Warga desa takut untuk menjawab. Namun salah satu dari mereka menunjuk salah satu rumah tempat Tio Buki.
Bu Sin Wa tersenyum puas.
"Baiklah, ayo kita lihat siapa yang terkuat. Apakah Pendekar Aneh atau Pendekar Angkuh!" Ucapnya tersenyum sinis, dengan langkah pasti dia melangkah menuju rumah tempat Tio Buki berada.
Dia telah siap menghancurkan reputasi pemuda yang belum pernah ditemuinya itu. Pertarungan ini bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga siapa yang akan mendapatkan kehormatan sebagai pendekar terhebat.
Tio Buki masih duduk di sana seraya menikmati kopi dan beberapa cemilan kue dengan kakek Lo Kay.
Ketika terdengar suara langkah kaki, Tio Buki masih duduk santai dan melirik. Ia melihat seorang lelaki paruh baya kira kira berumur lima puluh tahun sedang menatap kearahnya dengan wajah angkuh dan sombong.
"Aku adalah Bu Sin Wa, pendekar angkuh yang ada di wilayah ini. Aku mendengar banyak cerita tentang dirimu, katanya kau bisa membuat lawan tak berdaya hanya dengan tatapan matamu?" Tanya Bu Sin Wa dengan nada arogan.
"Biar kau tau, aku datang kesini untuk membuktikan semua itu hanya bualan belaka" Ucapnya lagi.
"Hahaha. Hahaha" Mendengar itu Tio Buki tertawa terbahak-bahak.
"Apa kau sudah selesai berkhotbah, kalau belum. Selesaikan! Aku masih setia mendengarnya? Hehehe"
"Kurang ajar!"
Setelah mengatakan itu, lalu Bun Sin Wa mulai bergerak menyerang.
"Hyatt!"
Dia bergerak begitu cepat kearah lawannya, Namun dengan sigap Tio Buki berhasil menghindar.
Jual beli serangan pun tak terelakkan lagi. Kau beli aku yang jual. Kau ngutang aku yang bangkrut. Hehehe...
Tampak Tio Buki mulai kewalahan menghindari setiap pukulan dan serangan Bun Sin Wa. Saat Lawannya menendang kearah perutnya, Tio Buki menghindar kesamping dan lututnya tepat mengenai ulu hati Bu Sin Wa.
Bu Sin Wa pun ikut terhempas kearah belakang, Tio Buki pun menyusul dengan tendangan terbang.
Lawannya tidak dapat mengelak lagi hanya bisa menahan dengan kedua telapak tangannya.
Duuuugh...
Bu Sin Wa terdoron…
Seorang Pemuda Menggemparkan Negerinya
Duel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments
Was pray
dua pedang lagi tahap PDKT siapa tahu berjodoh... 🤭🤭
2026-08-25
0
Kam1la
pedang mereka kencan?? apa tidak salah,??
2026-08-16
0