Episode 68

Pelindung kepala Konoha milik Minato berdenting pelan saat menyentuh permukaan altar batu. Suara besi beradu dengan batu itu terdengar begitu nyaring di dalam keheningan kuil Nakano, seperti suara palu hakim yang baru saja mengetuk vonis terakhir.

Fugaku yang berdiri di dekat pilar hanya menatap benda itu dengan mata tiga tomoe-nya yang perlahan memudar kembali menjadi hitam biasa. Ada helaan napas berat dari dadanya. Sebagai pria yang bertahun-tahun memikul beban prasangka desa terhadap klannya, melihat lambang Hokage diletakkan dengan sukarela di depan anaknya sendiri memicu perasaan campur aduk yang sulit dia jelaskan.

"Kau bisa tetap menjaga ketertiban harian desa, Minato," suara Fugaku memecah keheningan, nadanya rendah, tidak ada nada mengejek atau sombong. "Faksi Hitam tidak tertarik mengurusi laporan pajak pedagang atau jadwal ronda genin. Otoritas yang kami ambil adalah kebijakan luar negeri dan komando militer tertinggi."

Minato menegakkan tubuhnya, merapikan jubah putihnya yang kini terasa lebih ringan—atau mungkin justru lebih hampa. "Aku tahu, Fugaku. Tapi kau dan aku sama-sama tahu, begitu berita ini keluar dari pintu kuil ini, wajah Konoha di mata klan-klan lain tidak akan pernah sama lagi."

"Mereka akan terbiasa," timpal Mikoto sambil melangkah mendekati meja batu. Tangannya yang halus mengambil pelindung kepala Minato, lalu menyerahkannya kembali kepada pria itu. "Pakai ini lagi, Minato. Desa masih membutuhkan wajah ramahmu agar anak-anak tidak ketakutan saat keluar rumah besok pagi."

Minato menerima besi itu, menatap Mikoto sejenak, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman yang dipaksakan oleh keadaan.

Sementara para orang tua berbicara tentang birokrasi yang rumit, Naruto masih berdiri terpaku di tempatnya. Matanya beralih dari Veil ke arah Itachi, lalu ke Izumi. Gadis itu, Izumi, tidak lagi terlihat seperti remaja yang sering dia lihat membelikan dango untuk Itachi di kedai pinggir jalan. Ada kedewasaan yang dingin di bahunya, dan cara dia memegang gagang katana pendek di pinggangnya menunjukkan bahwa dia telah melewati simulasi pertempuran yang tak terhitung jumlahnya di dalam dimensi latihan milik Veil.

"Hei," panggil Naruto pelan, suaranya agak serak karena tenggorokannya masih terasa kering akibat tekanan ruang hampa tadi. Dia menatap Veil. "Tiga bola di belakangmu itu... bisa dipakai buat main tangkap bola tidak?"

Pertanyaan bodoh itu membuat Shikaku hampir tersedak ludahnya sendiri di pojok ruangan. Namun, itulah Naruto. Bahkan di bawah tekanan dewa, otaknya yang taktis selalu mencoba mencari batas kewarasan dari musuh—atau dalam hal ini, sepupunya.

Veil melirik Naruto. Salah satu bola Gudodama di punggungnya meluncur pelan, berhenti tepat beberapa senti di depan hidung Naruto. Bola itu tidak memancarkan panas atau dingin, tapi indra sensorik Naruto mendeteksi bahwa benda kecil ini mengandung massa yang cukup untuk meruntuhkan satu bukit jika dijatuhkan begitu saja.

"Jika kau menyentuhnya dengan chakramu yang sekarang, tanganmu akan terurai sampai ke tingkat sel, Naruto," ucap Veil datar. Bola hitam itu kemudian meluncur kembali ke posisinya semula di balik punggung jubahnya. "Tapi kalau kau mau berlatih denganku besok, mungkin kau bisa belajar cara agar tidak mati saat berada di dekatnya."

Naruto menelan ludah, tapi matanya justru berkilat tertarik. "Boleh juga. Lagipula, membosankan kalau cuma latihan lari cepat bersama Ayah setiap hari."

