Episode 2

Bab 2: Kutukar Calon Suamimu

"Izinkan saya menawarkan hal lain," ulang Pak Ignas. Suaranya direndahkan, seperti orang yang hendak menyampaikan perkara serius. "Kamu tidak akan masuk ke keluarga itu lewat pintu belakang, menikahi Pradipta yang bahkan tidak tahu cara menjagamu. Kamu akan masuk lewat pintu utama. Menikahlah dengan putra saya. Dengan Maximilian."

Aku menempelkan ponsel ke telinga kanan, punggung masih bersandar pada dinding batu yang hangat, dan selama sesaat kupikir pendengaranku lagi-lagi mengkhianatiku.

"Dengan putra Bapak?"

"Maximilian Laksana. Orang yang benar-benar memegang kendali di Grup Laksana. Pradipta berasal dari cabang keponakan saya; putra saya satu generasi di atasnya." Ia berhenti sejenak. "Ya, saya tahu apa yang akan kamu pikirkan. Ia akan menjadi paman Pradipta secara hubungan keluarga. Itu akan jadi bahan omongan. Biarkan mereka bicara. Maximilian pria serius, tidak mempermainkan perempuan di depan umum, dan tidak akan mempermalukanmu di hadapan siapa pun. Saya yang membesarkannya, jadi saya berani menjamin."

"Kenapa saya, Pak Ignas?" tanyaku. "Setelah kejadian hari ini, di mata semua orang saya hanya calon pengantin yang ditinggalkan."

Ia butuh beberapa saat sebelum menjawab.

"Karena saya mengenal nenekmu," katanya, dan suaranya terdengar lebih tua, lebih lembut. "Perempuan yang mencarimu ketika tak seorang pun mau mencarimu. Beliau orang baik, jenis yang sekarang sulit ditemukan. Dan karena saya melihat bagaimana mereka memperlakukanmu di rumah itu, Nak. Saya tidak suka. Manusia harus diperlakukan dengan layak, dari mana pun asalnya. Itu saja."

Aku menelan ludah. Sudah lama tak ada orang yang membicarakan nenekku seolah beliau memang pernah berarti. Sepotong kelembutan itu, datang dari orang yang hampir asing, nyaris membuatku runtuh lebih dalam daripada seluruh kekejaman sore itu.

Di luar vila, musik pernikahan masih terdengar dari kejauhan, acuh tak acuh. Di dalam sana, mantan tunanganku sedang berjanji kepada Dania akan menebus semua yang ditanggungnya. Di dalam sana, ibuku membaca buku acara agar tidak perlu melihatku.

Dan aku, berdiri di jalan dengan ujung gaun pengantin yang kotor, memikirkan satu hal yang sangat dingin dan sangat jelas: kalau aku menikahi pria yang sungguh berkuasa, tak seorang pun dalam hidup ini akan kembali memperlakukanku seperti anak pungut yang ditampung karena kasihan.

"Saya terima," kataku.

Suaraku tidak bergetar. Itulah keputusan pertama dalam waktu lama yang sepenuhnya terasa milikku.

"Itu baru gadis saya." Aku mendengar senyum Pak Ignas di seberang. "Saya yang akan mengurus sisanya. Pulanglah, istirahat. Dan, Renata... apa yang mereka lakukan hari ini tidak akan mereka lupakan. Biar saya yang memastikan."

Telepon kututup. Kulepas mantel, kuangkat gaun agar tidak lagi kuinjak, lalu kuminta sopir taksi mengantarku ke kawasan elite tempat keluarga Bramasta tinggal.

Rumah keluarga Bramasta menyambutku seperti biasa: langit-langit tinggi, bunga segar yang diganti setiap Senin, dan keheningan mahal. Selama bertahun-tahun tinggal di sana, tak sekali pun aku merasa rumah itu milikku. Baru saja aku melewati pintu, ibuku keluar dari ruang kerja. Anyelir di dadanya sudah dilepas, tetapi ia masih memakai gaun pesta.

"Kamu pulang lebih cepat daripada kami," katanya, seolah yang aneh adalah waktunya, bukan semua hal lain.

"Ibu ada di sana," kataku, menatapnya. "Di baris ketiga. Dengan gaun terbaik Ibu."

Bu Patrina tidak terusik. Ia menuang air dari teko perlahan-lahan, membelakangiku.

"Dania juga anakku, Renata. Kamu mau apa? Aku tidak datang ke pernikahannya?" Ia minum. "Dan kamu, membuat skandal di depan separuh kalangan atas. Kamu tahu apa yang akan dikatakan orang? Besok seluruh kota akan membicarakan putri Bramasta yang datang mengacaukan pernikahan dengan gaun setengah terbuka. Memalukan."

