*"Siapa pun kamu dulu, yang kucintai kamu yang sekarang."* Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vira Dusk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri"/>
Bab 15
Malam Sebelum Akad
Seminggu berlalu lebih cepat daripada yang Laras bayangkan.
Malam sebelum akad, kamar tamu dipenuhi kain, kotak perhiasan, alat rias, dan suara Kinan yang tidak berhenti memberi pendapat.
"Kebaya putih ini paling cocok," katanya. "Yang krem membuatmu terlihat terlalu serius."
"Besok aku menikah, bukan menghadiri pesta kampus. Serius tidak salah."
"Mas Bram sudah serius untuk dua orang. Mbak harus terlihat bahagia."
Laras menatap pantulan dirinya di cermin. Kebaya putih sederhana mengikuti tubuh tanpa berlebihan. Motif melati kecil dijahit halus pada bagian lengan. Bu Rahayu memesannya dari penjahit langganan, tetapi membiarkan Laras mengubah bagian bahu agar lebih nyaman.
"Aku bahagia," katanya.
Kinan berhenti memasang jarum pentul. "Benarkah?"
"Kenapa bertanya begitu?"
"Karena Mbak selalu terlihat seperti sudah menyiapkan jalan keluar."
Pertanyaan itu begitu jujur hingga Laras tidak bisa tersinggung.
Ia memandang kursi yang dulu dipakai mengganjal pintu. Selama beberapa malam terakhir, kursi itu kembali ke meja dan tidak pernah dipindahkan.
"Dulu jalan keluar satu-satunya cara aku bertahan," jawab Laras. "Sekarang aku sedang belajar bahwa tinggal juga bisa menjadi pilihan."
Kinan tersenyum, lalu memeluknya dari belakang.
"Aku senang Mbak tinggal."
Laras menepuk lengannya. "Kalau kamu terus memeluk, jarum di kebaya bisa menusuk kita berdua."
Kinan cepat-cepat mundur. "Lihat? Galak. Cocok dengan Mas Bram."
***
Setelah busana dirapikan, Laras membantu Kinan menghitung ulang kotak suvenir.
"Biar Bik Inah yang mengurus," kata Kinan.
"Tanganku tidak patah."
"Besok pengantin seharusnya duduk cantik."
"Besok. Malam ini aku masih pekerja gratis."
Mereka menyusun kotak sambil berbicara tentang kuliah Kinan. Gadis itu mengaku ingin ikut program magang di luar kota, tetapi khawatir orang tuanya menganggapnya terlalu jauh.
"Sudah bicara kepada mereka?" tanya Laras.
"Belum."
"Kalau belum bertanya, kamu sedang menolak dirimu sendiri atas nama orang lain.…
Nikah Kilat Sang Mayor: Jatuh Berkali-kali dalam Pelukan Perwira
Episode 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments