pesta Teh
47 Kejadian di Pesta Teh
48 Cinta di Tengah Kericuhan
49 PANAS
50 Di Culik
51 HILANG
52 Alisha baik baik saja
53 Lanjut
54 Keputusan Edward
55 Ulang Tahun Edward
56 Tempat Penghukuman
57 Hukuman part 2
58 Rahasia Keluarga
59 Kakek Pedofil
60 ALASAN EDWARD YANG SEBENARNYA
61 Sepupu??
62 Tidak Terima
63 Seorang Alisha
64 Alisha Sang pemegang Kendali
65 Kembalinya Sang Ratu
66 Alina Dewiyanti
67 ++
68 Penghianat di Balik Pintu
69 Segampang itu?
70 Nyata..?
71 Pembalasan Yang Sebenarnya
72 Lanjut
73 Masih pembalasan
74 Apakah Dendam sudah Selesai Alisha??
75 Operasi
76 Jadi Sang Pendonor nya....
77 Upik Abu itu..
78 Kau Bukan Mommy Ku!
79 Kekecewaan Fabian..
80 Masih Penghianatan..
81 Pertempuran..
82 Ngidam Durian...
83 Ngidam lagi..
84 28 Juni 2026
85 Alina melahirkan paman Geovan?...
86 Salah Paham
87 Kalina?...
88 Masih Untuk Debay..
89 Kegilaan Alisha..
90 Clarissa Anggreni
91 Kecelakaan..
92 Hilang..
93 Geovan...
94 Istri Penyelamat...
95 Masih di Misi Penyelamatan...
96 Penghianat Baru?...
97 Cinta Tulus Rian..
98 Bendera Perang...
99 Terungkap nya Fakta?...
100 Fakta Part 2 ...
101 Dia? Siapa Dia?..
102 Rosa Meilinda Vizcaya
103 Meminta Tolong...
104 Pulang..
105 Anak yang Tidak Diakui..
106 Undangan Pernikahan (+)
107 Pernikahan Lamora..
108 Kejutan?...
109 Pijit..
110 Konyol..
111 Kesedihan Vivian...
112 Penyusup?!!..
113 Masa Lalu??...
114 Masa Lalu Part 2..
115 Cemburu di Waktu Yang Salah..!!
116 Masa Lalu??
117 Lanjut.....
118 Hukuman untuk Istri Yang Nakal..
119 Berakhirnya Peran Reja..
120 Menikah Lagi??...
121 Dokter Marco???
122 Kenyataan Tentang Rosa??!!
123 Perasaan Rayyan...
124 Musuh Baru...
125 Giovan mode manja...
126 Salah Paham?!!
127 Menerima Tantangan!!!?
128 Membujuk...
129 Pertarungan Sengit...!??
130 Kemenangan Giovan...
131 Pernikahan Vivian,..
132 Mengungkapkan Kebenarannya..
133 Jebol?!!...
134 Gara Gara Vivian!!?
135 Hukuman ( ++)
136 Kepulangan Rosa...
137 Pernikahan Kedua..
138 Kebenaran Tentang Marco....
139 Elias Giovano Vizcaya...
140 Kebahagiaan Yang Tak Ternilai....
141 Iklan....!!
142 End
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Awal Mula
2
Hidup Kembali
3
Berubah
4
Tatapan Berbahaya
5
Pilih Kasih
6
Memainkan Peran
7
Membuat Kerusuhan
8
Kerusuhan Part 2
9
Racun
10
Alisha Mode Istri Galak
11
Terpesona
12
First Kiss
13
Membuat Sedikit Keributan
14
Suami Kesayangan?
15
Couple Istri dah dengan Selingkuhan
16
Di Luar Ekspektasi
17
Tragedi
18
Ada yang Berdiri Tegak Tapi Bukan Keadilan:(
19
Tanpa Judul
20
Habisin Uang Suami
21
Siap Pake Buang
22
Apa di Jebak?
