keikhlasan di balik senyuman

Siang ini matahari begitu terik dan menyilaukan mata, meski kaki sudah capek melangkah dan tangan sudah capek mendorong gerobak plus tenggorokan yang kering akibat kebanyakan teriak tapi semua itu tidak menyurutkan semangatku untuk mengais rezeki demi sesuap nasi dan demi masa depan adikku aku harus tetap semangat.

Sesampainya di taman aku memilih untuk istirahat sebentar dan menikmati suasana di taman yang di tumbuhi berbagai jenis bunga dan pohon rindang.

" Heeemmm sejuknya udara di sini" ucapku sambil duduk di bangku taman dekat dengan gerobakku

Cilok..... Ciloknya saaayyy....

Yuhuuuuu.... Monggo di beliiii ciloknya...

Teriakku Menjajakan daganganku, tak berapa lama para pembeli berdatangan.

" beli ciloknya neng 5 rebu 2 bungkus yang 1 pedes yang 1 gak pedes" ucap ibu-ibu berbaju pink

" siap ibu cantik pesanan siap di kemas" ucapku dengan semangat

" Kamu gak sekolah nduk?, masih siang kok sudah jualan" tanya ibu tersebut

" Saya sudah pensiun jadi pelajar Bu" ucapku dengan tersenyum

" hehehe kamu ini bisa saja masa sekolah saja ada pensiunnya sudah macam pegawai sipil saja kamu ini hehehe" ucap ibu tersebut sambil tersenyum

" Ya mau gimana lagi Bu saya harus bekerja demi sesuap nasi dan demi masa depan adik saya Bu, biar saja adik saya nanti yang sekolah sampai ke tingkat yang lebih tinggi dari saya Bu" ucapku dengan senyum

" Memangnya orang tua kamu kemana nduk?" Tanya ibu tersebut

" Orang tua saya sudah tidur nyenyak untuk selamanya Bu" ucapku

" Maksutnya mereka sudah meninggal nduk?" tanya ibu tersebut sambil menutupi mulutnya

" Iya Bu Allah sayang sama mereka mangkanya cepet di suruh tidurnya" ucapku tersenyum sendu

" Maaf ya nduk ibu gak tau, kamu boleh panggil dan anggap ibu seperti ibumu sendiri nama ibu ibu Fika" ucap ibu Fika

" Saya Azizah Bu, salam kenal" ucapku sambil tersenyum

" Iya nduk salam kenal juga, ibu pamit dulu ya nduk lain kali mainlah ke rumah ibu, rumah ibu ada di gang janda itu" ucap ibu Fika sambil menunjuk ke arah gang

" Iya bu insyaallah lain kali zizah akan main ke rumah ibu bersama adikku" ucapku

" Assalamualaikum" ucap Bu Fika

" waalaikumsalam Bu" ucapku sambil tersenyum

Ya Allah aku memang sudah ikhlas akan kepergian mereka tapi tidak bisa di pungkiri hati ini masih menyimpan duka, semoga ayah dan ibu di sana bisa bahagia dan tersenyum melihat zizah dan Arofik adikku yang sudah bisa berdiri sendiri.

Setelah beberapa jam aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena sudah jam 12 siang dan sebentar lagi aku harus menjemput adikku Arofik yang sekolah.

Setelah beberapa menit aku sampai di rumah dan aku langsung mandi dan bersiap-siap berangkat menuju ke sekolah SD Tegalsari.

Sesampainya di depan gerbang sekolah para siswa-siswi sudah berhamburan keluar sekolah, begitu aku melihat keberadaan adikku aku langsung menghampirinya.

" Ayo dek pulang" ucapku

" Kakak jemput, kenapa gak jualan saja kak?" ucap Rofik

" Hari ini dagangan kakak laris manis dek meski tidak habis mungkin tinggal 2 porsi saja tenang sebentar lagi juga habis kalau kita makan" ucapku

" Iiya aku mau kak, aku mau yang pedes tapi gak pedes banget" ucap Rofik

" okey pangeran Arofik, Tuan putri ini akan menyiapkan cilok gemoy bikinan kakak yang semlohay ini untuk pangeran tersayang." ucapku sambil tersenyum

Alhamdulillah untuk rezeki yang engkau berikan untuk keluargaku hari ini ya Allah.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

ikut ng👍like, kasih☝iklan saja.

2026-07-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!