Shikaku melangkah maju, memutus interaksi aneh antara dua bocah itu sebelum situasinya menjadi semakin tidak masuk akal. "Hokage-sama... maksudku, Minato. Kita harus segera menyusun dokumen resmi sebelum faksi tetua Homura dan Koharu mencium bau aneh dari pertemuan ini. Dua orang tua itu pasti akan berteriak histeris jika tahu kita menyerahkan desa tanpa ada satu pun kunai yang patah."

"Mereka tidak akan berteriak, Shikaku-san," sela Shisui yang sejak tadi bersandar di pintu masuk ruang bawah tanah. "Itachi sudah mengunci kediaman mereka sejak dua jam yang lalu dengan Kotoamatsukami skala halus. Mereka akan berpikir bahwa pengalihan wewenang ini adalah ide murni dari mereka sendiri demi kebaikan ekonomi desa."

Shikaku terdiam, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Klan kalian ini... benar-benar menakutkan jika sedang tidak malas."

Veil berjalan melewati rombongan Minato, jubah hitam Asura-nya berdesir lembut di atas lantai kuil yang berdebu. "Pertemuan selesai. Paman Minato, urus sisa dokumennya. Mulai besok, kita akan mulai membangun jalur logistik terpusat yang menghubungkan lima negara. Dunia ini sudah terlalu lama terkotak-kotak oleh pembatas buatan manusia."

Saat Veil melangkah naik menuju permukaan, langit Konoha perlahan mulai menembus awan abu-abu, menjatuhkan berkas cahaya matahari pertama yang menerangi lambang kipas Uchiha di punggung jubahnya. Zaman baru telah dimulai, bukan dengan perang yang berdarah-darah, melainkan dengan sebuah kesepakatan sunyi di bawah tanah.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 Episode 1 Kelahiran Sang Bayi Terutuk dan Sistem Tertinggi
2 Episode 2: Mata Merah yang Terbuka dan Doktrin Darah Uchiha
3 Episode 3: Riak Air di Danau Sunyi
4 Episode 4: Pertemuan yang Tertunda dan Janji di Balik Bayang Perang
5 Episode 5: Panel Status dan Langkah Awal Si Kembar
6 Episode 6: Riak Kecil di Halaman Belakang dan Pengawasan Sang Senior
7 Episode 7: Pelantikan Sang Kilat Kuning dan Langkah Pertama di Garis Depan
8 Episode 8: Kejutan Umur Lima Tahun dan Hitung Mundur Tragedi Kyuubi
9 Episode 9: Rencana di Balik Tirai dan Persiapan Malam Berdarah
10 Episode 10: Pertemuan Dua Ular dan Detak Jantung Badai
11 Episode 11
12 Episode 12: Neraka Api Biru dan Keputusasaan Sang Hantu
13 Episode 13: Kilat Kuning yang Tertegun dan Retaknya Topeng Spiral
14 Episode 14: Akumulasi Kekuatan Dewa dan Belanja Gila di Toko Sistem
15 Episode 15: Lahirnya Sang Penerus dan Benteng Mutlak Uchiha
16 Episode 16: Gerbang Akademi dan Jerat Politik di Atas Takhta Hokage
17 episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19: Pembantaian di Perbatasan Barat dan Jejak Sang Gagak
20 Episode 20 Reaksi sang Profesor dan Belanja Rinnegan Tahap Kedua
21 Episode 21 Ujian Kelulusan Dini dan Taring Jalan Preta
22 episode 22 Penguasa Baru Ruang Interogasi dan Keputusasaan di Sarang Tikus
23 Episode 23: Pembagian Tim Sandiwara dan Pergerakan sang Pion Utama
24 Episode 24: Pencegatan di Jalur Sutra Hitam dan Ekstraksi Jiwa Ningendo
25 Episode 25: Misi Pertama Tim 11 dan Kebuntuan sang Tikus Tua
26 Episode 26: Badai Paranoia di Jantung Konoha
27 Episode 27: Kartu As Baru dan Gerakan Rahasia di Sektor Bayangan
28 Episode 28: Labirin Memori dan Jejak Palsu di Perbatasan Utara
29 Episode 29: Laporan yang Membakar Ambisi
30 Episode 30: Rencana Kudeta Terselubung sang Tikus dan Persiapan Dewa Perang Keci
31 Episode 31:
32 Episode 32: Tragedi di Kuil Senju dan Pembantaian yang Terencana
33 Episode 33: Persidangan Berdarah dan Runtuhnya Satu Pilar Tua
34 Episode 34: Isolasi Gravitasi dan Akhir sang Dalang Kegelapan
35 Episode 35: Reorganisasi Bawah Tanah dan Faksi Hitam Uchiha
36 Episode 36: Jerat Diplomatik dan Rencana Pemotongan Cakar Kumo
37 Episode 37: Malam Infiltrasi dan Penyergapan di Sektor Putih
38 Episode 38: Aliansi Hitam di Bawah Sinar Rembulan
39 Episode 39: Gertakan Diplomatik dan Kumogakure yang Terpojok
40 Episode 40
41 Episode 41: Cetak Biru Dewa dan Kebangkitan Lab Otogakure
42 Episode 42 Empat Tahun Berlalu dan Bayang-Bayang Badai Baru Empat tahun kemudian
43 Episode 43: Undangan Ujian Chunin dan Pergerakan Para Pion
44 Episode 44: Kembalinya Legenda dan Pengawasan Ketat Para Elite
45 Episode 45: Gelombang Kedatangan dan Sangkar yang Terkunci
46 Episode 46: Tahap Kedua yang Terdistorsi dan Kedatangan sang Manipulator
47 Episode 47: Runtuhnya Topeng sang Ilusionis
48 Episode 48: Siaran Hitam dan Kebenaran yang Menghancurkan Jiwa
49 Episode 49: Ekstraksi Jiwa dan Kebohongan Ribuan Tahun yang Terbongkar
50 Episode 50: Penghakiman di Bawah Pohon Kematian Wush!
51 Episode 51: Pergeseran Otoritas dan Rencana Invasi Amegakure
52 Episode 52: Badai yang Merayap di Amegakure
53 Episode 53 Pertemuan Dua Rinnegan di Puncak Dunia
54 Episode 54 Penarikan Paksa Hak Milik sang Penguasa
55 Episode 55: Evolusi Mata Dewa Sempurna dan Penundukan Amegakure
56 Episode 56: Lompatan Tujuh Tahun dan Fondasi Kekuatan Baru
57 Episode 57: Tunduk atau Lenyap, Tekanan Pertama di Tanah Batu
58 Episode 58: Lutut yang Goyah di Atas Altar Batu
59 Episode 59: Menembus Langit Kumogakure
60 Episode 60: Kepunahan Harga Diri Sang Kilat
61 Episode 61: Badai Hitam di Atas Kabut Darah
62 Episode 62: Air Mata di Balik Kabut yang Retak
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Episode 1 Kelahiran Sang Bayi Terutuk dan Sistem Tertinggi
2
Episode 2: Mata Merah yang Terbuka dan Doktrin Darah Uchiha
3
Episode 3: Riak Air di Danau Sunyi
4
Episode 4: Pertemuan yang Tertunda dan Janji di Balik Bayang Perang
5
Episode 5: Panel Status dan Langkah Awal Si Kembar
6
Episode 6: Riak Kecil di Halaman Belakang dan Pengawasan Sang Senior
7
Episode 7: Pelantikan Sang Kilat Kuning dan Langkah Pertama di Garis Depan
8
Episode 8: Kejutan Umur Lima Tahun dan Hitung Mundur Tragedi Kyuubi
9
Episode 9: Rencana di Balik Tirai dan Persiapan Malam Berdarah
10
Episode 10: Pertemuan Dua Ular dan Detak Jantung Badai
11
Episode 11
12
Episode 12: Neraka Api Biru dan Keputusasaan Sang Hantu
13
Episode 13: Kilat Kuning yang Tertegun dan Retaknya Topeng Spiral
14
Episode 14: Akumulasi Kekuatan Dewa dan Belanja Gila di Toko Sistem
15
Episode 15: Lahirnya Sang Penerus dan Benteng Mutlak Uchiha
16
Episode 16: Gerbang Akademi dan Jerat Politik di Atas Takhta Hokage
17
episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19: Pembantaian di Perbatasan Barat dan Jejak Sang Gagak
20
Episode 20 Reaksi sang Profesor dan Belanja Rinnegan Tahap Kedua
21
Episode 21 Ujian Kelulusan Dini dan Taring Jalan Preta
22
episode 22 Penguasa Baru Ruang Interogasi dan Keputusasaan di Sarang Tikus
23
Episode 23: Pembagian Tim Sandiwara dan Pergerakan sang Pion Utama
24
Episode 24: Pencegatan di Jalur Sutra Hitam dan Ekstraksi Jiwa Ningendo
25
Episode 25: Misi Pertama Tim 11 dan Kebuntuan sang Tikus Tua
26
Episode 26: Badai Paranoia di Jantung Konoha
27
Episode 27: Kartu As Baru dan Gerakan Rahasia di Sektor Bayangan
28
Episode 28: Labirin Memori dan Jejak Palsu di Perbatasan Utara
29
Episode 29: Laporan yang Membakar Ambisi
30
Episode 30: Rencana Kudeta Terselubung sang Tikus dan Persiapan Dewa Perang Keci
31
Episode 31:
32
Episode 32: Tragedi di Kuil Senju dan Pembantaian yang Terencana
33
Episode 33: Persidangan Berdarah dan Runtuhnya Satu Pilar Tua
34
Episode 34: Isolasi Gravitasi dan Akhir sang Dalang Kegelapan
35
Episode 35: Reorganisasi Bawah Tanah dan Faksi Hitam Uchiha
36
Episode 36: Jerat Diplomatik dan Rencana Pemotongan Cakar Kumo
37
Episode 37: Malam Infiltrasi dan Penyergapan di Sektor Putih
38
Episode 38: Aliansi Hitam di Bawah Sinar Rembulan
39
Episode 39: Gertakan Diplomatik dan Kumogakure yang Terpojok
40
Episode 40
41
Episode 41: Cetak Biru Dewa dan Kebangkitan Lab Otogakure
42
Episode 42 Empat Tahun Berlalu dan Bayang-Bayang Badai Baru Empat tahun kemudian
43
Episode 43: Undangan Ujian Chunin dan Pergerakan Para Pion
44
Episode 44: Kembalinya Legenda dan Pengawasan Ketat Para Elite
45
Episode 45: Gelombang Kedatangan dan Sangkar yang Terkunci
46
Episode 46: Tahap Kedua yang Terdistorsi dan Kedatangan sang Manipulator
47
Episode 47: Runtuhnya Topeng sang Ilusionis
48
Episode 48: Siaran Hitam dan Kebenaran yang Menghancurkan Jiwa
49
Episode 49: Ekstraksi Jiwa dan Kebohongan Ribuan Tahun yang Terbongkar
50
Episode 50: Penghakiman di Bawah Pohon Kematian Wush!
51
Episode 51: Pergeseran Otoritas dan Rencana Invasi Amegakure
52
Episode 52: Badai yang Merayap di Amegakure
53
Episode 53 Pertemuan Dua Rinnegan di Puncak Dunia
54
Episode 54 Penarikan Paksa Hak Milik sang Penguasa
55
Episode 55: Evolusi Mata Dewa Sempurna dan Penundukan Amegakure
56
Episode 56: Lompatan Tujuh Tahun dan Fondasi Kekuatan Baru
57
Episode 57: Tunduk atau Lenyap, Tekanan Pertama di Tanah Batu
58
Episode 58: Lutut yang Goyah di Atas Altar Batu
59
Episode 59: Menembus Langit Kumogakure
60
Episode 60: Kepunahan Harga Diri Sang Kilat
61
Episode 61: Badai Hitam di Atas Kabut Darah
62
Episode 62: Air Mata di Balik Kabut yang Retak
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!