Bab 4

Suara geraman itu semakin dekat, bergema di sepanjang lorong batu yang menyempit di depan Ling Qi. Dia berdiri kaku, tubuhnya menegang, insting bertahan hidup yang terbentuk dari bertahun-tahun hidup keras kini mengambil alih.

'Baru beberapa menit di dunia baru, sudah ada yang mau memakanku. Hidupku memang tidak pernah murah.' Dia mundur perlahan, matanya menyapu sekeliling mencari tempat berlindung atau senjata tambahan selain beliung tuanya. Sebuah panel kembali muncul di sudut penglihatannya.

[Ore Sense mendeteksi keberadaan makhluk

hidup]

[Jarak: 15 meter]

Dari balik tikungan lorong, sesosok makhluk kecil melompat keluar—tingginya hanya sepinggang orang dewasa, tetapi tubuhnya berotot dan bergerak gesit. Kulitnya putih pucat seperti mayat, kontras dengan matanya yang menyala merah terang seperti bara api. Cakarnya panjang dan tajam, menggenggam sebilah pedang pendek berkarat.

[Goblin Albino terdeteksi]

Makhluk itu mendesis, memperlihatkan gigi-gigi tajamnya, lalu menerjang tanpa ragu ke arah Ling Qi.

"Sial!" Ling Qi melompat ke samping, menghindari tebasan pedang yang nyaris merobek lengannya. Dia membanting tubuh ke tanah, gulingan kasar yang membuat lukanya dari pukulan kemarin kembali berdenyut sakit.

[Misi Baru: Bunuh Goblin Albino]

[Batas Waktu: 10 menit]

[Hadiah: EXP, Material Langka]

[Penalti kegagalan akan diberitahukan mendekati batas waktu]

'Bagus sekali. Sistem baru saja memberiku misi di tengah-tengah aku hampir mati.' Goblin albino itu menyerang lagi, kali ini lebih cepat. Ling Qi mengangkat beliungnya untuk menangkis, logam beradu dengan logam, menghasilkan getaran yang menjalar ke seluruh lengannya.

'Tenaganya tidak main-main untuk makhluk sekecil ini.' Dia mundur, memperhatikan gerak-gerik lawannya. Lorong ini sempit, dengan langit-langit yang rendah dan beberapa batu besar yang menonjol dari dinding. Matanya menangkap sebuah celah sempit di sisi kiri—terlalu sempit untuk dilewati goblin yang bertubuh lebih lebar.

'Kalau aku bisa memancingnya ke sana...'

Ling Qi melangkah mundur dengan sengaja, membiarkan goblin itu mengejarnya. Ling Qi semakin dekat dengan celah tersebut. Goblin mendesis, menerjang dengan pedangnya diayunkan lurus ke depan.

Tepat saat itu, Ling Qi menyelinapkan dirinya, menyelinap masuk ke celah sempit di dinding. Goblin yang mengejar dengan kecepatan penuh tidak sempat mengerem, tubuhnya tersangkut di antara dua batu besar yang mengapit celah itu.

"Sekarang!" Ling Qi bangkit, mengayunkan beliungnya sekuat tenaga ke bagian belakang kepala goblin yang masih meronta berusaha melepaskan diri.

Precise Swing aktif

Ayunan itu terasa lebih ringan dari biasanya, tetapi dampaknya jauh lebih besar. Beliung menghantam tengkorak goblin dengan bunyi retak yang menggema di lorong sempit.

Goblin itu menjerit kesakitan, melepaskan diri dari celah dengan paksa, merobek sebagian kulitnya sendiri karena panik. Darah hitam kental menetes dari luka di kepalanya, tetapi makhluk itu belum mati—matanya yang merah kini menyala lebih terang, seolah dipicu oleh amarah dan rasa sakit.

Goblin menerjang membabi buta, tidak lagi memperhitungkan strategi. Ling Qi tidak sempat menghindar sepenuhnya—cakar tajam goblin merobek lengan kirinya, membuatnya menjerit kesakitan.

[HP: 18/45]

'Kalau aku tidak menyelesaikan ini sekarang, aku benar-benar akan mati di sini.' Dengan sisa tenaga yang ada, Ling Qi memanfaatkan momentum terjangan goblin, membiarkan tubuhnya jatuh ke belakang sambil menendang perut makhluk itu dengan kedua kaki, mendorongnya melayang membentur dinding batu di belakangnya.

Goblin terhempas keras, tubuhnya remuk membentur permukaan batu yang keras. Sebelum makhluk itu sempat bangkit kembali, Ling Qi sudah berdiri di atasnya, mengangkat beliung tinggi-tinggi dengan kedua tangan.

"Mati kau!" Beliung itu menghantam tepat di antara kedua mata merah goblin, menembus hingga ke dalam tengkoraknya.

Tubuh goblin albino itu berhenti bergerak, lalu perlahan mulai retak seperti batu yang mengering, sebelum akhirnya hancur menjadi butiran cahaya yang menghilang ke udara.

[Misi Selesai: Bunuh Goblin Albino]

[EXP diperoleh]

[Level Up! Lv.1 → Lv.2]

[Item dijatuhkan: Monster Core, Life Crystal]

Ling Qi terjatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal, lengannya berdarah, tetapi matanya terpaku pada satu kata yang baru saja muncul di panel di hadapannya.

'Life... Crystal?'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!