Bab 3

Di lantai dua mall terlihat Velo tengah menenangkan Hana, yang sedang ketakutan dengan kepala tertunduk di samping tiang besar mall, Velo merutuki kebodohannya karna meninggalkan Hana begitu saja di tempat ramai, padahal Hana memiliki penyakit khawatir yang berlebihan saat di tempat ramai, tapi malah di tinggal begitu saja olehnya.

 Sedangkan Helena yang berdiri di depan mereka mendengus kesal, melihat Hana yang berhasil membuat Velo di landa perasaan bersalah.

''Vel, gue pulang naik taksi saja, loe temani saja Hana'' tukas Helena, lalu melenggang pergi sembari menenteng beberap paperbag belanjaannya.

Velo menatap kepergian Helena, dan tiba tiba perasaan bersalah menghampirinya.

"Hel, Sorry" batin Velo.

Satu jam kemudian Velo sudah berada di dalam mobilnya, dan mengemudikan mobilnya untuk pulang, dan di jok belakang terlihat Hana duduk sembari menatap Velo dari kaca sepion.

''Vel, pasti tadi Helen marah banget sama gue'' ucap Hana.

Velo diam saja dan memilih fokus mengemudi.

''Gue, besok mau minta maaf sama dia'' ucapnya lagi.

''Sebaiknya tidak usah'' timpal Velo.

''Kenapa?'' tanya Hana sembari maju kedepan, dan memegang sandaran jok depan.

''Helen pasti akan mencaci loe, nanti loe sakit hati dan nangis lagi'' jawab Velo.

''Baiklah kalau gitu'' tukas Hana.

Setiba di rumah besar Aditama, Velo sudah di sambut oleh mamanya yang berdiri di ambang pintu.

''Ma'' sapa Velo sembari tersenyum, namun dia tersentak kaget karna Mamanya tiba tiba menarik telinganya.

''Aduh Ma, sakit!'' pekik Velo.

''Sakit hem, rasain, suruh siapa kamu menelantarkan calon menantu kesayangan Mama, ha'' omel Mama Velo yang bernama Diana, tanpa melepaskan jewerannya di telinga Velo.

''Maksud Mama apa sih?, siapa yang menelantarkan Helen, Velo sudah nganterin dia ke mall kok, sesuai perintah Mama'' tukas Velo membela diri.

Diana melepaskan jewerannya di telinga Velo, lalu dia bersedekap dan menatap sinis putra satu satunya ini.

''Kamu memang mengantarkan Helen ke mall, tapi kenapa kamu biarin dia pulang sendiri?'' tanya Diana.

Sedangkan Hana yang masih ada di sana mendengar semua apa yang di katakan oleh Diana.

"Helen keterlaluan sekali, kenapa harus ngadu ke Nyonya sih, kan kasihan Velo, jadi kenak omel lagi sama Nyonya" batin Hana menggerutu.

''Hana, ngapain kamu masih di sini, ayo masuk'' tegur seorang pelayan wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibu Hana.

Hana sebenarnya masih tidak tega meninggalkan Velo yang sedang di omeli oleh Mamanya, tapi Ibunya sudah membawanya pergi ke paviliun di mana tempat para pelayan Aditama tinggal.

''Helen ngadu sama Mama?'' tanya Velo sembari mengusap telinganya yang terasa panas.

''Tidak, bahkan Mama tidak bisa menghubunginya'' sahut Diana.

''Terus, Mama tahu dari mana kalau aku membiarkan Helen pulang sendiri?'' tanya Velo.

''Mamanya Exel'' jawab Diana.

''Kok bisa?'' tanya Velo penasaran.

''Iya, tadi Tante Rossa ngirimin Mama fotonya Helen saat berdiri di halte sendirian, katanya Helen lagi nunggu taksi, mana barang belanjaan Helen banyak lagi cuaca juga lagi panas banget, kasihan tahu'' omel Diana. ''Untung tadi ada Tante Rossa sama Exel, jadi Helen di anterin pulang sama mereka'' imbuhnya.

Sedangkan Velo langsung terdiam, jika nanti Helen melampiaskan kekesalannya, Velo akan siap menerimanya, karna di sini memang dirinya yang salah.

''Kamu kenapa tidak mau nganterin Helen pulang sih?, kalian bertengkar lagi?'' tanya Diana.

Velo menggelengkan keplanya.

'' Terus kenapa?''

Velo terdiam sejenak, lalu dia menceritakan masalah yang di alami oleh Hana saat di mall tadi.

Diana yang mendengarnya sontak langsung emosi.

''Kamu bisa khawatir dengan Hana, tapi kamu malah mengabaikan keselamatan tunangan kamu, dia di halte sendiran loh, mana ponselnya kehabisan batrei, cuaca sedang panas, barang belanjaan juga banyak, kalau dia kenapa napa gimana?, apa kamu enggak mikir sampai ke sana, ha'' marah Diana.

''Iya Ma, Velo tidak akan mengulanginya lagi'' ucap Velo lirih dengan kepala tertunduk.

''Lain kali, kalau Helen ngajak kamu keluar atau kemana kek, Hana jangan kamu bawa juga, dan satu lagi sekarang yang harus kamu prioritaskan itu Helen, bukan Hana'' tukas Diana memperingatkan putranya.

''Iya Ma'' sahut Velo.

''Ya sudah, nanti pergilah ke rumah Helen, dan minta maaf sama dia'' perintah Diana lalu dia masuk ke dalam rumah, meninggalkan Velo yang masih terdiam di depan pintu kediamannya.

Sedangkan di rumah besar Atmajaya, Helena langsung masuk ke kamarnya dan meletakkan barang belanjaannya di sofa panjang, lalu dia duduk di tepi ranjang dan memijit betisnya yang terasa pegal, karna jarak mall ke halte tadi lumayan jauh, di tambah Helen membawa beberapa paperbag yang lumayan berat.

''Sepertinya kakiku lecet deh'' gumam Helen sembari melepas sepatunya lalu membuka kaos kakinya, dan benar saja pergelangan kakinya lecet, mungkin karna terlalu lama berjalan dengan memakai sepatu.

Helena lalu mengambil ponselnya yang sudah mati di dalam tasnya, lalu di cas dan di letakkan di atas nakas.

Dan baru saja ponselnya nyala kembali, sudah terdengar suara notifikasi pesan di aplikasi Wahtsappnya.

''Hana'' gumam Helen.

Karna penasaran Helen membuka pesan dari Hana dan membacanya.

[ Hel, lo kok tega sih fitnah Velo, loe bilang kalau Velo enggak mau nganterin loe pulang, padahal loe sendiri kan yang mau pulang naik taksi, Velo kasihan tahu, dia kenak marah Mamanya ]

''Ck, apaan sih si benalu ini, lagian siapa yang ngadu ke Tante Diana'' gumam Helena.

Helena memilih mengabaikan pesan dari Hana, dan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, Helena sudah biasa menerima pesan Wahtsapp dari Hana yang selalu memprovokasinya, hanya saja Helena mengabaikannya, namun Helena tidak menghapus pesan pesan itu, Helena merasa kalau suatu saat pesan pesan itu bisa bermanfaat.

Sore hari di taman samping kediaman Atmajaya, terlihat Helena sedang menyirami bunga favoritnya ya itu mawar putih, saat ini Helena mengenakan kaos putih gading oversize dari brand ternama di dunia, dan di padukan dengan kulot yang panjangnya hanya di atas lutut, dengan rambut yang di kuncir kuda, memperlihatkan kecantikan alaminya, sampai sampai membuat laki laki yang berdiri tak jauh darinya terkesima.

''Nona Muda, ada Den Velo'' ucap salah satu pelayan wanita.

Helen langsung menoleh, dan melihat Velo berjalan ke arahnya.

''Bibi tolong buatkan minum untuknya'' pinta Helen.

''Baik Nona'' timpal pelayan wanita itu, setelah itu berlalu pergi untuk membuatkan minum untuk Velo.

Setelah pelayan wanita itu pergi, Helen melanjutkan kembali menyiram bunganya, sedangkan Velo dia menghampiri Helen dan berdiri di belakangnya.

''Hel, gue minta maaf sama loe'' ucap Velo.

Helen yang mendengarnya hampir menjatuhkan selang air yang di genggamnya, karna terlalu kaget mendengar Velo minta maaf padanya, karna selama mereka kenal Velo tidak pernah mengucapkan kata maaf padanya, walaupun cowok itu sudah membuatnya kesal bahkan sedih sekalipun, apa mungkin tadi sebelum datang ke sini kepala Velo kejedot pintu pikirnya.

''Kenapa loe tiba tiba minta maaf sama gue?'' tanya Helena.

''Itu, karna gue gak nganterin loe pulang'' jawab Velo.

Helena langsung terdiam, sepertinya Velo minta maaf bukan tulus dari hatinya, melainkan karna Tante Diana yang menyuruhnya batin Helen.

''Oh, gak papa kok, lagian gue sendiri yang mutusin pulang naik taksi'' tukas Helen.

Terpopuler

Comments

tinie

tinie

minta maafnya gak ikhlas bangeet

2026-07-29

1

kaylla salsabella

kaylla salsabella

lanjut thor

2026-07-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!