Jangan Cari Aku

​"Baik, Nyonya. Nona Rachel tidak mungkin menemukannya karena lokasinya di distrik pinggiran dekat pelabuhan dan sangat terpencil," jawab Dania.

Genggaman tangan Rachel pada tasnya mengerat hingga kuku-kuku jarinya memutih. 'Vietnam? Distrik pinggiran? Jadi, Mama sengaja menyembunyikan keberadaan Daddy dariku, biar aku nggak bisa ketemu Daddy,' batin Rachel.

​Rasa muak yang selama ini ia pendam meluap seketika, kesempurnaan yang ia pamerkan di depan kamera tadi siang terasa seperti lelucon besar. Tanpa suara, Rachel berbalik arah dan tidak jadi mengambil berkasnya, ia berjalan menuju parkiran dengan langkah cepat.

Di dalam lift menuju parkiran, jantung Rachel berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan karena adrenalin yang sudah bertahun-tahun padam kini menyala kembali. Selama ini ia adalah boneka pajangan di etalase toko yang mahal, namun malam ini, ia memutuskan untuk keluar dari bingkai kaca itu.

Rachel tidak pulang ke rumah Mommy Viona, ia justru pulang ke apartemennya. Rachel menarik kopernya dari dalam walk-in closet dan membukanya kasar di atas ranjang king size.

​"Vietnam... distrik pinggiran pelabuhan," gumam Rachel dan tangannya gemetar saat mencari paspor di laci nakas.

Rachel menatap deretan pakaian di lemarinya, semuanya adalah pakaian pilihan Mommy Viona. Di mana, tidak ada satu pun kaus atau celana santai disana dan tanpa pikir panjang, Rachel menyambar beberapa potong dress dan blouse serta rok yang ia punya dan membawa heels dan sepatu yang ia punya.

Rachel segera membuka laptop dan mencari informasi tentang distrik pinggiran dekat pelabuhan di Vietnam, lalu Rachel memesan tiket penerbangan paling pagi menuju kota Ho Chi Minh dan menyambungnya dengan penerbangan domestik ke arah pesisir, ia meninggalkan surat singkat di meja makan apartemennya, hanya untuk memastikan Mommy Viona tidak melaporkan penculikan ke polisi.

^^^*Aku butuh waktu sendiri, jangan cari aku.^^^

Surat itu diletakkan tepat di bawah vas bunga lili putih yang segar, Rachel tidak membawa banyak barang, ia hanya satu koper dan tas tangan yang berisi dokumen penting yang mungkin saja dibutuhkan nantinya karena i tahu, jika kartu kreditnya pasti akan diblokir oleh Mommy Viona saat tahu tentang kepergiannya.

Benar saja, belum lama setelah kepergian yang Rachel, Mommy Viona sudah curiga, karena Rachel tidak bisa dihubungi.

Mommy Viona yang curiga pun langsung datang ke apartemen Rachel dan menemukan surat dari Rachel, tentu saja Mommy Viona marah dan segera menyuruh Dania untuk mencari tahu keberadaan Rachel secepatnya.

Dania bergerak cepat, sebagai sekretaris yang telah bertahun-tahun menangani sisi gelap bisnis Mommy Viona, melacak transaksi terakhir Rachel bukanlah hal sulit. Hanya dalam waktu dua jam, Dania berhasil mendapatkan informasi tentang kepergian Rachel.

​"Nona Rachel membeli tiket ke Vietnam, Nyonya. Penerbangan paling pagi dan dia baru saja melakukan penarikan tunai dalam jumlah maksimal di bandara sebelum pergi," lapor Dania dengan suara bergetar.

​Wajah Mommy Viona memucat lalu berubah menjadi merah padam, amarahnya meledak dan menyapu vas bunga lili di atas mejanya hingga hancur berkeping-keping.

"Sial! Dia mendengar percakapan kita!" teriak Mommy Viona.

Mommy ​Viona segera meraih ponselnya dan menghubungi satu nomor yang sudah dua belas tahun tidak pernah ia hubungi, nomor yang ia harap sudah mati bersama masa lalunya. Dengan tangan gemetar, ia menekan tombol panggil.

​Di sisi lain, di sebuah kedai kecil yang pengap oleh uap kaldu sapi di pinggiran pelabuhan Vietnam, seorang pria paruh baya dengan kaos dalam putih yang sudah menguning sedang mengelap meja kayu dan bunyi dering ponsel usang di saku celananya membuatnya terhenti.

^^^Halo?^^^

Brian, ini aku. Rachel menuju ke tempatmu, dia kabur, jangan biarkan dia tinggal di sana! Hidupmu susah, Brian! Jangan bawa putriku ke dalam lubang kemiskinanmu!

