Tiga bulan berlalu tanpa terasa sejak Xiao Yun resmi menjadi Murid Dalam Sekte Langit Purba.
Pergantian hari demi hari di Gunung Murid Dalam berlangsung dalam ritme yang hampir tidak pernah berubah. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Xiao Yun selalu telah lebih dahulu duduk bersila di dalam Goa Kultivasinya. Aura spiritual yang jauh lebih kaya dibanding dunia luar terus diserap perlahan ke dalam tubuhnya, lalu dimurnikan berulang kali di dalam Dao Hai sesuai arahan Luo Hai.
Selama tiga bulan itu, Xiao Yun tidak pernah sekalipun meninggalkan rutinitas yang telah dibangun.
Pagi hari digunakan untuk ber-kultivasi.
Setelah itu ia berlatih Langkah Kekosongan, Mata Kekosongan, dan dasar Dao Pedang di bawah bimbingan Luo Hai.
Menjelang sore, ia kembali memasuki Goa Kultivasi untuk menstabilkan hasil latihan hari itu.
Malam hari dipakai untuk merenungkan setiap kekurangan yang masih ditemukannya selama latihan.
Rutinitas itu terus berulang.
Tidak ada satu hari pun yang disia-siakan.
Luo Hai memandang seluruh perkembangan muridnya dengan rasa puas.
"Dibanding saat pertama memasuki sekte..."
"...gerakanmu jauh lebih tenang."
"Pedangmu juga tidak lagi dipenuhi tenaga yang terbuang sia-sia."
Xiao Yun menundukkan kepala.
"Semua karena bimbingan Guru."
Luo Hai tersenyum tipis.
"Jangan memujiku."
"Aku hanya menunjukkan jalan."
"Yang melangkah tetap dirimu sendiri."
Xiao Yun hanya membalas dengan anggukan.
Selama tiga bulan terakhir, ia benar-benar merasakan perubahan pada dirinya.
Langkah Kekosongan kini dapat digunakan jauh lebih alami.
Mata Kekosongan juga mampu bertahan lebih lama daripada sebelumnya.
Dasar Dao Pedangnya semakin kokoh meskipun ranah Jian Tu masih berada pada tahap awal.
Luo Hai memang tidak mengizinkannya mengejar peningkatan Dao Pedang.
Baginya, fondasi harus benar-benar matang sebelum naik ke tahap berikutnya.
Pagi itu, seperti biasa, Xiao Yun kembali duduk bersila di dalam Goa Kultivasi.
Pedang Naga Kekosongan diletakkan di sampingnya.
Kristal Warisan menggantung tenang di dadanya.
Aliran energi spiritual mulai mengalir menuju tubuhnya.
Dao Hai berputar semakin cepat.
Xiao Yun tetap menjaga pikirannya setenang permukaan danau.
Beberapa saat kemudian...
Ia merasakan sesuatu yang berbeda.
Energi spiritual yang selama ini berputar stabil mulai bergerak semakin deras.
Seluruh meridian di dalam tubuhnya perlahan dipenuhi gelombang energi yang jauh lebih kuat dibanding biasanya.
Xiao Yun tidak membuka mata.
Ia tetap mengikuti teknik pernapasan yang diajarkan Luo Hai.
Di dalam Kristal Warisan, Luo Hai yang sejak tadi mengamati segera menyadari perubahan itu.
"Jangan hentikan."
"Terus jalankan sirkulasi Qi."
Xiao Yun menganggukkan kepala pelan tanpa membuka mata.
Energi spiritual terus memasuki tubuhnya.
Dao Hai yang selama tiga bulan ditempa tanpa henti mulai bergetar perlahan.
Tidak ada ledakan.
Tidak ada gejolak yang kacau.
Seluruh perubahan berlangsung sangat stabil.
Luo Hai memperlihatkan senyum…
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi
Bab 100 — Awal Kehidupan Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 112 Episodes
Comments
Phait Jhoe
ribet
sudah bab 100 tapi gak ada seru2nya 😅
kelamaan ceritanya kayak nonton sinetron tersanjung 🤣
2026-08-22
1