#4

Koridor lantai teratas Stone Hospital yang biasanya sunyi dan steril, mendadak berubah menjadi area dengan pengamanan super ketat level tertinggi.

Langkah kaki yang tergesa-gesa namun anggun terdengar menggema di atas lantai marmer, memecah ketenangan pagi itu.

"Di mana dia? Kendrick, katakan padaku di kamar mana kakakmu dirawat?!"

Suara bariton yang sarat akan kekhawatiran seorang ibu terdengar sebelum sosoknya muncul di belokan koridor.

Wanita itu adalah Mommy Emmeline Stone, ibu negara dari klan Stone yang masih terlihat sangat anggun dan memesona di usianya yang sudah tidak muda lagi.

Di sampingnya, berjalan dengan langkah tegap dan ekspresi wajah yang mengintimidasi, adalah Daddy Kyle Stone, sang patriark, penguasa tertinggi klan Stone.

Mengikuti di belakang kedua orang tua mereka, Dia adalah Kaelix Hayes Stone, pangeran ketiga alias putra bungsu dari keluarga Stone.

"Tenanglah, Mom. King sudah melewati masa kritisnya. Dia ada di kamar nomor satu," ujar Kendrick yang sudah menunggu di depan pintu, mencoba menenangkan ibunya yang tampak menahan tangis.

Emmeline tidak memedulikan ucapan Kendrick. Ia langsung mendorong pintu kamar rawat VIP itu dengan tidak sabar.

Begitu pintu terbuka, matanya langsung menangkap sosok putra sulungnya, King Stone, yang sedang bersandar di ranjang rumah sakit dengan wajah yang masih sedikit pucat namun sudah terlihat jauh lebih segar.

"Oh, Tuhan, King!" Emmeline setengah berlari menuju ranjang, langsung memeluk pundak putranya dengan sangat hati-hati, takut menyentuh luka di perutnya.

"Apa yang terjadi padamu, Sayang? Kendrick meneleponku malam-malam dan mengatakan kau disayat pisau! Siapa yang berani melakukan ini padamu?!"

King Stone menghela napas pelan, membiarkan ibunya memeriksa wajah dan kepalanya dengan tangan yang gemetar. Sifat protektif ibunya terkadang membuatnya kewalahan, namun di lubuk hatinya, King selalu menghormati wanita yang melahirkannya ini.

"Aku tidak apa-apa, Mom. Ini hanya luka goresan kecil," jawab King dengan suara beratnya yang tenang, mencoba meredakan kepanikan di dalam ruangan.

"Goresan kecil kau bilang?! sepuluh sentimeter dan hampir mengenai organ dalammu itu bukan goresan kecil, King!" bentak Kyle Stone dari ujung ranjang.

Meskipun suaranya terdengar tegas dan marah, kilat mata Kyle tidak bisa menyembunyikan rasa lega yang besar melihat putra sulungnya masih bisa bicara dengan ketus.

Kyle berjalan mendekat, menepuk pundak King dengan pelan. "Kau ceroboh kali ini, Son. Musuh-musuh kita di dermaga selatan tampaknya sudah mulai berani bermain di belakang."

"Aku akan mengurus mereka setelah aku keluar dari sini, Dad. Jangan khawatir," sahut King, matanya memancarkan kilat dingin yang kejam, kembali ke mode aslinya sebagai pangeran pertama Stone.

Sementara itu, Kaelix Hayes berjalan memutari ranjang dan duduk di ujung tempat tidur kakaknya itu dengan seringai meremehkan.

"Luka di perut bisa sembuh dalam beberapa minggu, Kak. Tapi kurasa yang membuat Mom benar-benar jantungan bukan karena luka itu, melainkan kenyataan bahwa kau masih lajang dan hampir mati tanpa meninggalkan ahli waris."

"Kaelix, jaga mulutmu," tegur Emmeline sambil melotot pada putra bungsunya, meski dalam hati dia membenarkan ucapan tersebut.

Emmeline kembali menatap King dengan tatapan memohon. "Kaelix benar, King. Kau sudah 27 tahun. Kau memimpin setengah dari kekuatan keluarga ini, tapi hidupmu selalu dikelilingi bahaya. Mom benar-benar khawatir."

King hanya diam, tidak berniat menanggapi topik sensitif tentang pernikahan yang selalu dihindarinya selama ini.

Pikirannya justru melayang kembali pada sosok dokter residen bermasker hijau yang beberapa jam lalu memaki dan mengancamnya di kamar ini.

"Aku benar-benar tidak apa-apa, Mom, Dad," ulang King, kali ini dengan nada yang lebih tegas untuk mengakhiri kecemasan orang tuanya. "Rumah sakit ini milik kita, dan aku mendapatkan penanganan terbaik di sini. Kalian tidak perlu membatalkan perjalanan kalian ke Eropa hanya untuk ini."

Kyle Stone menatap putra sulungnya dalam-dalam, lalu beralih menatap Kendrick yang berdiri di dekat pintu.

Sebagai seorang ayah yang juga pemimpin klan, Kyle tahu ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh kedua putra kembarnya, terutama melihat bagaimana King terus-menerus melirik ke arah pintu seolah sedang menunggu kedatangan seseorang.

"Baiklah, jika kau bilang begitu," ucap Kyle akhirnya. "Aku ingin laporan lengkap tentang insiden di dermaga semalam."

"Yes, Dad," jawab Kendrick patuh. Sebelum keluar, Kendrick sempat melirik King dengan tatapan penuh arti, seolah memberi isyarat bahwa dokumen rahasia tentang Olivier Martinez yang berada di meja samping tempat tidur telah ia amankan dari jangkauan mata kepo sang mommy.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain kota Chicago, jauh dari kemegahan dan ketegangan Stone Hospital, sebuah apartemen mewah yang terletak di kawasan elite Lincoln Park tampak begitu tenang.

Apartemen itu memiliki desain minimalis modern dengan sentuhan hangat, dipenuhi oleh deretan buku-buku kedokteran tebal di ruang tengahnya.

Pintu depan apartemen terbuka dengan bunyi klik pelan dari kunci elektronik. Olivier Martinez melangkah masuk ke dalam, melepaskan sepatu hak tinggi yang telah menyiksa kakinya selama shift malam dua puluh empat jam di IGD.

Bahunya merosot, dan rasa lelah yang luar biasa mendadak menghantam seluruh persendian tubuhnya.

Namun, rasa lelah itu seolah menguap dalam sekejap ketika terdengar suara langkah kaki kecil yang berlari riang dari arah koridor dalam.

"Mommy!!! Mommy sudah pulang!"

Terpopuler

Comments

Agus Hidayat

Agus Hidayat

waduh pewarisnya king udah nongol🤭gercep banget kamu bang udah investasi duluan🤭🤣🤣

2026-05-31

1

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Waduuuhhh.... Anaknya si playboy King kah.🤔🤭
Waaahh bener² perlu di Sunat lagi tuh si King, pantes Olivier dingin dan jutek banget... ga taunya kesalahan King fatal banget.. setelah buat orang hamil se enaknya maen perempuan segitu banyaknya.

2026-07-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!