^^^Rachel... ke sini? Bagaimana mungkin? Viona, kau tahu tempat ini bukan untuknya, di sini bahkan sering terjadi keributan...^^^

Aku tidak peduli! Pokoknya, kalau dia sampai di sana, pastikan dia merasa tidak betah dan ingin pulang! Aku akan mengirim orang untuk menjemputnya dalam tiga hari dan sampai saat itu, jaga dia!

Viona pun memutus sambungan telepon secara sepihak, kemudian ​Daddy Brian terduduk lemas di kursi plastik dan di belakangnya. Seorang wanita yang cantik namun tampak lelah mendekat sambil menggendong balita berusia 2 tahun, sementara bocah laki-laki berusia 5 tahun berlari-lari di antara meja kedai yang sempit.

Wanita itu adalah Anna, istri dari Brian. Mereka menikah lalu memutuskan untuk pindah ke Vietnam.

​"Ada apa, Mas?" tanya Anna.

​"Anakku... anakku dari Jakarta akan datang," bisik Daddy Brian cemas.

Daddy Brian menatap sekeliling kedainya yang hanya beratap seng dan dinding triplek, 'Bagaimana mungkin Rachel datang?' batin Daddy Brian.

Daddy Brian memandang sekeliling kedainya yang mulai dipenuhi buruh pelabuhan yang kelaparan, asap dari tungku besar mengepul, aroma kaldu sapi bercampur dengan bau amis garam dari dermaga.

Daddy Brian melirik jam dinding tua yang berkarat, pesawat Rachel pasti sudah mendarat di bandara utama dan sebentar lagi gadis itu akan menempuh perjalanan darat menuju distrik pelabuhan.

​"Sayang, tolong jaga anak-anak dan awasi kompor sebentar. Aku harus memastikan seseorang menjemput Rachel, aku tidak bisa meninggalkan kedai sekarang, karena pesanan sedang membludak," ucap Daddy Brian dan diangguki Anna.

Daddy ​Brian merogoh saku celananya dan menghubungi kenalannya yang biasanya membantunya, saat ini Daddy Brian tidak punya pilihan lain dan hanya bisa meminta bantuannya. Di lingkungan keras seperti ini, ia butuh seseorang untuk memastikan putrinya tidak tersesat atau diganggu preman.

^^^​Halo, Daniel? Kamu di mana?^^^

Di bengkel, Om. Kenapa? Motor Om rusak lagi?

^^^Bukan, Om minta tolong jemput putri Om di bandara. Namanya Rachel, tolong bawa dia langsung ke kedai, jangan biarkan dia keluyuran sendirian, keadaan distrik sedang panas sejak penggerebekan semalam.^^^

Putri Om yang dari Jakarta itu? Yang fotonya sering Om pandangi sambil nangis?

^^^Iya, El. Bisa kan?^^^

Oke, ciri-cirinya?

^^^Kamu akan langsung tahu, El. Dia terlihat seperti malaikat yang salah mendarat di neraka.^^^

Oke.

Sementara itu, pesawat kecil yang membawa Rachel mendarat di bandara domestik yang jauh dari kata mewah. Saat pintu keluar terbuka, hawa panas yang lembap dan bau garam laut langsung menyergap indra penciumannya sampai membuat Rachel terbatuk dan menutup hidungnya dengan syal sutranya.

Koper mewahnya tampak sangat kontras di atas lantai bandara yang retak-retak, Rachel mengedarkan pandangan dan mencari papan nama bertuliskan namanya atau sosok Ayah yang ia ingat sangat gagah. Namun, yang ia lihat hanyalah kerumunan orang yang saling berteriak dalam bahasa yang tidak ia mengerti.

"Gimana sih Rachel, ya jelas Daddy nggak ada. Kan Daddy nggak tahu kalau aku disini," gumam Rachel.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

@$~~~tINy-pOnY~~~$@

@$~~~tINy-pOnY~~~$@

ini ditulis ulang y tor?? udah pernah baca tapi ga lanjut.

2026-06-15

2

dome🌬️🌀🌀🌀

dome🌬️🌀🌀🌀

gila sih emaknya Rachel, ga munafik sih segala fasilitas mewah kehidupan yg glamor, pendidikan yg sangat baik pekerjaan yg bahkan mungkin sangat banyak yg di impikan kebanyakan orng, tapi hati siapa yg tau. kelangan, disiplin yg tinggi, tidak adanya privasi, bahkan keinginan pribadi semua diatur seperti jadwal yg memang seperti sudah seharusnya. bagaikan leher yg diikat oleh rantai yg disepanjang rantai ada duri duri halus yg siap menyayat leher secara perlahan sampai tak bisa bernafas😤😤😤

