CALON PENYINTAS TERPILIH

Negara Pusaka, Bagian kota Jaya

26 januari 2045, 08.40 wib.

Aku dan kedua sepuhku duduk di sofa depan tv, memandang ke acara yang sedang berlangsung.

Presiden yang sedang mengunjungi beberapa basis pemerintah yang dipersiapkan untuk pelaporan para calon penyintas.

Dalam 20 menit, suara system semesta akan kembali bergema dan memberikan pertanda bagi siapapun yang akhirnya terpilih.

Kami tak banyak bicara. Bahkan yangkung nampak termenung. Yangti tampak berusaha menguasai diri.

...----------------...

Pagi tadi, seperti kebiasaan ku, aku sempat berlari di treadmill selama 30 menit. Dan melakukan yoga selama 20 menit. Relaksasi dan menenangkan diri. Hindari stres berlebihan.

Tubuhku cukup proporsional. Tinggi 160 cm. Berat 50 kg. Warna kulit cerah. Rambutku bergelombang, sebahu.

Dengan rajin berolah raga, massa ototku jelas lebih banyak dari lemakku.

Wajahku lumayan manis, bahkan nampak lebih muda dari usiaku sebenarnya.

Bahkan aku memiliki lesung di pipiku saat tersenyum, yang jarang kulakukan di tempat umum. Hanya bisa dilihat orang-orang terdekatku saja.

Aku cenderung galak. Dan kata kata ku bisa pedas. Bahkan beberapa mengatakan aku datar, dingin, barbar. Tak sedikit mengatakan aku frigid.

Bodo amat sih apa kata orang.

Mereka, para pembully ku, baru berhenti membully setelah tahu bahwa aku mampu melawan, bahkan membuat beberapa dari mereka babak belur.

...----------------...

Tepat jam 09.00 wib.

Suara system semesta kembali menggema.

Dong! Dong!

Kepada sepuluh juta calon penyintas.

Persiapkan diri kalian mulai saat ini.

Waktu kalian 24 jam dimulai dari sekarang.

System semesta telah memilih para calon penyintas.

Hanya mereka yang memiliki kecerdasan tinggi.

Memiliki fisik yang tangguh.

Memiliki mental yang kuat.

Serta memiliki potensi bertahan hidup lebih lama. 

Setelah ini, system semesta akan memberikan penjelasan secara personal kepada para calon penyintas.

Dalam 3..2..1..

Tring!

Lalu sebuah cahaya biru muncul dari lengan kiriku.

Muncul barcode dan tulisan 5.051.510/kanayapradipta.

Kami terkesiap melihatnya.

Yangti menutup mulutnya dan mulai menangis keras.

Yangkung mengusap wajahnya. Matanya tertutup.

Air mata mulai mengalir di pipinya.

Aku hanya terdiam. Melihat angka berwarna biru terang di lengan kiriku.

Pak Budi, supir kakek, dan istrinya, bu Imah, sekaligus art kami, tergopoh gopoh dari dapur.

Keduanya terbelalak melihat cahaya di lenganku.

"Neng... Itu... " Bu Imah terbata bata. Lalu beliau mulai menangis.

Pak Budi memeluknya sambil menatapku.

Ada kesedihan di matanya.

Keduanya sudah seperti pengganti orang tuaku.

Meski mereka memiliki anak yang saat ini berusia 16 tahun, yang sudah seperti adik bagiku.

Amelia, anak mereka, berdiri di belakang pak Budi, menatapku, air matanya luruh.

Tangannya mencengkram baju di kedua sisinya. Menahan diri untuk tidak menangis keras.

Aku hanya bisa tersenyum pasrah dengan apa yang harus kualami.

...----------------...

Di tv, nampak kehebohan terjadi.

Beberapa orang di basis yang memiliki tanda yang sama denganku.

Mereka adalah para abdi negara yang berusia muda.

Angka yang muncul di lengan mereka berbeda beda.

Lalu presiden memberikan statement, bahwa para calon penyintas diminta sesegera mungkin melaporkan diri ke basis terdekat.

Masa tunggu hingga jam satu siang ini.

