Memohon Ampun!

"Tidak, tolong..." kata Miles cepat sambil mundur selangkah. "Tunggu sebentar lagi..."

Rumah sakit itu adalah satu-satunya rumah sakit di kota yang mampu melakukan transplantasi tersebut.

Jika ia pergi dari sana, ia membutuhkan lebih dari empat puluh delapan jam untuk mencapai rumah sakit lain di kota berbeda yang mampu melakukan operasi itu.

Sementara… Ibunya sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.

Namun kedua petugas keamanan sudah bergerak menghampirinya.

Salah seorang mencengkeram lengannya dengan kuat.

Yang lainnya mendekat dari samping.

Genggaman mereka begitu keras hingga bahunya terasa nyeri dan memaksanya terhuyung beberapa langkah.

Ibunya mengeluarkan rintihan lirih ketika mereka mulai memisahkan dirinya dari Miles.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, wanita itu mengulurkan tangan.

Jari-jarinya yang gemetar sempat menyentuh lengan baju Miles… Sebelum akhirnya jatuh lemas kembali.

Kerumunan kini hanya menyaksikan dalam diam.

Sementara itu… Lingkaran pemuatan di aplikasi bank Miles masih terus berputar.

Lutut Miles mulai terasa lemas.

"Tolong… Beri aku satu detik lagi..."

"Keluar!" teriak Dokter Tyler.

Tatapan Miles masih terpaku pada layar ponselnya.

Lalu… Akhirnya aplikasi itu terbuka.

Lingkaran pemuatan menghilang, digantikan oleh tampilan dasbor aplikasi perbankannya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Miles melepaskan cengkeraman petugas keamanan dari lengannya.

Ia langsung menyentuh layar ponselnya dan langsung mentransfer uang sebesar 300.000 dolar dari rekeningnya ke sistem pembayaran rumah sakit.

Angka-angka pada layar menyala sebagai tanda transaksi berhasil.

Tatapannya langsung tertuju kepada perawat yang sejak tadi paling keras menghina dirinya. Dengan suara tenang, ia berkata, "Coba periksa."

Perawat itu berkedip, kebingungan selama sesaat.

Jawaban penuh kesombongan sudah hampir keluar dari bibirnya ketika monitor di meja resepsionis tiba-tiba berdering nyaring.

Resepsionis segera melihat monitor itu, mengucapkan beberapa patah kata pelan.

Lalu… Mata wanita itu membelalak. Ia langsung berdiri.

"Kami baru saja menerima pemberitahuan!" teriaknya. "Tiga ratus ribu dolar baru saja masuk ke sistem kami! Ini benar!"

Lorong rumah sakit langsung diliputi keheningan.

Kedua petugas keamanan yang beberapa detik sebelumnya masih mencengkeram Miles, langsung melepaskan tangannya.

Mereka mundur beberapa langkah. Wajah mereka berubah pucat.

Semua orang di lorong itu membeku.

Bahkan mereka yang tadi menertawakan Miles sambil mengangkat ponsel kini hanya berdiri terpaku seperti patung.

Miles tetap berdiri di tempatnya.

"Itu dua ratus lima puluh ribu dolar untuk operasi ibuku. Sisanya gunakan untuk obat-obatan dan perawatannya."

Wajah perawat itu langsung kehilangan pucat. Bibirnya terbuka. Namun tidak ada suara yang keluar.

Ia terhuyung mundur selangkah sambil menatap Miles.

Bisik-bisik langsung menyebar ke seluruh lorong.

"Aku tidak percaya… Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" Perawat itu akhirnya berhasil menemukan suaranya. Namun suaranya lemah dan bergetar.

"A-aku… Aku tidak sungguh-sungguh dengan semua yang kukatakan tadi," katanya terbata-bata sambil berusaha tertawa untuk menutupi rasa malunya. "Aku hanya bercanda. Tentu saja aku tidak benar-benar bermaksud akan mengundurkan diri. Itu hanya sindiran. Kau tahu... hanya untuk mencairkan suasana."

Namun suaranya semakin gemetar setiap kali mengucapkan sepatah kata.

Ia segera berbalik menuju meja resepsionis dan membungkuk ke arah monitor.

"Periksa lagi, mungkin ada kesalahan. Mungkin pemberitahuan itu sebenarnya untuk orang lain. Atau… Mungkin tagihan pasien lain tidak sengaja masuk ke rekening rumah sakit..."

Ia berusaha mencari segala kemungkinan agar pembayaran itu terlihat sebagai sebuah kebetulan, bukan berasal dari Miles.

Suara Miles memotong ocehannya. "Periksa nama pengirimnya."

Perawat itu langsung membeku, tangannya menggantung di atas mouse.

"Tidak perlu diperiksa," katanya dengan gugup.

"Uang itu bisa saja dikirim oleh siapa pun. Mungkin dia hanya kebetulan datang saat uang itu masuk. Hanya kebetulan. Itu saja."

Alasannya kini terdengar semakin konyol.

Semua orang bisa melihatnya, kalau erawat itu hanya tidak mau percaya bahwa Miles adalah orang yang mengirim uang tersebut.

Miles tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap perawat itu dengan sabar, menunggu wanita itu memeriksa dan memastikan sendiri kebenarannya.

Namun Dokter Tyler sudah muak.

"Periksa nama pengirimnya, Perawat Nora," bentaknya. Bacakan dengan suara keras."

Perawat itu terkejut saat menatap layar monitor. Matanya berulang kali beralih dari Miles ke layar monitor.

"Bacakan," perintah dokter itu sekali lagi.

Kedua tangan perawat itu gemetar saat matanya membaca informasi pengirim. Ia menelan ludah dengan susah payah.

Lalu berbisik, "Miles… Miles Sterling."

Dokter Tyler perlahan menoleh kepada Perawat Nora. "Kau dipecat."

Perawat Nora langsung terengah-engah. Ia berlutut di hadapan Miles sambil memegang erat ujung celana pria itu dengan kedua tangannya.

"Tolong… Tolong, Tuan. Aku mohon… aku hanya… Aku hanya menjalankan pekerjaanku. Tolong jangan biarkan mereka memecatku. Aku tidak sungguh-sungguh. Aku bersumpah, aku tidak tahu… Tolong maafkan aku."

Namun Miles bahkan tidak menundukkan kepalanya untuk melihat wanita itu. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Suara Perawat Nora pecah ketika ia terus memegangi kaki Miles sambil menangis.

"A-aku… Tolong… Aku salah..."

Ia terus terbata-bata memohon belas kasihan.

Tetapi Miles tetap tidak memandangnya.

Setelah beberapa saat, Miles menoleh kepada Dokter Tyler. Tatapannya dingin. "Pastikan operasi ibuku dilakukan hari ini. Kalau terjadi sesuatu padanya karena keterlambatan yang kau sebabkan… kau juga akan kehilangan pekerjaanmu."

Dokter Tyler segera mengangguk. Suaranya dipenuhi rasa takut. "Tentu, segera. Aku sendiri yang akan mengawasi seluruh prosesnya, Tuan Sterling. Tolong… jangan menghubungi dewan direksi. A-aku akan bertanggung jawab sepenuhnya."

Miles tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berbalik lalu berjalan pergi.

Kerumunan secara otomatis menyingkir, membuka jalan baginya.

Saat Miles tiba di pintu keluar rumah sakit… Ponselnya bergetar. Sebuah pesan baru masuk dari Lily.

Miles menatap layar itu cukup lama tanpa bergerak.

Lalu ia membukanya.

Miles,

Aku benar-benar minta maaf atas caraku memperlakukanmu tadi malam. Aku seharusnya tidak mempermalukanmu di depan Kelvin. Tolong maafkan aku. Aku ingin kau datang bersamaku ke pesta ulang tahun Kelvin malam ini. Aku akan memperkenalkanmu kepada semua orang sebagai suamiku. Aku berjanji. Di depan mereka semua, aku akan memberikan penghormatan yang pantas untukmu.