23
Asalkan Alisha Senang
24
Bekingan Alisha
25
Godaan Alisha
26
Gagal lagi
27
Selingkuh??
28
++
29
lanjut
30
Serangan
31
Apa dia bukan Alisha??
32
Tertarik dengan Bini Orang:(
33
Jangan Harap!!
34
Anak siapa??
35
Terlalu Mengejutkan
36
Tetap di Nikahi
37
Minggat
38
Lanjut
39
Pembalasan part 1
40
Part 2
41
Perasaan Geovan..?
42
Cemburu?
43
Positif
44
Kekonyolan Geovan
45
Bayi Besar
46
Pesta Teh
47
Kejadian di Pesta Teh
48
Cinta di Tengah Kericuhan
49
PANAS
50
Di Culik
51
HILANG
52
Alisha baik baik saja
53
Lanjut
54
Keputusan Edward
55
Ulang Tahun Edward
56
Tempat Penghukuman
57
Hukuman part 2
58
Rahasia Keluarga
59
Kakek Pedofil
60
ALASAN EDWARD YANG SEBENARNYA
61
Sepupu??
62
Tidak Terima
63
Seorang Alisha
64
Alisha Sang pemegang Kendali
65
Kembalinya Sang Ratu
66
Alina Dewiyanti
67
++
68
Penghianat di Balik Pintu
69
Segampang itu?
70
Nyata..?
71
Pembalasan Yang Sebenarnya
72
Lanjut
73
Masih pembalasan
74
Apakah Dendam sudah Selesai Alisha??
75
Operasi
76
Jadi Sang Pendonor nya....
77
Upik Abu itu..
78
Kau Bukan Mommy Ku!
79
Kekecewaan Fabian..
80
Masih Penghianatan..
81
Pertempuran..
82
Ngidam Durian...
83
Ngidam lagi..
84
28 Juni 2026
85
Alina melahirkan paman Geovan?...
86
Salah Paham
87
Kalina?...
88
Masih Untuk Debay..
89
Kegilaan Alisha..
90
Clarissa Anggreni
91
Kecelakaan..
92
Hilang..
93
Geovan...
94
Istri Penyelamat...
95
Masih di Misi Penyelamatan...
96
Penghianat Baru?...
97
Cinta Tulus Rian..
98
Bendera Perang...
99
Terungkap nya Fakta?...
100
Fakta Part 2 ...
101
Dia? Siapa Dia?..
102
Rosa Meilinda Vizcaya
103
Meminta Tolong...
104
Pulang..
105
Anak yang Tidak Diakui..
106
Undangan Pernikahan (+)
107
Pernikahan Lamora..
108
Kejutan?...
109
Pijit..
110
Konyol..
111
Kesedihan Vivian...
112
Penyusup?!!..
113
Masa Lalu??...
114
Masa Lalu Part 2..
115
Cemburu di Waktu Yang Salah..!!
116
Masa Lalu??
117
Lanjut.....
118
Hukuman untuk Istri Yang Nakal..
119
Berakhirnya Peran Reja..
120
Menikah Lagi??...
121
Dokter Marco???
122
Kenyataan Tentang Rosa??!!
123
Perasaan Rayyan...
124
Musuh Baru...
125
Giovan mode manja...
126
Salah Paham?!!
127
Menerima Tantangan!!!?
128
Membujuk...
129
Pertarungan Sengit...!??
130
Kemenangan Giovan...
131
Pernikahan Vivian,..
132
Mengungkapkan Kebenarannya..
133
Jebol?!!...
134
Gara Gara Vivian!!?
135
Hukuman ( ++)
136
Kepulangan Rosa...
137
Pernikahan Kedua..
138
Kebenaran Tentang Marco....
139
Elias Giovano Vizcaya...
140
Kebahagiaan Yang Tak Ternilai....
141
Iklan....!!
142
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!