SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

BAB 1. KEBAHAGIAN KELUARGAKU

"Dinar jangan lupa bekalnya,Nak" inilah kebiasaan pagi di keluargaku, Mama yang selalu mengingatkan aku saat berangkat kuliah dengan jadwal pagi. Bekal siang lengkap telah tersedia di Box Lunch ku beserta minuman di Tumbler yang dimasukan dalam tas khusus bekal.

Aku Dinar, mahasiswa semester akhir jurusan Management Bisnis di Perguruan Tinggi Negeri di kotaku Sumatera. Selain kuliah aku juga menggeluti hobiku yang lain sebagai model. Dengan modal tubuhku yang tinggi Seratus Tujuh Puluh Dua centi dan postur yang ramping aku pernah mewakili daerahku sampai ketingkat Nasional. Alhamdulillah aku mendapat peringkat kedua lomba pakaian adat se Nusantara.

Keluargaku sangat harmonis, aku Dua bersaudara dengan adik laki-lakiku si Dut, nama kesayangan panggilan adikku yang jaraknya cukup jauh dariku, yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, kelas Delapan. Nama aslinya Iqbal Saputra Rudiansyah.

Rudiansyah adalah nama Papaku yang bekerja di bidang Pajak sebagai kepala bagian. Sedangkan Mamaku dulunya seorang Perawat, namun Mama berhenti kerja sejak adikku yang kedua lahir dan memilih menjadi Ibu rumah tangga.

Kehidupan keluargaku sangat bahagia, hari ke hari keluarga kami penuh canda dan kegembiraan, Papa memang sedikit sibuk tapi waktunya untuk keluarga selalu ada, terutama saat libur dan tanggal merah datang, kami pasti menikmati pergi keluar bareng, entah itu berjalan-jalan keluar kota atau sekedar pergi makan bareng direstoran atau lesehan.

Mamaku yang bernama Bunga Fuji Yanti termasuk kategori sangat cantik waktu remajanya dan sampai sekarang kecantikan itu masih tersisa walau Mama tidak seramping dulu, yang pasti Mamaku pasti aku puji karena beliau wanita terbaikku. Dan begitu juga Papaku walau telah memasuki usia Empat Puluh tapi masih fresh dan ganteng.

Walaupun cuma Papa yang kerja sendiri, tapi kami termasuk keluarga yang berkecukupan, Mama memiliki Usaha butik Hijab dulu, tapi sekarang dijalankan oleh Adik Mama yang menjanda karena suaminya meninggal dan memiliki Tiga orang anak, Mamaku memberikan usaha butiknya untuk membantu adiknya mendapatkan penghasilan.

Moment-moment kebersamaan keluargaku, selalu diabadikan oleh Mamaku di sosial medianya. Aku juga sering mengabadikan itu, tapi hal-hal tertentu saja, seperti hari ulang tahunku atau hari pernikahan Papa dan Mamaku yang terkesan romantis.Walau sudah hampir memasuki tujuh belas tahun pernikahan Papa dengan Mama,mereka tidak pernah bertengkar hebat, paling Mama ngambek-ngambek manja, kalau Papa lupa sesuatu yang special.

Nah.. jika Mama sudah ngambek, pasti Papa cepat tanggap dengan memberi Mama bunga atau kado spesial. Aku sungguh salut dengan Papaku, perhatian dan kasih sayangnya luar biasa kepada Mama.

"Papa, Iqbal, Dinar ayo serapan dulu, ntar keburu dingin, pagi ini Mama masak nasi goreng hijau kesukaan Papaku, termasuk kami, aku dan Iqbal.

Aku berangkat kuliah tidak bareng Papa, tapi aku mengunakan mobil sendiri, Jadi cuma si Dut yang diantar Papa sampai kesekolah pulangnya nanti, ada sopir Mama yang jemput, Pak Sukri, yang kerja dengan kami sebagai sopir keluarga, Pak Sukri sekampung dengan Mamaku. Dia dan istrinya tinggal di paviliun belakang rumah kami, istri Pak Sukri membantu pekerjaan rumah dirumahku, mereka tidak memiliki anak, jadi mereka sangat sayang kepada kami berdua.

Kami telah berkumpul diruangan keluarga dimana sarapan pagi susah terhidang dan siap untuk disantap.

"Assalamualaikum" Meta sahabatku dari SMP muncul dari pintu depan.Meta juga seorang model sama denganku, segala prestasi juga sudah diraihnya. Kami juga satu kampus tapi beda jurusan Meta jurusan Akutansi semester terakhir, tapi walau beda jurusan kami tetap selalu bersama,Meta sering main kerumahku begitu juga sebaliknya,bahkan sering juga menginap dirumahku. Dulu Meta magangnya dikantor Papaku, aku yang minta Papa terima Meta Magang disana, kenapa jauh-jauh kalau Papa bisa nolong Meta, demi penyelesaian skripsinya.