Episodes
1 Membutuhkan Bantuan
2 Memohon!!
3 Hinaan
4 Memohon Ampun!
5 Pencuri
6 Siapa Wanita Ini?
7 CEO
8 Tetap Tenang
9 Kita Lihat Saja Nanti!!
10 Jangan Pernah Menyebut Namaku Lagi
11 Aku Ingin Membeli Tempat Ini!!
12 Sudah Waktunya, Bos!!
13 Terasa Seperti Mimpi!
14 Bertemu Teman Lama
15 Kembali Ke Kediaman Wycliff
16 Hancur Sudah Harapan!!
17 Salah Satu Peminjam Terbesar
18 Bagaimana Bisa??
19 Lima Menit!!
20 Kau Cantik!!
21 I-ini... Ini Tidak Mungkin!!
22 Masa Lalu??
23 Tidak Adil!
24 Mereka Membawanya Pergi
25 CEO NexaChain!!
26 Kedatangan Polisi!
27 Yakin Kau Masih Bekerja???
28 Gelisah!!
29 Tuan Wycliff Menelepon Kepala Kepolisian
30 Diintrogasi!
31 Kembali Menerima Pesan!!
32 Kelvin Yang Mencurigakan
33 Pergi Ke Acara Bersama Laura
34 Taruhan!!
35 Pasti Ada Kesalahan Dengan Alat Itu
36 Kembalikan Uangku!!
37 Menciumnya Dengan Santai
38 Tamparan!
39 Cemburu!!
40 Kembali Di Permalukan
41 Menampar Reporter!
42 Aku Minta Maaf
43 Kontribusi Besar
44 Miles Diculik!!
45 Paman Richard??
46 Leo??
47 Ada Satu Hal Yang Kau Lupakan!!
48 Pelukan Laura!!
49 Robert Ryder!!
50 Menyerah Begitu Saja??
51 Ditolak!!
52 Jebakan!!
53 Apa Yang Sebenarnya Kau Inginkan??
54 Bab 54 - Keluarga Wycliff
55 Bab 55 - Keluargamu?
56 Bab 56 - Uang Yang Menggiurkan
57 Bab 57 - Dia Menghilang!!
58 Bab 58 - Apa Dia Mengkhianatiku??
59 Bab 59 - Tidakk!!
60 Bab 60 - Pergi Ke Panti Asuhan
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Membutuhkan Bantuan
2
Memohon!!
3
Hinaan
4
Memohon Ampun!
5
Pencuri
6
Siapa Wanita Ini?
7
CEO
8
Tetap Tenang
9
Kita Lihat Saja Nanti!!
10
Jangan Pernah Menyebut Namaku Lagi
11
Aku Ingin Membeli Tempat Ini!!
12
Sudah Waktunya, Bos!!
13
Terasa Seperti Mimpi!
14
Bertemu Teman Lama
15
Kembali Ke Kediaman Wycliff
16
Hancur Sudah Harapan!!
17
Salah Satu Peminjam Terbesar
18
Bagaimana Bisa??
19
Lima Menit!!
20
Kau Cantik!!
21
I-ini... Ini Tidak Mungkin!!
22
Masa Lalu??
23
Tidak Adil!
24
Mereka Membawanya Pergi
25
CEO NexaChain!!
26
Kedatangan Polisi!
27
Yakin Kau Masih Bekerja???
28
Gelisah!!
29
Tuan Wycliff Menelepon Kepala Kepolisian
30
Diintrogasi!
31
Kembali Menerima Pesan!!
32
Kelvin Yang Mencurigakan
33
Pergi Ke Acara Bersama Laura
34
Taruhan!!
35
Pasti Ada Kesalahan Dengan Alat Itu
36
Kembalikan Uangku!!
37
Menciumnya Dengan Santai
38
Tamparan!
39
Cemburu!!
40
Kembali Di Permalukan
41
Menampar Reporter!
42
Aku Minta Maaf
43
Kontribusi Besar
44
Miles Diculik!!
45
Paman Richard??
46
Leo??
47
Ada Satu Hal Yang Kau Lupakan!!
48
Pelukan Laura!!
49
Robert Ryder!!
50
Menyerah Begitu Saja??
51
Ditolak!!
52
Jebakan!!
53
Apa Yang Sebenarnya Kau Inginkan??
54
Bab 54 - Keluarga Wycliff
55
Bab 55 - Keluargamu?
56
Bab 56 - Uang Yang Menggiurkan
57
Bab 57 - Dia Menghilang!!
58
Bab 58 - Apa Dia Mengkhianatiku??
59
Bab 59 - Tidakk!!
60
Bab 60 - Pergi Ke Panti Asuhan
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!