Aku tidak ingat persis bagaimana caranya aku sampai di depan kos Sasa sore itu.
Yang aku ingat, satu jam sebelumnya aku masih berdiri di taman belakang gedung fakultas, mendengar Firmansyah mengucapkan sesuatu yang sudah aku duga akan datang cepat atau lambat, tapi tetap saja membuat kakiku terasa lemas begitu kata-katanya benar-benar keluar. Dan sekarang aku berdiri di depan pintu kamar kos Sasa, napas masih agak berantakan, entah karena jalan cepat atau karena sesuatu yang lain yang belum sepenuhnya aku pahami.
Aku mengetuk pintu tiga kali. Sasa membuka dengan rambut basah, handuk kecil masih di leher, jelas baru selesai mandi.
"Eh, kok tumben ke sini enggak—" Dia berhenti di tengah kalimat, matanya menyipit, memperhatikan wajahku lebih detail. "Cahaya, kamu kenapa?"
"Boleh masuk enggak?"
Dia tidak bertanya lagi. Cuma menyingkir dari pintu, membiarkan aku masuk, dan menutup pintu itu pelan-pelan di belakangku seolah sudah tahu apa pun yang akan aku katakan butuh privasi penuh.
Kamar kos Sasa selalu berantakan dengan cara yang menurutku menenangkan, entah kenapa. Baju bergantungan di kursi belajar, buku-buku bertumpuk tidak rapi di meja, poster band yang setengah lepas di satu sudut karena lakbannya sudah tidak lengket lagi. Aku duduk di kasurnya, memeluk bantal yang baunya khas Sasa, campuran parfum murah dan deterjen, sementara dia duduk di kursi putar, menghadapku, menunggu.
"Jadi," katanya, setelah aku diam cukup lama, "kamu mau cerita, atau aku harus nebak?"
"Firman tadi..." Aku berhenti, mencoba menyusun kalimat yang sudah berputar-putar di kepalaku sepanjang perjalanan tadi. "Dia nembak aku, Sas."
Sasa tidak langsung bereaksi heboh seperti yang mungkin aku duga. Dia cuma menatapku lama, ekspresinya berubah pelan dari penasaran jadi lebih serius.
"Terus?"
"Terus apa?"
"Terus kamu jawab apa?"
"Aku bilang aku butuh waktu mikir."
Sasa mengangguk pelan, memutar kursinya sedikit, menatap ke jendela sebentar sebelum kembali menatapku. "Gimana rasanya, waktu dia bil…
Senja Untuk Cahaya
Pertanyaan yang Tidak Bisa Kujawab Sendiri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments