Bab 2.

"Apa? Apakah Mirna wanita ular itu akan menjual ku? Ya Tuhan, kenapa hidup ku bisa berubah drastis seperti sekarang ini. Aku sekarang hanya sendirian di dunia ini, karena menjadi seorang yatim piatu, apalagi aku juga tidak mempunyai sanak saudara di dunia ini. Setelah ayah ku meninggal seminggu yang lalu, bahkan pusara makam nya juga masih basah dan memang sejak berumur 7 tahun aku sudah di tinggal oleh ibuku." gumam Jenny di dalam hatinya dengan ekspresi wajah penuh kepedihan yang mendalam.

Namun akhirnya Jenny berhenti, karena hal itu hanya akan membuang buang tenaganya saja. Ia sadar, lawannya sekarang ini benar benar tidak sebanding dengan tenaga yang ia punya.

Ia tahu, jika ke dua wanita di belakang ibu tirinya itu bukanlah orang sembarang melainkan adalah seoarang agen yang sengaja di sewa oleh ibu tirinya itu.

*****

**

*

Sekarang ini Jenny sudah berada di dalam mobil bersama dengan ibu tiri dan juga ke dua asisten pribadi ibu tirinya, ia terlihat begitu cantik karena wajahnya sudah di dandani oleh seorang perias profesional.

Jenny hanya bisa diam seraya berpikir dengan keras, memberontak pun percuma. Melawan pun juga sangat percuma karena memang dirinya tidak mempunyai kekuatan sama sekali.

"lebih baik sekarang ini aku diam! Berbicara pun dengan wanita ular ini sungguh sangat percuma! Karena apa yang keluar dari bibirnya itu hanya berisi bisa dan juga racun yang mematikan." gerutu Jenny di dalam hatinya.

"Apakah kau itu tahu anak tiri ku sayang? Jika sampai sekarang ini, ibu mu itu masih hidup."

Ucapan Mirna sungguh membuat ke dua bola mata Jenny membelalak sempurna, lantas dia pun menoleh ke arah ibu tirinya dengan ekspresi wajah penuh tanda tanya.

Namun setelah dirinya melihat ekspresi datar yang di perlihatkan ibu tirinya itu dirinya memilih untuk memalingkan pandangannya ke arah lain, dengan menatap ke arah jendela mobil, guna melihat pemandangan yang terlihat dari luar jendela.

"Tolong Jenny plis, jangan tertipu oleh kebohongan yang di katakan oleh ibu tirimu itu. Ia pasti hanya bohong, agar membuat mu menurut dengan perintahnya." gumam Jenny dari dalam hatinya.

Ia terus menyemangati dirinya sendiri agar sampai tidak terpengaruh dengan apa yang di katakan oleh ibu tirinya.

"Jenny tidaklah kau itu merasa, jika wajah ku itu mempunyai kemiripan dengan wajah mendiang ibu mu Miran!"

Deg

Jantung Jenny sekarang ini seakan berhenti berdetak, mendengar apa yang baru saja di katakan oleh ibu tirinya. Karena bagi Jenny apa yang di ucapkan oleh ibu tirinya memang sebuah fakta dan ia tidak memungkiri fakta itu.

Selain karena menginginkan sebuah keluarga yang utuh, alasan lain kenapa Jenny setuju jika Mirna menikah dengan ayahnya, karena memang wajah Mirna memang begitu mirip dengan mendiang ibu nya.

Namun lagi lagi, Jenny memilih untuk membungkam mulutnya. Ia memilih untuk tidak menanggapi apa yang di katakan oleh ibu tirinya itu.

Tak berselang lama mobil yang di tumpangi oleh Jenny oleh berhenti di sebuah rumah kosong, ada rasa takut yang sekarang ini menyelimuti hati Jenny.

"Kenapa mobil ini berhenti di sini?" tanya Jenny dalam hati mengingat gaun yang ia kenakan sekarang ini begitu mirip dengan gaun pesta. "Tidak mungkin!" mata Jenny tiba tiba membelalak sempurna.

"Apakah sekarang ini aku akan di jual pada seorang psikopat? atau aku akan di jual pada seorang mafia kejam atau pada gembong narkoba? Tidak ... aku harus memikirkan bagaimana cara kabur dari tempat ini!" Jenny terus saja berbicara sendiri di dalam hatinya.

Beberapa pikiran buruk sekarang ini benar benar menghantui pikiran Jenny, bagaimana tidak? Jenny yang sekarang ini sudah di rias sangat cantik dengan mengenakan gaun seperti seorang putri kerjaan, malah di bawa ke rumah besar yang lebih mirip dengan istana berhantu itu.

Rumah yang terlihat kosong dan juga tidak bernyawa.

Bahkan rumah itu terlihat seram dari arah luar.

Mirna yang melihat anak tirinya itu malah diam mematung, lantas dia pun berkata, "Apa yang kau pikirkan? Ayo segera masuk! Aku mempunyai sebuah kejutan untuk mu!"

Jenny pun akhirnya di paksa masuk ke dalam rumah yang terlihat kosong tidak terawat itu, ia di keluarkan paksa dari mobil.

"Gak .. aku gak mau masuk! Aku takut hantu! Aku takut hantu!"

*****

***

*

***

Sekarang ini Jenny sudah berada di dalam restoran mewah di tengah tengah kota untuk menemui orang yang bersedia membayarnya.

Jenny duduk dengan patuh di samping ibu tirinya, dengan beberapa bodyguard laki laki dan perempuan yang berjaga tak jauh dari tempat ia duduk.

"Jika kau memang ingin bertemu dengan ibu mu lagi! Turuti saja perintahku!"

"Ak - aku akan menuruti semua perintah mu ibu, eh Tante Mirna. Tapi aku kan keponakan mu sendiri! Apakah kau itu tega menjual tubuh keponakan kandungmu sendiri untuk melayani pria hidung belang di luar sana," kata Jenny polos.

"Ha ha, aku menjual tubuh mu itu bukan untuk melayani pria hidung belang di luar sana! Kau itu salah paham. Aku menjualmu itu menjadikan mu seorang pelayan yang harus menjaga seorang anak laki laki yang seumuran dengan mu. Anak laki laki itu punya trauma mendalam, kau hanya harus menjaga nya, mengajarinya PR atau memandikannya."

"APA? MEMANDIKANNYA?" beo Jenny dengan suara meninggi.

"Iya hanya itu yang harus kau lakukan, kau harus bisa membantu menyembuhkan luka trauma nya.

Walau pun faktanya kau itu adalah keponakan ku, tapi darah Antama benar benar melekat di tubuhmu. Asal kau tahu Jenny, tanpa bantuan keluarga Jayde tidak mungkin Kakak ku masih hidup sampai sekarang ini! Apalagi selama bersama dengan Antama, Kakak ku Miran selalu mendapatkan siksaan dari fantasi bodoh Antama." kata Mirna sembari menatap ke arah ke dua bola mata keponakannya yang duduk di sampingnya.

Bahkan saat mengucapkan nama "Antama" yaitu ayah Jenny, wajah Mirna terlihat penuh kebencian dan juga dendam.

"Apa Jayde? Kenapa aku merasa tidak asing dengan nama itu," gumam Jenny dengan suara yang terdengar begitu pelan.

Namun, Mirna bisa mendengar ucapan yang keluar dari bibir anak tirinya yang tak lain dan tak bukan adalah keponakannya sendiri.

"Bukankah harusnya kau itu mengenalnya?" Bukanya menajawab apa yang keponakannya itu tanyakan, Mirna malah balik bertanya ke pada keponakannya itu.

"Ak - ku —." Ucapan Jenny akhirnya terhenti kala Mirna meletakkan jari telunjuknya itu tepat di bibir manis keponakannya.

"Ssttt, diam! Keluarga Jayde sudah datang. Jaga sikapmu Jenny, ini semua demi membayar hutang pada keluarga Jayde. Tanpa bantuan mereka sudah di pastikan jika ibu mu pasti sudah tiada," ucap Mirna dengan wajah serius.