Pihak pemerintah akan memberikan pengarahan dan perbekalan bagi para calon penyintas.

Kami masih terdiam menyimak berita tersebut.

...----------------...

Lewat 10 menit setelah kemunculan angka bercahaya biru tersebut.

Muncul sebuah bola hologram gradasi biru hijau di depan mataku.

"Kalian liat gak apa yang aku liat?" Tanyaku kepada semuanya.

"Liat apa, Nay?" Tanya yangkung. Suaranya serak.

"Ini di depan Naya ada bola warna biru hijau."

Mereka semua terdiam.

Lalu, "Kami gak liat, Nay." Jawab yangkungku lirih.

Aku melihat ke arah tv, orang-orang yang sama terpilih denganku, juga nampak tertegun, sepertinya mereka melihat hal yang sama.

Aku menggerakkan tanganku dan mencoba menyentuh bola cahaya tersebut.

Lalu di dalam kepalaku muncul suara system.

Tring!

Halo Kanaya Pradipta, pemilik system 5.051.510.

Saya adalah system yang akan mendampingimu. Semua informasi yang kamu butuhkan dapat kamu tanyakan kepada saya. 

Saya akan menyesuaikan dengan kondisimu. Agar mempermudah kamu dalam menjalani tugas sebagai penyintas. 

Tampilan menu dan suara ini hanya kamu sendiri yang bisa melihat dan mendengarnya. Silahkan dibuka.

Bola cahaya tadi berpendar dan berubah menjadi panel layar biru gradasi hijau.

Terdapat tombol pilihan :

* Poin : 0/1.000.000

* Data personal

* Skill (kemampuan)

* Inventory

"Di sini Naya dapet layar dengan menu data personal, skill, inventory." Aku menjelaskan kepada mereka.

"Coba pilih data personal, Nay." Ucap yangkung.

Aku menyentuh tombol tersebut. Dan membacakan apa yang kulihat.

Nama : Kanaya Pradipta.

Nomor kode system : 5.051.510

Usia : 20 tahun, 7 bulan, 25 hari.

Jenis kelamin : perempuan.

Ciri ciri fisik :

Tinggi badan 160 cm

Berat badan 50 kg

Warna kulit cerah

Rambut hitam bergelombang

Ras malayan asian

Planet asal : Bumi

Planet tujuan : Subiru

"Jadi nama planet yang bakal kamu tempati bernama subiru." Ujar yangkung.

Aku mengangguk. Lalu aku berpindah ke tombol skill.

Ada tiga tombol lagi di menu skill.

Tombol level personal.

Tombol skill khusus.

Tombol skill tambahan.

Aku klik tombol level personal.

Level 0 - pemula

Kecerdasan : 90/100

Fisik : 90/100

Mental : 89/100

Adaptasi : 88/100

Skill khusus. Silahkan sentuh salah satu pilihan yang menjadi skill awal penyintas.

Ruang

Api

Air

Tanah

Skill tambahan. Akan muncul setelah penyintas tiba di planet tujuan.

Berpindah ke tombol inventory.

Saat ini status inventory : 0/100

Semua terdiam menyimak kata kata ku.

Lalu aku bertanya pada system. "System, bagaimana cara memasukkan dan mengeluarkan barang dari inventory?"

System di kepalaku menjawab, "Pegang barang di depan panel layar dan ucapkan masuk, begitupun sebaliknya, sebutkan nama barang dan ucapkan keluar."

Aku mencoba memasukkan hp ke inventory, "Masuk", hp lenyap dari tanganku.

Pada panel inventory terisi 1/100.

Aku mencoba dengan meja kopi di depanku, kusentuh lalu "Meja, masuk."

Meja lenyap.

Inventory terisi 50/100.

Jadi bukan jumlah barang yang menunjukkan angka 100, tapi kapasitas luas ruang yang terpakai dalam inventory.

Kuucapkan, " Hp, keluar", hpku kembali muncul.

"Meja, keluar." Meja kembali ke tempatnya.

"Kayak sulap." Amelia yang sudah berdiri di dekatku berkomentar kagum.

Yangti sudah agak tenang.

