Bab 7: Aturan Permainan
Pagi setelah malam di taman, Sekar duduk di meja sarapan keluarga Liem dengan punggung yang sudah diberi obat dan dada yang belum tahu harus menyimpan apa.
Renard tidak menatapnya.
Itu seharusnya membuatnya lega. Di meja panjang itu, di bawah lampu gantung dan tatapan pelayan yang berdiri seperti patung, satu pandangan terlalu lama saja bisa menjadi bahan cerita. Tetapi justru karena Renard begitu tenang, seolah semalam ia tidak pernah menyentuh luka di punggung Sekar, rasa panas aneh bergerak dari tengkuknya ke telinga.
Ia menunduk pada bubur ayam di hadapannya.
Kevin duduk di sisi lain, lebih dekat dari seharusnya tetapi terasa lebih jauh daripada orang asing. Ia mengaduk kopinya sambil melihat ponsel di pangkuan. Layar menyala berkali-kali. Sekar tidak perlu melihat nama pengirim. Jari Kevin mengetik cepat, lalu ia meletakkan ponsel telungkup ketika Engkong mengangkat mata.
"Kamu sibuk sekali pagi ini, Kevin," kata Engkong.
Kevin tersenyum. "Urusan divisi akuisisi, Engkong."
Renard mengambil cangkir teh tanpa melihatnya. "Divisi akuisisi sekarang memakai parfum Celine juga?"
Sendok kecil Kevin menyentuh piring dengan bunyi terlalu keras.
Jesslyn menunduk menyeka bibir, seolah tidak mendengar. Darren yang duduk di kursi roda di sisi Engkong tersenyum samar. Sekar menahan napas. Di rumah ini, sindiran tidak pernah lewat begitu saja. Ia jatuh di meja seperti tetes racun dan semua orang menunggu siapa yang akan pertama kali batuk.
Kevin tertawa kaku. "Ko Renard masih suka bercanda."
"Aku tidak suka bercanda."
Engkong mengetuk meja sekali dengan ujung jarinya. "Makan."
Satu kata itu cukup membuat ruangan kembali bergerak. Pelayan menuang teh. Piring kecil dipindahkan. Suara porselen menjadi penutup untuk semua yang tidak boleh dikatakan.
Sekar mengambil sepotong buah, tetapi tangannya berhenti ketika Darren menatapnya.
"Felicia," panggil Darren lembut.
Ia mengangkat wajah. "Ya, Koh Darren?"
Mata Darren tampak ramah. Terlalu ramah. "Sudah terbia…
Istri Palsu Sang Pewaris
Episode 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 138 Episodes
Comments