BAB 40

“Kurang ajar!” Jemian langsung menarik kerah baju Jevan dan melayangkan satu pukulan di wajah sang adik.

Bugh!

Karina menutup mulutnya yang hampir berteriak, karena sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Jemian.

“Masuk ke dalam kamar!” Titah Jemian kepada Karina, bahkan tatapan pria itu terlihat sangat menyeramkan.

“Ikuti kata Jemian!” Jevan juga menyuruhnya untuk menurut.

Karina mengangguk kaku dan bergegas ke arah lift untuk naik ke atas, meskipun ia begitu mengkhawatirkan Jevan yang pastinya tidak akan lolos dari kemarahan Jemian.

“Aku harap Kak Jevan baik-baik.”

Walaupun itu tidak akan terjadi, karena Jemian kalau sudah sangat marah akan sangat menyeramkan dan tidak bisa dihentikan.

Tidak ingin membuat kegaduhan di dalam Mansion, Jemian menyeret adik kembarnya menuju gudang yang ada di bawah tangga. Di sana cukup aman untuk menghajar Jevan yang sudah membuatnya begitu marah.

Bugh!

“Berdiri, sialan!” Sentak Jemian kepada Jevan yang terhuyung ke belakang.

Jevan bisa saja membalas, tetapi ia tidak melakukannya… meskipun kemampuan bertarungnya lebih baik dari Jemian. Jevan sadar diri kalau dirinya salah dan harus menerima kemarahan kakak pertamanya.

Bugh!

Lagi, Jemian memukulnya. Namun kali ini bukan di wajah atau di rahang, seperti sebelumnya. Jemian memukul perut Jevan dan membuat sang adik meringis pelan.

“Jadi ini alasan perubahanmu? Jadi ini alasan kenapa kamu begitu ngotot untuk tidak menghapus foto Karina?” Marah Jemian di depan wajah Jevan yang sedang terpejam.

“Sejak kapan? Sejak kapan kamu memiliki hubungan seperti itu dengan Karina?” Suara Jemian kian melemah.

Pria itu sangat lelah, belum lagi urusan Bening yang menyeretnya dalam kebohongan yang cukup beresiko. Namun Jemian harus tetap berdiri dengan tegak, karena ia adalah anak pertama dan pemimpin selanjutnya di keluarga Adhitama.

“Hampir dua bulan,” jawab Jevan dengan ringisan pelan, karena sudut bibirnya terluka.

Jemian memejamkan matanya, ia langsung teringat saat Jevan tertusuk dan mulai bertingkah aneh terhadap Karina.

“Apa kamu sudah gila? Kalau Papa sama Mama tahu, bukan hanya kamu yang akan dimarahi… tetapi Karina juga akan ikut terseret. Aku tidak peduli denganmu, tapi Karina… aku tidak ingin adik perempuanku itu terseret dalam masalah yang kamu buat!” Jemian menunjuk wajah Jevan yan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

aku

aku

ada yg panas rin kau main peluk2 aja 🤣

2026-06-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!