Jenny yang memang begitu merindukan sosok ibunya, dan ingin ibunya itu kembali sehat dan berinteraksi dengannya memilih untuk menuruti apa yang Mirna katakan.

Karena Jenny sekarang ini benar benar tidak memiliki pilihan yang lain, selain mengikuti semua perintah Mirna.

Akhirnya keluarga Jayde pun duduk di depan kursi yang ada di depan Jenny.

"Cepat perjanjian dirimu!" titah Mirna kepada keponakannya dengan nada kasar.

Dengan wajah yang terlihat panik, Jenny pun lantas berdiri lalu mengenalkan dirinya.

"Nama saya Jenny Amora Antama. Saya adalah murid di sekolah SMA Taruna, dan sekarang saya duduk di bangku kelas sebelas." Setelah berucap, Jenny langsung membungkukkan badannya dengan hormat.

"Vector, bukankah gadis ini teman sekelas mu!" ucap wanita yang duduk di depan Jenny, ia adalah nyonya besar keluarga Jayde.

"Iya Mah, apakah Mamah akan menjadikan gadis ini pelayanku? Pelayan yang akan selalu menjagaku 24 jam!"

"Iya sayang, Mamah harap kamu bisa melupakan semua rasa trauma mu itu! Gadis itu bukan hanya menjadi pelayan mu, ia juga akan membantu memandikan mu dan membantu mengerjakan sekolah!" ujar wanita itu pada anaknya yang berpenampilan culun dan juga berkaca mata.

Anak laki laki yang di panggil dengan nama Vector itu nampak tersenyum miring.

"Berdiri!" perintah Mirna pada jenny.

Lantas Jenny pun berdiri. Ke dua mata Jenny membulat sempurna, kala melihat laki laki yang duduk dan di apit oleh ke dua orang tuanya. Ia benar benar tidak bisa di buat berkata kata, setelah melihat laki laki yang ada di depannya.

"Bukankah tuan mu ini, teman sekelas mu! Pasti kalian berdua sudah saling mengenal." Mirna terlihat membuka percakapan.

"Iya, jika Jenny dan juga Vector tidak satu kelas pun. Aku pasti dengan mudah membuat ke duanya menjadi satu kelas. Apalagi saham SMA Taruna setelah ini pasti akan jatuh ke keluarga kami! Karena pesaing berat kami yaitu Antama sudah tiada. Bahkan perusahaannya meninggal kan banyak hutang pada keluarga kami!" jelas wanita bernama Vina, yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung dari Vector.

"Iya, nyonya Vina. Ini adalah berkas berkas milik perusahaan Antama yang masih ada, berkas berkas ini saya serahkan pada Tuan Riko dan juga Nyonya Vina. Semoga bisa mengurangi sedikit hutang saya yang menggunung karena untuk biaya pengobatan Kakak saya Miran 10 tahun ini. Tanpa bantuan kalian, tentu saja nyawa Kakak saya tidak akan tertolong di tangan suaminya yang terkenal kejam dan juga bengis itu!" Mirna terlihat memberikan semua berkas berkas yang ia bawa kepada pasangan Vina dan juga Riko.

Ucapan Mirna benar benar membuat Jenny menggeleng gelengkan kepalanya, karena yang ia ingat, ayahnya selama ini selalu berbuat baik. Ia terus menatap ibu tiri atau tantenya itu dengan tatapan tidak percaya.

Sementara Vector, terus menatap jenny tanpa berkedip. Karena sudah dari SMP, Vector memendam perasaan pada Jenny yang tak lain dan tak bukan adalah primadona sekolah.

Semua kejahatan yang Mirna lakukan bukan tanpa sebab, hal itu ia lakukan demi menyelamatkan nyawa Kakak nya. Karena hanya Kakak nya lah orang yang satu satunya ia punyai di dunia ini. Tanpa Jenny ketahui, ayahnya Antama melakukan segala cara untuk mendapatkan Miran ibunya, cinta Antama untuk Miran sangat sangat tidak sehat. Sampai sampai Antama membunuh ke dua orang tua Miran dan Mirna demi bisa mendapatkan Miran.

Hal itu lah yang membuat Mirna berganti identitas dan melakukan balas dendam pada Antama. Apalagi selama menjalani biduk rumah tangga, Antama selalu melakukan kekerasan pada Miran.

Bersambung ❤️

Episodes
1 Bab 1.
2 Bab 2.
3 Bab 3.
4 Bab 4.
5 Bab 5.
6 Bab 6.
7 Bab 7.
8 Bab 8.
9 Bab 9.
10 Bab 10.
11 Bab 11.
12 Bab 12.
13 Bab 13.
14 Bab 14.
15 Bab 15.
16 Bab 16.
17 Bab 17.
18 Bab 18.
19 Bab 19.
20 Bab 20.
21 Bab 21.
22 Bab 22.
23 Bab 23.
24 Bab 24.
25 Bab 25.
26 Bab 26.
27 Bab 27.
28 Bab 28.
29 Bab 29.
30 Bab 30.
31 Bab 31.
32 Bab 32.
33 Bab 33.
34 Bab 34.
35 Bab 35.
36 Bab 36.
37 Bab 37.
38 Bab 38.
39 Bab 39.
40 Bab 40.
41 Bab 41.
42 Bab 42.
43 Bab 43.
44 Bab 44.
45 Bab 45.
46 Bab 46.
47 Bab 47.
48 Bab 48.
49 Bab 49.
50 Bab 50.
51 Bab 51.
52 Bab 52.
53 Bab 53.
54 Bab 54.
55 Bab 55.
56 Bab 56.
57 Bab 57.
58 Bab 58.
59 Bab 59.
60 Bab 60.
61 Bab 61.
62 Bab 62.
63 Bab 63.
64 Bab 64.
65 Bab 65.
66 Bab 66.
67 Bab 67.
68 Bab 68.
69 Bab 69.
70 Bab 70.
71 Bab 71.
72 Bab 72.
73 Bab 73.
74 Bab 74.
75 Bab 75.
76 Bab 76.
77 Bab 77.
78 Bab 78.
79 Bab 79.
80 Bab 80.
81 Bab 81.
82 Bab 82.
83 Bab 83.
84 Bab 84.
85 Bab 85.
86 Bab 86.
87 Bab 87.
88 Bab 88.
89 Bab 89.
90 Bab 90.
91 Bab 91.
92 Bab 92.
93 Bab 93.
94 Bab 94.
95 Bab 95.
96 Bab 96.
97 Bab 97.
98 Bab 98.
99 Bab 99.
100 Bab 100.
101 Bab 101.
102 Bab 102.
103 Bab 103.
104 Bab 104.
105 Bab 105.
106 Bab 106.
107 Bab 107.
108 Bab 108.
109 Bab 109.
110 Bab 110.
111 Bab 111.
112 Bab 112.
113 Bab 113.
114 Bab 114.
115 Bab 115.
116 Bab 116.
117 Bab 117.
118 Bab 118.
119 Bab 119.
120 Bab 120.
121 Bab 121.
122 Bab 122.
123 Bab 123.
124 Bab 124.
125 Bab 125.
126 Bab 126.
127 Bab 127.
128 Bab 128.
129 Bab 129.
130 Bab 130.
131 Bab 131.
132 Bab 132.
133 Bab 133.
134 Bab 134.
135 Bab 135.
136 Bab 136.
137 Bab 137.
138 Bab 138.
139 Bab 139.
140 Bab 140.
141 Bab 141.
142 Bab 142.
143 Bab 143.
144 Bab 144.
145 Bab 145.
146 Bab 146.
147 bab 147.
148 Bab 148.
149 Bab 149.
150 Bab 150.
151 Bab 151.
152 Bab 152.
153 Bab 153.
154 Bab 154.
155 Bab 155.
156 Bab 156.
157 Bab 157.
158 Bab 158.
159 Bab 159.
160 Bab 160.
161 Bab 161.
162 Bab 162.
163 Bab 163.
164 Bab 164.
165 Bab 165.
166 Bab 166.
167 Bab 167.
168 Bab 168.
169 Bab 169.
170 Bab 170.
171 Bab 171. Tamat.
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab 2.
3
Bab 3.
4
Bab 4.
5
Bab 5.
6
Bab 6.
7
Bab 7.
8
Bab 8.
9
Bab 9.
10
Bab 10.
11
Bab 11.
12
Bab 12.
13
Bab 13.
14
Bab 14.
15
Bab 15.
16
Bab 16.
17
Bab 17.
18
Bab 18.
19
Bab 19.
20
Bab 20.
21
Bab 21.
22
Bab 22.
23
Bab 23.
24
Bab 24.
25
Bab 25.
26
Bab 26.
27
Bab 27.
28
Bab 28.
29
Bab 29.
30
Bab 30.
31
Bab 31.
32
Bab 32.
33
Bab 33.
34
Bab 34.
35
Bab 35.
36
Bab 36.
37
Bab 37.
38
Bab 38.
39
Bab 39.
40
Bab 40.
41
Bab 41.
42
Bab 42.
43
Bab 43.
44
Bab 44.
45
Bab 45.
46
Bab 46.
47
Bab 47.
48
Bab 48.
49
Bab 49.
50
Bab 50.
51
Bab 51.
52
Bab 52.
53
Bab 53.
54
Bab 54.
55
Bab 55.
56
Bab 56.
57
Bab 57.
58
Bab 58.
59
Bab 59.
60
Bab 60.
61
Bab 61.
62
Bab 62.
63
Bab 63.
64
Bab 64.
65
Bab 65.
66
Bab 66.
67
Bab 67.
68
Bab 68.
69
Bab 69.
70
Bab 70.
71
Bab 71.
72
Bab 72.
73
Bab 73.
74
Bab 74.
75
Bab 75.
76
Bab 76.
77
Bab 77.
78
Bab 78.
79
Bab 79.
80
Bab 80.
81
Bab 81.
82
Bab 82.
83
Bab 83.
84
Bab 84.
85
Bab 85.
86
Bab 86.
87
Bab 87.
88
Bab 88.
89
Bab 89.
90
Bab 90.
91
Bab 91.
92
Bab 92.
93
Bab 93.
94
Bab 94.
95
Bab 95.
96
Bab 96.
97
Bab 97.
98
Bab 98.
99
Bab 99.
100
Bab 100.
101
Bab 101.
102
Bab 102.
103
Bab 103.
104
Bab 104.
105
Bab 105.
106
Bab 106.
107
Bab 107.
108
Bab 108.
109
Bab 109.
110
Bab 110.
111
Bab 111.
112
Bab 112.
113
Bab 113.
114
Bab 114.
115
Bab 115.
116
Bab 116.
117
Bab 117.
118
Bab 118.
119
Bab 119.
120
Bab 120.
121
Bab 121.
122
Bab 122.
123
Bab 123.
124
Bab 124.
125
Bab 125.
126
Bab 126.
127
Bab 127.
128
Bab 128.
129
Bab 129.
130
Bab 130.
131
Bab 131.
132
Bab 132.
133
Bab 133.
134
Bab 134.
135
Bab 135.
136
Bab 136.
137
Bab 137.
138
Bab 138.
139
Bab 139.
140
Bab 140.
141
Bab 141.
142
Bab 142.
143
Bab 143.
144
Bab 144.
145
Bab 145.
146
Bab 146.
147
bab 147.
148
Bab 148.
149
Bab 149.
150
Bab 150.
151
Bab 151.
152
Bab 152.
153
Bab 153.
154
Bab 154.
155
Bab 155.
156
Bab 156.
157
Bab 157.
158
Bab 158.
159
Bab 159.
160
Bab 160.
161
Bab 161.
162
Bab 162.
163
Bab 163.
164
Bab 164.
165
Bab 165.
166
Bab 166.
167
Bab 167.
168
Bab 168.
169
Bab 169.
170
Bab 170.
171
Bab 171. Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!