Episode 42

Bab 42

Kakak yang Menyamar

Empat hari setelah Darren pulang, Keira sudah bebas demam lebih dari dua hari. Dokter memastikan pemeriksaan fisiknya baik dan mengizinkannya kembali bekerja secara bertahap.

Pagi itu, sebelum berangkat ke Studio Keira, Darren meletakkan satu lembar jadwal di meja makan.

"Aku mendapat penugasan baru," katanya.

Keira berhenti mengoles selai. "Kapan?"

"Sekitar sepuluh hari lagi. Penugasan internasional. Rincian setelah pengarahan resmi."

"Berapa lama?"

"Belum pasti."

Keira menekan bibir, lalu mengangguk. "Terima kasih memberitahuku sekarang."

"Aku tidak akan menyembunyikannya."

Mereka tidak membuat janji bahwa tidak ada yang akan terluka. Darren hanya berjanji memberi kabar melalui jalur yang tersedia. Keira berjanji membawa dua autoinjektor dan tidak menerima minuman tanpa pengawasan. Janji-janji kecil itu lebih jujur daripada kepastian palsu.

Di studio, tamu hari itu sudah menunggu di ruang wawancara.

Dr. Calvin Lim mengenakan kemeja biru kusut, kacamata tipis, dan sepatu yang tampak terlalu nyaman untuk seorang putra konglomerat. Identitas biologis mereka telah diketahui publik sejak konferensi pers. Namun dalam surat permohonan wawancara, Calvin menyebut jabatannya sebagai peneliti BRIN dan tidak meminta bertemu Keira sebagai keluarga.

Topiknya adalah pemanfaatan data satelit untuk memahami kebakaran hutan dan cuaca ekstrem. Tim editorial menyetujui karena relevan, lalu mencatat hubungan keluarga sebagai potensi konflik. Produser lain menjadi penanggung jawab akhir agar Keira tidak mengendalikan liputan tentang saudara biologisnya sendiri.

Calvin berdiri saat Keira masuk.

"Selamat pagi, Keira."

"Selamat pagi, Dr. Lim."

Keduanya terlalu formal. Darren, yang duduk di sudut karena setelah ini akan mengantar Keira ke tempat latihan, memandang mereka bergantian.

Wawancara berlangsung profesional. Calvin menjelaskan bagaimana citra dari waktu berbeda dapat menunjukkan perubahan tutupan lahan, mengapa satu gambar tidak boleh dianggap sebagai seluruh kebenaran, dan bagaimana data ilmiah tetap memerlukan verifikasi di lapangan.

Keira mengajukan pertanyaan tentang keterbukaan data publik dan risiko proyek sains dipakai untuk pencitraan lembaga. Calvin menjawab tanpa meminta pertanyaan dihapus.

Kamera dimatikan setelah empat puluh menit.

Calvin masih duduk tegak dengan kedua tangan di atas lutut.

Darren akhirnya berkata, "Kamu datang sebagai peneliti atau kakaknya Kei?"

Calvin berkedip. "Keduanya. Saya hanya tidak tahu mana yang diizinkan lebih dulu."

"Tanya dia," jawab Darren.

Keira hampir tertawa. "Itu cara paling singkat untuk membongkar penyamaran yang bahkan tidak ada."

Calvin melepas kacamata dan mengusap pangkal hidung. "Saya sudah menulis tujuh versi pesan. Semuanya terdengar seperti formulir penelitian ata…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!