Minggu ketiga setelah badai di rumah keluarga Yudhistira, perkembangan hubungan antara sang CEO dan asisten pribadinya berjalan ke arah yang semakin positif. Di balik pintu kaca lantai dua puluh, mereka tidak lagi sekadar menjadi atasan dan bawahan yang kaku. Efisiensi kerja mereka meningkat drastis, frekuensi adu mulut mereka kini terasa seperti ritual harian yang dinamis, dan tidak jarang ada perhatian-perhatian kecil yang mulai lolos dari celah gengsi masing-masing.
Namun, ketenangan Arsenio terusik saat akhir pekan lalu ia terpaksa menghadiri makan malam keluarga di kediaman utama.
Di sela-sela waktu santai di ruang cerutu, Bima Yudhistira tidak melewatkan kesempatan untuk menyenggol putranya. Sembari menghirup kopi, Bima melirik Arsenio dengan seringai jahil andalannya. "Arsen, Daddy perhatikan belakangan ini kamu tidak pernah mengeluh lagi soal Kiera di meja makan. Malah, laporan dari tim analis bilang kalian kompak sekali. Jujur sama Daddy, kamu sebenarnya sudah jatuh hati, kan, sama asistenmu itu?"
Mendengar godaan telak sang Daddy, Arsenio langsung menegakkan punggungnya. Wajahnya disetel sedingin es, dan dengan nada ketus yang sangat tegas, ia menjawab, "Tidak. Sama sekali tidak, Dad. Kiera itu hanya asisten pribadi yang kebetulan kerja otaknya lumayan rapi belakangan ini. Rasa peduli aku selama ini murni hanya profesionalitas seorang atasan pada karyawannya. Tidak lebih. Gengsi aku terlalu mahal untuk jatuh cinta pada gadis seperti dia."
Bima hanya terkekeh misterius, menepuk bahu putranya seolah berkata *'kita lihat saja nanti'*.
Sialnya, ketegasan Arsenio di depan daddynya justru berbanding terbalik dengan kondisi mentalnya sekarang. Sejak percakapan malam itu, setiap kali ia bertemu dengan Kiera di kantor, kata-kata sang Daddy terus saja terngiang-ngiang di kepalanya bak kaset rusak.
"Jatuh hati? Saya? Pada Kiera?" gumam Arsenio frustrasi, mondar-mandir di balik meja kerjanya yang luas.
Setiap kali Kiera masuk mengantarkan kopi, atau saat Kiera dengan…
CAGE THE REBEL : MENJINAKKAN SANG PEWARIS IBLIS
BAB 19. Penyangkalan Agung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 20 Episodes
Comments