Atasan sekaligus kepala keluarga idaman

Sepanjang perjalanan pulang, wajah Andini tampak ditekuk. Ia masih kesal dengan sikap keluarga Keenan, terutama Yudha dan Tiara. Dalam benaknya, Kinanti sengaja mengajaknya ikut hanya untuk memamerkan keharmonisan keluarganya. Pikiran itu membuat hatinya terasa panas.

"Mas, yang ini bagus deh. Besok kita cetak ukuran besar, terus dipajang di ruang keluarga," ujar Tiara sambil melihat hasil jepretan kamera.

"Wah, iya. Yang ini bagus banget. Semua tersenyum lebar dan menghadap kamera. Gambarnya juga nggak silau. Besok deh Mas cetak," balas Yudha antusias.

"Jangan yang itu. Aku kelihatan kecil banget," protes Daffa.

"Kamu memang kecil. Mau difoto dari sudut mana pun tetap saja kelihatan kecil," ledek Tiara.

Daffa mengerucutkan bibir lalu menunjuk salah satu foto di layar kamera.

"Yang ini aja yang dicetak."

Di foto itu, Daffa tampak duduk di punggung Keenan dengan kedua kaki terendam air laut, sementara semua orang tersenyum.

"Ah, jangan yang itu. Aku jelek banget. Rambutku berantakan kena angin, terus mataku merem lagi," protes Tiara.

"Terus yang mana, dong? Mas jadi bingung," keluh Yudha sambil menggeser-geser foto di layar kamera.

"Biar Ibu saja yang pilih," ujar Yudha akhirnya sambil menyerahkan kamera digital kepada Kinanti yang duduk di samping kursi kemudi.

Kinanti menerima kamera itu sambil tersenyum. Ia mulai memperhatikan satu per satu foto yang mereka ambil hari itu.

"Yang ini bagus," ujarnya sambil menunjuk sebuah foto yang memperlihatkan mereka berlima tertawa lepas di tepi pantai. Air laut tampak memercik saat mereka saling menyiram, dan tak satu pun dari mereka memandang ke arah kamera. Namun justru itulah yang membuat foto tersebut terlihat begitu alami dan indah.

"Wah, iya. Jepretan yang ini bagus banget," ujar Yudha sambil menerima kembali kamera itu.

"Setuju! Yang ini saja yang dicetak!" seru Daffa penuh semangat. Ia langsung mengangkat tangan untuk melakukan adu tos dengan Tiara.

Andini yang duduk di bangku belakang hanya memandang dengan senyum tipis yang dipaksakan, sementara rasa kesal perlahan mengendap di dalam hatinya.

"Mana, coba Nenek lihat foton…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Ariany Sudjana

Ariany Sudjana

dasar pelacur murahan kamu itu Andini, sudah ditolong ga tahu diri. heh jalang, mimpi kamu ketinggian untuk jadi istrinya Kenan. Kinanti kamu jangan bodoh, Pelacur murahan itu mau menyingkirkan kamu

2026-07-06

2

sri hastuti

sri hastuti

ayo lah thor bikin jengkel aja si pelakor ini, cepet singkirkan, bosen jdnya kl ada pelakor segala gini 😡😡😡