Yangkung manggut-manggut.

Pak Budi dan Bu Imah masih berdiri di dekat yangti.

Amelia duduk di bawah di dekatku.

"System, bagaimana penghitungan poin dan apa fungsinya?"

"Poin bisa didapatkan melalui :

Penyelesaian misi, Kenaikan level dan skill, Penemuan item.

Masa hidup penyintas setelah beberapa periode tertentu. Serta beberapa hal lain yang akan diinformasikan system yang telah dinaikkan. Poin dapat digunakan untuk penambahan level dan skill.

Jika 1 juta poin terpenuhi selama 5 tahun, maka penyintas dapat mengajukan permintaan istimewa, kembali ke planet bumi. Jika hingga 5 tahun belum bisa terpenuhi, maka penyintas harus tinggal dengan tambahan waktu 5 tahun lagi dan jumlah poin yang harus terpenuhi akan bertambah."

"System, apa itu skill ruang?"

"Skill ruang adalah kemampuan menciptakan ruang tambahan pada inventory, untuk pemula dapat menambahkan ruang sama besar dengan inventory pemula yang dapat diisi dengan barang apapun. Akan bertambah seiring dengan kenaikan level penyintas."

Lalu aku menjelaskan kembali kepada mereka apa yang baru kudengar dari system.

"System, berapa banyak tingkatan level?"

"Tingkatan level terdiri dari 5 tahap.

Level 0, pemula.

Level 1, pemula lanjutan.

Level 2, menengah.

Level 3,menengah lanjutan.

Level 4, ahli.

Level 5, master."

"System, bagaimana cara meningkatkan level?"

"Penyintas harus melakukan misi harian, misi khusus, dan misi tersembunyi. Peningkatan kecerdasan, fisik, mental dan adaptasi akan mempengaruhi kenaikan level."

"System, apa bisa mendapatkan skill khusus selain yang dipilih saat ini?"

"Bisa. Penyintas dapat memperolehnya setelah memenuhi syarat tertentu dari keberhasilan menjalankan misi."

"System, apakah ada skill langka?"

"Skill langka hanya akan ada setelah penyintas mencapai level 2 dengan syarat tertentu."

Aku menjelaskan kembali kepada semuanya informasi dari system.

...----------------...

Tring tring tring!

Kami dikagetkan dengan suara dering hpku.

Celia calling.

"Halo Cel." Suaraku datar.

"Nayaaa....! Huhuhuuu... Mas Ben kepilih Naaay...!" Celia menangis kejer di ujung telepon.

Aku menghela nafas pelan, "Cel.. Please calm down ok?!"

Celia masih sesenggukan, "Ok" Jawabnya pelan. Terdengar latar riuh dibelakang Celia.

Sepertinya seluruh keluarga nya sedang berkumpul.

"Aku juga kepilih, Cel." Ujarku tenang. Mencoba tenang sebenarnya.

Hening sejenak.

Lalu, "WHAAAT!! NO NO NOOO... NOT YOU TOO, NAY!"

Terdengar suara tangis Celia yang makin keras.

Lalu, "Halo Naya. Ini tante." Suara tante Gia, mama Celia, terdengar serak.

"Iya tante."

"Are you ok?"

"So far, i'm good tante."

"Nenek kakek mu gimana?"

Aku melirik kedua sepuhku yang masih mengapitku.

"Ikhlas." Hanya itu jawaban yang bisa kukatakan.

"Nanti kami ke sana ya. Kita saling menguatkan." Ujar tante Gia.

"Iya." Jawabku singkat.

Lalu telepon dimatikan.

...----------------...

Jam 11.00 wib.

Keluarga Celia datang ke rumah. Formasi lengkap. Bahkan nenek kakek Celia pun ikut serta.

Kami saling berpelukan. Saling menguatkan. Celia tak henti hentinya menangis dipundakku.

Kami makan siang bersama.

Meski pada dasarnya kami kehilangan nafsu makan, tapi makan adalah kewajiban.

Celia bahkan hanya mau makan sambil kusuapi, seperti kebiasaannya selama ini kalau kami makan berdua.

