Hari Pertama Masuk Sekolah

Selesai berbelanja di moll. Aku dan mommy nya kak Aksa langsung pulang. Sesampai di rumah aku membantu mommy memasukkan bahan makanan mentah ke kulkas. Seperti ayam, daging, telor dan sayur mayor. Aku senang membantu mommy di dapur. Aku tipikal anak yang suka kerja bersih-bersih dan bantu-bantu sih. Aku nggak jijik kok pegang yang amis-amis. Masak calon dokter masa depan takut jijik sih.

Ya itulah cita-cita ku. Aku ingin jadi seorang dokter biar bisa mengobati orang sakit sekaligus menambah lading pahala. He…he…he… Mikir ku terlalu jauh padahal aku baru XI masih ada dua tahun lagi untuk menuju cita-cita ku.

“Bintang duduk sini deh, mommy ingin lihat apa baju sekolah ini cocok buat kamu apa tidak kebesaran?”

“Nggak lah mom, ini sudah pas kok mom. Bintang nggak mau pakai baju ngepas-ngepas kali mom. Nggak enak rasanya”. Jawab ku ke mommy.

Aksa hanya melihat interaksi aku dan mommy di ruang keluarga. Ya kami lagi nyantai duduk di ruang keluarga. Ada kak Aksa ada deddy dan mommy. Aku baru tahu jika mereka selalu menyempatkan untuk ngumpul keluarga walau pun mereka sibuk. Ya mommy Ratna bukan ibu rumah tangga aja, tapi mommy punya butik yang sudah lama dikelolahnya. Karna itu bukan sekedar mencari cuan sih tapi juga menyalurkan hobi mommy Ratna.

“Oh ya besok kamu masuk sekolah di hari pertama biar mommy antar ya biar kamu nggak tersesat jalan pulang dan juga tersesat cari ruang kepala sekolahnya”.

“Iya mom, makasih ya mom”.

“Mom ded, aku keluar bentar ya. Mau jalan-jalan cari angina dulu”.

“Ya hati-hati di jalan jangan sampai kemalaman pilangnya. Besok kamu juga harus sekolah juga”.

“Iya mom”.

Karna bosan di rumah maka aku pergi ke cafe ku. Aku harus ngecek juga bahan-bahan apa yang habis juga ngecek pembukuan cafe ku. Meski aku bisa ngeceknya di rumah tapi malas aja di rumah. Lagi pingin jalan-jalan hirup udara segar.

Tanpa ku duga aku melihat Selli dengan seorang pria lagi jalan malam sambil berpegangan tangan. Bahkan tubuhnya menempel gitu ke lengan pria itu. Aku sih nggak cemburu lihat dia jalan sama cowok lain. Tapi aku mengikuti dia untuk mengambil bukti jika sewaktu-waktu aku putus dengan tu cewek. Aku ambil foto mereka yang lagi ciuman. Aku keget kenapa masih sekolah mau aja ciuman. Apa lagi ciuman bibir. Apa dia nggak rugi kasih ciuman pertamanya bukan untuk calon suaminya nanti. Atau memang sifat dia kayak itu. Aku jadi ilfeel sama dia. Kok bisa-bisanya teman ku memberikan taruhan pacaran dengan cewek murahan kayak tu.

Deddy dan mommy ku selalu mewanti-wanti diri ku agar tidak pacaran. Apa lagi mommy ku sudah bilang kepada ku jika aku sudah dijodohkan dengan anak sahabat mommy ku. Meski pun mommy tidak memaksa ku tapi aku tidak tahu juga kedepannya. Ku akui pilihan mommy sangat cantik, tapi apalah daya ku, saat ini aku sudah punya kekasih meski pun hanya kekasih taruhan. Dan walau pun jadi kenyataan ogah banget aku menerima barang bekas.

“Malam bos,kok sendiri. Dedek cantik kemarin nggak ikut ya abos.” Tanya Dito sambil matanya lirik kanan kiri mencari seseorang.

“Apa yang kamu cari To. Apa ada yang akan datang?”

“Si bos bisa aja bercandanya. Ya lihat dedek cantik lah bos.”

“Emang kamu ada adek ?” Tanya ku kepada Dito, walaupun aku tahu kalau Dito mencari-cari Bintang. Aku nggak suka jika ada yang mau cari perhatian dengan Bintang. Entah lah aku juga nggak tahu dengan perasaan ku ini.