2026-07-06

0

lihat semua
Episodes
1 Penolakan yang nyata
2 Sentuhan kasih
3 Demi gengsi
4 Datang bulan pertama
5 Ada saat mereka butuh
6 Tembok itu mulai bercelah
7 Aku mulai mengaguminya
8 Hargai aku sedikit saja
9 Hati yang sama hangatnya
10 Keputusan yang salah
11 Kebencian yang semakin dalam
12 Gengsi di atas segalanya
13 Rencana jahat
14 Pengkhianat kecil
15 Rencana yang meleset
16 Buah dari hati yang busuk
17 Doktrin sang kakak
18 Eksekusi
19 Puncak Amarah
20 Dilema besar
21 Kesepian yang menyiksa
22 Beri aku waktu untuk sendiri
23 Hati sekeras batu
24 Rencana berbahaya si pengamen
25 Bukan kejutan manis
26 Puncak kegelisahan
27 Mahkota yang direnggut
28 Permintaan maaf
29 Dendam pada sang kakak
30 Di bawah perlindungan sang nenek
31 Senyum dari sahabat
32 Berharap benih itu tidak tumbuh
33 Aku bukan parasit
34 Darah untuk si pembenci
35 Kebencian yang sudah mendarah daging
36 Senyum yang tak terbalas
37 Di mana keadilan itu?
38 Memperjuangkan keadilan untuk putriku
39 Antara jabatan dan persahabatan
40 Ketakutan Kinanti
41 Gadis yang keras kepala
42 "Dia" yang selalu mempersulit situasi
43 Bukan karyawan biasa
44 Aku juga ingin dimengerti
45 Ketika semua harus menangis
46 Di bawah ancaman
47 Aku ingin dia kembali tersenyum
48 Duniaku sudah berbeda
49 Kekhawatiran sang kakak
50 Apakah dia akan kembali terpuruk?
51 Harus siap untuk kemungkinan terburuk
52 Kehilangan "lagi"
53 Aku harus ikhlas
54 Aku akan menunggu dan bersabar
55 Jangan remehkan aku
56 OB naik jabatan
57 Mereka yang 'munafik'
58 Dia yang haus perhatian
59 Suka makanannya, tidak dengan orangnya
60 Teman tapi menjatuhkan
61 Dua pilihan
62 Kekuatan Kasih
63 Mereka memanggilku Ibu
64 Harapan yang terwujud
65 Si keras hati
66 Pertemuan tak terduga
67 Ternyata dia "mencari muka"
68 Benang masa lalu
69 Diam-diam menyusup
70 Ketika rasa iri itu muncul
71 Atasan sekaligus kepala keluarga idaman
72 Mata-mata di kantor
73 Sekedar prasangka?
74 Kerjasama yang manis
75 Yang selalu menyusahkan
76 Salah sangka
77 Masihkah ada luka?
78 Salah duga
79 Peringatan keras
80 Maksud terselubung
81 Dia orang yang tepat
82 Jabatan baru
83 Rencana memiliki momongan
84 Bolehkah aku berharap?
85 Antara keraguan dan penasaran
86 Pintu hati telah terbuka
87 Tamu istimewa
88 Luapan kerinduan
89 Petunjuk penting
90 Masih adakah ruang maaf?
91 Detik terakhir
92 Dia mulai protes
93 Dendam yang harus terbalas
94 Rencana licik
95 Hati yang mudah luluh
96 Dia yang selalu bisa diandalkan
97 Si ceroboh yang sial
98 Tabur tuai itu nyata
99 Dendam masih berlanjut
100 Surprise!
101 Si paling merasa terdzolimi
102 Mereka belum menyerah
103 Jebakan itu berhasil
104 Siapa yang sebenarnya bersalah?
105 Kami tidak bodoh
106 Menyerah atau menghilang?
107 Posisi yang serba sulit
108 Runtuh
109 Dendam yang berubah jadi benci
110 Kekecewaan seorang ibu
111 Air mata penyesalan
112 Pertemuan yang manis
113 Dia mulai menerima
114 Karyawan baru
115 Masih meninggalkan kesan
116 Rekan kerja yang menjengkelkan
117 Aku tak akan berhenti berharap
118 Ucapan itu adalah luka
119 Aku sadar diri
120 Dilanda galau
121 Cukup sekali saja
122 Dia terus mendesakku
123 Apakah harapan itu pupus?
124 Jera
125 Masih samar
126 Dunia sesempit itu?
127 Lagi-lagi dia lah penyelamatnya
128 Jangan membuat kami cemas
129 Do'a yang tak pernah putus
130 Dipertemukan kembali
131 Terlalu banyak kebetulan
132 Ujian itu datang
133 Dia yang tahu balas budi
134 Nasehat sederhana
135 Getaran hati
136 Dua kubu
137 Senyum dan Luka
138 Harapan yang tak pernah padam
139 Mereka adalah kekuatanku
140 Haruskah aku berhenti berharap?
141 Berharap kemudahan
142 Awal pertemuan
143 Selalu ada campur tangan dari-Nya
144 Bukan atasan yang jumawa
145 Apa mereka berjodoh?
146 Tak rela melepaskan
147 Penasaran yang semakin kuat
148 Terlalu berambisi
149 Sebuah pengorbanan
150 Apakah ini petunjuk?
151 Terlalu baik
152 Yang selalu memenuhi pikiran
153 Mulai nyaman?
154 Kabar baik
155 Luka yang belum sirna
156 Hadiah kejujuran
157 Jauh dari yang dibayangkan
158 Berdamai dengan masa lalu
159 Lampu hijau?
160 Menebak isi pikiran
161 Jawaban tegas
162 Hanya sekedar cinderamata?
163 Rencana yang gagal
164 Jelas namun menyakitkan
165 Kehilangan akal sehat?
166 Kejutan besar
167 Tak termaafkan
168 Kabar buruk
169 Kamu tidak sendiri, Mahesa
170 Yang tersisa hanyalah penyesalan
171 Aku pun ikut terluka
172 Sulit menerima kenyataan
173 Dia membuatku kembali tersenyum
174 Tentang jodoh
175 Tetangga baru
176 Keinginan yang saling berseberangan
177 Sebuah pesan
178 Berhati emas
179 Dia yang membuka mataku
Episodes

Updated 179 Episodes

1
Penolakan yang nyata
2
Sentuhan kasih
3
Demi gengsi
4
Datang bulan pertama
5
Ada saat mereka butuh
6
Tembok itu mulai bercelah
7
Aku mulai mengaguminya
8
Hargai aku sedikit saja
9
Hati yang sama hangatnya
10
Keputusan yang salah
11
Kebencian yang semakin dalam
12
Gengsi di atas segalanya
13
Rencana jahat
14
Pengkhianat kecil
15
Rencana yang meleset
16
Buah dari hati yang busuk
17
Doktrin sang kakak
18
Eksekusi
19
Puncak Amarah
20
Dilema besar
21
Kesepian yang menyiksa
22
Beri aku waktu untuk sendiri
23
Hati sekeras batu
24
Rencana berbahaya si pengamen
25
Bukan kejutan manis
26
Puncak kegelisahan
27
Mahkota yang direnggut
28
Permintaan maaf
29
Dendam pada sang kakak
30
Di bawah perlindungan sang nenek
31
Senyum dari sahabat
32
Berharap benih itu tidak tumbuh
33
Aku bukan parasit
34
Darah untuk si pembenci
35
Kebencian yang sudah mendarah daging
36
Senyum yang tak terbalas
37
Di mana keadilan itu?
38
Memperjuangkan keadilan untuk putriku
39
Antara jabatan dan persahabatan
40
Ketakutan Kinanti
41
Gadis yang keras kepala
42
"Dia" yang selalu mempersulit situasi
43
Bukan karyawan biasa
44
Aku juga ingin dimengerti
45
Ketika semua harus menangis
46
Di bawah ancaman
47
Aku ingin dia kembali tersenyum
48
Duniaku sudah berbeda
49
Kekhawatiran sang kakak
50
Apakah dia akan kembali terpuruk?
51
Harus siap untuk kemungkinan terburuk
52
Kehilangan "lagi"
53
Aku harus ikhlas
54
Aku akan menunggu dan bersabar
55
Jangan remehkan aku
56
OB naik jabatan
57
Mereka yang 'munafik'
58
Dia yang haus perhatian
59
Suka makanannya, tidak dengan orangnya
60
Teman tapi menjatuhkan
61
Dua pilihan
62
Kekuatan Kasih
63
Mereka memanggilku Ibu
64
Harapan yang terwujud
65
Si keras hati
66
Pertemuan tak terduga
67
Ternyata dia "mencari muka"
68
Benang masa lalu
69
Diam-diam menyusup
70
Ketika rasa iri itu muncul
71
Atasan sekaligus kepala keluarga idaman
72
Mata-mata di kantor
73
Sekedar prasangka?
74
Kerjasama yang manis
75
Yang selalu menyusahkan
76
Salah sangka
77
Masihkah ada luka?
78
Salah duga
79
Peringatan keras
80
Maksud terselubung
81
Dia orang yang tepat
82
Jabatan baru
83
Rencana memiliki momongan
84
Bolehkah aku berharap?
85
Antara keraguan dan penasaran
86
Pintu hati telah terbuka
87
Tamu istimewa
88
Luapan kerinduan
89
Petunjuk penting
90
Masih adakah ruang maaf?
91
Detik terakhir
92
Dia mulai protes
93
Dendam yang harus terbalas
94
Rencana licik
95
Hati yang mudah luluh
96
Dia yang selalu bisa diandalkan
97
Si ceroboh yang sial
98
Tabur tuai itu nyata
99
Dendam masih berlanjut
100
Surprise!
101
Si paling merasa terdzolimi
102
Mereka belum menyerah
103
Jebakan itu berhasil
104
Siapa yang sebenarnya bersalah?
105
Kami tidak bodoh
106
Menyerah atau menghilang?
107
Posisi yang serba sulit
108
Runtuh
109
Dendam yang berubah jadi benci
110
Kekecewaan seorang ibu
111
Air mata penyesalan
112
Pertemuan yang manis
113
Dia mulai menerima
114
Karyawan baru
115
Masih meninggalkan kesan
116
Rekan kerja yang menjengkelkan
117
Aku tak akan berhenti berharap
118
Ucapan itu adalah luka
119
Aku sadar diri
120
Dilanda galau
121
Cukup sekali saja
122
Dia terus mendesakku
123
Apakah harapan itu pupus?
124
Jera
125
Masih samar
126
Dunia sesempit itu?
127
Lagi-lagi dia lah penyelamatnya
128
Jangan membuat kami cemas
129
Do'a yang tak pernah putus
130
Dipertemukan kembali
131
Terlalu banyak kebetulan
132
Ujian itu datang
133
Dia yang tahu balas budi
134
Nasehat sederhana
135
Getaran hati
136
Dua kubu
137
Senyum dan Luka
138
Harapan yang tak pernah padam
139
Mereka adalah kekuatanku
140
Haruskah aku berhenti berharap?
141
Berharap kemudahan
142
Awal pertemuan
143
Selalu ada campur tangan dari-Nya
144
Bukan atasan yang jumawa
145
Apa mereka berjodoh?
146
Tak rela melepaskan
147
Penasaran yang semakin kuat
148
Terlalu berambisi
149
Sebuah pengorbanan
150
Apakah ini petunjuk?
151
Terlalu baik
152
Yang selalu memenuhi pikiran
153
Mulai nyaman?
154
Kabar baik
155
Luka yang belum sirna
156
Hadiah kejujuran
157
Jauh dari yang dibayangkan
158
Berdamai dengan masa lalu
159
Lampu hijau?
160
Menebak isi pikiran
161
Jawaban tegas
162
Hanya sekedar cinderamata?
163
Rencana yang gagal
164
Jelas namun menyakitkan
165
Kehilangan akal sehat?
166
Kejutan besar
167
Tak termaafkan
168
Kabar buruk
169
Kamu tidak sendiri, Mahesa
170
Yang tersisa hanyalah penyesalan
171
Aku pun ikut terluka
172
Sulit menerima kenyataan
173
Dia membuatku kembali tersenyum
174
Tentang jodoh
175
Tetangga baru
176
Keinginan yang saling berseberangan
177
Sebuah pesan
178
Berhati emas
179
Dia yang membuka mataku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!