BAB 3 - TEROR MALAM PERTAMA

BRAKK!

Pintu balai desa tertutup keras. Kami berenam loncat kaget.

Riko langsung lari ke pintu, mengguncang gagang pintu kayu yang sudah berkarat. "Terkunci! Terkunci dari luar!"

Bima ikut membantu, menendang dan mendorong dengan bahu, tapi pintu itu tidak bergerak sama sekali, seperti ada yang menahannya dari luar dengan kekuatan besar.

Suara langkah kaki di luar semakin banyak. Bukan satu dua orang, tapi puluhan. Tap... tap... tap... mengelilingi balai desa. Mengitari kami.

Sinta sudah nangis kejer di pojok, memeluk Maya. "Gue mau pulang, Sel. Gue mau pulang sekarang!"

Gue coba tetap tenang sebagai ketua. Gue ambil HP dari saku, tidak ada sinyal sama sekali. Nol. Jam di HP menunjukkan pukul 12.30 siang, tapi di dalam balai desa ini gelap seperti sudah jam 7 malam. Kabut dari luar masuk melalui celah-celah dinding kayu.

Maya berbisik dengan suara gemetar, matanya melotot melihat ke arah sesajen di pojok, "Sel, itu... itu bukan sesajen buat kita. Itu sesajen buat mereka. Lihat."

Kami semua melihat ke pojok. Enam gelas teh yang tadi mengepul panas, sekarang airnya berubah menjadi merah kental seperti darah. Nasi kuning di piring berubah menjadi tanah basah yang ada belatungnya bergerak-gerak. Ayam panggangnya berubah menjadi bangkai tikus yang membusuk.

Bau busuk menyengat langsung memenuhi ruangan.

"Jangan ada yang sentuh!" teriak gue.

Tiba-tiba, foto hitam putih besar di dinding bergerak. Foto enam orang yang wajahnya mirip kami itu, mata mereka di foto mulai mengeluarkan air mata darah. Darah itu mengalir dari bingkai foto menetes ke lantai.

Dan foto itu tersenyum. Senyum mereka semakin lebar, melampaui batas wajah.

KREKKK... KREKKK...

Lantai kayu balai desa berderit. Dari bawah kolong papan kayu, muncul tangan-tangan pucat, kurus, kotor penuh tanah. Banyak sekali tangan yang mencoba meraih kaki kami.

"AAAKH!" Sinta menjerit, kakinya ditarik oleh tangan dari bawah lantai.

Riko dengan cepat menarik Sinta. Bima menginjak tangan-tangan itu, tapi tangan itu tidak hancur, malah semakin banyak muncul.

Farhan yang penakut tiba-tiba berani, dia ambil senter dari tasnya dan menyorot ke bawah lantai. Saat cahaya senter mengenai tangan-tangan itu, tangan itu menghilang dengan suara jeritan melengking.

"CAHAYA! MEREKA TAKUT CAHAYA!" teriak Farhan.

Kami semua langsung nyalakan senter HP.

Tangan-tangan itu mundur ke bawah lantai, hilang.

Tapi teror belum selesai. Dari luar jendela, wajah Nek Jum menempel di kaca. Wajahnya sekarang tidak seperti nenek-nenek. Kulitnya mengelupas, matanya hitam semua, senyumnya robek sampai ke telinga.

Dia mengetuk kaca pelan dengan kukunya yang panjang, "Tok... tok... tok... Anak-anak, waktunya makan malam. Keluarlah. Kami sudah menunggu 20 tahun."

Jam di dinding balai desa yang tadi mati, tiba-tiba berdetak. Jarumnya berputar cepat, berputar balik, dan berhenti tepat di jam 9 malam.

Padahal tadi masih jam 12 siang.

Listrik genset padam. Balai desa gelap total. Hanya cahaya senter kami.

Dan di kegelapan itu, kami baru sadar, di dalam balai desa ini bukan cuma kami berenam.

Ada bayangan-bayangan hitam lain berdiri di sudut-sudut ruangan. Diam mengamati kami. Jumlahnya puluhan. Dan satu per satu, mata mereka menyala merah di dalam gelap.

Malam pertama kami di Desa Kalijati baru saja dimulai.

Terpopuler

Comments

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭

2026-08-23

1

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...

2026-08-23

0

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️

Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"

2026-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!