Bab 100 — Awal Kehidupan Baru

Tiga bulan berlalu tanpa terasa sejak Xiao Yun resmi menjadi Murid Dalam Sekte Langit Purba.

Pergantian hari demi hari di Gunung Murid Dalam berlangsung dalam ritme yang hampir tidak pernah berubah. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Xiao Yun selalu telah lebih dahulu duduk bersila di dalam Goa Kultivasinya. Aura spiritual yang jauh lebih kaya dibanding dunia luar terus diserap perlahan ke dalam tubuhnya, lalu dimurnikan berulang kali di dalam Dao Hai sesuai arahan Luo Hai.

Selama tiga bulan itu, Xiao Yun tidak pernah sekalipun meninggalkan rutinitas yang telah dibangun.

Pagi hari digunakan untuk ber-kultivasi.

Setelah itu ia berlatih Langkah Kekosongan, Mata Kekosongan, dan dasar Dao Pedang di bawah bimbingan Luo Hai.

Menjelang sore, ia kembali memasuki Goa Kultivasi untuk menstabilkan hasil latihan hari itu.

Malam hari dipakai untuk merenungkan setiap kekurangan yang masih ditemukannya selama latihan.

Rutinitas itu terus berulang.

Tidak ada satu hari pun yang disia-siakan.

Luo Hai memandang seluruh perkembangan muridnya dengan rasa puas.

"Dibanding saat pertama memasuki sekte..."

"...gerakanmu jauh lebih tenang."

"Pedangmu juga tidak lagi dipenuhi tenaga yang terbuang sia-sia."

Xiao Yun menundukkan kepala.

"Semua karena bimbingan Guru."

Luo Hai tersenyum tipis.

"Jangan memujiku."

"Aku hanya menunjukkan jalan."

"Yang melangkah tetap dirimu sendiri."

Xiao Yun hanya membalas dengan anggukan.

Selama tiga bulan terakhir, ia benar-benar merasakan perubahan pada dirinya.

Langkah Kekosongan kini dapat digunakan jauh lebih alami.

Mata Kekosongan juga mampu bertahan lebih lama daripada sebelumnya.

Dasar Dao Pedangnya semakin kokoh meskipun ranah Jian Tu masih berada pada tahap awal.

Luo Hai memang tidak mengizinkannya mengejar peningkatan Dao Pedang.

Baginya, fondasi harus benar-benar matang sebelum naik ke tahap berikutnya.

Pagi itu, seperti biasa, Xiao Yun kembali duduk bersila di dalam Goa Kultivasi.

Pedang Naga Kekosongan diletakkan di sampingnya.

Kristal Warisan menggantung tenang di dadanya.

Aliran energi spiritual mulai mengalir menuju tubuhnya.

Dao Hai berputar semakin cepat.

Xiao Yun tetap menjaga pikirannya setenang permukaan danau.

Beberapa saat kemudian...

Ia merasakan sesuatu yang berbeda.

Energi spiritual yang selama ini berputar stabil mulai bergerak semakin deras.

Seluruh meridian di dalam tubuhnya perlahan dipenuhi gelombang energi yang jauh lebih kuat dibanding biasanya.

Xiao Yun tidak membuka mata.

Ia tetap mengikuti teknik pernapasan yang diajarkan Luo Hai.

Di dalam Kristal Warisan, Luo Hai yang sejak tadi mengamati segera menyadari perubahan itu.

"Jangan hentikan."

"Terus jalankan sirkulasi Qi."

Xiao Yun menganggukkan kepala pelan tanpa membuka mata.

Energi spiritual terus memasuki tubuhnya.

Dao Hai yang selama tiga bulan ditempa tanpa henti mulai bergetar perlahan.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada gejolak yang kacau.

Seluruh perubahan berlangsung sangat stabil.

Luo Hai memperlihatkan senyum…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Phait Jhoe

Phait Jhoe

ribet
sudah bab 100 tapi gak ada seru2nya 😅
kelamaan ceritanya kayak nonton sinetron tersanjung 🤣

2026-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 — Anak Tanpa Qi Dan Bayangan Hutan Terlarang
2 Bab.2 — Kerangka Dalam Goa
3 Bab.3 — Roh Petapa Kuno
4 Bab.4 — Jejak Sang Murid
5 Bab.5 — Kolam Penempaan Tulang
6 Bab.6 — Teknik Tubuh Kekosongan
7 bab.7 — Jejak Pertama Sang Kultivator
8 Bab.8 — Kebangkitan Altar Kuno
9 Bab.9 — Dunia Ilusi
10 Bab.10 — Warisan Yang Tertidur
11 Bab.11 — Aula Para Pewaris
12 Bab.12 — Jiwa Ye Wuchen
13 Bab.13 — Warisan Ye Wuchen
14 Bab.14 — Inti Warisan
15 Bab.15 — Segel Yang Mulai Retak
16 Bab.16 — Trobosan Awal
17 Bab.17 — Jejak Altar Kedua
18 Bab.18 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
19 Bab.19 — Dunia Luar
20 Bab.20 — Benua Tianxu
21 Bab.21 — Langkah Pertama Menuju Dunia
22 Bab.22 — Hari Pertama Perjalanan
23 Bab.23 — Buruan Pertama
24 Bab.24 — Kota Sungai Hijau
25 Bab.25 — Batu Roh
26 Bab.26 — Penguasa Hutan Pinus
27 Bab.27 — Melarikan Diri Dari Penguasa Hutan Pinus
28 Bab.28 — Kawanan Serigala Bulan Perak
29 Bab.29 — Pemimpin Kawanan
30 Bab.30 — Menuju Titik Akhir Pertarungan
31 Bab.31 — Perpisahan
32 Bab.32 — Memasuki Kota Batu Hitam
33 Bab.33 — Menjual Hasil Buruan
34 Bab 34 — Mengenal Dunia Kultivator
35 Bab 35 – Jejak Menuju Lembah Langit
36 Bab 36 — Pasar Kultivator
37 Bab 37 — Berburu Sendirian
38 Bab 38 — Perburuan Babi Taring Batu
39 Bab 39 — Menuju Lembah Langit
40 Bab 40 — Memasuki Gunung Tulang Naga
41 Bab 41 — Resonansi Pecahan Logam Kuno
42 Bab 42 — Pertempuran Melawan Hewan Roh Tingkat Menengah
43 Bab 43 – Reruntuhan Kuno
44 Bab 44 — Pedang Kuno
45 Bab 45 — Resonansi Dua Pecahan
46 Bab 46 — Altar Warisan Kedua
47 Bab 47 — Mata kekosongan
48 Bab 48 — Harimau Batu Bertanduk
49 Bab.49 — Pedang Naga Kekosongan
50 Bab 50 — Terobosan ke Dao Hai Tingkat 5
51 Bab 51 — Meninggalkan Gunung Tulang Naga
52 Bab 52 — Desas-desus Sumsum Bumi
53 Bab 53 — Lembah Batu Hitam
54 Bab 54 — Mencuri Harta Langit dan Bumi
55 Bab 55 — Pelarian di Ambang Kematian
56 Bab 56 — Gua Persembunyian
57 Bab 57 — Teratai Giok Es
58 Bab 58 — Penempaan yang Sempurna
59 Bab 59 — Melangkah Kembali
60 Bab 60 — Rumah Lelang
61 Bab 61 — Bekal untuk Perjalanan
62 Bab 62 — Memasuki Wilayah Baru
63 Bab 63 — Pertarungan Pertama
64 Bab 64 — Hati Seorang Pendekar
65 Bab 65 — Ribuan Ayunan Pedang
66 Bab 66 — Perburuan di Wilayah Baru
67 Bab 67 — Memahami Hati Pedang
68 Bab 68 — Beruang Bumi Merah
69 Bab 69 — Menempa Dasar Pedang
70 Bab 70 — Pedang Tanpa Bentuk
71 Bab 71 — Menuju Lembah Langit