"Yang memalukan bukan saya."

"Yang memalukan selalu perempuan yang membuat tontonan." Ia akhirnya berbalik. "Begini, masalah ini masih bisa dibereskan. Pradipta menyayangimu, dengan caranya sendiri. Urusannya dengan Dania itu urusan laki-laki, nanti juga lewat. Kamu diam saja, jaga nama baik, dan setahun lagi tidak ada yang ingat. Itu yang terbaik untuk keluarga."

Yang terbaik untuk keluarga. Entah sudah berapa kali aku mendengar kalimat itu. Artinya selalu satu: yang terbaik untuk Dania. Dania dibuatkan pesta ulang tahun kelima belas lengkap dengan musik dan gaun dari Paris. Aku, pada tahun pertama aku datang, diperkenalkan saat makan malam Natal sebagai "anak yang kami putuskan untuk bantu", lalu seorang paman bertanya apakah aku sudah tahu cara memakai alat makan. Umurku tujuh belas, telingaku berdengung, dan malam itu aku belajar bahwa di rumah tersebut kasih sayang dibagi seperti warisan: lewat notaris dan penuh pilihan.

"Saya tidak akan diam lagi," jawabku. "Dan saya tidak akan menikah dengan Pradipta."

Ibuku tertawa pendek, kering, jenis tawa yang lebih menyakitkan daripada bentakan.

"Oh, begitu? Lalu siapa yang mau denganmu, Nak? Dengan telingamu, dengan watakmu. Kamu pikir dunia berebut anak asuh yang kami pungut..."

"Saya akan menikah dengan Maximilian Laksana," potongku.

Gelas itu berhenti di tengah jalan menuju mulutnya.

Untuk sekali dalam hidupku, aku melihat ibuku kehilangan kata-kata. Kulihat ia menghitung di balik matanya: nama itu, marga itu, bobot marga itu. Maximilian Laksana bukan sekadar calon suami bagus. Dialah calon terbaik. Dan "anak asuh", si telinga rusak, yang selama ini mereka pamerkan seperti tindakan amal, baru saja melompati seluruh keluarga.

Ia tidak sempat berkata apa-apa lagi.

Bel berbunyi.

Yang datang Pradipta. Ia masih memakai kemeja pernikahan, tanpa jas, menggenggam kantong beludru kecil, dengan wajah seseorang yang datang seolah hendak menolongku. Ibuku, secara ajaib, mundur ke ruang kerja.

"Renata." Ia masuk tanpa diundang. "Kejadian hari ini memang di luar kendali, aku akui. Tapi aku memikirkanmu. Lihat." Ia membuka kantong itu. Di dalamnya ada sepasang anting dan liontin, berlian merah muda yang nilainya setara satu apartemen. "Ini untukmu. Sungguh. Soal hukum tetap sama: di atas kertas, kamulah yang penting. Dania itu... hal lain. Kamu dan aku bisa tetap seperti biasa. Diam-diam. Tidak ada yang terluka."

Aku menatap berlian itu. Indah sekali. Mereka berkilau di atas beludru seolah tak ada hubungannya dengan sore yang baru saja kulewati.

"Ini kedua kalinya hari ini kamu menawariku untuk lanjut 'seolah tidak terjadi apa-apa'," kataku. "Yang pertama kubiarkan lewat. Yang ini tidak."

"Renata, bersikaplah masuk akal..."

"Simpan saja." Kututup kantong itu dan kutekan ke dadanya dengan satu jari, sama seperti cincin di taman. "Untuk lain kali, saat kamu perlu membeli seseorang agar mau menanggung apa yang tidak mampu kamu berikan."

Mulutnya terbuka. Aku tidak peduli apakah ia menangkap kata-kataku dengan jelas atau tidak. Kubukakan pintu sendiri untuknya.

Setelah ia pergi, aku berdiri sendirian di foyer rumah yang tak pernah menjadi rumahku, gaun itu masih menempel di tubuh, dan akhirnya kubiarkan diriku gemetar sedikit.

Aku tidak akan menangisi Pradipta. Itu sudah jelas. Namun malam itu, ketika aku menaiki tangga menuju kamar yang mereka pinjamkan kepadaku seperti meminjamkan ranjang kepada tamu, aku membuat satu janji dalam diam, satu-satunya yang sungguh penting.

Rasa sakit yang mereka berikan hari ini, suatu hari nanti, akan sembuh.

Yang belum kuketahui adalah bahwa kurang dari seminggu lagi, aku akan bertemu pria yang baru saja kusepakati untuk kunikahi. Dan tentang dirinya, aku sama sekali tidak tahu apa-apa selain namanya.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!