2026-06-22

0

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

Rachel bakalan dijemput jodohnya 🤣🤣🤣

2026-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 Rachel!
2 Jangan Cari Aku
3 Daddy Yang Menyuruhmu?
4 Tujuh?
5 Demi Aku?
6 Jangan Ikut Campur Yang Bukan Urusanmu
7 Rachel! Tunggu!
8 Minggir!
9 Jangan Ganggu Dia!
10 Jangan Mempersulit Kami
11 Daniel!
12 Biar Aku Bantu
13 Gila, El!
14 Aku Cuma Bosan!
15 Siapa Daniel?
16 Cuma Itu?
17 Daniel!
18 Lebih Cepat!
19 Daniel! Kamu Terluka
20 Om Nggak Marah?
21 Bagaimana Dengan Ibumu?
22 Kau Berisik Sekali
23 Menikah?
24 Jangan Salah Paham
25 Rachel! Jangan Pergi!
26 Aku Juga Tidak Tahu
27 Semua Sudah Diatur, Rachel!
28 Julian! Kamu Di Sini?
29 Aku Mau Main Sekarang!
30 Cukup, Daniel!
31 Putriku Sayang!
32 Tidak Mencintaiku?
33 Mom! Hentikan!
34 Dia Anak Kandungmu!
35 Aku Tidak Punya Pilihan
36 Sedang Memikirkan Sesuatu?
37 Jangan Bahas Dia Lagi
38 Daniel Masih Terpaku
39 Daniel Pria Yang Baik
40 Rachel! Kamu Tidak Apa-apa?
41 Jangan Keras Kepala
42 Aku Tidak Mau
43 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
44 Jadi Bagaimana?
45 Kapan?
46 Jaga Putriku, Daniel.
47 Kamar Kita
48 Aku Milikmu
49 Jangan Dong,Bos!
50 Efek Ibu Negara
51 Aku Mau Di Sini
52 Kenapa Lama?
53 Saya Sudah Menikah
54 Kalian Benar-benar Keterlaluan!
55 Proyek Rahasia
56 Suka?
57 Daniel Mana?
58 Bos!
59 Maksud Kamu?
60 Mual Banget
61 Positif
62 Cukup!
63 Rachel! Jaga Mulutmu!
64 Semuanya Sudah Selesai Sekarang?
65 Cerita Daniel
66 Coba Rasakan
67 Akhir Dari Keserakahan
68 Hapus Air Matamu
69 Ibu
70 Laki-laki
71 Samudra Arkananta
72 Rumah Baru
73 Pintar Sekali Anak Papa
74 SELESAI
75 Cerita Baru - Cintai Aku
76 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Rachel!
2
Jangan Cari Aku
3
Daddy Yang Menyuruhmu?
4
Tujuh?
5
Demi Aku?
6
Jangan Ikut Campur Yang Bukan Urusanmu
7
Rachel! Tunggu!
8
Minggir!
9
Jangan Ganggu Dia!
10
Jangan Mempersulit Kami
11
Daniel!
12
Biar Aku Bantu
13
Gila, El!
14
Aku Cuma Bosan!
15
Siapa Daniel?
16
Cuma Itu?
17
Daniel!
18
Lebih Cepat!
19
Daniel! Kamu Terluka
20
Om Nggak Marah?
21
Bagaimana Dengan Ibumu?
22
Kau Berisik Sekali
23
Menikah?
24
Jangan Salah Paham
25
Rachel! Jangan Pergi!
26
Aku Juga Tidak Tahu
27
Semua Sudah Diatur, Rachel!
28
Julian! Kamu Di Sini?
29
Aku Mau Main Sekarang!
30
Cukup, Daniel!
31
Putriku Sayang!
32
Tidak Mencintaiku?
33
Mom! Hentikan!
34
Dia Anak Kandungmu!
35
Aku Tidak Punya Pilihan
36
Sedang Memikirkan Sesuatu?
37
Jangan Bahas Dia Lagi
38
Daniel Masih Terpaku
39
Daniel Pria Yang Baik
40
Rachel! Kamu Tidak Apa-apa?
41
Jangan Keras Kepala
42
Aku Tidak Mau
43
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
44
Jadi Bagaimana?
45
Kapan?
46
Jaga Putriku, Daniel.
47
Kamar Kita
48
Aku Milikmu
49
Jangan Dong,Bos!
50
Efek Ibu Negara
51
Aku Mau Di Sini
52
Kenapa Lama?
53
Saya Sudah Menikah
54
Kalian Benar-benar Keterlaluan!
55
Proyek Rahasia
56
Suka?
57
Daniel Mana?
58
Bos!
59
Maksud Kamu?
60
Mual Banget
61
Positif
62
Cukup!
63
Rachel! Jaga Mulutmu!
64
Semuanya Sudah Selesai Sekarang?
65
Cerita Daniel
66
Coba Rasakan
67
Akhir Dari Keserakahan
68
Hapus Air Matamu
69
Ibu
70
Laki-laki
71
Samudra Arkananta
72
Rumah Baru
73
Pintar Sekali Anak Papa
74
SELESAI
75
Cerita Baru - Cintai Aku
76
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!