“Bagaimana hasil pendapatan kita minggu ini Den dan juga stock bahan baku kita, apa ada masalah?”

“Kalau dalam minggu ini pendapatan kita cukup bagus bos, ini pembukuannya coba di cek bos. Dan untuk soal stock bahan baku kita alhamdulillah saat ini aman bos. Tapi apa bulan depan kita akan mengeluarkan menu baru lagi nggak bos?”

“Rencananya sih aku mau membuat menu baru lagi, tapi nanti aku pelajari dulu budgetnya baru bisa di realisasikan.”

“Ok siap bos. Ucap mereka sama-sama

“Ya sudah aku balik dulu sudah malam. Selamat malam semuanya.”

Pagi sudah datang dan malam sudah berlalu. Aku sudah bangun pagi sekali, setelah menjalankan kewajiban ku sebagai umat muslim aku bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Semua perlengkapan sekolah sudah kumasukkan kedalam tas ku. Pakaian ku sudah rapi dan rambut ku, ku ikat biar nggak gerah atau kepanasan.

“Pagi mom ded dan Aksa. Sapa ku di pagi hari ini disertai dengan senyuman. Karena kata mama “awali pagi dengan senyuman biar sampai sore ada aura positifnya.

“Pagi sayangnya mommy. Apa sudah siap hari ini pergi ke sekolah baru?”

“Siap mom, tapi nanti Bintang pulangnya pakai apa ya mom?” soalnya Bintang belum tahu jalannya mom.

“Nanti ada sopir yang jemput Bintang.”

“Ok mom.makasih ya mom.”

Setelah sarapan pagi aku dan mommy pergi ke sekolah dengan mobil mommy karna mommy sekalian mau pergi ke butiknya untuk memantau butiknya itu. Aku nggak tahu kalau aku masuk ke sekolah SMA Praja, dimana sekolah ku yang baru ini adalah milik deddy Rayyan orang tuanya kak Aksa. Aku nggak tahu sekaya apa orang tuanya kak Aksa. Beruntung kali nanti ya yang jadi menantunya mommy. Ah…pagi-pagi aku udah baying in apaan coba. Sambil geleng-geleng kepala.

“Kenapa kamu Bin, apa kamu sakit. Kok pagi-pagi sudah geleng-geleng kepala gitu.”

“Nggak ada mommy, aku sehat kok mom.”

Sesampai di sekolah aku langsung di bawa ke tempat kepala sekolah. Disepanjang jalan menuju ruang kepala sekolah, semua murid disana melihat ku karena mereka juga baru selesai mengadakan upacara bendera. Aku jadi grogi karna jadi pusat perhatian, karna sebelumnya aku nggak pernah mau jadi pusat perhatian orang banyak.

“Wah cantik dan imut tuh cewek, pindahan dari mana sih tu anak.” Ucapan-ucapan dari siswa-siswa yang mmmelihat ku.

“Eh Aksa bukannya itu nyokap kamu. Kok bisa anak baru itu diantar oleh nyokap lua. Apa kalian saudara?” Tanya Alex teman Aksa yang sedikit playboy sih. Yang nggak bisa lihat yang bening-bening.

“Sudah jangan banyak omong, yuk masuk kelas semua dari pada nanti kenak hukum.” Ucap Aksa kesemua siswa siswi yang masih berdiri di luar selesai upaca bendera.

Sementara aku diserahkan oleh mommy kepada kepala sekolah agar bisa mengarahkan ku ke kelas ku.

“Ya udah, mommy ke butik dulu, kamu yang rajin belajar ya Bintang dan jangan dulu pacar-pacaran ingat itu.”

“Iya mom, nasehat mommy akan Bintang dengar dan laksanakan.” Ucap ku sambil hormat seperti ala tentara gitu. Ku ambil tangan mommy ku cium dengan takzim setelah itu aku mengikuti kemana kepala sekolah mengantar ku ke kelas ku.

“Pagi semua, ini ada siswi baru pindahan dari Bandung.” Ucap kepala sekolah pada murid di kelas ini dan juga pak kepala sekolah juga memperkenalkan ku dengan bu Rita yang menjadi wali kelas di kelas XI IPA ini.