Mata Celia bengkak parah. Aku sampai menertawakannya. Dia cemberut dan memelukku lagi.

"Kamu itu soulmate aku, Nay. Kalo kamu ga ada. Aku sama siapa."

"Cari pacar dong, Cel. Biar ada tempat kamu gelendotan." Selorohku.

Dia menggeleng kencang, "Ga mau aku tuuh.. Cari pacar susah. Harus lewat palang berlapis. Ada papa, mas Alex, mas Ben, Dami."

Dia terdiam sejenak, "Tapi kan nanti ilang satu palangnya, mas Ben." Ucapnya lirih.

"Nah.. Lebih ringan kan?" Selorohku lagi.

"Gak! Sama aja!"

"Padahal kamu kan juga pinter, Cel. Kenapa gak kepilih ya? Fisik kamu juga ok."

"Soalnya mba Cel kan cengeng, gak masuk syarat mentalnya." Sahut Dami sambil nyengir, yang mendapat hadiah timpukan sekotak tisu dari Celia.

Aku menoleh ke mas Ben yang duduk di dekat kami.

"Dapet nomer system berapa mas?"

Mas Ben melirikku dari fokusnya menghabiskan nasi di piringnya, "Nomer 5.050.505. Kamu?" Tanyanya balik.

"Dapet nomer cantik ya mas. Aku 5.051.510."

"Planet apa mas?"

"Subiru."

"Sama ya. Kira kira ada planet lain gak ya?"

Mas Ben mengangkat bahu.

Dia tersenyum kecil, "Nanti di sana kita saling cari ya. Biar bisa survive bareng."

Kuiyakan saja.

Kami masih belum tahu, bagaimana penempatan kami nanti di sana. Apakah dalam satu tempat yang sama atau teepisah jauh.

...----------------...

Jam 12.15 wib.

Kami menuju basis terdekat tempat tinggalku. Seluruh keluarga ikut menemani.

Sesampai di sana, sudah banyak para calon penyintas disatukan dalam satu area tertutup. Keluarga yang mengantarkan menunggu di sekitarnya.

Saat kami menuju meja pelaporan, seorang petugas keamanan menahan rombongan kami.

"Maaf, ini area terbatas, hanya calon penyintas yang diperbolehkan masuk."

Aku dan mas Ben mengangguk, dan memberi kode kepada keluarga kami untuk menunggu.

...----------------...

Episodes
1 SUARA DARI LANGIT
2 CALON PENYINTAS TERPILIH
3 PERSIAPAN
4 PAMITAN
5 TROPIS25
6 ADAPTASI
7 SUMBER MATA AIR
8 RUMAH NAYA
9 MELENGKAPI RUMAH NAYA
10 CINCIN GIOK YANGTI
11 MENGEJAR TARGET
12 IKAN TOYA
13 SKILL LANGKA NAYA
14 PISANG OH PISANG
15 BERENANG DI LAUT
16 BENGKEL
17 LEVEL AHLI
18 RUMAH SOLID
19 OBOR
20 PANIK
21 TUKANG SENJATA
22 CAMBUK NAYA
23 LAWAN PERTAMA
24 BEJO DAN NINING
25 LAWAN ATAU KAWAN?
26 GEULIS, PETIR, AWAN
27 TANAMAN MUTAN NAYA
28 TOWER PANTAU
29 ALIANSI
30 GOA PORTAL
31 MAIN API
32 DASAR BABI!
33 JEBAKAN
34 JASA PERBAIKAN SENJATA
35 SEPAKAT
36 BONGGO
37 REPLIKA PENYU LAUT
38 NAYA VS BANG BUAYA
39 DERMAGA
40 GEULIS LEVEL UP
41 ORCA NAKAL
42 BONGGO LEVEL UP
43 PERCOBAAN BEN
44 PESAN KHUSUS DARI BUMI
45 RINGGO dan CAKRA
46 IKAN MARLIN
47 SKILL BARU
48 MUTAN LEVEL 0?
49 SALAM ANTAR PLANET
50 RUMAH KOKOH
51 KELUARGA LANDAK MUTAN
52 SENJATA BONGGO
53 MUTAN LEVEL 1
54 KAPSUL ANTI RACUN
55 SENJATA RINGGO
56 KAPAL
57 ZIRAH GEULIS
58 SKILL BARU PASUKAN NAYA
59 BERTEMU
60 BENNAY
61 MAU NIKAH, TAPI...
62 GOLEM VS MUTAN KELINCI
63 SKILL BARU PASUKAN BENNAY
64 CACA
65 SKILL UP, NAYA!
66 MENAHAN DIRI
67 SKILL TERBANGKITKAN
68 ZANTEZ
69 NYAMAN
70 MAIRU
71 POHON BENNAY
72 CEMBURU
73 SKILL UP, BEN!
74 BERLAYAR
75 BERTEMU PENYINTAS LAINNYA
76 MUTAN KERBAU
77 DENDAM MUTAN PARI
78 RUBAH TERSESAT
79 KAMI MENOLAK
80 PULAU KOSONG
81 URA
82 BOOSTER ENERGI
83 PARA BOCAH RAKSASA
84 MUTAN LEVEL 2
85 RAGU
86 PEMBENCI NAYA
87 DILEMA
Episodes

