Bola Besi Yang Bercahaya

Kembali ke saat dimana Ipul yang sedang tertidur didalam bis yang sedang berjalan, sentak saja ia terbangun dari mimpi yang ia alami dalam tidurnya.

Dia terlihat melamun memikirkan mimpinya itu, dan mencoba mengingat lagi apa yang ia dengar kemarin.

Didalam hati ia berkata, suara yang didengarnya kemarin terdengar sama dengan yang di dengarkan nya di dalam mimpi tadi.

Ia terus berpikir keras dan tanpa terasa waktu pun sudah mulai pagi, dan bis yang di tumpanginya itu pun berhenti di suatu tempat makan untuk beristirahat sejenak.

Para penumpang pun turun dengan tertib menuju meja makan yang telah disediakan untuk semua penumpang sarapan.

Sembari masih terus berpikir, ipul berjalan masuk besama teman-temannya dan duduk dimeja yang telah disediakan.

Setelah duduk Ipul mulai kembali tersadar dari lamunannya dan kembali bersenda gurau bersama teman-temannya tanpa memikirkan lagi mimpinya tadi.

Waktu istirahat pun selesai dan para penumpang mulai melanjutkan kembali perjalannya dan beberapa kali singgah, untuk makan siang dan malam selama perjalanan mereka.

Sepanjang perjalanan itu ipul pun mulai lupa dengan mimpi yang ia alami kemarin. Dan tak terasa bis pun sampai di terminal terakhir tujuannya.

Setelah memastikan tidak ada lagi barang bawaan mereka yang tertinggal, mereka pun bergerak turun dan berjalan keluar dari terminal.

Lalu mereka pun masuk ke taksi yang telah menunggu untuk mengantarkan mereka ke penginapan yang telah mereka pesan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di penginapan yang sudah mereka pesan dan bergegas masuk ke kamar mereka masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka. Kemudian mereka pun keluar sembari menikmati suasana penginapan yang begitu sejuk dan asri.

Penginapan yang mereka tempati terletak dibawah sebuah bukit dengan hutan lebat yang masih alami dan indah.

Dan didepan penginapan itu terlihat hamparan pasir pantai yang sangat luas. Dan dimana para pengunjung sudah terlihat menikmati suasana pantai yang begitu indah.

Melihat pantai yang sudah di penuhi oleh pengunjung, mereka pun tidak sabar lagi untuk mencoba berenang dan bersenang-senang. Lalu mereka semua pun segera menuju pantai dengan penuh semangat.

Sesampainya ditepi pantai mereka lansung melompat kedalam air dan berenang, hanya pak Ucok saja yang terlihat tidak ikut berenang di pantai itu. Ia lebih memilih bersantai di tepian pantai sembari menikmati minuman yang telah mereka pesan sebelumnya.

Setelah lama berenang kesana kemari, Ipul pun mulai merasa lelah dan mulai berjalan menuju tepian pantai untuk duduk bersama pak Ucok yang sedang bersantai sedari tadi.

Sesampainya di tempat bersantai ipul pun bertanya

“Kenapa tidak ikut berenang bos.? Airnya sejuk dan segar bos.” Ujar ipul memberitahu pak Ucok.

Dan pak ucok hanya tersenyum dan menjawab.

“Kalian saja yang berenang, saya cukup disini aja melihat kalian benang. Itu pun sudah membuat saya senang kok.” Jawab pak Ucok dengan senyum gembira.

Lalu mereka pun berbincang ringan sembari duduk santai menikmati suasana pantai yang nyaman nan indah itu.

Tidak terasa waktu sudah mulai petang dan terlihat matahari mulai terbenam, lalu mereka pun lanjut menikmati indahnya suasana matahari yang terbenam dengan takjub.

Setelah mulai gelap, mereka pun segera beranjak pergi dari tempat itu menuju ke penginapan untuk bersiap kembali melakukan rekreasi malam ditempat tersebut.

Dan setelah berkumpul, mereka pun mulai bergerak berjalan ditengah kerumunan orang-orang yang juga menikmati rekreasi malam ditempat itu.

Sembari melihat kesana kemari mencari tempat makan malam dan tempat untuk bersantai menikmati malam itu.

Dengan mengikuti arahan dari pak Ucok, mereka menuju sebuah cafe untuk makan malam dan bersantai disitu.

Sesampainya di cafe tersebut mereka pun disambut oleh empat orang teman pak Ucok yang sudah menunggu mereka sedari tadi.

Mereka pun saling berkenalan dan mulai makan malam bersama serta bersantai menikmati suasana malam yang hangat dikota itu.

Disitu mereka kelihatan sangat akrab seperti sudah lama kenal.

Lalu keempat orang tadi pun juga ingin menginap di penginapan yang telah pak Ucok sewa untuk rombongannya. Karna masih banyak kamar yang kosong mereka pun memutuskan untuk menginap di tempat itu Juga.

Tak terasa waktu pun sudah larut malam, mereka pun mulai beranjak dari tempat bersantai mereka tadi menuju ke penginapan mereka untuk beristirahat.

Di sepanjang perjalan mereka saling mengobrol satu sama lain dan tanpa terasa mereka pun sampai di penginapannya.

Karna mereka sudah merasa lelah, mereka pun masing-masing masuk ke kamar untuk beristirahat.

Akibat rasa lelah sehabis bersenang-senang tadi, Ipul pun mencoba memejamkan kedua matanya untuk mulai tidur.

Tetapi ketika memasuki alam bawah sadarnya, ia mendengar kembali suara misterius yang di dengarnya sewaktu memasuki pintu kapal kemarin.

Suara itu sama persis dengan suara yang di dengarnya saat ini, dan sentak ipul pun tersadar dari lelapnya. Ia pun terus mencoba memejamkan lagi matanya tanpa memikirkan suara tersebut.

Namun semakin kuat dia berusaha untuk tidur, semakin matanya tidak mau terpejam.

Karna matanya yang tidak mau terpejam, Ipul pun segera menyeduh segelas kopi dan duduk bersantai di balkon kamar tersebut seorang diri.

Suasana penginapan saat itu begitu sunyi, yang terdengar di telinganya hanya suara hembusan angin malam dan nyanyian jangkrik yang merdu.

Hingga membuat suasa hati begitu tenang, dan dengan memandangi gemerlapnya lampu kota, ia pun serasa terbawa rasa keindahan di malam itu.

Ditengah nyamannya suasana yang ia rasakan itu, terdengar jelas suara itu seperti memanggilnya lagi.

Suara yang terdengar jelas di telinganya.

[Siapapun yang mendengar suara ku ini, tolong selamatkan lah anak ku ini.!]

Sentak Ipul kebingungan mendengar suara dan kalimat yang sama pada mimpinya serta suara yang sama, ketika dia menaiki kapal.

Suara itu terasa nyata di telinganya, dan kali ini suara itu di dengarnya berulang ulang kali tanpa henti.

Lalu ia mencoba untuk fokus mendengarkan dari mana arah suara itu berasal, ternyata suara itu berasal dari hutan yang tepat berada di belakang penginapannya.

Walaupun ia sudah mengetahui dari mana asal suara itu, namun tidak mungkin untuknya pergi sendirian mendatangi asal suara itu.

Dan juga tidak mungkin meminta bantuan teman-teman untuk menemaninya kesana.

Episodes
1 Perjalanan Wisata
2 Peperangan Di Dunia Lain
3 Bola Besi Yang Bercahaya
4 Menghilang Tiba-tiba
5 Kejadian Yang Aneh
6 Bertemu Mahluk Dari Dunia Lain
7 Mencoba Mesin Penerobos Semesta
8 Buah Keramat & Gelang Universal
9 Pengujian Terakhir Dan Tak Kembali
10 Dituntun Cahaya
11 Awal Dari Petualangannya
12 Ritual Dan Pertemuan Roh Gaib
13 Keseharian Menjadi Pemimpin Desa
14 Hutan Puruk Antas
15 Melawan Penguasa Hutan Puruk Antas
16 Cerita Setelah Pertarungan Usai
17 Burung Penjaga Telaga
18 Pergi Menyelamatkan Gadis Yang Diculik
19 Petapa Di Hutan Telarang
20 Mustika Embun Fajar & Penobatan
21 Cerita Pemilik Kedai
22 Bertemu Mahluk Yang Dulu Meneror Desa Leluhurnya
23 Gadis Tak Dikenal
24 Bertemu Kembali Penyelamat Desa Puruk Antas
25 Pengintaian Dan Putusan Rapat
26 Sebelum Perayaan Istana
27 Perayaan Istana & Penyerahan
28 Ivie Si Gadis Kecil
29 Ke Kota Untuk Berkumpul Kembali
30 Menyelamatkan Budak
31 Bangkitnya Kekuatan Sang Penyihir
32 Sihir Pembakar Segalanya
33 Pagar Desa & Pesta Malam Itu
34 Bertemu Utusan Kerajaan
35 Membangun Kembali & Pesta Perpisahan
36 Gogo Sigolem
37 Penemuan Tambang
38 Kedatangan Sang Raja
39 Mencari tahu & Menguji
40 Pergi Ke Istana & Makan Malam Bersama
41 Dapat Melihat Roh Gaib
42 Pria Nakal Menghilang Dari Istana
43 Janji Sang Ratu
44 Mengantar Sang Ratu
45 Pesta Penyambutan Di Istana
46 Pesta Malam Itu & Latihan Adu Tanding
47 Gogo Vs Gorlan
48 Matahari Terbenam & Adu Kekutan
49 Di Serang Rombongan Tak Di Kenal
50 Menyelamatkan Raja
51 Si Gadis Phoenix Biru
52 Nyaring Sang Iblis Hitam
53 Bangkui Vs Lepia
54 Tombak Api Penghancur, Kambang Vs Samon
55 Bat Green Dragon Vs Sang Garuda
56 Mengobati Raja dan Yang Terluka
57 Si Hitam Vs Si Merah
58 Yarrin Si Hitam & Yarron Si putih
59 Lomba Balapan Kuda Ke Istana
60 Hadiah Untuk Pemenang Lomba Balapan Kuda
61 Pesta Meriah Untuk Sang Pemenang
62 Momen Berharga Dan Rapat Besar Di Istana
63 Pelantikan Menteri Dan Gubernur Baru
64 Kembali Ke Desa Dorokan
65 Roh Kayu Pengguna Pedang
66 Para Roh Senjata
67 Senjata Baru Kesatria Garuda
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Perjalanan Wisata
2
Peperangan Di Dunia Lain
3
Bola Besi Yang Bercahaya
4
Menghilang Tiba-tiba
5
Kejadian Yang Aneh
6
Bertemu Mahluk Dari Dunia Lain
7
Mencoba Mesin Penerobos Semesta
8
Buah Keramat & Gelang Universal
9
Pengujian Terakhir Dan Tak Kembali
10
Dituntun Cahaya
11
Awal Dari Petualangannya
12
Ritual Dan Pertemuan Roh Gaib
13
Keseharian Menjadi Pemimpin Desa
14
Hutan Puruk Antas
15
Melawan Penguasa Hutan Puruk Antas
16
Cerita Setelah Pertarungan Usai
17
Burung Penjaga Telaga
18
Pergi Menyelamatkan Gadis Yang Diculik
19
Petapa Di Hutan Telarang
20
Mustika Embun Fajar & Penobatan
21
Cerita Pemilik Kedai
22
Bertemu Mahluk Yang Dulu Meneror Desa Leluhurnya
23
Gadis Tak Dikenal
24
Bertemu Kembali Penyelamat Desa Puruk Antas
25
Pengintaian Dan Putusan Rapat
26
Sebelum Perayaan Istana
27
Perayaan Istana & Penyerahan
28
Ivie Si Gadis Kecil
29
Ke Kota Untuk Berkumpul Kembali
30
Menyelamatkan Budak
31
Bangkitnya Kekuatan Sang Penyihir
32
Sihir Pembakar Segalanya
33
Pagar Desa & Pesta Malam Itu
34
Bertemu Utusan Kerajaan
35
Membangun Kembali & Pesta Perpisahan
36
Gogo Sigolem
37
Penemuan Tambang
38
Kedatangan Sang Raja
39
Mencari tahu & Menguji
40
Pergi Ke Istana & Makan Malam Bersama
41
Dapat Melihat Roh Gaib
42
Pria Nakal Menghilang Dari Istana
43
Janji Sang Ratu
44
Mengantar Sang Ratu
45
Pesta Penyambutan Di Istana
46
Pesta Malam Itu & Latihan Adu Tanding
47
Gogo Vs Gorlan
48
Matahari Terbenam & Adu Kekutan
49
Di Serang Rombongan Tak Di Kenal
50
Menyelamatkan Raja
51
Si Gadis Phoenix Biru
52
Nyaring Sang Iblis Hitam
53
Bangkui Vs Lepia
54
Tombak Api Penghancur, Kambang Vs Samon
55
Bat Green Dragon Vs Sang Garuda
56
Mengobati Raja dan Yang Terluka
57
Si Hitam Vs Si Merah
58
Yarrin Si Hitam & Yarron Si putih
59
Lomba Balapan Kuda Ke Istana
60
Hadiah Untuk Pemenang Lomba Balapan Kuda
61
Pesta Meriah Untuk Sang Pemenang
62
Momen Berharga Dan Rapat Besar Di Istana
63
Pelantikan Menteri Dan Gubernur Baru
64
Kembali Ke Desa Dorokan
65
Roh Kayu Pengguna Pedang
66
Para Roh Senjata
67
Senjata Baru Kesatria Garuda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!