Orangtua Meta sudah meninggal dari umur Delapan tahun karena kecelakaan dan kini dia tinggal dengan Neneknya yang menerima pensiun dari kakeknya sebagai Tentara. Dan penghasilan model Meta bisa membantu perekonomian Neneknya juga, buktinya Meta bisa beli Mobil sendiri dari keringatnya.

"Eee Meta, apa kabar" Sapa Mamaku kepada Meta.

"Baik Tante" Meta tersenyum saat melihat kami sedang berkumpul.

"Ikut sarapan sekalian Met" Mama mengajak Meta sarapan.

"Makasih Tante Meta sudah sarapan tadi, Meta mau ngantar ini pesanan dari Nenek"

"Oh iya Tante kemarin ketemu Nenek kamu, pesan lepat Pocinya, Poci Nenek kamu enak sekali dari dulu sampai sekarang.

"Iya Tante, Makasih" Nenek memang gitu apa yang di buat pasti enak.

"Eeee Met, kita bareng aja ya, kamu kuliah pagi juga hari ini ?"

"Iya Di, kamu bareng aku aja, kebetulan cuma satu mata kuliah aku hari ini.

"Sama, udah kamu bareng aku aja" Meta menawarkan Dinar bersamanya.

"Hahahah ok ....naik mobil baru" Meta membeli mobil yang dipakainya sekarang baru Dua bulan, Meta sudah bisa membawa mobil dari SMA sebenarnya, tapi karena belum punya mobil dia sering nebeng dengan aku dulunya.

Kini impiannya terwujud bisa beli mobil baru, sesuai keinginannya.

"Ayo Met, kita berangkat ntar macet lagi, bisa terlambat kita"

"Ayo, Meta berangkat dulu ya Tante..Om, Iqbal"

"Iya hati-hati kalian jangan ngebut" Mama selalu mengingatkan aku jika aku sudah mau berangkat, itu hal setiap hari aku dengar jika mau pergi kemana-mana dengan mobil atau motor, karena Mama orangnya memiliki rasa cemas yang tinggi dan protektif kepada kami anak-anaknya. Apalagi soal makan tidak boleh sembarang, mungkin karena latar belakang Mama berasal dari Perawat jadi terbawa sampai kerumah.

Aku dan Meta pun berangkat ke kampus, kebetulan kampusku lebih dulu dari Meta yang berada di gerbang utama Universitas. Saat kami berangkat tadi. Papa juga berangkat dengan si Dut kesekolah tapi kami beda jalur.

Sesampainya dikampus aku diturunkan Meta digerbang jurusanku.

"Makasih Ya Met"

"Ntar kamu kontek Aku ya jam berapa pulang biar bisa aku jemput"

"Siap bidadari,Hahaha" Aku selalu mencandai Meta dengan panggilan bidadari karena dia memang cantik dan anggun banget mirip artis India Sri Devi gitu serba imut. Artis kawakan di India, mungkin waktu Mamanya Meta hamil sering nonton film India sampai Meta pun mirip dengan artis tersebut. Kulitnya putih bersih tingginya lebih dariku Seratus Tujuh Puluh Lima centi.

Sementara dirumah setelah kami semua berangkat dari kegiatan masing-masing, Mama mengerjakan pekerjaan rumah beres-beres dibantu istri Pak Sukri, Bik Ani. Mama suka kali nyemil apalagi kalau sudah nonton drama di televisi kadang sampai nangis dan nyemil, Hahahha Mamaku kadang lucu. Kesukaannya Lepat Poci buatan Nenek Meta, sekali Dua hari Meta ngantar pesanan Mama untuk nyemil.

Pas pulang pasti semua lepat Pocinya habis, aku tidak begitu suka tapi bukan berarti tidak mau, karena sebagai model aku harus mengurangi yang manis-manis karena kata orang aku sudah manis😅. Saat kami pulang siang pasti Mama sudah masak terutama kalau buat si Dut, pulang sekolah segera makan, walau sudah bawa bekal dari rumah, Dut pasti lapar lagi nyampe dirumah.

Episodes
1 BAB 1. KEBAHAGIAN KELUARGAKU
2 BAB 2. SAKITNYA MAMA
3 BAB 3. KABAR TAK SEDAP
4 BAB 4. KERAGUAN ITU HILANG
5 BAB 5. PERSELINGKUHAN RAHASIA
6 BAB 6 RENCANA SELINGKUHAN
7 BAB 7 MENINGGALNYA BUNGA
8 BAB 8 PEMAKAMAN BUNGA
9 BAB 9 DATANGNYA SANG KAKAK BUNGA
10 BAB 10 META MENUNTUT NIKAH
11 BAB 11 PERJANJIAN
12 BAB 12 NIKAH TERSEMBUNYI
13 BAB 13 KECURIGAAN DINAR
14 BAB 14 MENCARI INFO
15 BAB 15 PENDARAHAN
16 BAB 16 KEGUGURAN
17 BAB 17 META DIBAWA KERUMAH
18 BAB 18 ANGKAT KAKI
19 BAB 19 BERJUANG DALAM BUANGAN
20 BAB 20 SIKSAAN UNTUK DUT
21 BAB 21. KESEMBUHAN IQBAL
22 BAB 22 BERJUANG DIRUANG PANAS
23 BAB 23 PAKSAAN
24 BAB 24 UNDANGAN
25 BAB 25 WISUDA
26 BAB 26 PERTENGKARAN
27 BAB 27 TAWARAN TAK DISANGKA
28 BAB 28 KENAIKAN JABATAN
29 BAB 29 MENINGGALNYA NENEK AINI
30 BAB 30 PELANTIKAN
31 BAB 31 BERTEMU PAPA
32 BAB 32 PENDEKATAN
33 BAB 33 UJIAN CINTA DITENGAH BADAI
34 BAB 34 DIBALIK UJIAN
35 BAB 35 DITANTANG
36 BAB 36 KERJA DAN PENAMPILAN BARU
37 BAB 37 KEMBALINYA META
38 BAB 38 PERTEMUAN SAHABAT
39 BAB 39 ANCAMAN
40 BAB 40 DINAR DAN META
41 BAB 41 KEBANGGAAN YANG LUNTUR
42 BAB 42 PERTEMUAN DALAM KESAKSIAN
43 BAB 43 KEBEBASAN PAK RUDIANSYAH
44 BAB 44 HUBUNGAN YANG KEMBALI DAN PERGI
45 BAB 45 PENGUNDURAN DIRI JAMILA
46 BAB 46 RESTU KELUARGA
47 BAB 47 MENINGGALNYA META
48 BAB 48 KEBAHAGIAN DALAM ANCAMAN
49 BAB 49 MISTERI YANG SALAH TUDUH
50 BAB 50 PERTUNANGAN YANG DIGANGGU
51 BAB 51 TEROR PERTUNANGAN
52 BAB 52 HILANGNYA DINAR
53 BAB 53 TAHU TAPI MENUTUPI
54 BAB 54 BERITA HEBOH
55 BAB 55 PENYESALAN
Episodes

Updated 55 Episodes

1
BAB 1. KEBAHAGIAN KELUARGAKU
2
BAB 2. SAKITNYA MAMA
3
BAB 3. KABAR TAK SEDAP
4
BAB 4. KERAGUAN ITU HILANG
5
BAB 5. PERSELINGKUHAN RAHASIA
6
BAB 6 RENCANA SELINGKUHAN
7
BAB 7 MENINGGALNYA BUNGA
8
BAB 8 PEMAKAMAN BUNGA
9
BAB 9 DATANGNYA SANG KAKAK BUNGA
10
BAB 10 META MENUNTUT NIKAH
11
BAB 11 PERJANJIAN
12
BAB 12 NIKAH TERSEMBUNYI
13
BAB 13 KECURIGAAN DINAR
14
BAB 14 MENCARI INFO
15
BAB 15 PENDARAHAN
16
BAB 16 KEGUGURAN
17
BAB 17 META DIBAWA KERUMAH
18
BAB 18 ANGKAT KAKI
19
BAB 19 BERJUANG DALAM BUANGAN
20
BAB 20 SIKSAAN UNTUK DUT
21
BAB 21. KESEMBUHAN IQBAL
22
BAB 22 BERJUANG DIRUANG PANAS
23
BAB 23 PAKSAAN
24
BAB 24 UNDANGAN
25
BAB 25 WISUDA
26
BAB 26 PERTENGKARAN
27
BAB 27 TAWARAN TAK DISANGKA
28
BAB 28 KENAIKAN JABATAN
29
BAB 29 MENINGGALNYA NENEK AINI
30
BAB 30 PELANTIKAN
31
BAB 31 BERTEMU PAPA
32
BAB 32 PENDEKATAN
33
BAB 33 UJIAN CINTA DITENGAH BADAI
34
BAB 34 DIBALIK UJIAN
35
BAB 35 DITANTANG
36
BAB 36 KERJA DAN PENAMPILAN BARU
37
BAB 37 KEMBALINYA META
38
BAB 38 PERTEMUAN SAHABAT
39
BAB 39 ANCAMAN
40
BAB 40 DINAR DAN META
41
BAB 41 KEBANGGAAN YANG LUNTUR
42
BAB 42 PERTEMUAN DALAM KESAKSIAN
43
BAB 43 KEBEBASAN PAK RUDIANSYAH
44
BAB 44 HUBUNGAN YANG KEMBALI DAN PERGI
45
BAB 45 PENGUNDURAN DIRI JAMILA
46
BAB 46 RESTU KELUARGA
47
BAB 47 MENINGGALNYA META
48
BAB 48 KEBAHAGIAN DALAM ANCAMAN
49
BAB 49 MISTERI YANG SALAH TUDUH
50
BAB 50 PERTUNANGAN YANG DIGANGGU
51
BAB 51 TEROR PERTUNANGAN
52
BAB 52 HILANGNYA DINAR
53
BAB 53 TAHU TAPI MENUTUPI
54
BAB 54 BERITA HEBOH
55
BAB 55 PENYESALAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!