Updated 87 Episodes

1
SUARA DARI LANGIT
2
CALON PENYINTAS TERPILIH
3
PERSIAPAN
4
PAMITAN
5
TROPIS25
6
ADAPTASI
7
SUMBER MATA AIR
8
RUMAH NAYA
9
MELENGKAPI RUMAH NAYA
10
CINCIN GIOK YANGTI
11
MENGEJAR TARGET
12
IKAN TOYA
13
SKILL LANGKA NAYA
14
PISANG OH PISANG
15
BERENANG DI LAUT
16
BENGKEL
17
LEVEL AHLI
18
RUMAH SOLID
19
OBOR
20
PANIK
21
TUKANG SENJATA
22
CAMBUK NAYA
23
LAWAN PERTAMA
24
BEJO DAN NINING
25
LAWAN ATAU KAWAN?
26
GEULIS, PETIR, AWAN
27
TANAMAN MUTAN NAYA
28
TOWER PANTAU
29
ALIANSI
30
GOA PORTAL
31
MAIN API
32
DASAR BABI!
33
JEBAKAN
34
JASA PERBAIKAN SENJATA
35
SEPAKAT
36
BONGGO
37
REPLIKA PENYU LAUT
38
NAYA VS BANG BUAYA
39
DERMAGA
40
GEULIS LEVEL UP
41
ORCA NAKAL
42
BONGGO LEVEL UP
43
PERCOBAAN BEN
44
PESAN KHUSUS DARI BUMI
45
RINGGO dan CAKRA
46
IKAN MARLIN
47
SKILL BARU
48
MUTAN LEVEL 0?
49
SALAM ANTAR PLANET
50
RUMAH KOKOH
51
KELUARGA LANDAK MUTAN
52
SENJATA BONGGO
53
MUTAN LEVEL 1
54
KAPSUL ANTI RACUN
55
SENJATA RINGGO
56
KAPAL
57
ZIRAH GEULIS
58
SKILL BARU PASUKAN NAYA
59
BERTEMU
60
BENNAY
61
MAU NIKAH, TAPI...
62
GOLEM VS MUTAN KELINCI
63
SKILL BARU PASUKAN BENNAY
64
CACA
65
SKILL UP, NAYA!
66
MENAHAN DIRI
67
SKILL TERBANGKITKAN
68
ZANTEZ
69
NYAMAN
70
MAIRU
71
POHON BENNAY
72
CEMBURU
73
SKILL UP, BEN!
74
BERLAYAR
75
BERTEMU PENYINTAS LAINNYA
76
MUTAN KERBAU
77
DENDAM MUTAN PARI
78
RUBAH TERSESAT
79
KAMI MENOLAK
80
PULAU KOSONG
81
URA
82
BOOSTER ENERGI
83
PARA BOCAH RAKSASA
84
MUTAN LEVEL 2
85
RAGU
86
PEMBENCI NAYA
87
DILEMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!