Episodes
1 Pindah Sekolah
2 Rencana Orang Tua
3 Membeli Perlengkapan Sekolah
4 Hari Pertama Masuk Sekolah
5 Kak Aksa Ternyata Ketos
6 Selli Pacarnya Kak Aksa
7 Pacar Yang Menyusahkan
8 Insiden
9 Insiden 2
10 Sah
11 Setelah Kata Sah Terdengar
12 Ujian Semester
13 Teman Masa Kecil
14 Jalan Jalan Selesai Ujian
15 Murid Baru Di Kelas Kak Aksa
16 Memilih Cuek
17 Bicara Empat Mata
18 Pertandingan Basket
19 Pertandingan Basket 2
20 Babak Penentuan
21 Pindah ke Apartemen
22 Selalu Di Abaikan
23 Masalah Black Card
24 Sikap Kak Aksa Yang Berbeda
25 Pelukan Tak Terduga
26 Detik Detik Menuju Ujian Naik Kelas
27 Belajar Bersama Kak Aksa
28 Ujian Kenaikan Kelas
29 Liburan Setelah Ujian
30 Liburan Di Puncak
31 Hari Kelulusan Aksa
32 Kumpul Keluarga
33 Pilihan Aksa
34 Terungkapnya Fakta
35 Rencana Kepergian Aksa
36 Pergi Tanpa Pamit
37 Ujian Kelulusan Bintang
38 Acara Kelulusan Bintang
39 Keinginan Bintang
40 Menata Hidup
41 Kegundahan Hati Aksa
42 Semester Awal Kuliah
43 Masa Koas
44 Kepulangan Aksa
45 Pertemuan Tak Terduga
46 Bertemu Aksa
47 Harapan Mommy
48 Suasana Canggung
49 Suasana Pagi Yang Menegangkan
50 Wisuda Bintang
51 Timbul Rasa Memiliki
52 Ke Apartemen Bintang
53 Curahan Hati Bintang
54 Gangguan Masa Lalu
55 Obsesi Tiara
56 Semangatnya Aksa
57 Manjanya Aksa
58 Tiara Tahu
59 Tiara Bertindak
60 Usilnya Aksa
61 Kebencian Tiara
62 Kencan Pertama
63 Teman Dari Luar Negri
64 Kencan Pertama
65 Aksa Yang Emosi
66 Keinginan Aksa
Episodes

Updated 66 Episodes

1
Pindah Sekolah
2
Rencana Orang Tua
3
Membeli Perlengkapan Sekolah
4
Hari Pertama Masuk Sekolah
5
Kak Aksa Ternyata Ketos
6
Selli Pacarnya Kak Aksa
7
Pacar Yang Menyusahkan
8
Insiden
9
Insiden 2
10
Sah
11
Setelah Kata Sah Terdengar
12
Ujian Semester
13
Teman Masa Kecil
14
Jalan Jalan Selesai Ujian
15
Murid Baru Di Kelas Kak Aksa
16
Memilih Cuek
17
Bicara Empat Mata
18
Pertandingan Basket
19
Pertandingan Basket 2
20
Babak Penentuan
21
Pindah ke Apartemen
22
Selalu Di Abaikan
23
Masalah Black Card
24
Sikap Kak Aksa Yang Berbeda
25
Pelukan Tak Terduga
26
Detik Detik Menuju Ujian Naik Kelas
27
Belajar Bersama Kak Aksa
28
Ujian Kenaikan Kelas
29
Liburan Setelah Ujian
30
Liburan Di Puncak
31
Hari Kelulusan Aksa
32
Kumpul Keluarga
33
Pilihan Aksa
34
Terungkapnya Fakta
35
Rencana Kepergian Aksa
36
Pergi Tanpa Pamit
37
Ujian Kelulusan Bintang
38
Acara Kelulusan Bintang
39
Keinginan Bintang
40
Menata Hidup
41
Kegundahan Hati Aksa
42
Semester Awal Kuliah
43
Masa Koas
44
Kepulangan Aksa
45
Pertemuan Tak Terduga
46
Bertemu Aksa
47
Harapan Mommy
48
Suasana Canggung
49
Suasana Pagi Yang Menegangkan
50
Wisuda Bintang
51
Timbul Rasa Memiliki
52
Ke Apartemen Bintang
53
Curahan Hati Bintang
54
Gangguan Masa Lalu
55
Obsesi Tiara
56
Semangatnya Aksa
57
Manjanya Aksa
58
Tiara Tahu
59
Tiara Bertindak
60
Usilnya Aksa
61
Kebencian Tiara
62
Kencan Pertama
63
Teman Dari Luar Negri
64
Kencan Pertama
65
Aksa Yang Emosi
66
Keinginan Aksa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!