72 Bab 72 — Lembah Langit
73 Bab 73 — Informasi Seleksi
74 Bab 74 — Hari Pertama Seleksi
75 Bab 75 — Batu Penguji Kultivasi
76 Bab 76 — Perhatian Tetua Naga Hijau
77 Bab 77 — Memasuki Alam Rahasia
78 Bab 78 — Token Roh Pertama
79 Bab 79 — Keserakahan di Tengah Alam Rahasia
80 Bab 80 — Pedang Menghadapi Keserakahan
81 Bab 81 — Hari Kedua Alam Rahasia
82 Bab 82 — Lima Hari Menjelang Akhir
83 Bab 83 — Kembali dari Alam Rahasia
84 Bab 84 — Dua Puluh Token Roh
85 Bab 85 — Peserta yang Lolos
86 Bab 86 — Pertandingan Pertama
87 Bab 87 — Pedang Yang menggetarkan Arena
88 Bab 88 — Murid Dalam Sekte Langit Purba
89 Bab 89 — Malam Terakhir di Lembah Langit
90 Bab 90 — Gerbang Langit
91 Bab 91 — Memasuki Sekte Langit Purba
92 Bab 92 — Gunung Murid Dalam
93 Bab 93 — Rumah Baru
94 Bab 94 — Orientasi Murid Dalam
95 Bab 95 — Menempa Jalan Pedang
96 Bab 96 — Langkah dan Pedang
97 Bab 97 — Mata yang Mengamati
98 Bab 98 — Menyatukan Tiga Dasar
99 Bab 99 — Ujian Tanpa Lawan
100 Bab 100 — Awal Kehidupan Baru
101 Bab 101 — Meninggalkan Sekte
102 Bab 102 — Pegunungan Sunyi
103 Bab 103 — Semakin Dalam Pegunungan Sunyi
104 Bab 104 — Penguasa Lereng Batu
105 Bab 105 — Jejak Peradaban yang Hilang
106 Bab 106 — Gerbang yang Tersembunyi
107 Bab 107 — Gerbang Menuju Inti Warisan
108 Bab 108 — Aula Altar Ketiga
109 Bab 109 — Warisan Ketiga
110 Bab 110 — Petunjuk Menuju Altar Keempat
111 Bab 111 — Kembali ke Sekte
112 Bab 112 — Jiwa yang Tenang
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Bab.1 — Anak Tanpa Qi Dan Bayangan Hutan Terlarang
2
Bab.2 — Kerangka Dalam Goa
3
Bab.3 — Roh Petapa Kuno
4
Bab.4 — Jejak Sang Murid
5
Bab.5 — Kolam Penempaan Tulang
6
Bab.6 — Teknik Tubuh Kekosongan
7
bab.7 — Jejak Pertama Sang Kultivator
8
Bab.8 — Kebangkitan Altar Kuno
9
Bab.9 — Dunia Ilusi
10
Bab.10 — Warisan Yang Tertidur
11
Bab.11 — Aula Para Pewaris
12
Bab.12 — Jiwa Ye Wuchen
13
Bab.13 — Warisan Ye Wuchen
14
Bab.14 — Inti Warisan
15
Bab.15 — Segel Yang Mulai Retak
16
Bab.16 — Trobosan Awal
17
Bab.17 — Jejak Altar Kedua
18
Bab.18 — Awal Perjalanan Sang Pewaris
19
Bab.19 — Dunia Luar
20
Bab.20 — Benua Tianxu
21
Bab.21 — Langkah Pertama Menuju Dunia
22
Bab.22 — Hari Pertama Perjalanan
23
Bab.23 — Buruan Pertama
24
Bab.24 — Kota Sungai Hijau
25
Bab.25 — Batu Roh
26
Bab.26 — Penguasa Hutan Pinus
27
Bab.27 — Melarikan Diri Dari Penguasa Hutan Pinus
28
Bab.28 — Kawanan Serigala Bulan Perak
29
Bab.29 — Pemimpin Kawanan
30
Bab.30 — Menuju Titik Akhir Pertarungan
31
Bab.31 — Perpisahan
32
Bab.32 — Memasuki Kota Batu Hitam
33
Bab.33 — Menjual Hasil Buruan
34
Bab 34 — Mengenal Dunia Kultivator
35
Bab 35 – Jejak Menuju Lembah Langit
36
Bab 36 — Pasar Kultivator
37
Bab 37 — Berburu Sendirian
