Ruang tamu itu hening seketika. Hembusan napas dari celah pendingin ruangan bahkan terdengar lebih keras daripada tarikan napas orang-orang di sana.
Di depan smart TV yang menyala terang, Heera menatap Akram dengan sorot mata terluka bercampur amarah. Di sebelahnya, Bastian masih memegang ponselnya dengan wajah kebingungan tingkat dewa. Nama 'Almeera's iPhone' dan 'MacBook Pro Almeera' di layar sebesar 65 inci itu layaknya papan reklame neon yang memamerkan skandal terbesar abad ini.
Sementara itu, di balik pintu kamar jati yang berjarak hanya beberapa langkah dari mereka, Almeera meremas dadanya sendiri. Jantungnya berdetak begitu keras hingga ia merasa tulang rusuknya akan retak. Mati. Mati. Habis sudah riwayat gue.
Akram berdiri mematung. Otaknya yang terkenal memiliki IQ di atas rata-rata itu dipaksa bekerja melampaui batas wajarnya. Ia menatap layar TV, lalu menatap Heera dan Bastian bergantian.
Satu detik. Dua detik.
Tiba-tiba, Akram mendengus kasar. Sangat kasar hingga Heera sedikit terperanjat. Ia melempar botol air mineralnya ke atas meja pantry dengan gerakan frustrasi yang terlihat sangat, sangat natural.
"Lo pikir gue sudi ada nama dia di TV gue?" gerutu Akram dengan nada super menyebalkan, meraup rambutnya ke belakang dengan kasar. Ia melangkah mendekati Bastian dan menunjuk layar TV itu dengan tatapan jijik. "Hapus namanya, Bas. Geli gue lihatnya."
Bastian mengerjapkan mata. "Hah? Terus... kok bisa ada di riwayat pairing lo?"
Akram bersedekap, menatap teman-temannya dengan wajah memelas seolah dialah korban paling menderita di dunia.
"Kalian inget kejadian kemarin siang di ruang OSIS, kan? Pas gue tolak mentah-mentah proposal budget sound system dia?" Akram memulai pertunjukan monolognya. Nada suaranya bergetar menahan kekesalan palsu yang luar biasa meyakinkan.
Bastian dan anggota OSIS lainnya mengangguk serempak.
"Nah, cewek gila itu ternyata nggak nyerah. Kemarin sore, pas gue baru sampai sini dan lagi nurunin barang dari mobil, dia ngintilin gue! D…
Drummer Cantik, Istri Rahasia Ketos Tampan
Bab 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments