Layar monitor usang itu berkedip pelan. Satu titik hijau redup berdenyut statis di tengah peta digital tata kota.
Pria berkemeja kusut di depan panel menggigit ujung ibu jarinya. Matanya terbuka lebar tanpa berkedip. Menunggu.
"Berapa lama lagi dia menembus perimeter dalam?"
Suara serak itu memecah kesunyian dari sudut gelap ruangan. Pria tua berjas abu-abu duduk sangat tegak. Jari-jarinya mengetuk sandaran kursi berbahan kulit imitasi dengan ritme acak.
"Seharusnya kurang dari satu menit, Ketua." Operator di depan monitor menelan ludah paksa. "Informan Bayangan tidak pernah absen dari tenggat waktu."
Tidak ada yang berani membantah. Mereka menguras separuh kas faksi hanya demi menyewa hantu berjalan tersebut. Spesialis infiltrasi kelas atas yang rekam jejaknya bersih tanpa cela.
Lalu, titik hijau di layar itu lenyap.
Hilang. Selesai. Tanpa ada jeda kedip terakhir.
Operator menekan tombol pemindai berulang kali. Keringat dingin mulai merembes dari pelipisnya membasahi kerah kemeja.
"S-sinyalnya terputus."
"Cek frekuensi audio cadangan sekarang juga!" bentak pria tua itu. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan hingga kursinya berderit protes.
Hening. Sama sekali tidak ada bunyi ledakan di pelantang suara. Tidak ada rentetan peluru. Tidak ada raungan alarm pemecah firewall digital.
Hanya suara dengung kipas pendingin server yang mengisi ruang bawah tanah tersebut.
Aset termahal yang mereka miliki dihapus layaknya remah roti yang ditiup dari atas meja makan.
Ketua faksi bersandar kembali pelan-pelan. Otot wajahnya terasa kaku. 'Pertahanan monster semacam apa yang dimiliki Pemasok Misterius itu.'
***
Di belahan kota lain, aspal jalanan hancur berkeping-keping.
Distrik komersial sektor tujuh sedang runtuh. Gelombang anomali biologis menjebol penghalang luar tanpa peringatan. Ratusan makhluk berlapis sisik hitam merayap cepat di atas etalase toko yang pecah berantakan.
Satu sosok berdiri di tengah jalan raya yang porak-poranda.
Yang Luo menarik udara masuk paksa ke paru-parun…
Sistem: Suplai Tak Terbatas
Bab 85 - Panggung Distraksi yang Sempurna
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 241 Episodes
Comments