38
Bab 38 — Perburuan Babi Taring Batu
39
Bab 39 — Menuju Lembah Langit
40
Bab 40 — Memasuki Gunung Tulang Naga
41
Bab 41 — Resonansi Pecahan Logam Kuno
42
Bab 42 — Pertempuran Melawan Hewan Roh Tingkat Menengah
43
Bab 43 – Reruntuhan Kuno
44
Bab 44 — Pedang Kuno
45
Bab 45 — Resonansi Dua Pecahan
46
Bab 46 — Altar Warisan Kedua
47
Bab 47 — Mata kekosongan
48
Bab 48 — Harimau Batu Bertanduk
49
Bab.49 — Pedang Naga Kekosongan
50
Bab 50 — Terobosan ke Dao Hai Tingkat 5
51
Bab 51 — Meninggalkan Gunung Tulang Naga
52
Bab 52 — Desas-desus Sumsum Bumi
53
Bab 53 — Lembah Batu Hitam
54
Bab 54 — Mencuri Harta Langit dan Bumi
55
Bab 55 — Pelarian di Ambang Kematian
56
Bab 56 — Gua Persembunyian
57
Bab 57 — Teratai Giok Es
58
Bab 58 — Penempaan yang Sempurna
59
Bab 59 — Melangkah Kembali
60
Bab 60 — Rumah Lelang
61
Bab 61 — Bekal untuk Perjalanan
62
Bab 62 — Memasuki Wilayah Baru
63
Bab 63 — Pertarungan Pertama
64
Bab 64 — Hati Seorang Pendekar
65
Bab 65 — Ribuan Ayunan Pedang
66
Bab 66 — Perburuan di Wilayah Baru
67
Bab 67 — Memahami Hati Pedang
68
Bab 68 — Beruang Bumi Merah
69
Bab 69 — Menempa Dasar Pedang
70
Bab 70 — Pedang Tanpa Bentuk
71
Bab 71 — Menuju Lembah Langit
72
Bab 72 — Lembah Langit
73
Bab 73 — Informasi Seleksi
74
Bab 74 — Hari Pertama Seleksi
75
Bab 75 — Batu Penguji Kultivasi
76
Bab 76 — Perhatian Tetua Naga Hijau
77
Bab 77 — Memasuki Alam Rahasia
78
Bab 78 — Token Roh Pertama
79
Bab 79 — Keserakahan di Tengah Alam Rahasia
80
Bab 80 — Pedang Menghadapi Keserakahan
81
Bab 81 — Hari Kedua Alam Rahasia
82
Bab 82 — Lima Hari Menjelang Akhir
83
Bab 83 — Kembali dari Alam Rahasia
84
Bab 84 — Dua Puluh Token Roh
85
Bab 85 — Peserta yang Lolos
86
Bab 86 — Pertandingan Pertama
87
Bab 87 — Pedang Yang menggetarkan Arena
88
Bab 88 — Murid Dalam Sekte Langit Purba
89
Bab 89 — Malam Terakhir di Lembah Langit
90
Bab 90 — Gerbang Langit
91
Bab 91 — Memasuki Sekte Langit Purba
92
Bab 92 — Gunung Murid Dalam
93
Bab 93 — Rumah Baru
94
Bab 94 — Orientasi Murid Dalam
95
Bab 95 — Menempa Jalan Pedang
96
Bab 96 — Langkah dan Pedang
97
Bab 97 — Mata yang Mengamati
98
Bab 98 — Menyatukan Tiga Dasar
99
Bab 99 — Ujian Tanpa Lawan
100
Bab 100 — Awal Kehidupan Baru
101
Bab 101 — Meninggalkan Sekte
102
Bab 102 — Pegunungan Sunyi
103
Bab 103 — Semakin Dalam Pegunungan Sunyi
104
Bab 104 — Penguasa Lereng Batu
105
Bab 105 — Jejak Peradaban yang Hilang
106
Bab 106 — Gerbang yang Tersembunyi
107
Bab 107 — Gerbang Menuju Inti Warisan
108
Bab 108 — Aula Altar Ketiga
109
Bab 109 — Warisan Ketiga
110
Bab 110 — Petunjuk Menuju Altar Keempat
111
Bab 111 — Kembali ke Sekte
112
Bab 112 — Jiwa yang Tenang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!