Bab 080 - Mawar Pergi
Dua hari setelah hujan di parkiran RS Bogor, Guest Pavilion di kompleks Menteng kembali sunyi.
Lampion dari pesta welcome back sudah dilepas. Bunga segar di vas ruang tamu mulai layu di tepi kelopaknya. Di dinding utama, Lukisan senilai 10 miliar masih tergantung, terlalu besar untuk ruangan yang sekarang terasa kosong. Di lantai atas, lemari pakaian terbuka. Di dalamnya, Gaun "Selamanya" terlipat rapi di kotak khusus dari butik, dibungkus kertas tipis, mutiara dan berlian kecilnya tidak lagi menangkap cahaya.
Mawar berdiri di tengah kamar dengan satu koper hitam terbuka di atas ranjang.
Satu koper.
Tidak ada kotak perhiasan.
Tidak ada tas branded.
Tidak ada sepatu mahal dari stylist.
Ia hanya memasukkan beberapa pakaian sederhana, diary cokelat, charger, cardigan yang dulu ia bawa dari kos, dan satu foto kecil Melati yang dicetak dari ponselnya. Semua hadiah besar tetap berada di tempatnya, seolah benda-benda itu punya pemilik yang tidak pernah benar-benar berubah.
Pintu diketuk pelan.
"Mbak Mawar."
Mawar tidak menoleh. Ia sudah tahu suara itu.
"Masuk, Pak Gunawan."
Pak Gunawan masuk dengan langkah hati-hati. Biasanya ia membawa tablet, folder, atau humor kering yang membuat ruangan kantor tidak terlalu kaku. Hari itu ia membawa map cokelat tebal dan wajah yang tidak tahu harus diletakkan di mana.
Di belakangnya, Bu Lastri berdiri di ambang pintu, memegang sapu tangan kecil. Matanya sudah merah, tetapi ia menahan diri untuk tidak menangis lebih dulu.
Mawar menutup koper setengah, belum menguncinya.
"Tuan Muda meminta saya menyampaikan beberapa hal," kata Pak Gunawan.
Mawar tersenyum sedikit.
Tidak sampai ke mata.
"Dia masih tidak mau melihat saya?"
Pak Gunawan tidak menjawab langsung.
Jawaban itu sudah cukup.
Mawar mengangguk pelan. "Silakan."
Pak Gunawan membuka map. "Pertama, Guest Pavilion ini akan diproses menjadi aset atas nama Mbak Mawar. Tim notaris dan PPAT sudah menyiapkan opsi pemecahan sertifikat atau akta hibah aset setara jika sec…
Putra Miliarder yang Hilang
Episode 80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments